Yohanes Hirkanus

Yohanes Hirkanus (Yohanes Hyrkanos; Yohanan Hirqanos; Yohanan Hyrcanus – יוחנן הורקנוס, Ιωάννης Υρκανός) (berkuasa 134 SM - 104 SM, meninggal 104 SM) adalah seorang pemimpin Hashmonayim (Makabi) pada abad ke-2 SM.

Hyrcanus I-Yohanan
Hyrkanos dari "Promptuarii Iconum Insigniorum."

Silsilah

Matatias
Yohanan GadiSimon TasiEleazar AvaranYudas MakabeYonatan Apfus
YudasMatatiasYohanes Hirkanus
Aristobulus IAntigonusAleksander YaneusSalome Aleksandra
Aristobulus IIHirkanus II
AntigonusAleksanderAleksandra
Aristobulus IIIHerodes IMariamne

Pranala luar

Yohanes Hirkanus
Wafat: 104 SM
Didahului oleh:
Simon Makabe
Pangeran Yudea
134 – 104 SM
Diteruskan oleh:
Aristobulos I
Imam Besar Yudea
134 – 104 SM
Aleksander Yaneus

Untuk penguasa lain yang terkait atau berafiliasi dengan Alexander Jannaeus, lihat Daftar penguasa Hasmonean dan HerodesAleksander Yaneus (Alexander Jannaeus; juga dikenal sebagai Alexander Jannai/Yannai; Ibrani: יהונתן "ינאי" אלכסנדרוסיהונתן "ינאי" אלכסנדרוסIbrani: יהונתן "ינאי" אלכסנדרוס, lahir Jonathan Alexander) adalah raja Hashmonayim Yudea kedua yang memerintah pada tahun 103-76 SM. Ia adalah putra Yohanes Hirkanus, yang mewarisi tahta dari saudaranya Aristobulus I, dan menikah dengan janda saudaranya, Ratu Salome Aleksandra. Meliputi penaklukan untuk memperluas kerajaan sampai meletusnya perang sipil berdarah, pemerintahan Alexander bercirikan kekejaman dan penindasan dengan konflik yang tidak pernah berakhir.

Antigonus II Matatias

Antigonus II Matatias (Antigonus II Mattathias; bahasa Ibrani: מתתיהו אנטיגונוס השני) (diketahui di dalam bahasa Ibrani sebagai Matityahu) (wafat 37 SM) merupakan raja terkahir Hasmonean, Yudea. Ia merupakan putra Raja Aristobulus II dari Yudea. Antigonus diserahkan oleh Herod untuk dieksekusi pada tahun 37 SM, setelah memerintah selama tiga tahun di mana ia memimpin perjuangan sengit Yahudi untuk kebebasan dari Romawi.

Aristobulus II

Aristobulus II (//, bahasa Ibrani: אריסטובולוס; bahasa Yunani: Ἀριστόβουλος Aristóboulos) adalah Imam Besar Yahudi dan Raja Yudea, pada tahun 66 SM- 63 SM, dari wangsa Hasmonean.

Aristobulus III

Aristobulus III (53-36 SM) adalah keturunan terakhir dari wangsa kerajaan Hasmonea, saudara laki-laki istri Herodes Agung, Mariamne, dan cucu Aristobulus II dari pihak ayah. Dia adalah favorit rakyat karena keturunan bangsawannya dan ketampannya, dan dengan demikian menjadi objek rasa takut Herodes.

Farisi

Kata Farisi berasal dari bahasa Ibrani פרושים p'rushim, dari perush, yang berarti penjelasan. Jadi kata Farisi berarti "orang yang menjelaskan" (לפרש, "lefareish - menjelaskan"). Terjemahan harafiahnya "memisahkan", tidak begitu akurat, karena "memisahkan" adalah להפריש "lehafrish," dari akar kata yang terkait dengan kata dalam bahasa Aram, upharsin (dan membagi) dalam tulisan di dinding dalam Kitab Daniel 5:25. Kaum Farisi, tergantung dari waktunya, adalah sebuah partai politik, sebuah gerakan sosial, dan belakangan sebuah aliran pemikiran di antara orang-orang Yahudi yang berkembang pada masa Bait Suci Kedua (536 SM–70 M). Setelah dihancurkannya Bait Suci Kedua, sekte Farisi dibentuk kembali sebagai Yudaisme Rabinik — yang akhirnya menghasilkan Yudaisme yang tradisional dan normatif, dasar dari semua bentuk Yudaisme pada masa kini, dengan pengecualian barangkali kaum Karait. Hubungan antara kaum Farisi dengan Yudaisme Rabinik (yang dicontohkan oleh Talmud) adalah demikian erat sehingga banyak orang tidak membedakan keduanya. Namun, kedudukan sosial dan keyakinan kaum Farisi berubah-ubah dalam perjalanan waktu, bersamaan dengan perubahan dalam kondisi politik dan sosial di Yudea.

Herodes yang Agung

Herodes yang Agung atau Hordos (Hebrew: הוֹרְדוֹס‎, Hordos, Greek: Ἡρῴδης, Hērōidēs) juga dikenal sebagai Herodes I, adalah seorang raja boneka Romawi yang berkuasa di Yudaea (sekitar 74 SM - sekitar 5, 4 atau 1 SM di Yerusalem). Rincian biografinya yang cukup jelas diperoleh dari tulisan sejarawan Yahupada abad pertama Masehi, Yosefus. Bagi banyak orang Kristen, Herodes paling dikenal dari Injil Matius yang melukiskan dalam pasal 2 serangkaian kisah mengenai perbuatannya yang berakhir dengan pembunuhan anak-anak di Betlehem.

Hirkanus II

Yohanes Hirkanus II (Hurqanos II ;/hərˈkeɪnəs/, Ibrani: יוחנן הורקנוס Yohanan Hurqanos), seorang anggota dinasti Hashmonayim, adalah Imam Besar Yahudi jangka panjang pada abad ke-1 SM. Ia juga sempat menjadi Raja Yudea pada 67–66 SM dan kemudian etnark (penguasa) Yudea mungkin pada 47–40 SM.

Imam Besar Israel

Imam Besar atau Imam Agung (bahasa Ibrani: כהן גדול kohen gadol (kohen: "imam"; gadol: "besar, agung"); bahasa Inggris: High Priest) adalah jabatan imam yang paling tinggi di dalam agama Yahudi yang berkaitan dengan ibadah orang Israel. Imam Besar Israel dipercaya sebagai wakil umat Israel di hadapan Allah, serta berperan sebagai pengantara yang kudus antara umat dengan Allah. Peran sentral dari Imam Besar di dalam keagamaan orang Yahudi terlihat ketika Imam Besar bertugas untuk mempersembahkan ritus kurban tahunan di Bait Suci yang terletak di kota Yerusalem. Di dalam ritus tahunan tersebut, hanya Imam Besar yang diizinkan masuk ke dalam ruang Maha Suci dari Bait Suci. Di dalam Perjanjian Baru, yang tercatat menjabat sebagai Imam Besar adalah Hanas (Lukas 3:2, Yohanes 18:13-14, Kisah Para Rasul 4:6) dan Kayafas (Matius 26:3, Yohanes 11:49, Kisah Para Rasul 4:6).

Kaum Makabe

Kaum Makabe (bahasa Inggris: Maccabees; bahasa Ibrani: מכבים or מקבים, Maqabim; bahasa Latin: Machabi atau Machado; bahasa Yunani: Μακκαβαῖοι, Makkabaioi), adalah para pemimpin pasukan pemberontak Yahudi yang mengambil alih Yudea, yang pada saat itu telah menjadi provinsi Kekaisaran Seleukia. Mereka membentuk Dinasti Hashmonayim, yang memerintah dari tahun 164 sampai 63 SM. Mereka menegaskan kembali agama Yahudi, sebagian dengan cara konversi paksa, memperluas batas-batas Yudea dengan cara penaklukan dan pengurangan pengaruh Helenisasi dan Yudaisme Helenistik.

Kitab 1 Makabe

Kitab 1 Makabe adalah salah satu kitab yang ditulis dalam bahasa Ibrani oleh seorang penulis Yahudi setelah pemulihan kerajaan Yahudi yang independen pada sekitar akhir abad ke-2 SM. Teks aslinya dalam bahasa Ibrani telah hilang dan versi terpenting yang masih terlestarikan hingga sekarang adalah terjemahan Yunani yang termuat dalam Septuaginta. Kitab ini dipandang sebagai kitab suci kanonik oleh kalangan Katolik, Ortodoks Timur, dan Ortodoks Oriental (selain Tewahedo Ortodoks), tetapi tidak oleh denominasi-denominasi Protestan dan Anglikan. Protestan memandangnya sebagai salah satu kitab Apokrifa (lihat pula Deuterokanonika). Dalam Yudaisme zaman modern, kitab ini seringkali dianggap menarik secara historis tetapi tidak memiliki status religius secara resmi.

Matatias

Matatias bin Yohanan (Ibrani: מַתִּתְיָהוּ הַכֹּהֵן בֶּן יוֹחָנָן, Matiṯyāhu haKohēn ben Yōḥānān; wafat tahun 165 SM) adalah seorang Kohen (imam Yahudi) yang berperan dalam Pemberontakan Makabe yang berlandaskan agama melawan Kekaisaran Seleukia Yunani yang tercatat dalam Kitab Makabe. Matatias diberikan peran sentral dalam kisah Hanukkah dan, sebagai hasilnya, disebutkan dalam doa Al HaNissim orang-orang Yahudi yang ditambahkan pada Birkat Hamazon (doa berkat setelah makan) dan Amidah selama festival yang berlangsung delapan hari itu.

Orang Samaria

Orang Samaria adalah penduduk wilayah Palestina bagian utara, yang dulunya menjadi wilayah kerajaan Israel Utara. Sejak abad ke-6 SM, ada pertentangan antara orang-orang Samaria dengan orang-orang Yahudi, yang berlangsung hingga masa Perjanjian Baru.. Pertentangan tersebut terutama disebabkan alasan etnisitas, yang mana orang-orang Yahudi menganggap orang-orang Samaria tidak berdarah Israel murni karena merupakan hasil pernikahan campur orang Yahudi dengan non-Yahudi. Selain itu, dalam hal keagamaan juga ada perbedaan di antara keduanya sehingga orang-orang Yahudi menganggap ibadah orang-orang Samaria tidaklah benar. Di sisi lain, orang-orang Samaria juga melihat orang-orang Yahudi secara negatif. Orang-orang Samaria menganggap diri mereka sebagai bangsa Israel yang benar, dan memisahkan diri dari kalangan bangsa Israel yang telah dicemarkan oleh imam Eli pada zaman Samuel.

Saduki

Saduki adalah nama dari kelompok aristokratik Yahudi yang berkuasa di Yerusalem hingga Bait Suci dihancurkan pada tahun 70 M. Kaum Saduki juga bertanggung jawab terhadap ibadah yang dilakukan di Bait Suci sebagai kaum imam, di mana hampir seluruh imam-imam dapat digolongkan sebagai kaum ini. Jabatan Imam Besar Yahudi pada umumnya diduduki oleh orang Saduki, tetapi tidak semua orang Saduki adalah imam. Ada kemungkinan bahwa orang-orang Saduki juga terdiri dari orang awam yang kaya dan tuan-tuan tanah.Kaum Saduki tidak meninggalkan bukti tertulis tentang diri mereka, sehingga keterangan mengenai kaum ini didapat dari kelompok-kelompok yang menentang mereka, sehingga kebanyakan pandangan terhadap mereka adalah negatif.. Di dalam kisah-kisah Injil dari Perjanjian Baru, kaum Saduki sering digambarkan sebagai lawan Yesus. Kemudian sumber tertulis lainnya mengenai kaum Saduki berasal dari Flavius Yosefus.

Salome Aleksandra

Salome Aleksandra atau Aleksandra dari Yerusalem (Ibrani: שְׁלוֹמְצִיּוֹן אלכסנדרה, Shelomtzion atau Shlom Tzion; 141–67 SM), merupakan satu dari dua wanita yang memerintah Yudea (yang lainnya adalah Atalya). Ia adalah istri Yudas Aristoboulos, dan setelah itu Aleksander Jannaeus, ia adalah penguasa wanita terakhir Yudea, dan penguasa terakhir Yudea kuno sebagai penguasa kerajaan mandiri dari tahun 76 sampai 67 SM.

Samaria

Samaria, atau Shomron (bahasa Ibrani: שומרון, bahasa Ibrani standar Šoməron bahasa Ibrani Tiberias Šōmərôn; bahasa Arab: سامريّون, Sāmariyyūn or ألسامرة, as-Samarah – juga dikenal sebagai جبال نابلس, Jibal Nablus; bahasa Yunani: Σαμαρεία) adalah sebuah istilah geografis yang digunakan untuk wilayah pegunungan antara Galilea di utara dan Yudea di selatan. Nama ini digunakan untuk wilayah alam, historis, dan politik. Daerah ini terletak di tengah Tanah Israel di dalam Alkitab. Kebanyakan wilayah ini berada di Tepi Barat sebelah utara dari Sungai Yordan.

Nama ini mungkin berasal dari shâmar, 'mengamati' atau 'mengawasi' sehingga artinya mungkin seperti 'pos penjagaan'; tetapi, menurut 1 Raja-raja 16:24, nama ini berasal dari nama seseorang (atau klan) Semer. Dari Semer inilah Omri membeli tempat ini.

Samaria adalah salah satu "wilayah" statistik standar yang digunakan oleh Biro Pusat Statistik Israel. [1]. "Biro Pusat Statistik juga mengumpulkan statistik dari wilayah Yudea-Samaria dan Distrik Gaza. Biro ini menghasilkan berbagai seri statistik di wilayah ini, yang memuat data populasi, pekerjaan, gaji, perdagangan luar, laporan nasional, dan berbagai topik lainnya."[2] Samaria digunakan oleh orang-orang yang ingin menekankan hubungan Israel dan orang Yahudi dengan tanah mereka. Misalnya, Samaria, bersama-sama dengan Yudea, kini lebih luas dikenal di luar Israel dengan istilah baru "Tepi Barat." Lihat Yudea dan Samaria.

Simon Tasi

Simon Makabe (juga disebut sebagai Simon Thassi, Ibrani: שמעון התסישמעון התסיIbrani: שמעון התסי Šiməōn HaṮasī; meninggal 135 SM) adalah putra kedua Matatias dan dengan demikian anggota keluarga Hasmonea. Nama "Thassi" memiliki konotasi "Orang Bijak", sebuah gelar yang juga dapat berarti "Direktur", "Pemandu", "Pria Penasihat", dan "Orang yang Bersemangat".

Taurat Samaria

Taurat Samaria (Pentateukh Samaria; bahasa Inggris: Samaritan Pentateuch atau Samaritan Torah; bahasa Ibrani: תורה שומרונית, torah shomroniyt) adalah suatu naskah berisi kelima kitab pertama dalam Alkitab Ibrani, ditulis dengan alfabet Samaria dan dipandang sebagai kitab suci oleh orang Samaria. Naskah ini merupakan keseluruhan kanon Alkitab mereka.

Terdapat sekitar 6.000 perbedaan antara Taurat Samaria dan Teks Masoret. Kebanyakan adalah variasi-variasi kecil pengejaan kata atau konstruksi gramatikal, tetapi ada juga perubahan-perubahan semantik yang signifikan seperti perintah khas Samaria untuk membangun suatu altar di Gunung Gerizim. Ada sebanyak hampir 2.000 dari variasi-variasi tekstual ini yang sesuai dengan Septuaginta Yunani Koine dan beberapa di antaranya dengan Vulgata Latin. Sepanjang sejarah mereka, orang-orang Samaria telah memanfaatkan terjemahan-terjemahan dari Taurat Samaria ke dalam bahasa Aram, Yunani, dan Arab, serta karya-karya liturgis dan eksegetis

Taurat Samaria mulai dikenal di dunia Barat pada tahun 1631, menjadi bukti contoh pertama alfabet Samaria dan memicu suatu perdebatan teologis yang intens mengenai usia relatifnya terhadap teks Masoret. Beberapa manuskrip Taurat yang ditemukan di antara Gulungan Laut Mati telah diidentifikasi sebagai perantara suatu jenis teks "pra-Samaria". Saat ini terdapat kesepakatan luas di antara para kritikus tekstual bahwa Taurat Samaria merepresentasikan suatu tradisi tekstual kuno yang otentik meskipun keberadaan beberapa varian unik diperkenalkan oleh orang-orang Samaria.

Yohanan Gadi

Yohanan Gadi (Yohanan Makabe; bahasa Inggris: John Gaddi atau John Kadis pada Alkitab Versi Raja James, Bahasa Ibrani: יוחנן הגדי, Yokhanan ha-Gaddi) adalah putra tertua di antara 5 putra imam Matatias, dan abang Yudas Makabe, Eleazar Avaran, Simon Tasi, dan Yonatan Apfus. Dia adalah salah satu pemimpin pemberontakan Makabe pada abad ke-2 SM.

Yudas Aristoboulos

Yudas Aristoboulos I /ˌærᵻstəˈbjuːləs/ (bahasa Yunani: Ἰούδας Ἀριστόβουλος Ioúdās Aristóboulos, julukan yang berarti "nasihat terbaik"; bertakhta skt. 104 – 103 SM) merupakan penguasa pertama Hashmonayim yang menyatakan dirinya sendiri "raja". Ia merupakan putra sulung dari kelima putra Yohanes Hyrkanos, pemimpin terdahulu.Aristoboulos bukan hanya raja pertama dari garis Hashmonayim, tetapi yang pertama dari semua raja Ibrani yang mendapatkan baik gelar imamat dan raja. Saduki dan Eseni tidak peduli dengan Aristoboulos yang memegang gelar raja, tetapi Farisi tidak senang: mereka merasa bahwa kerajaan itu hanya dapat dipegang oleh keturunan Daud (orang-orang Hashmonayim adalah Suku Lewi). Orang-orang Farisi memulai pemberontakan besar-besaran, tetapi Aristoboulos meninggal sebelum usaha untuk menggulingkannya terjadi.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.