Tiglat-Pileser III

Tiglat-Pileser III (Tiglat Pileser atau Tiglatpeleser (תגלת פלאסר, tiḡ·laṯ pil·’e·ser;2 Raja-raja 15:29) dan Tilgat Pilnesar (תלגת פלנאסר, ti·lə·ḡaṯ pil·nə·’e·ser; 2 Tawarikh 28:20);[1] ejaan Ibrani dari penamaan Akkadia: Tukultī-apil-Ešarra, "kepercayaanku dalam putra Esharra"; Kuneiform: 𒆪𒋾𒀀𒂍𒊹𒊏 TUKUL.TI.A.É.ŠÁR.RA; bahasa Inggris: Tiglath-Pileser III) adalah raja agung Asyur (Asiria) pada abad ke-8 SM (berkuasa 745–727 SM)[2][3] dan secara luas dihormati sebagai pendiri Kekaisaran Asyur Baru.[4] Dia dianggap sebagai salah satu pemimpin militer paling berhasil dalam sejarah, yang menaklukkan banyak wilayah yang kemudian dikenal dengan Asyur kuno sebelum kematiannya. Dari prasasti-prasasti yang ditinggalkannya dan dari catatan Alkitab dapat dipastikan bahwa raja ini hidup sezaman dengan raja-raja Israel, Menahem, Pekah dan Hosea, raja Yehuda, Uzia dan Ahas, dan raja Damaskus, Rezin.

Tilglath pileser iii
Tiglat-Pileser III: stela dari tembok kuil miliknya (Museum Britania, London).

Nama

Nama "Pul" diidentifikasikan dengan Tiglat-Pileser III menurut perbandingan Tawarikh Babilonia dengan daftar A dari raja-raja Babilonia.[5] Demikian pula dari penemuan dan penafsiran prasasti Fenisiadari Incirli, baris ke-5 yang memuat: פאל מל[ך] אשר רב "Pu'lu, raja agung Asyur".[6]

Penyerangan ke Israel

  • Pul (Tiglath-Pileser III) menyerang Israel pada zaman pemerintahan Menahem, lalu Menahem memberi 1000 talenta perak kepada Pul, supaya dibantunya dia mengokohkan kerajaan itu di tangannya.[7] Pada waktu itu Kerajaan Yehuda dipimpin oleh raja Uzia.[8] Prasasti raja Tiglath-Pileser III mencatat upeti yang diterimanya dari "Me-ni-hi-imme Sa-me-ri-na-a-a," bahasa Akkadia untuk "Menahem dari Samaria." T. C. Mitchell dalam Cambridge Ancient History memperkirakan prasasti ditulis tahun 743 atau 742 SM. Penerbitan "Prasasti Iran" tahun 1994 mendukung perkiraan tahun ini yang sejalan dengan kronologi dari Thiele/McFall.[9]
  • Serangan terhadap Israel yang kedua kali terjadi pada ~tahun 731, pada zaman raja Pekah. Prasasti raja Tiglath-Pileser III mencatat bahwa "Di Bit-Humria (rumah/kerajaan Omri atau Samaria) aku menggulingkan raja mereka Pa-qa-ha (Pekah) dan menempatkan A-ú -si (Hosea) sebagai raja atas mereka. Aku menerima dari mereka 10 talenta emas, 1,000(?) talenta perak sebagai upeti dan membawanya ke Asyur."[10] Menurut catatan Alkitab serangan ini terjadi atas permintaan raja Ahas,[11] Selain menyerang Samaria Tiglat-Pileser III juga menjarah Damaskus dan menghukum mati Rezin, serta merebut Iyon, Abel-Bet-Maakha, Yanoah, Kedesh dan Hazor, Gilead dan Galilea, seluruh tanah Naftali, lalu mengangkut penduduknya ke Asyur ke dalam pembuangan.[12]

Prasasti peninggalan Tiglat-Pileser III

Tiglat-Pileser III meninggalkan sejumlah catatan tahunan (annal) pemerintahannya, antara lain:

  • Beberapa Annal ditemukan di Nimrud. Salah satunya ditulis mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi antara tahun 745 dan 737 SM; dikenal dengan nama dokumen ANET3 283 (~738-737 SM), memuat catatan sebagai berikut:
Aku menerima upeti yang diberikan oleh Kuštašpi dari Commagene, Rezin dari Damaskus, Menahem dari Samaria, Hiram dari Tirus, Sibitti-bi'li dari Byblos, Urikki dari Qu'e, Pisiris dari Karchemiš, I'nil dari Hamath, Panammu dari Sam'al, Tarhulara dari Gurgum, Sulumal dari Melitene, Dadili dari Kaska, Uassarme dari Tabal, Ušhitti dari Tuhana, Tuhamma dari Ištunda, Urimme dari Hubišna, dan Zabibe, ratu orang Arabi - emas, perak, timah putih, besi, kulit gajah, gading, pakaian lenan dengan hiasan berwarna-warni, kain wol yang diwarnai biru, kain wol yang diwarnai ungu, kayu ebony, kayu boxwood, apa saja yang cukup berharga sebagai harta kerajaan; juga domba-domba yang kulitnya direntangkan dan diwarnai ungu, burung-burung liar yang bentangan sayapnya diwarnai biru, lebih lagi sejumlah kuda, keledai, ternak besar dan kecil, onta (berpunuk satu; dromedary) jantan, onta betina dengan anak-anaknya.[13]
  • Kutipan lain (~731 SM):
Aku mengangkut ke Asyur dari tanah Bit-Humria (rumah/kerajaan Omri, yaitu Israel/Samaria), tentara-tentara khususnya... semua penduduknya,... aku membunuh Pekah, raja mereka, dan mengangkat Hosea sebagai raja atas mereka. Aku menerima dari mereka 10 talenta emas, x talenta perak, dengan harta milik mereka dan aku mengangkut mereka ke Asyur.[14]
"Dalam semua negeri (asing) yang ... [... aku menerima pembayar]an dari Kuštašpi dari negeri Kummuḫu, Urik(ki) dari negeri Que, Sibitti-biʾil dari kota [Byblos, Hiram dari negeri Tirus, Pisīris dari kota Karkhemish, Ēnī]-il dari negeri Hamath, Panammû dari kota Samʾal, Tarḫulara dari kota Gurgum, Sulu[mal dari negeri Melid, Dadīlu dari kota Kaska, U]assurme dari negeri Tabal, Ušḫitti dari kota Tuna, Urballâ dari kota Tuḫana, Tuḫam[mi dari kota Ištunda, Urimmi dari kota Ḫubišna, (rev. 10´) Ma]ttan-biʾil (Mattan-Baʾal) dari kota Arvad, Sanīpu dari negeri Bīt-Ammon, Salāmānu dari negeri Moab, ...[... of ..., ... of ..., Mi]tinti dari negeri Ashkelon, Yehoahas dari negeri Yehuda, Qauš-malaka dari negeri Edom, Muṣ...[... dari ..., ... dari ..., (dan) Ḫa]nūnu dari kota Gaza: emas, perak, timah putih, besi, timah hitam, pakaian berwarna-warni, pakaian lenan, pakaian dari negeri-negeri mereka, wol merah-ungu, [..., segala macam] barang berharga, hasil laut (dan) hasil bumi, komoditi negeri-negeri mereka, harta kerajaan, kuda (dan) keledai yang telah diikatkan ke ku[k, ...]."[15]

Raja "Yeho-ahas" dari Yehuda diidentifikasi sebagai raja "Ahas" (kependekan nama tanpa menyertakan "Yeho", yang merujuk kepada "Yehowah" atau "Yahweh")

Catatan Alkitab

Sejumlah tindakan Tiglat-Pileser tercatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen:

Pul, raja Asyur, datang menyerang negeri itu, lalu Menahem memberi seribu talenta perak kepada Pul, supaya dibantunya dia mengokohkan kerajaan itu di tangannya.[16]
Dalam zaman Pekah, raja Israel, datanglah Tiglat-Pileser, raja Asyur; direbutnyalah Iyon, Abel-Bet-Maakha, Yanoah, Kedesh dan Hazor, Gilead dan Galilea, seluruh tanah Naftali, lalu diangkutnyalah penduduknya ke Asyur ke dalam pembuangan.[17]
Ahas menyuruh utusan-utusan kepada Tiglat-Pileser, raja Asyur, mengatakan: "Aku ini hambamu dan anakmu. Majulah dan selamatkanlah aku dari tangan raja Aram dan dari tangan raja Israel, yang telah bangkit menyerang aku." Ahas mengambil perak dan emas yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja, dan mengirimnya kepada raja Asyur sebagai persembahan.[18]
anak orang ini ialah Beera yang diangkut ke dalam pembuangan oleh Tilgat-Pilneser, raja Asyur; dialah pemimpin orang Ruben.[19]
maka Allah Israel menggerakkan hati Pul, yakni Tilgat-Pilneser, raja Asyur, lalu raja itu mengangkut mereka ke dalam pembuangan, yaitu orang Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye. Ia membawa mereka ke Halah, Habor, Hara dan sungai negeri Gozan; demikianlah mereka ada di sana sampai hari ini.[20]
Maka datanglah Tilgat-Pilneser, raja negeri Asyur, kepadanya (=Ahas), hanya bukan membantu dia, melainkan menyesakkannya. Walaupun Ahas merampas barang-barang dari rumah TUHAN, dari rumah raja dan dari rumah-rumah para pemimpin dan menyerahkan semua itu kepada raja negeri Asyur, namun perbuatannya itu tidak menguntungkan dia.[21]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Ejaan lama menggunakan istilah Tijlat-Pilezar
  2. ^ Assyrian Eponym List
  3. ^ Tadmor, H. (1994). The Inscriptions of Tiglath-Pileser III, King of Assyria.pp.29
  4. ^ history of Mesopotamia:: The Neo-Assyrian Empire (746-609) - Britannica Online Encyclopedia
  5. ^ M. Christine Tetley. The Reconstructed Chronology Of The Divided Kingdom. Eisenbrauns, 2005 ISBN 1-57506-072-8, 9781575060729
  6. ^ Kaufman 2007, hlm. 7–26
  7. ^ 2 Raja-raja 15:19
  8. ^ 2 Raja-raja 15:17
  9. ^ James B. Pritchard, ed., Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old Testament (3rd ed.; Princeton NJ: Princeton University Press, 1969) 283.
  10. ^ James B. Pritchard, ed., Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old Testament (3rd ed.; Princeton NJ: Princeton University Press, 1969) 284.
  11. ^ 2 Raja-raja 16:7
  12. ^ 2 Raja-raja 15:29
  13. ^ Annals of Tiglath-Pileser III - Tyre; COS 2, 285, 2.117A Calah Annals ~ 738-737 SM.
  14. ^ COS 2, 288, 2.117C - Summary Inscription ~ 731 SM.
  15. ^ Tablet Nimrud K.3751 COS 2, 289, 2.117D ~ 733 SM
  16. ^ 2 Raja-raja 15:19 - Sabda.org
  17. ^ 2 Raja-raja 15:29
  18. ^ 2 Raja-raja 16:7-8
  19. ^ 1 Tawarikh 5:6
  20. ^ 1 Tawarikh 5:26
  21. ^ 2 Tawarikh 28:20-21

Pustaka tambahan

  • Kaufman, Stephen A. (2007). "The Phoenician Inscription of the Incirli Trilingual: A Tentative Reconstruction and Translation". MAARAV. 14 (2): 7–26.
Didahului oleh:
Ashur-nirari V
Raja Asyur
745–727 SM
Diteruskan oleh:
Salmaneser V
Didahului oleh:
Nabu-mukin-zeri
Raja Babilonia
729–727 SM
2 Raja-raja 15

2 Raja-raja 15 (atau II Raja-raja 15, disingkat 2Raj 15) adalah pasal kelima belas Kitab 2 Raja-raja dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im (נביאים; Nabi-nabi). Pasal ini berisi riwayat pemerintahan Azarya atau Uzia (raja ke-10) dan Yotam (raja ke-11) di Kerajaan Yehuda, serta Zakharia (raja ke-15), Salum (raja ke-16), Menahem (raja ke-17), Pekahya (raja ke-18) dan Pekah (raja ke-19) di Kerajaan Israel Utara.

2 Raja-raja 16

2 Raja-raja 16 (atau II Raja-raja 16, disingkat 2Raj 16) adalah pasal keenam belas Kitab 2 Raja-raja dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk Nabi-nabi Awal atau Nevi'im Rishonim [נביאים ראשונים] dalam bagian Nevi'im (נביאים; Nabi-nabi). Pasal ini berisi riwayat pemerintahan Ahas (raja ke-12) di Kerajaan Yehuda, yang sezaman dengan Pekah (raja ke-19) di Kerajaan Israel Utara.

2 Tawarikh 28

2 Tawarikh 28 (atau II Tawarikh 28, disingkat 2Taw 28) adalah pasal kedua puluh delapan Kitab 2 Tawarikh dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk dalam bagian Ketuvim (כְּתוּבִים, "tulisan"). Pasal ini berisi riwayat pemerintahan Ahas (raja ke-12) di Kerajaan Yehuda.

Abia (ratu Yehuda)

Abia (Abijah) adalah nama Ibrani seorang perempuan yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dia adalah putri dari Zakharia, kemungkinan Zakharia bin Yeberekhya (2 Tawarikh 29:1; bandingkan dengan Yesaya 8:2), dan kemudian menjadi istri Raja Ahas serta ibu dari Raja Hizkia. Namanya juga ditulis Abi (2 Raja-raja 18:2).

Beberapa penulis menganggap Abia sebagai almah atau "wanita muda" (pada saat nubuat diucapkan) dalam nubuat mengenai Imanuel dalam Yesaya 7:14, dan bahwa saat anak itu masih bayi, Rezin dan Pekah dikalahkan oleh Tiglat-Pileser III, serta kelak dikenal sebagai pewaris takhta Yehuda, Hizkia.

Adad-nirari III

Adad-nirari III (juga disebut Adad-narari) adalah raja Asyur dari tahun 811 sampai 783 SM.

Ahas

Ahas (Ibrani: אָחָז, Akhaz; Yunani: Ἄχαζ), yang artinya "ia telah merebut" adalah raja kerajaan Yehuda setelah ayahnya, Yotam, meninggal tahun 735 SM. Ia berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, dan dikenal sebagai salah seorang raja Yehuda yang paling jahat perbuatannya. Ia melakukan penyembahan terhadap berhala. Pada awal pemerintahannya, Pekah, raja Israel dan Rezin, raja Siria, memaksanya untuk bergabung dalam persekutuan anti Asyur. Dalam kondisi ini, nabi Yesaya berusaha menghimbau Ahas agar tidak terpengaruh pada ajakan tersebut dan bergantung pada pertolongan Tuhan. Tetapi, raja Ahas tetap memilih untuk meminta bantuan dari Asyur. Akibatnya, Yehuda menjadi kerajaan bawahan selama satu abad dan memiliki tanggung jawab untuk membayar upeti yang besar. Semua kesengsaraan itu terjadi sebagai hukuman ilahi terhadap Ahas karena kejahatan dan kemurtadannya. Ia membakar anaknya sebagai korban persembahannya kepada Baal. Ia mendorong rakyatnya mempersembahkan korban kepada ilah-ilah. Bahkan, ia menempatkan mezbah ilah Asyur di kuil istana, menggeser dan menyalahgunakan mezbah tembaga Salomo menjadi tempat meramal. Iapun menutup tempat-tempat suci.. Ia digantikan oleh anaknya, Hizkia menjadi raja.

Aram Damsyik

Aram Damsyik atau Aram- Damaskus adalah sebuah negara Aram yang wilayahnya sekitar kota Damaskus di Suriah, dari akhir abad ke-12 SM sampai tahun 732 SM.

Sumber-sumber untuk negara ini berasal dari teks-teks yang dapat dibagi menjadi tiga kategori: sejarah Asyur, teks bahasa Aram, dan Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

Porsi terbesar sumber-sumber tekstual datang dari Asyur. Namun, sering ada beberapa salinan dari naskah yang sama. Sebagian besar teks adalah catatan sejarah raja-raja Asyur: Salmaneser III, Adad-nirari III, dan Tiglat-Pileser III. Teks-teks itu menyebutkan Aram Damsyik (Ša-imērišu, Imērišu, Imirishu) dari perspektif Asyur, tetapi dalam banyak hal informatif mengenai kekuatan negara, dan memberikan beberapa nama penguasa.

Prasasti kerajaan Aram cukup langka, dan hanya satu prasasti kerajaan Aram Damsyik yang telah diidentifikasi sepatutnya — Prasasti Tel Dan. Sumber-sumber lain dalam bahasa Aram yang menjelaskan tentang sejarah Aram Damsyik mencakup dua "booty inscriptions" dari Eretria dan Samos, serta Prasasti Zakkur dari raja Zakkur.

Alkitab ibrani memberikan catatan lebih rinci mengenai sejarah Aram Damsyik, terutama dalam interaksinya dengan Israel. Misalnya, ada teks Alkitab yang menyebutkan pertempuran Daud pertempuran melawan orang Aram di Suriah selatan pada abad ke-10 SM. (2 Samuel 10:6-19) sebaliknya, sumber-sumber sejarah awal Aram-Damaskus hampir tidak ada. Dalam annal bertarikh zaman Tiglat-Pileser I (1114-1076 SM), diketahui bahwa orang Aram telah mulai menetap di bagian selatan Suriah.

Data pertama yang dapat diandalkan ditemukan pada abad ke-9 SM ketika teks Aram, Asyur, dan Ibrani semua menyebutkan negara dengan ibu kota Damsyik atau Damaskus. Negara itu tampaknya telah mencapai puncaknya pada akhir abad ke-9 SM di bawah pemerintahan Hazael, yang menurut teks Asyur berperang melawan Asyur, dan menurut teks Aram memiliki beberapa pengaruh terhadap negara Suriah utara, Unqi, serta menurut teks-teks Ibrani menaklukkan seluruh wilayah Israel.(2 Raja-raja 13:3)

Ke barat daya, Aram-Damaskus mencapai lebih dari sebagian besar Golan sampai ke Laut Galilea.Pada abad ke-8 SM, raja Rezin telah menjadi taklukan Tiglat-Pileser III, raja Asyur. Sekitar tahun 732 SM, ia bersekutu dengan Pekah, raja Israel, untuk menyerang Ahas, raja Yehuda. Namun, Ahas mengimbau kepada Tiglat-Pileser III untuk membantunya.Raja Asyur bersedia membantu setelah Yehuda membayar upeti kepadanya. (2 Raja-raja 16:7-9) Akibatnya, Tiglat-Pileser III merebut Damaskus dan mencaplok Aram. Menurut 2 Raja-raja 16:9, penduduknya dideportasi dan Rezin dihukum mati. Tiglat-Pileser juga mencatat tindakan ini dalam salah satu prasasti.Bukti-bukti arkeologi mengenai Aram Damsyik, hampir tidak ada. Penggalian di Damaskus sulit dilakukan, karena pemukiman kota yang terus menerus. Kota-kota lain di Aram Damsyik belum positif diidentifikasi dari sumber-sumber tekstual, dan penggalian situs Zaman Besi situs di sekitar Damaskus hampir tidak ada. Materi budaya di lokasi yang lebih jauh ke selatan (misalnya Tell-Ashtara, Tell er-Rumeith, et-Tell, Tel-Dan, Tell el-Oreme, dan lain-lain) tidak menunjukkan banyak fitur yang membedakannya dari materi budaya kuno Israel utara.

Dan (Israel)

Dan (bahasa Ibrani: דן), adalah nama kota yang disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dianggap sebagai kota paling utara dari Kerajaan Israel, dan termasuk tanah milik suku Dan. Kota ini sekarang diidentifikasi sebagai Tel Dan ("Gundukan Dan"; "Mound of Dan" תל דן dalam bahasa Ibrani), atau Tel el-Qadi ("Gundukan Hakim" dalam bahasa Arab, تل القاضي, terjemahan harafiah dari nama Ibrani Tel Dan, "Dan" berarti "hakim" ("judge"), atau "orang yang menghakimi") di Israel.

Dinasti kedua puluh dua Mesir

Dinasti kedua puluh dua Mesir, bersama dengan dinasti ke-21, ke-23, ke-24 dan ke-25 Mesir umumnya dikombinasi ke dalam Periode Menengah Ketiga Mesir.

Dinasti ke-22 ini juga dikenal Dinasti Bubastis (Bubastite Dynasty), karena para firaun ini asalnya memerintah dari kota Bubastis. Kota ini didirikan oleh firaun Shoshenq I.

Hosea (raja Israel)

Hosea (bahasa Ibrani: הושע Hoshea, Hôšēăʻ "keselamatan"; bahasa Latin: Osee; bahasa Inggris: Hoshea) bin Ela menjadi raja terakhir Kerajaan Israel Utara menurut Alkitab Ibrani, setelah membunuh raja Pekah bin Remalya di Samaria. Ia memerintah 9 tahun di Samaria, sampai Kerajaan Israel dilenyapkan oleh Asyur, dan semua penduduknya dibawa ke dalam pembuangan.

Kebijakan perpindahan penduduk di Kerajaan Asiria Baru

Kerajaan Asiria Baru atau Kerajaan Asyur mengimplementasikan kebijakan perpindahan penduduk (disebut juga "deportasi" atau "pemukiman kembali" oleh sejarawan) yang diatur negara selama sekitar tiga abad sejak zaman Ashur-Dan II. Kebanyakan perpindahan penduduk ini direncanakan oleh pemerintah berdasarkan pertimbangan politik, ekonomi dan budaya, demi kemajuan kerajaan. Contohnya, sekelompok penduduk dipindahkan ke wilayah lain untuk menyebarkan teknik-teknik pertanian atau untuk membuka lahan baru. Perpindahan juga dapat dilakukan sebagai hukuman untuk musuh politik kerajaan. Dalam kasus lain, pemerintah memilih sebagian kalangan elit dari wilayah yang ditundukkan Asiria dan memindahkannya ke pusat kerajaan, dengan tujuan memperkaya pengetahuan dan kebudayaan kerajaan.

Pada 1979, Bustenay Oded memperkirakan bahwa Asiria telah memindahkan sekitar 4,4 juta penduduk (± 900.000 penduduk) dalam kurun waktu 250 tahun. Ada kasus perpindahan penduduk pada masa ini yang tertulis di Alkitab Perjanjian Lama, yaitu pemindahan Bani Israil oleh Tiglat-Pileser III dan Sargon II.

Lauh Nimrud K.3751

Lauh Nimrud K.3751, juga dikenal sebagai Kalhu Palace Summary Inscription 7 adalah sebuah prasasti bertulisan dari tanah liat yang dibuat pada tahun 733 SM dari masa pemerintahan raja Tiglat-Pileser III (745 - 727 SM), yang diketemukan oleh George Smith pada tahun 1873 di Nimrud. Prasasti ini memuat catatan 17 tahun pertama pemerintahan Tiglat-Pileser III dan kemungkinan dibuat sesaat setelah tahun ke-17. Merupakan salah satu referensi arkeologi tertua mengenai "Yehuda" (Yaudaya atau KUR.ia-ú-da-a-a).

Prasasti ini diketemukan di dalam Perpustakaan Asyurbanipal.

Maher-Syalal Hash-Bas

Maher-Syalal Hash-Bas atau Maher-Syalal Hasy-Bas (bahasa Inggris: Maher-shalal-hash-baz (/ˈmɑːhɛr ʃælæl ˈhæʃ bɑːz/; bahasa Ibrani: מַהֵר שָׁלָל חָשׁ בַּז- "Segera menjarah!" atau "Ia segera datang menjarah!" - adalah nama seorang laki-laki, merupakan nama putra kedua nabi Yesaya yang dinubuatkan dalam Kitab Yesaya pasal 7-9. Frasa maher-shalal dan hash-baz adalah sinonim, keduanya kurang lebih bermakna "cepat ke jarahan". BIS menerjemahkannya secara harfiah menjadi 'Perampasan yang Tangkas, Perampokan yang Cepat.'

"Kemudian aku menghampiri isteriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas, ..." Yesaya 8:3

Putra pertama nabi Yesaya, "Syear Yasyub", disebutkan hanya sekali pada Yesaya 7:3. Para komentator, baik dari kalangan Yahudi maupun Kristen, secara tradisional mencatat bahwa nama putra pertama ini juga bersifat nubuat - artinya "(kaum) sisa akan kembali" - tetapi tidak dikisahkan mengapa, kapan dan bagaimana putra ini dinamai demikian dalam Kitab Yesaya.

Oleh para komentator, putra kedua sang nabi, "Maher-Syalal Hash-Bas", dianggap lahir setelah kelahiran Immanuel - secara tradisional dipahami sebagai putra dari ratu Abi (atau Abia), istri raja Ahas, dan yang kelak menjadi raja dengan nama Hizkia, atau juga dari istri raja yang lain. Nama "Maher-Syalal Hash-Bas" merujuk kepada penjarahan Samaria dan Damsyik oleh raja Asyur, Tiglat-Pileser III (734-732 SM) yang terjadi beberapa tahun kemudian.

Sering kali dihitung sebagai nama (atau kata) terpanjang di Alkitab Ibrani, meskipun nama lain yang kemungkinan lebih panjang dijumpai pada Yesaya 9:5 "disebut Pele-joez-el-gibbor-abi-ad-sar-shalom"Bagian ini juga dikutip dalam Kitab Mormon.

Menahem

Menahem (bahasa Ibrani: מְנַחֵם Menaẖem, Menạḥēm, Menachem, artinya "Penghibur"; bahasa Akkadia: 𒈪𒉌𒄭𒅎𒈨; bahasa Yunani: Manaem di Septuaginta, Manaen di Aquila of Sinope; bahasa Latin: Manahem; Nama lengkap: bahasa Ibrani: מנחם בן גדי, Menahem Ben Gadi) bin Gadi menjadi raja Kerajaan Israel Utara menurut Alkitab Ibrani, setelah membunuh raja Salum bin Yabesh di Samaria. Ia berasal dari Tirza, memerintah 10 tahun di Samaria, dan setelah meninggal digantikan anaknya, Pekahya.

Meterai Raja Ahas

Meterai Raja Ahas (bahasa Inggris: King Ahaz's seal) adalah suatu bulla atau meterai segel yang dicap pada sekeping tanah liat, yang berasal dari abad ke-8 SM. Meterai itu memuat tulisan abjad Ibrani Kuno yang menyebut nama Ahas raja Yehuda (memerintah 732-716 SM), dan juga nama ayahnya, raja Yehotam (Yotam) (memerintah (748-732 SM), serta mengidentifikasi Ahas sebagai "Raja Yehuda". Meterai ini telah diketemukan pada tahun 1990-an, tetapi tempat penemuannya tidak diketahui dan sekarang menjadi koleksi pribadi Shlomo Moussaieff.

Pekah

Pekah (bahasa Ibrani: פקח, Pẹqakh; "terbuka matanya"; bahasa Latin: Phacee) bin Remalya (bahasa Latin: Romelia) menjadi raja Kerajaan Israel Utara menurut Alkitab Ibrani, setelah bersama teman-temannya membunuh raja Pekahya. Sesudah Pekah memerintah 20 tahun lamanya, ia dibunuh oleh Hosea bin Ela yang menjadi raja menggantikannya.

Rezin

Rezin dari Aram atau Rasin dari Suriah dalam Alkitab Douay-Rheims (DRB) (bahasa Ibrani: רְצִין, Modern Rəṣîn Tiberias Reṣîn; bahasa Akkadia: 𒊏𒄭𒀀𒉡/𒊏𒆥𒀀𒉡; bahasa Aram: probably Raḍyan‎; bahasa Latin: Rasin; bahasa Inggris: Rezin) adalah raja yang memerintah dari Damaskus pada abad ke-8 SM. Selama pemerintahannya, ia adalah taklukan dari Raja Tiglat-Pileser III dari Asyur pada tahun 738 SM (menurut catatan Asyur berkaitan pemerintahan Tiglat-Pileser). Pemerintahannya berakhir sekitar tahun 732 SM ketika Tiglat-Pileser menjarah Damaskus dan mencaplok Aram. Menurut Alkitab, penjarahan Damaskus adalah hasil hasutan Ahas, raja Yehuda kepada Tiglat-Pileser III yang berakhir dengan terbunuhnya Rezin (2 Raja-raja 16:7-9). Ini merupakan pembalasan Ahas karena Rezin bersekutu dengan Pekah bin Remalya, raja Israel memerangi Yehuda. Kegagalan serangan kedua raja tersebut dan kekalahan mereka terhadap Asyur telah dinyatakan oleh nabi Yesaya dalam nubuat yang menyebutkan nama "Imanuel" di dalamnya (Yesaya 7:14).

Salmaneser V

Salmaneser V (Akkadian: Šulmanu-ašarid; bahasa Ibrani: שַׁלְמַנְאֶסֶר, Modern Shalman'eser Tiberias Šalmanʼéser; bahasa Yunani: Σαλαμανασσαρ Salamanassar; bahasa Latin: Salmanasar; bahasa Inggris: Shalmaneser V) adalah raja Asyur (Asiria) dari tahun 727 sampai 722 SM. Pertama kali ia disebut namanya sebagai gubernur Zimirra di Fenisia dalam masa pemerintahan ayahnya, raja Tiglat-Pileser III. Samaria (Kerajaan Israel Utara) memberontak pada zamannya. Ketika ia mengepung kota itu, ia meninggal pada hari ke-12 bulan Tebet 722 SM dan tahtanya diambil alih oleh saudaranya Sargon II.

Yesaya

YESAYA (Ibrani: Ysya'yahu; Arab: أشعياء Asya'yaa; "Yah adalah keselamatan") adalah figur utama dalam Kitab Yesaya, ia adalah nabi Yudea abad ke-8 SM. Ia dipanggil sebagai nabi pada tahun matinya raja Uzia, sekitar tahun 740 SM. Yesaya bernubuat sekurang-kurangnya 40 tahun pada zaman raja Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia dari Kerajaan Yehuda. sedangkan orang Arab menyebutnya dengan nama Amshoya.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.