Zaman Batu

Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik). Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu (terutama flint) dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Istilah ini berasal sistem tiga zaman. Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum,Megalitikum dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh.

Lihat pula

Bangsa Maya

Suku Maya adalah kelompok suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur.

Suku yang pada zaman batu mencapai kejayaan di bidang teknologinya (250 M hingga 925 M), menghasilkan bentuk karya dan peradaban unik seperti bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumurnya yang disebut "cenotes".

Cara mereka berkomunikasi dan mendokumentasikan tulisan: Tulisannya menggunakan gambar dan simbol, yang disebut "glyph". Ada dua macam glyph: yakni yang menampilkan gambar utuh dari benda yang dimaksudkan, dan tipe yang menggambarkan sesuatu sesuai dengan suku katanya.

Misalnya kata "balam: jaguar", digambarkan dengan kepala binatang tersebut, atau dengan tiga suku kata "ba"-"la"-"ma" yang terdiri dari tiga gambar sejenis mangkok/tempurung.

Suku ini juga mengenal kecantikan seseorang, dengan membuat tempurung kepalanya menjadi rata, dengan cara mengikatkan papan di dahi dan tempurung belakang pada bayi/kelahiran anak, sehingga pada waktu dewasa mereka merasa anggun dengan memiliki tulang dahi yang rata.

Adapun senjata yang digunakan adalah disebut "Atlatl", yakni semacam busur dan panahnya.

Makanan utama mereka adalah: Tortilla.

Budaya Creswell

Budaya Cresswell adalah budaya zaman batu dari masa "Paleolitikum Atas" di Britania Raya dinamakan dari jenis lokasi bebatuan Creswell di Derbyshire oleh Dorothy Garrod tahun 1926. Diperkirakan sekitar tahun 12.500 dan 12.000 SM (belum dipastikan) dan digantikan budaya Maglemosian Mesolitikum.

Pararel dengan budaya Federmesser dan Hamburgian di Eropa barat laut kini dan budaya Magdalenian di Eropa selatan. Dari penelitian alat-alat yang ditemukan mempunyai berbagai bentuk seperti pisau berbentuk trapesium disebut bilah Cheddar dan variasinya yang disebut bilah Creswell serta beberapa bilah pisau yang lebih kecil. Peralatan lainnya termasuk pengupas yang berbentuk pisau panjang. Teknik pembuatan pisau batu ini dengan cara memukul batu bentuk aslinya dalam satu arah, yang meninggalkan bekas alur-alur di bagian yang dipukul. Alat pemukulnya menggunakan batu yang lebih lunak atau tanduk keras.

Temuan lainnya dalam kaitan Creswellian termasuk ambar Baltik, gading mamut dan gigi serta tulang hewan lainny. Benda-benda ini dipakai sebagai harpun, penusuk, manik-manik dan jarum. Sebuah batang gading yang diruncingkan, yang mungkin jadi ujung tombak ditemukan di Gua Gough di Somerset dan Gua Kent di Devon.

Dua puluh delapan situs ditemukan bilah Cheddar di seluruh Inggris dan Wales namun belum ditemukan di Skotlandia atau Irlandia, daerah yang diduga belum ditinggali manusia sampai era berikutnya. Kebanyakan situs adalah gua namun mulai banyak ditemukan di daerah terbuka dan sumber bahan yang disukai untuk membuat peralatan bisa sampai 100 mil jauhnya dari tempat penemuan. Beberapa bilah di Guah Cave berasal dari Pewsey Vale di Wiltshire yang mana ditemukan kerang laut dan ambar dari pantai Laut Utara juga menandakan mobilitas tinggi dari populasi waktu itu. Setara dengan bukti-bukti dari budaya Magdalanian di banyak tempat di Eropa dan kemungkinan pertukaran barang dan pengiriman kelompok ekspedisi mencari bahan-bahan mentah sudah dilakukan waktu itu. Analisis dari benda-benda sisa atau serpihan di situs-situs yang pernah ditempati menandakan bahwa benda dan pisau yang dibawa kelompok Creswellian sebagai peralatan dibuat lebih kecil untuk megurangi beban perjalanan.

Membandingkan benda-benda dari Gua Kent dan Tebing Creswell mengarahkan para arkeolog untuk percaya bahwa mereka dari kelompok yang sama.

Spesies yang dimakan oleh pemburu Creswellian terpusat pada kuda liar (Equus ferus) atau rusa merah (Cervus elaphus), kemungkinan berdasarkan musim, meski kelinci kutub (Lepus articus), rusa kutub (Rangifer tarandus), mamut (Mammuthus), antelop saiga (Saiga tatarica), sapi liar, beruang coklat, lynx (sejenis kucing liar), rubah kutub (Vulpes lagopus) dan serigala juga diburu.

His Prehistoric Past

His Prehistoric Past adalah sebuah film komedi bisu pendek Amerika 1914, yang ditulis dan disutradarai oleh Charlie Chaplin, yang menampilkan Chaplin di kerajaan zaman batu berusaha untuk merebut mahkota Raja Low-Brow untuk mendapatkan istri kesayangan raja. Film tersebut adalah film terakhir Chaplin di Keystone Studios.

Kabupaten Aceh Timur

Kabupaten Aceh Timur (Bahasa Aceh: Acèh Timu, Jawi: اچيه تيمو) adalah sebuah kabupaten yang berada di sisi timur Aceh, Indonesia. Kabupaten ini juga termasuk kabupaten kaya minyak selain Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Kawasan ini juga termasuk markas Gerakan Aceh Merdeka sebelum diberlakukannya Darurat Militer sejak Mei 2003. Sebelum penerapan Darurat Militer ini, kawasan Aceh Timur termasuk kawasan hitam, terutama di kawasan Peureulak dan sekitarnya.

Manusia purba

Sejumlah keberagaman dari Homo dikelompokkan menjadi kategori yang lebih luas yaitu Manusia Purba, berlawanan dengan manusia modern (Homo sapiens), pada periode dimulai dari 500.000 tahun lalu.

Kategori-kategori tersebut biasanya mengikutkan Homo heidelbergensis, Homo rhodesiensis, Homo neanderthalensis, dan mungkin juga termasuk Homo antecessor.

Manusia modern diteorikan berkembang dari manusia purba, yang berkembang dari Homo erectus.

Jenis dari manusia purba dikelompokan di bawah nama binomial "Homo sapiens" karena ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia modern.

Manusia purba memiliki ukuran otak 1200 sampai 1400 kubik sentimeter, yang melebihi rentang pada manusia modern.

Manusia purba dibedakan dari manusia modern anatomis dari tengkoraknya yang tebal, tonjolan bubung alis dan tidak menonjolnya dagu.

Manusia modern anatomis muncul sekitar 200.000 tahun lalu dan setelah 70.000 tahun lalu (lihat teori bencana Toba) secara gradual meminggirkan jenis "purba".

Jenis "non-modern" dari Homo dipastikan bertahan sampai 30.000 tahun lalu, dan mungkin sampai 10.000 tahun lalu.

Yang mana, jika ada, dikelompokan di bawah istilah "manusia purba" hanyalah masalah definisi dan beragam di antara penulis.

Namun, dan menurut penelitian genetik terbaru, manusia modern tampaknya kawin dengan "paling tidak dua kelompok" dari manusia purba: Orang Neanderthal dan Denisovan.

Bukti baru menunjukkan kelompok lain mungkin telah punah 11.500 tahun lalu, Orang Gua Red Deer dari Cina.

Mesolitikum

Mesolitikum atau Zaman Batu Madya (Bahasa Yunani: mesos "tengah", lithos batu) adalah suatu periode dalam perkembangan teknologi manusia, antara Paleolitik atau Zaman Batu Tua dan Neolitik atau Zaman Batu Muda.Istilah ini diperkenalkan oleh John Lubbock dalam makalahnya "Zaman Prasejarah" (bahasa Inggris: Pre-historic Times) yang diterbitkan pada tahun 1865. Namun istilah ini tidak terlalu sering digunakan sampai V. Gordon Childe mempopulerkannya dalam bukunya The Dawn of Europe (1947).

Neolitikum

Neolitikum atau Zaman Batu Muda adalah fase atau tingkat kebudayaan pada zaman prasejarah yang mempunyai ciri-ciri berupa unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar.

Paleolitikum

Zaman Batu Tua atau Paleolitikum (Yunani:παλαιός (palaios) — purba dan λίθος (lithos) — batu) adalah zaman yang memiliki ciri khas berupa perkembangan alat-alat batu. Zaman ini mencakup sekitar 95% masa prasejarah teknologi manusia. Zaman ini dimulai dari penggunaan alat batu pertama oleh hominin sekitar 3,3 juta tahun yang lalu hingga akhir Pleistosen sekitar 11.650 tahun yang lalu. Zaman Paleolitikum digantikan oleh Mesolitikum, walaupun masa transisinya berbeda-beda di setiap wilayah.

Beberapa perkembangan kebudayaan ditemukan di sekitar Pacitan (ditemukan oleh Von Koenigswald) dan Ngandong. Pada zaman ini, manusia hidup secara nomaden atau berpindah-randah dalam kumpulan kecil untuk mencari makanan. Pekerjaan kaum perempuan adalah mengumpulkan dedaunan, ubi, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Sedangkan, tugas kaum laki-laki adalah memburu binatang.

Peninggalan yang ditemukan antara lain berupa peralatan batu seperti flakes (alat penyerpih berfungsi misalnya untuk mengupas, menguliti), chopper (kapak genggam/alat penetak), selain itu terdapat pula peralatan dari tulang.Kapak genggam banyak ditemukan di daerah Pacitan, biasa disebut Chopper (alat penetak/pemotong). Dinamakan kapak genggam karena alat tersebut serupa dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara menggunakannya dengan cara menggenggam. Pembuatannya dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam dan sisi lainnya dibiarkan apa adanya sebagai tempat menggenggam.

Spesies manusia purba yang telah ada:

1. Meganthropus Paleojavanicus

2. Pithecanthropus Erectus (Pithecanthropus Mojokertensis, Pithecanthropus Robustus)

Proses pembuatan kapak batu:

1. Memilih batu yang cocok dan mudah dibentuk

2. Batu tersebut dipukulkan dengan menggunakan batu yang lebih keras

3. Pembentukan dengan cara dihaluskan menggunakan kapak tulang, tangan juga dilindungi dengan kulit.

Petroglif

Petroglif adalah gambar yang dibuat dengan membuang bagian permukaan batu dengan mengukir. Di luar Amerika Utara, beberapa sering menggunakan istilah "mengukir" atau deskripsi teknik lainnya. Petroglif dapat ditemukan di seluruh dunia, dan sering (tapi tidak selalu) berhubungan dengan masyarakat prasejarah. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, petros berarti "batu" dan glyphein berarti "mengukir".

Prasejarah

Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) secara harfiah berarti "sebelum sejarah", dari bahasa Latin untuk "sebelum," præ, dan historia. Prasejarah manusia adalah masa di mana perilaku dan anatomi manusia pertama kali muncul, sampai adanya catatan sejarah yang kemudian diikuti dengan penemuan aksara. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Sumeria di Mesopotamia dan Mesir kuno, merupakan peradaban pertama yang mengenal tulisan, dan selalu diingat sebagai catatan sejarah; hal ini sudah terjadi selama awal Zaman Perunggu. Sebagian besar peradaban lainnya mencapai akhir prasejarah selama Zaman Besi.Zaman prasejarah di Indonesia sendiri diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur baru memasuki era sejarah. Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti prasejarah didapat dari artefak-artefak yang ditemukan di daerah penggalian situs prasejarah.

Rijang

Rijang atau batuapi (Bahasa Inggris: flint atau flintstone) adalah batuan endapan silikat kriptokristalin dengan permukaan licin (glassy). Disebut "batu api" karena jika diadu dengan baja atau batu lain akan memercikkan bunga api yang dapat membakar bahan kering.

Rijang biasanya berwarna kelabu tua, biru, hitam, atau coklat tua. Rijang terutama ditemukan dalam bentuk nodul pada batuan endapan seperti kapur atau gamping. Sejak Zaman Batu, rijang banyak dipergunakan untuk membuat senjata dan peralatan seperti pedang, mata anak panah, pisau, kapak, dll.

Proses pembentukan rijang belum jelas atau disepakati, tetapi secara umum dianggap bahwa batuan ini terbentuk sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan batuan endapan terkompresi, pada proses diagenesis. Ada teori yang menyebutkan bahwa bahan serupa gelatin yang mengisi rongga pada sedimen, misalnya lubang yang digali oleh mollusca, yang kemudian akan berubah menjadi silikat. Teori ini dapat menjelaskan bentuk kompleks yang ditemukan pada rijang.

Sejarah Eropa

Sejarah Eropa dimulai dari sejak manusia pertama menghuni daratan Eropa pada zaman prasejarah hingga saat ini.

Untuk prasejarah Eropa, manusia mulai masuk ke Eropa pada Zaman Batu Tua (Paleolitikum). Penerapan pertanian sekitar tahun 7000 SM mengantar manusia masuk Zaman Batu Muda (Neolitikum). Neolitikum di Eropa berlangsung selama 4000 tahun bersamaan dengan tersebarnya budaya penggunaan logam ke seluruh benua. Kemajuan teknologi selama zaman prasejarah datang melalui orang-orang Mediterania, menyebar secara bertahap ke arah barat laut. Beberapa peradaban paling terkenal dari prasejarah Eropa adalah peradaban Minoa dan Mykenai, yang berkembang selama Zaman Perunggu sampai keruntuhan Zaman Perunggu dalam waktu yang singkat sekitar tahun 1200 SM.

Periode dalam sejarah Eropa yang dikenal sebagai era klasik dimulai dengan munculnya negara-kota Yunani Kuno. Pengaruh Yunani mencapai puncaknya di bawah kekaisaran Alexander Agung, yang menyebar ke seluruh Asia. Eropa utara dan barat didominasi oleh kebudayaan La Tène, pendahulu bangsa Kelt. Roma, sebuah negara-kota kecil, secara tradisional berdiri pada tahun 753 SM, kemudian tumbuh menjadi Republik Romawi pada 509 SM dan kemudian menggantikan kebudayaan Yunani sebagai peradaban Mediterania dominan. Peristiwa-peristiwa pada masa pemerintahan Julius Caesar mendorong reorganisasi Republik Romawi menjadi Kekaisaran Romawi. Kekaisaran ini kemudian dibagi oleh kaisar Diokletianus menjadi Kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur. Selama abad ke-4 dan ke-5, orang-orang Jermanik dari Eropa utara meningkatkan kekuatan dan serangan yang berulang-ulang yang menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476 M, saat yang secara tradisional menandai akhir dari periode klasik dan awal Abad Pertengahan.

Selama Abad Pertengahan, Kekaisaran Romawi Timur bertahan, meskipun sejarawan modern menyebut negara ini sebagai Kekaisaran Bizantium. Di Eropa Barat, bangsa Jermanik menduduki bekas wilayah kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat dan mendirikan kerajaan dan kekaisaran mereka sendiri. Dari semua bangsa Jermanik, suku Frank naik ke posisi hegemoni atas di Eropa Barat, Kerajaan Franka mencapai puncaknya di bawah pimpinan Charlemagne sekitar tahun 800 M. Kerajaan ini kemudian terbagi menjadi beberapa bagian; Franka Barat akan berevolusi menjadi Kerajaan Prancis, sementara Franka Timur akan berevolusi menjadi Kekaisaran Romawi Suci, cikal bakal Jerman modern. Kepulauan Inggris menjadi tempat beberapa migrasi skala besar. Penduduk asli Celtic telah terpinggirkan selama periode Britania Romawi, dan ketika bangsa Romawi meninggalkan Kepulauan Inggris selama tahun 400-an, gelombang bangsa Anglo-Saxon Jermanik bermigrasi ke Inggris selatan dan mendirikan serangkaian kerajaan kecil yang akhirnya berkembang menjadi Kerajaan Inggris tahun 927 M.

Peradaban Yunani-Romawi menghiasi zaman permulaan Eropa, dimulai dari Yunani Kuno, yang biasanya dianggap sebagai dasar dari peradaban Barat dan pengaruhnya dalam bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu pengetahuan, dan seni. Nilai-nilai tersebut diteruskan oleh Republik Roma yang berpusat di Laut Tengah, hingga Kekaisaran Romawi mencapai puncak kejayaannya sekitar tahun 150.

Sejarah teknologi

Sejarah teknologi adalah sejarah yang berkaitan dengan alat dan teknologi atau teknik hasil penemuan manusia yang pada akhirnya dapat digunakan untuk memudahkan aktivitas manusia itu sendiri. Sejarah teknologi dimulai dari munculnya spesies manusia di muka bumi, jejak-jejak peralatan dan teknologi yang dimiliki manusia sejak awal peradabannya ditemukan, kemudian direkontruksi secara historis dan kemudian dianalisis kaitannya dengan perkembangan peradaban manusia. Sejarah teknologi manusia dimulai dari hal sederhana seperti pengembangan bahasa, pembuatan perkakas dari batu hingga yang sangat rumit seperti komputer kuantum.

Berkembangnya suatu teknologi aplikatif dapat ditinjau dari kebutuhan manusia sendiri untuk seperti mengatasi perubahan cuaca dan iklim, menghadapi serangan hewan buas, mempermudah aktivitas ekonomi hingga peperangan. Namun teknologi juga dapat berkembang dari aspek teoretis yakni hanya berlandaskan keingintahuan manusia akan fenomena alam yang terjadi disekitarnya, seperti penemuan hukum gravitasi dan kalkulus oleh Isaac Newton dan Leibniz. Sains dan teknologi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan begitu pula sejarah dan perkembangannya. Namun demikian tentu saja dapat terlihat perbedaan yang mencolok saat membahas sejarah dan perkembangan teknologi, sejarah teknologi membahas aspek terapan dari sains, seperti penemuan peralatan atau teknik untuk memudahkan suatu aktivitas manusia. Sedangkan sejarah sains mempunyai cangkupan yang lebih luas karena mengkaji suatu gejala alam atau gejala yang terjadi di kehidupan manusia berdasarkan aspek-aspek teoretis ataupun yang berkaitan dengan hal-hal abstrak secara matematis hingga ranah filsafat.

Karena teknologi merupakan suatu hal yang aplikatif, maka perkembangan teknologi sangat mempengaruhi perubahan aktivitas ekonomi, sosial, politik, dan budaya dari kehidupan manusia, sehingga sejarah teknologi dapat pula direkontruksi berdasarkan perubahan-perubahan ini.Sejarah teknologi membahas perkembangan teknologi secara umum. Sains dan teknologi adalah suatu hal yang sangat luas. Untuk detail yang lebih akurat dari sejarah dan perkembangan dari suatu bidang sains atau teknologi, lebih tepat jika sejarah dari suatu bidang sains atau teknologi ditinjau satu-persatu berdasarkan bidang yang dimaksud.

Suku Fayu

Orang Fayu adalah kelompok etnis yang hidup di daerah rawa Provinsi Papua, di daerah sungai Kliki sebelah barat daya, menuju ke Teluk Cenderawasih

Di waktu pertemuan pertama mereka dengan orang Barat, jumlah mereka adalah sekitar 400. Awalnya mereka sekitar 2 000, tapi jumlahnya menurun karena kekerasan di dalam kelompok. Orang Fayu umumnya hidup dalam kelompok keluarga. Sejumlah kelompok ini berkumpul sekali atau dua kali setahun untuk pertukaran wanita.

Dua buku sempat ditulis mengenai kehidupan orang Fayu. Yang pertama adalah oleh penulis asal Jerman Sabine Kuegler, yang pernah menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di antara mereka. Yang kedua adalah Guns, Germs, and Steel oleh pakar geografi asal Amerika Jared Diamond, di mana kelompok ini disebut sebagai contoh dari sebuah band tipe masyarakat.

Suku Fayu sering digambarkan dalam literatur sebagai orang yang hidup di zaman batu, kanibal, bangsa perang yang ganas, terbelakang, dan hanya bisa menghitung sampai tiga.

Kini, orang Fayu berjumlah 1 470. Mayoritas dari mereka beragama [[Kristen]].

The Flintstones

The Flintstones merupakan sebuah serial animasi Amerika Serikat yang tayang tahun 1960 hingga 1966. Serial kartun ini diimunculkan pertama kali pada 30 September 1960 dengan mengambil slot penayangan di ABC. Kartun besutan Hanna-Barbera Productions ini tayang dalam kurun enam tahun, hingga 1 April 1966. The Flintstones bercerita tentang kehidupan keluarga di zaman batu. Dalam serial ini kejadian yang lucu dan menarik terjadi, baik antara suami istri keluarga Flintstone (Fred dan Wilma), tetangga, maupun teman mereka.

Popularitas serial ini terutama disebabkan oleh kesamaannya dengan kejadian sehari-hari zaman modern yang digambarkan dalam seting zaman batu. The Flintstones merupakan waralaba film animasi jaringan yang paling berhasil secara finansial selama tiga dekade, sampai munculnya serial The Simpsons.

Zaman Besi

Dalam arkeologi, Zaman Besi adalah suatu tahap perkembangan budaya manusia di mana penggunaan besi untuk pembuatan alat dan senjata sangat dominan. Penggunaan bahan baru ini, di dalam suatu masyarakat sering kali mencakup perubahan praktik pertanian, kepercayaan agama, dan gaya seni, walaupun hal ini tidak selalu terjadi.

Zaman Besi adalah periode utama terakhir dalam sistem tiga zaman untuk mengklasifikasi masyarakat prasejarah, yang didahului oleh Zaman Perunggu. Waktu berlangsung dan konteks zaman ini berbeda, tergantung pada negara atau wilayah geografis. Secara klasik, Zaman Besi dianggap dimulai pada Zaman Kegelapan Yunani pada abad ke-12 SM dan Timur Tengah Kuno, abad ke-11 SM di India, dan antara abad ke-8 SM (Eropa Tengah) dan abad ke-6 SM (Eropa Utara) di Eropa. Zaman Besi dianggap berakhir dengan kebangkitan kebudayaan Hellenisme dan Kekaisaran Romawi, atau Zaman Pertengahan Awal untuk kasus Eropa Utara.

Zaman Besi berhubungan dengan suatu tahap di mana produksi besi adalah salah satu bentuk paling rumit dari kerajinan logam. Kekerasan besi, titik lebur yang tinggi, dan sumber bijih besi yang melimpah, membuat besi lebih dipilih dan murah daripada perunggu, yang memengaruhi dipilihnya besi sebagai logam yang paling umum digunakan. Karena kerajinan besi diperkenalkan secara langsung ke Amerika dan Australasia oleh kolonisasi Eropa, daerah-daerah tersebut tidak pernah mengalami Zaman Besi.

Zaman Jomon

Zaman Jōmon (縄文時代, jōmon jidai) adalah sebutan zaman prasejarah kepulauan Jepang yang dimulai dari akhir zaman Pleistosen hingga zaman Holosen, bersamaan dengan zaman batu pertengahan atau zaman Batu Baru yang ditandai dengan mulai digunakannya barang-barang tembikar. Okinawa berada pada zaman tumpukan kulit kerang ketika kepulauan Jepang yang lain berada pada zaman Jōmon.

Kegiatan manusia pada zaman Jōmon dalam mencari makanan bergantung pada tempat tinggalnya. Manusia yang tinggal di daerah yang diberkahi kekayaan sumber alam mencari makan sebagai pemburu dan pengumpul jenis tanaman yang bisa dimakan. Manusia zaman Jōmon mulai mengenal kebudayaan tembikar yang bersifat artistik. Ada kecenderungan kebudayaan Jōmon lebih berkembang di Jepang bagian timur berdasarkan jumlah situs penggalian dan beragam jenis barang tembikar yang berhasil ditemukan.

Zaman Kegelapan Yunani

Zaman Kegelapan Yunani atau Zaman Geometrik, Zaman Homeros adalah periode dalam sejarah Yunani sejak invasi Doria dan berakhirnya peradaban Istana Mykenai sekitar 1200 SM, hingga kemunculan negara kota Yunani pada abad ke-9 SM. Periode ini dimulai bersama dengan keruntuhan peradaban-peradaban Zaman Perunggu di dunia Mediterania Timur. Di Yunani pada masa ini, istana-istana dan kota-kota Mykenai dihancurkan atau diabaikan, pemukiman orang-orang menjadi lebih kecil dan lebih sedikit, aksara Linear B yang sempat digunakan oleh para pejabat Mykenai tak lagi digunakan, dan hiasan pada tembikar setelah tahun 1100 SM menjadi lebih sederhana. Diduga pula bahwa pada periode ini hubungan antara Hellenes daratan dengan negara-negara asing putus sehingga hanya terjadi sedikit perkembangan dan pertumbuhan kebudayaan.

Zaman Perunggu

Zaman Perunggu (bahasa Inggris: "Bronze Age") adalah periode perkembangan sebuah peradaban yang ditandai dengan penggunaan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu. Secara urut, zaman ini berada di antara Zaman Batu dan Zaman Besi. Zaman Perunggu adalah bagian dari sistem tiga zaman untuk masyarakat prasejarah dan terjadi setelah Zaman Neolitikum di beberapa wilayah di dunia. Di sebagian besar Afrika subsahara, Zaman Neolitikum langsung diikuti Zaman Besi.

Sebagian besar perkakas perunggu yang tersisa adalah alat atau senjata, meskipun ada beberapa artefak ritual yang tersisa.

Waktu dimulainya Zaman Perunggu berbeda-beda pada setiap kebudayaan, bergantung pada perkembangan sejarah tulisan pertama. Berdasarkan bukti arkeologis, budaya di Mesir (hieroglif Mesir), Timur Dekat (kuneiform), dan Mediterania menggunakan sistem penulisan yang masih bertahan.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.