Wangsa

Wangsa atau dinasti berarti kelanjutan kekuasaan pemerintahan yang dipegang oleh satu garis keturunan (keluarga yang sama). Dalam sejarah Indonesia banyak kerajaan di bumi nusantara yang rajanya berasal dari satu garis keturunan yang sama, misalnya wangsa Sailendra pada Kerajaan Mataram Kuno, wangsa Bendahara pada Kesultanan Johor dan Kesultanan Riau-Lingga.

Suatu wangsa bisa jadi memerintah di lebih dari satu negara. Dewasa ini Wangsa Windsor bertahta tidak hanya di Britania Raya tetapi juga di negara-negara persemakmuran seperti Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Meskipun dikepalai oleh raja-raja dari wangsa yang sama negara-negara seperti ini tidak selalu berbagi satu raja. Misalnya Spanyol dan Prancis pernah diperintah oleh raja-raja dari wangsa Bourbon, tetapi tetap merupakan kerajaan terpisah dengan raja-raja yang berbeda pula. Di Nusantara ini terjadi pada Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Kasunanan Surakarta yang berasal dari satu wangsa, tetapi berbeda raja. Hal yang sama terjadi pada Kesultanan Johor dan Kesultanan Riau-Lingga.

Negara yang berhasil mempertahankan dinasti yang sama untuk berabad-abad lamanya adalah Jepang, yang saat ini dipegang di bawah lambang kenegaraan Kaisar dengan urutan-keturunan yang ke 125 (yaitu, Kaisar Akihito yang mulai dinobatkan pada tahun 1989). Kekaisaran Jepang ini sudah berlangsung lebih dari 2500 tahun, karena kekaisaran Jepang dimulai sejak tahun 660 SM dengan kaisar pertamanya yaitu Kaisar Jimmu.

Daftar wangsa

Wangsa yang masih bertahta (hingga saat ini)

Wangsa terkenal lain dalam sejarah

Lihat pula

  • Daftar wangsa
Daftar Penguasa Inggris

Berikut daftar raja/ratu Inggris.

Daftar raja di Jawa

Berikut ini adalah daftar raja kerajaan dan kesultanan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah para raja yang menguasai pulau ini secara keseluruhan, serta raja-raja berbagai kerajaan kecil.

Dinasti Candra

Dinasti Candra atau Dinasti Soma merupakan salah satu dinasti termahsyur dalam legenda India, yang konon diturunkan oleh Candra (Soma), dewa bulan. Catatan mengenai dinasti ini ditemukan dalam berbagai susastra Hindu, seperti misalnya Purana, Mahabharata, Srimad Bhagawatam, dan sebagainya. Dinasti yang sekerabat dengan dinasti Candra adalah Dinasti Surya, yang konon diturunkan oleh Surya, dewa matahari. Dinasti Candra berkerabat dengan Dinasti Surya sebab leluhur kedua dinasti tersebut menjalin hubungan kekeluargaan melalui pernikahan. Setelah beberapa generasi, Dinasti Candra terbagi menjadi Dinasti Yadu dan Dinasti Puru. Dalam Dinasti Puru, lahirlah raja Bharata yang terkenal dalam legenda India, yang garis keturunannya disebut Dinasti Bharata. Dalam Dinasti Bharata, lahirlah Raja Kuru yang garis keturunannya disebut Dinasti Kuru. Jadi, dalam Dinasti Candra ada banyak dinasti yang sesungguhnya satu.

Dinasti Meroving

Wangsa Meroving adalah keluarga bangsawan Franka Sali yang berkuasa atas orang Franka selama hampir 300 tahun di kawasan yang disebut Negeri Franka (bahasa Latin: Francia) semanjak pertengahan abad ke-5. Wilayah kekuasaan wangsa Meroving mencakup Germania Superior dan Jerman bagian Selatan.

Pada awalnya wangsa Meroving dipimpin oleh Klovis, tetapi perkembangan pesat terjadi ketika wangsa ini dipimpin oleh keturunan Clovis.

Dinasti Ptolemaik

Dinasti Ptolemaik adalah dinasti bercorak Yunani Kuno yang menguasai Mesir kira-kira selama 305 SM-30 SM. Dinasti Ptolemaik didirikan oleh salah seorang jenderal dari pasukan Aleksander Agung, Ptolemaios I. Karena Aleksander Agung tidak memiliki pewaris tahta, maka setelah kematiannya pada tahun 323 SM para jenderalnya membagi daerah kekuasaannya di antara mereka.

Pada tahun 305 SM, setelah menguasai Mesir, Ptolemaios mengangkat dirinya sebagai Raja Ptolemaios I atas Mesir. Keturunannya menguasai Mesir hingga jatuh ke tangan bangsa Romawi pada tahun 30M oleh Kaisar Augustus (Oktavianus Augustus).

Salah satu keturunan Ptolemaios yang terkenal adalah Cleopatra VII, sang ratu terakhir sebelum Mesir jatuh ke tangan bangsa Romawi.

Dinasti Qajar

Dinasti Qajar (juga dikenal sebagai Ghajar atau Kadjar) ( Qajar ) (bahasa Persia: سلسله قاجاریه - atau دودمان قاجار) adalah sebutan umum untuk menggambarkan Iran (kemudian dikenal sebagai Persia) di bawah keluarga kerajaan Qajar yang berkuasa yang memerintah Iran sejak 1794 hingga 1925. Tahun 1794 keluarga Qajar mengambil alih Iran sepenuhnya setelah mereka menyingkirkan semua pesaingnya, termasuk Lotf 'Ali Khan, yang terakhir dari dinasti Zand, dan telah mengembalikan kedaulatan Persia di bekas teritori Iran di Georgia dan Kaukasus. Tahun 1796 Āghā Moḥammad Khān ditetapkan sebagai shah (kaisar atau raja).

Dinasti Qing

Dinasti Qing (Hanzi: 清朝, hanyu pinyin: Qīng Chao) (1644 - 1911), juga dikenal sebagai Dinasti Manchu Atau Kekaisaran Qing adalah salah satu dari dua dinasti asing yang memerintah di Tiongkok setelah dinasti Yuan Mongol dan juga merupakan dinasti yang terakhir berkuasa di Tiongkok. Asing dalam arti adalah sebuah dinasti pemerintahan non-Han yang dianggap sebagai entitas Tiongkok pada zaman dulu. Dinasti ini didirikan oleh orang Manchuria dari klan Aisin Gioro (Hanyu Pinyin: Aixinjueluo), kemudian mengadopsi tata cara pemerintahan dinasti sebelumnya serta meleburkan diri ke dalam entitas Tiongkok itu sendiri.

Elam

Elam adalah peradaban kuno yang terletak di Iran barat daya. Elam berpusat di barat jauh dan barat daya Iran, membentang mulai dari dataran rendah Khuzestan Bakhtiari dan provinsi Ilam, selain juga sebagian kecil Irak selatan. Nama "Elam" berasal dari bahasa Ibrani. Dalam bahasa lainnya antara lain disebut elam(a) (bahasa Sumeria), elamtu (bahasa Akkadia), dan haltamti (bahasa Elam). Negara-negara Elam adalah termasuk wilayah politik yang maju di Timur Dekat Kuno.Terletak di sebelah timur Mesopotamia, Elam adalah bagian dari urbanisasi awal selama periode Kalkolitikum (Zaman Tembaga). Pada periode Elam Lama (Zaman Perunggu Awal), Elam terdiri dari beberapa kerajaan di dataran tinggi Iran, berpusat di Anshan, dan sejak pertengahan milenium ke-2 SM, peradaban Elam berpusat di Susan di dataran rendah Khuzestan. Kebudayaannya banyak berpengaruh di Kekaisaran Guti, juga di Kekaisaran Akhemeniyah. Ketika itu bahasa Elam menjadi salah satu bahasa resmi. Bahasa Elam sendiri digolongkan sebagai bahasa terisolasi.

Kaisar Romawi Suci

Kaisar Romawi Suci (bahasa Jerman: Römisch-deutscher Kaiser, bahasa Latin: Romanorum Imperator) adalah penguasa dari Kekaisaran Romawi Suci. Dari otokrasi pada masa Karolingia gelar ini berevolusi menjadi sebuah Monarki pemilihan. Di mana yang berhak memilih adalah para Pangeran-elektor. Ada juga sebuah Reformasi di mana dalam pemilihan kaisar (imperator electus) dibutukan juga izin dari Paus sebelum bisa bertakhta dengan gelar tersebut.

Mereka yang menyandang gelar ini memiliki hubungan dengan takhta Kerajaan Jerman dan Kerajaan Italia (Kekaisaran Italia Utara). Berdasarkan Teori, Kaisar Romawi Suci adalah primus inter pares (yang pertama di antara yang sejajar) di antara monarki-monarki Katolik Roma; dalam praktiknya, seorang Kaisar Romawi Suci hanya berpengaruh pada pasukan yang ia punya dan para aliansinya.

Beberapa wangsa yang ada di Eropa, dalam waktu berbeda secara turun temurun menjadi pemegang gelar ini, terutama pada masa Hapsburg. Setelah Reformasi Protestan, beberapa negara pembentuk kekaisaran ini berubah haluan menjadi Protestan, walaupun Kekaisaran Romawi Suci tetap berhaluan Katolik. Gelar ini di hapus oleh Francis II yang merupakan kaisar terakhir. Gelar ini dihapus karena kekacauan pemerintahan selama Perang Napoleon.

Kekaisaran Akhemeniyah

Kekaisaran Persia Akhaimenia (atau Akhemeniyah /[unsupported input]əˈkiːmənɪd/; bahasa Persia Lama: Parsā, nama dinasti yang berkuasa: Haxāmanišiya) (sek. 550–330 SM), dikenal pula sebagai Kekaisaran Persia Pertama, adalah kekaisaran Persia (Iran) di Asia Selatan dan Barat Daya yang didirikan pada abad ke-6 SM oleh Koresh Agung, yang menggulingkan konfederasi Medes. Kekaisaran ini meluas hingga pada akhirnya menguasai wilayah yang amat besar di dunia kuno dan pada tahun 500 SM membentang dari Lembah Indus di timur, hingga ke Thrakia dan Makedonia di perbatasan timur laut Yunani. Tidak ada kekaisaran lain sebelum masa itu yang lebih besar daripada Kekaisaran Akhaimenia. Kekaisaran Akhaimenia pada akhirnya menguasai Mesir juga. Kekaisaran ini dipimpin oleh serangkaian raja yang menyatukan suku-suku dan bangsa-bangsanya yang terpisah-pisah dengan membangun jaringan jalan yang rumit.

Bangsa Persia menyebut diri mereka Pars, yang berasal dari nama suku Arya asli mereka Parsa, dan bermukim di daerah yang mereka beri nama Parsua (Persis dalam bahasa Yunani), yang dibatasi oleh Sungai Tigris di barat dan Teluk Persia di timur. Tempat ini menjadi wilayah pusat mereka pada masa Kekaisaran Akhaimenia. Dari daerah inilah Koresh Agung (Koresh II dari Persia) pada akhirnya muncul dan mengalahkan bangsa Medes, Lydia, dan Kekaisaran Babilonia, membuka jalan untuk penaklukan selanjutnya ke Mesir dan Asia Kecil.

Pada puncak kejayaannya setelah penaklukan Mesir, kekaisaran ini menempati wilayah seluas kira-kira 8 juta km2, meliputi tiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Pada wilayah terluasnya, kekaisaran ini juga meliputi wilayah yang kini menjadi Iran, Turki, sebagian Asia Tengah, Pakistan, Thrakia, dan Makedonia, sebagian besar daerah pesisir Laut Hitam, Afghanistan, Irak, Arab Saudi utara, Yordania, Israel, Lebanon, Suriah, serta semua pusat pemukiman di Mesir kuno hingga ke barat sejauh Libya. Dalam sejarah Barat, Kekaisaran Akhaimenia disebutkan sebagai musuh negara-negara kota Yunani selama Perang Yunani-Persia. Kekaisaran ini juga terkenal karena emansipasi terhadap terhadap perbudakan termasuk pembebasan bangsa Yahudi dari pembuangan ke Babilonia dan karena membangun infrastruktur seperti sistem pos, sistem jalan, dan penggunaan bahasa resmi di seluruh wilayah kekuasaannya. Kekaisaran ini menerapkan administrasi birokratis terpusat di bawah pimpinan Kaisar serta memiliki pasukan militer profesional dan pasukan wajib militer yang besar, mengilhami perkembangan serupa di kekaisaran-kekaisaran lain pada masa selanjutnya.Menurut pandangan tradisional, wilayah Kekaisaran Akhaimenia yang amat luas dan keragaman etnokulturalnya yang luar biasa pada akhirnya menjadi kerugian karena penyerahan kekuasaan kepada pemerintah lokal pada akhirnya melemahkan otoritas pusat milik raja, membuat banyak energi dan sumber daya terbuang akibat harus menghentikan pemberontakan lokal. Ini menjelaskan mengapa ketika Aleksander Agung (Aleksander III dari Makedonia) menginvasi Persia pada tahun 334 SM dia menghadapi suatu kekaisaran terpecah belah dengan pemimpin yang lemah, mudah untuk dihancurkan. Sudut pandang ini ditentang oleh beberapa sejarawan modern yang berpendapat bahwa Kekaisaran Akhaimenia tidak menderita krisis semacam itu pada masa Aleksander, dan bahwa hanya kericuhan pergantian kekuasaan internal yang terjadi di dalam keluarga Akhemenid yang pernah hampir melemahkan kekaisaran. Aleksander, yang merupakan pengagum Koresh Agung, pada akhirnya menyebabkan keruntuhan dan perpecahan kekaisaran sekitar tahun 330 SM, membuatnya terbagi menjadi Kerajaan Ptolemaik dan Kekaisaran Seleukia, selain juga wilayah-wilayah kecil lainnya yang memedekakan diri pada masa itu. Akan tetapi, kebudayaan Iran di dataran tinggi tengah tetap berkembang dan pada akhirnya kembali berkuasa pada abad ke-2 SM.Warisan sejarah Kekaisaran Akhaimenia bukan hanya pengaruh teritorial dan militernya saja, melainkan meliputi pula pengaruh kebudaaan, sosial, dan keagamaan. Banyak orang Athena yang mengadopsi kebiasaan Akhaimenia dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai akibat dari kontak antarbudaya, beberapa karena pernah dikerahkan oleh, atau bersekutu dengan raja Persia. Pengaruh Dekret Pemulihan Koresh Agung disebutkan dalam naskah Yudeo-Kristen, selain itu kekaisaran ini juga amat berperan dalam penyebaran Zoroastrianisme hingga ke timur sejauh Cina. Bahkan Aleksander Agung, yang menaklukkan kekaisaran luas ini, menghormati adat-istiadatnya dan memerintahkan orang Yunani untuk ikut menghormasi raja-raja Persia termasuk Koresh Agung. Aleksander bahkan melakukan proskynesis, suatu adat kerajaan Persia, meskipun banyak diprotes oleh para tentara Makedonianya. Kekaisaran Akhaimenia memberikan pengaruh terhadap politik, warisan dan sejarah Persia modern (kini Iran). Perangaruhnya meliputi pula wilayah Persia sebelumnya yang secara keseluruhan disebut Persia Besar. Prestasi teknik yang penting di Kekaisaran Akhaimenia adalah sistem pengelolaan air Qanat, yang berusia lebih dari 3000 tahun dan memiliki panjang lebih dari 44 mil (71 km.)Pada tahun 480 SM, diperkirakan bahwa sekitar 50 juta orang tinggal di Kekaisaran Akhaimenia atau sekitar 44% dari seluruh populasi dunia pada masa itu, menjadikannya kekaisaran dengan jumlah penduduk terbanyak.

Kekaisaran Persia

Kekaisaran Persia (bahasa Persia: شاهنشاهی ایران, Šâhanšâhiye Irân, Kekaisaran Iran) adalah rangkaian monarki-dinasti yang berpusat di Persia/Iran dari masa Kekaisaran Akhemeniyah pada abad keenam sebelum masehi sampai Dinasti Qajar pada abad 20 M.

Kerajaan Dwaraka

Kerajaan Dwaraka adalah sebuah kerajaan yang didirikan wangsa Yadawa setelah melepaskan diri dari Kerajaan Surasena karena diserbu oleh raja Jarasanda dari Magadha. Kerajaan ini diperintah oleh Krishna Wasudewa selama zaman Dwapara Yuga. Wilayah Kerajaan Dwaraka meliputi Pulau Dwaraka, dan beberapa pulau tetangga seperti Antar Dwipa, dan sebagian wilayahnya berada di darat dan berbatasan dengan negeri tetangga yaitu Kerajaan Anarta. Wilayah tersebut terlihat seperti negara Yunani yaitu negeri dengan pulau-pulau kecil dan sebagian berupa wilayah daratan. Kerajaan Dwaraka kira-kira terletak di sebelah Barat Laut Gujarat. Ibu kotanya bernama Dwarawati (dekat Dwarka, Gujarat).

Kerajaan Medang

Kerajaan Medang (atau sering juga disebut Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8, kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Para raja kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah berupa prasasti-prasasti yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta membangun banyak candi baik yang bercorak Hindu maupun Buddha. Kerajaan Medang akhirnya runtuh pada awal abad ke-11.

Wangsa Bourbon

Wangsa Bourbon (bahasa Prancis: Maison de Bourbon, "Rumah/keluarga Bourbon") berawal setidaknya sejak dimulainya abad ke-13. Dinasti ini kemudian menjadi salah satu keluarga penguasa terkuat di Eropa yang anggotanya menjadi raja-raja Navarra, Prancis, Spanyol dan sebelah selatan Italia.

Wangsa Habsburg

Wangsa Habsburg (pengucapan bahasa Inggris: [ˈhæps.bɝːɡ], pengucapan bahasa Jerman: [ˈhaːps.bʊʁk]), juga ditemukan sebagai Hapsburg, dan juga dikenal sebagai Wangsa Austria merupakan salah satu istana kerajaan terpenting di Eropa dan paling dikenal karena asal dari semua Kaisar Romawi Suci yang resmi terpilih di antara tahun 1438 dan 1740, juga sebagai para penguasa Kerajaan Austria dan Kekaisaran Spanyol dan beberapa negara lainnya.

Wangsa tersebut mengambil namanya dari Puri Habsburg, sebuah benteng yang dibangun pada sekitar tahun 1020–1030 yang berlokasi sekarang di Swiss oleh Pangeran Radbot di Klettgau, yang memilih untuk menamakan bentengnya Habsburg. Cucunya, Otto II, merupakan orang pertama yang mengambil nama benteng itu sebagai namanya, dan menambahkan "von Habsburg" ke gelarnya. Wangsa Habsburg mengumpulkan momentum dinastik di sepanjang abad ke-11, 12 dan 13. Pada tahun 1276, keturunan generasi ketujuh Pangeran Radbot, Rudolph dari Habsburg, memindahkan basis kekuasaan keluarga dari puri Habsburg ke Wilayah Adipati Utama Austria. Rudolph menjadi Raja Jerman/Kaisar Romawi Suci pada tahun 1273, namun dinasti Wangsa Habsburg benar-benar bercokol pada tahun 1276 ketika Rudolph menjadi penguasa berdaulat di Austria, yang dipimpin oleh para Habsburg selama enam abad kedepan.

Serangkaian pernikahan dinastik membuat keluarga tersebut memperluas domeinnya, termasuk ke Burgundia, Spanyol, Bohemia, Hungaria, dan wilayah-wilayah lainnya ke dalam warisan. Pada abad ke-16, keluarga itu dipisahkan ke dalam cabang-cabang Spanyol Habsburg yang senior dan Monarki Habsburg yang junior, yang menetapkan bersama tuntutan mereka di dalam Perjanjian Oñate.

Sebagai hasil dari generasi penangkaran sanak Habsburg, Wangsa Habsburg menjadi punah di dalam garis laki-laki pada abad ke-18: cabang Spanyol berakhir dengan kematian Charles II pada tahun 1700 dan digantikan oleh cabang Anjou dari Wangsa Bourbon di dalam pribadi keponakan buyutnya Philip V. Cabang Austria menjadi punah pada tahun 1780 dengan kematian Maria Theresia dan digantikan oleh cabang Vaudemont dari Wangsa Lorraine di dalam pribadi putranya Joseph II. Wangsa pewaris yang baru menggayakan dirinya secara resmi sebagai Wangsa Habsburg-Lorraine (bahasa Jerman: Habsburg-Lothringen), meskipun kerap disebut hanya sebagai Wangsa Habsburg.

Wangsa Kapetia

Dinasti Kapetia (bahasa Prancis: Capétiens) merupakan penerus penguasa-penguasa Prancis dari dinasti Karolingia dari tahun 987 hingga 1328. Dinasti ini kemudian digantikan Dinasti Valois dan Dinasti Bourbon.

Wangsa Piast

Wangsa Piast adalah wangsa di dalam sejarah pertama pemerintahan di Polandia. Dimulai dari semi legendaris Piast Kołodziej (Piast yang Beroda). Pemimpin bersejarah pertama adalah Adipati Mieszko I dari Polandia (Abad ke-10). Pemerintahan wangsa Piast di Polandia berakhir pada tahun 1370 dengan wafatnya Raja Casimir yang Agung. Cabang-cabang wangsa Piast melanjutkan pemerintahan di Masovia dan Silesia setelah tahun 1370, sampai Silesia Piast yang terakhir wafat pada tahun 1675. Anggota wangsa Piast menikah dengan beberapa keluarga bangsawan di Eropa, dan memiliki gelar yang bervariasi, termasuk Kaisar Romawi.

Wangsa Sailendra

Wangsa Sailendra atau Syailendra (Śailendravamśa) adalah nama wangsa atau dinasti raja-raja yang berkuasa di Sriwijaya, pulau Sumatra; dan di Mdaŋ (Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Kuno), Jawa Tengah sejak tahun 752. Sebagian besar raja-rajanya adalah penganut dan pelindung agama Buddha Mahayana. Meskipun peninggalan dan manifestasi wangsa ini kebanyakan terdapat di dataran Kedu, Jawa Tengah, asal usul wangsa ini masih diperdebatkan. Disamping berasal dari Jawa, daerah lain seperti Sumatra atau bahkan India dan Kamboja, sempat diajukan sebagai asal mula wangsa ini.

Yadawa

Yadawa adalah ras keturunan Yadu dari dinasti Candra yang juga nenek moyang Kresna. Ras/wangsa Yadawa merupakan penggembala sapi yang kemudian membentuk kerajaan yang disebut Dwaraka (kini disebut Gujarat, India).

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.