Tanakh

Tanakh (/tɑːˈnɑːx/;[1] bahasa Ibrani: תַּנַ"ךְ, diucapkan [taˈnaχ] atau [təˈnax]; juga Tenakh, Tenak, Tanach), Tanak, atau Mikra adalah kanon dari Alkitab Ibrani. Teks Ibrani tradisional tersebut dikenal sebagai Teks Masoret.

Tanakh adalah suatu akronim dari masing-masing abjad Ibrani pertama dari ketiga pembagian tradisional Teks Masoret: Torah atau Taurat ("Ajaran", juga dikenal sebagai Lima Kitab Musa), Nevi'im ("Nabi-nabi") dan Ketuvim ("Tulisan") —menjadi TaNaKh. Nama "Mikra" (מקרא), artinya "yang dibaca", adalah kata Ibrani lainnya untuk Tanakh. Kitab-kitab Tanakh diteruskan oleh setiap generasi, dan menurut tradisi para rabi juga disertai dengan suatu tradisi lisan, disebut Taurat Lisan.

Terminologi

Ketiga bagian Tanakh yang tercermin dalam akronim "Tanakh" ditegaskan dengan baik dalam literatur dari masa para rabi.[2] Namun selama periode tersebut istilah "Tanakh" tidak digunakan. Sebaliknya judul yang tepat yaitu Mikra (atau Miqra, מקרא, artinya "bacaan" atau "yang dibaca") karena teks-teks biblika dibacakan di hadapan publik. Istilah Mikra tetap digunakan dalam bahasa Ibrani sampai saat ini, bersama dengan Tanakh, untuk merujuk pada kitab suci Ibrani. Dalam bahasa Ibrani lisan modern, kedua istilah tersebut dapat saling dipertukarkan.[3]

Perkembangan dan kodifikasi

Tidak ada konsensus keilmuan mengenai kapan kanon Alkitab Ibrani ditetapkan: beberapa akademisi berpendapat bahwa penetapan kanon tersebut dilakukan oleh dinasti Hashmonayim,[4] sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa tidak ada penetapan hingga abad kedua SM atau bahkan setelah itu.[5]

Menurut Talmud, banyak kandungan Tanakh yang disusun oleh Majelis Agung (Anshei K'nesset HaGedolah), suatu tugas yang terselesaikan pada tahun 450 SM, dan tidak berubah untuk seterusnya sejak saat tersebut.[6]

Penutupan kanon secara resmi seringkali dianggap dilakukan oleh kaum Yudaisme Rabbinik setelah penghancuran Kuil Pertama pada tahun 587 SM.

Kanon berisi dua puluh empat kitab ini disebutkan dalam Midrash Koheleth 12:12.[7]

Bahasa dan pengucapan

Sistem penulisan asli dari teks Ibrani adalah sebuah abjad: konsonan yang ditulis dengan beberapa huruf hidup terapan ("matres lectionis"). Selama Abad Pertengahan awal, para akademisi yang dikenal sebagai kaum Masoret menciptakan suatu sistem tunggal dalam perumusan vokalisasi. Hal ini terutama dilakukan oleh Aaron ben Moses ben Asher, di suatu sekolah di Tiberias, berdasarkan tradisi lisan dalam pembacaan Tanakh, karenanya dinamakan vokalisasi Tiberian. Selain itu juga menyertakan beberapa inovasi dari Ben Naftali dan pembuangan Babel.[8] Meskipun proses kodifikasi tersebut relatif terlambat, beberapa sumber tradisional dan beberapa orang dari kalangan Yahudi Ortodoks tetap berpegang pada cara melafalkan dan menyanyikan (kantilasi) yang berasal dari pewahyuan di Sinai, karena tidaklah mungkin membaca teks asli tersebut tanpa jeda dalam pengucapan maupun dalam pelantunan lagu.[9] Kombinasi dari suatu teks (מקרא mikra), pelafalan (ניקוד niqqud) dan pelantunan (טעמים te`amim) memungkinkan pembaca untuk memahami baik makna sederhananya maupun nuansa dalam alur kalimat dari teks tersebut.

Kitab-kitab Tanakh

Entire Tanakh scroll set
Kumpulan gulungan selengkapnya, yang membentuk keseluruhan Tanakh.

Menurut tradisi Yahudi, Tanakh memiliki dua puluh empat kitab. Gabungan seluruh kitab Samuel, Raja-raja, Tawarikh, dan Ezra-Nehemia dianggap sebagai satu kitab; serta Trei Asar (תרי עשר, Keduabelas Nabi; secara harfiah berarti "dua belas") juga dipandang sebagai satu kitab.

Taurat

Taurat (תּוֹרָה, secara harfiah berarti "pengajaran") terdiri dari lima kitab, biasanya disebut sebagai "Lima Kitab Musa". Edisi cetak dari Taurat seringkali disebut Chamisha Chumshei Torah (חמישה חומשי תורה, secara harfiah berarti "lima dari lima-bagian kitab Taurat"), dan secara tidak resmi merupakan sebuah Chumash.

Dalam bahasa Ibrani, kelima kitab Taurat diidentifikasi dengan adanya incipit (kata pertama) dari setiap kitab. Nama berbahasa Inggris berasal dari nama Yunani yang diberikan kepada kitab-kita dalam Septuaginta, yang berasal dari isi tematis dari setiap kitab, sebagai berikut:

Nevi'im

Nevi'im (נְבִיאִים, "Nabi-nabi") merupakan pembagian utama kedua dari Alkitab Ibrani, antara Taurat dan Ketuvim. Nevi'im terdiri dari dua sub-bagian: Nabi-nabi Awal (Nevi'im Rishonim נביאים ראשונים, kitab-kitab narasi Yosua, Hakim-hakim, Samuel dan Raja-raja) dan Nabi-nabi Akhir (Nevi'im Aharonim נביאים אחרונים, kitab-kitab Yesaya, Yeremia dan Yehezkiel serta Keduabelas Nabi Kecil). Pembagian ini meliputi kitab-kitab yang mencakup suatu periode sejak masuknya bangsa Israel ke Tanah Israel sampai pembuangan Babel dari Yehuda ("periode nubuat"). Penyebaran mereka tidak bersifat kronologis, tetapi substantif.

Keduabelas Nabi Kecil (תרי עשר, Trei Asar, "Keduabelas") dianggap sebagai satu kitab dalam Yudaisme.

  • (הושע / Hoshea) — Hosea
  • (יואל / Yo'el) — Yoel
  • (עמוס / Amos) — Amos
  • (עובדיה / Ovadyah) — Obaja
  • (יונה / Yonah) — Yunus
  • (מיכה / Mikhah) — Mikha
  • (נחום / Nakhum) — Nahum
  • (חבקוק /Havakuk) — Habakuk
  • (צפניה / Ts'phanyah) — Zefanya
  • (חגי / Khagai) — Hagai
  • (זכריה / Z'kharyah) — Zakharia
  • (מלאכי / Mal'akhi) — Maleakhi

Ketuvim

Ketuvim (כְּתוּבִים, "Tulisan") terdiri dari sebelas kitab, sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Kitab puisi

Dalam naskah-naskah masoretik (dan beberapa edisi cetak), Mazmur, Amsal, dan Ayub disajikan dalam bentuk dua kolom khusus dengan penekanan pada baris-baris paralel pada semua ayat tersebut, yang mana merupakan suatu fungsi kekhasan puisi-puisi itu. Secara kolektif, ketiga kitab ini dikenal sebagai Sifrei Emet (sebuah akronim dari judul-judul dalam bahasa Ibrani, איוב, משלי, תהלים yang menghasilkan Emet אמ"ת, yang juga merupakan bahasa Ibrani untuk "kebenaran").

Ketiga kitab ini juga satu-satunya dalam Tanakh yang menggunakan suatu sistem khusus dalam catatan-catatan kantilasi yang dirancang untuk menekankan baris-baris paralel dalam semua ayat. Namun bagian awal dan akhir kitab Ayub menggunakan sistem prosa normal.

Kelima gulungan (Hamesh Megillot)

Kelima kitab yang relatif singkat, yaitu Kidung Agung, Rut, Ratapan, Pengkhotbah, dan Ester, secara kolektif dikenal sebagai Hamesh Megillot (Lima Megillot). Semua kitab ini merupakan kitab-kitab yang terakhir dikumpulkan dan dikategorikan sebagai "otoritatif" dalam kanon Yahudi meskipun belum lengkap seluruhnya hingga abad ke-2 Masehi.[10] Gulungan-gulungan kitab ini dalam tradisi dibacakan sepanjang tahun dalam banyak komunitas Yahudi. Daftar di bawah menyajikan kitab-kitab tersebut dalam urutan pembacaannya di sinagoge pada hari raya, dimulai dengan Kidung Agung pada hari raya Paskah Yahudi.

Kitab lainnya

Selain ketiga kitab puisi dan kelima gulungan, kitab-kitab lainnya dalam Ketuvim adalah Daniel, Ezra–Nehemia dan Tawarikh. Meskipun tidak ada pengelompokan secara resmi atas kitab-kitab ini dalam tradisi Yahudi, semua kitab tersebut tetap memiliki sejumlah karakteristik pembeda.

  • Narasi semua kitab ini secara terbuka mendeskripsikan berbagai peristiwa yang relatif terjadi belakangan (yaitu pembuangan Babel dan pemulihan Sion selanjutnya).
  • Tradisi Talmud mengganggap semua kitab ini ditulis paling belakangan.
  • Dua di antaranya (Daniel dan Ezra) merupakan kitab-kitab dalam Tanakh yang ditulis dengan bahasa Aram dalam porsi yang cukup besar.

Urutan

Daftar berikut ini menyajikan kitab-kitab Ketuvim dalam urutan sesuai yang ditampilkan dalam kebanyakan edisi cetak. Selain itu juga ada pembagian dalam tiga sub kelompok berdasarkan kekhasan Sifrei Emet dan Hamesh Megillot.

Ketiga kitab puisi (Sifrei Emet) "Sifrei Emet," "Kitab-kitab Kebenaran":

  • Tehillim (Mazmur) תהלים
  • Mishlei (Amsal) משלי
  • Iyyôbh (Ayub) איוב

Lima Megillot (Hamesh Megillot)

Kitab-kitab lainnya

Tradisi tekstual Yahudi tidak pernah menyelesaikan pengurutan kitab-kitab dalam Ketuvim. Talmud Babilonia (Bava Batra 14b-15a) mengurutkan kitab-kitab tersebut menjadi: Rut, Mazmur, Ayub, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, Ratapan Yeremia, Daniel, Gulungan Ester, Ezra, Tawarikh.

Dalam kodeks Masoretik Tiberian, termasuk Kodeks Aleppo dan Kodeks Leningrad, dan juga seringkali dalam naskah Spanyol kuno, urutannya adalah: Tawarikh, Mazmur, Ayub, Amsal, Rut, Kidung Agung, Pengkhotbah, Ratapan Yeremia, Ester, Daniel, Ezra.

Penerjemahan

  • Jewish Publication Society of America Version diterbitkan tahun 1917 oleh Perkumpulan Penerbitan Yahudi dan menggantikan Tanakh mereka pada tahun 1985
  • Tanakh, Perkumpulan Penerbitan Yahudi, 1985, ISBN 0-8276-0252-9
  • Tanach: The Stone Edition, bahasa Ibrani dengan terjemahan bahasa Inggris, Mesorah Publications, 1996, ISBN 0-89906-269-5, nama tersebut diambil dari donaturnya Irving I. Stone
  • Tanakh Ram, suatu terjemahan yang masih berlangsung ke dalam bahasa Ibrani Modern (2010-) oleh Avraham Ahuvya (RAM Publishing House Ltd. dan Miskal Ltd.)

Lihat pula

Referensi

  1. ^ (Inggris) "Tanach". Random House Webster's Unabridged Dictionary.
  2. ^ (Inggris) Mikra'ot Gedolot
  3. ^ (Inggris) BIBLICAL STUDIES Mikra: Text, Translation, Reading and Interpretation. Norton Irish Theological Quarterly.2007; 72: 305-306
  4. ^ (Inggris) Davies, Philip R. (2001). "The Jewish Scriptural Canon in Cultural Perspective". Dalam McDonald, Lee Martin; Sanders, James A. The Canon Debate. Baker Academic. hlm. PT66. ISBN 978-1441241634. "With many other scholars, I conclude that the fixing of a canonical list was almost certainly the achievement of the Hasmonean dynasty."
  5. ^ (Inggris) McDonald & Sanders, The Canon Debate, 2002, page 5, cited are Neusner's Judaism and Christianity in the Age of Constantine, pages 128–145, and Midrash in Context: Exegesis in Formative Judaism, pages 1–22.
  6. ^ (Bava Batra 14b-15a, Rashi to Megillah 3a, 14a)
  7. ^ "Siapapun yang menghimpun dalam rumahnya lebih dari dua puluh empat kitab membawa kebingungan." (Midrash Qoheleth 12:12)
  8. ^ (Inggris) Kelley, Page H., The Masorah of Biblia Hebraica Stuttgartensia, Eerdmans, 1998, ISBN 0-8028-4363-8, p. 20
  9. ^ (Inggris) John Gill (1767). A Dissertation Concerning the Antiquity of the Hebrew Language: Letters, Vowel-points, and Accents. G. Keith. hlm. 136–137. dan pages 250–255
  10. ^ (Inggris) Coogan, Michael D. A Brief Introduction to the Old Testament - the Hebrew Bible in its Context. Oxford University Press. 2009; p. 5

Pranala luar

Alkitab Ibrani

Alkitab Ibrani atau Kitab Suci Ibrani (bahasa Latin: Biblia Hebraica) adalah istilah yang digunakan oleh para akademisi biblika untuk merujuk pada Tanakh (bahasa Ibrani: תנ"ך), yakni kumpulan teks-teks Yahudi kanonikal, yang mana merupakan sumber tekstual umum beberapa edisi kanonik dari Perjanjian Lama Kristen. Teks-teks ini terutama tersusun dalam bahasa Ibrani Biblika, dengan beberapa bagian dalam bahasa Aramaik Biblika (pada kitab-kitab Daniel, Ezra, dan beberapa lainnya).

Isi Alkitab Ibrani, yang mana sangat bersesuaian dengan Perjanjian Lama Protestan, tidak digunakan sebagai sumber untuk Perjanjian Lama pada bagian deuterokanonika Katolik Roma ataupun bagian Anagignoskomena Ortodoks Timur. Istilah Alkitab Ibrani tidak menjelaskan mengenai penamaan, penomoran ataupun pengaturan kitab-kitab, yang mana terdapat variasi dalam kanon-kanon Alkitab Kristen setelahnya.

Istilah Alkitab Ibrani merupakan suatu upaya untuk memberikan kekhususan dalam kaitannya dengan isi, sekaligus menghindari kiasan pada setiap tradisi keilmuan teologis atau penafsiran tertentu. Istilah ini banyak digunakan dalam tulisan akademik dan diskusi antar agama dalam konteks yang relatif netral yang dimaksudkan untuk menyelenggarakan dialog di antara semua tradisi keagamaan, tetapi tidak digunakan secara luas dalam pembahasan internal dari agama-agama yang menggunakan teks darinya.

Ibrani Tiberias

Ibrani Tiberias adalah sebuah tradisi lisan yang telah punah (namun terdokumentasi dengan sangat baik) dari pelafalan bahasa Ibrani kuno, khususnya bahasa Ibrani Tanakh, yang diberikan bentuk tertulisnya oleh para sarjana Masoret dari komunitas Yahudi di Tiberias, pada awal Abad Pertengahan, dimulai pada abad ke-8. Bentuk tertulis ini menggunakan lambang-lambang yang disebut nequdot (untuk huruf hidup) dan tanda-tanda kantilasi, yang ditambahkan kepada huruf-huruf Ibrani. Meskipun lambang-lambang tertulisnya kemudian digunakan pada awal Abad Pertengahan, tradisi lisan yang dicerminkannnya tampaknya jauh lebih tua, dengan akar-akar yang kuno.

Sistem vokalisasi Tiberias untuk Tanakh mewakili tradisi setempatnya sendiri. Dua tradisi setempat lainnya yang menciptakan sistem-sistem tulisan pada masa yang sama dirujuk secara geografis sebagai vokalisasi "Tanah Israel" (tidak sama dengan Tiberias; mungkin di daerah selatan negeri ini) dan vokalisasi Babilonia. Tradisi Tanah Israel telah berkembang menjadi pelafalan Ibrani masa kini (melalui penerusnya, Ibrani Sefardi di Israel, meskipun sistem penulisannya tela ditinggalkan. Sistem Babilonia dominan di sejumlah area selama berabad-abad, dan voklaisasinya, meskipun bukan sistem penulisannya, mungkin telah bertahan hingga saat ini dalam bentuk bahasa Ibrani Yemen. Berbeda dengan sistem Tiberias, yang umumnya menempatkan titik-titik huruf hidup di bawah huruf-huruf Ibrani, sistem "Tanah Israel" dan sistem Babilonia umumnya menempatkannya di atas huruf-huruf itu, dan karenanya disebut vokalisasi "supralinear".

Seperti disinggung di atas, titik-titik Tiberias dimaksudkan untuk mencerminkan suatu tradisi lisan yang khusus untuk membaca Tanakh. Belakangan titik-titik ini diberlakukan untuk teks-teks lain (salah satunya yang paling tua adalah Mishnah), dan digunakan secara luas oleh orang-orang Yahudi di tempat-tempat lain dengan tradisi-tradisi lisan yang berbeda untuk membaca bahasa Ibrani. Jadi titik-titik huruf hidup Tiberias dan tanda-tanda kantilasi menjadi bagian yang umum dari tulisan Ibrani.

Ketuvim

Ketuvim, atau K'thubhim dalam bahasa Alkitab Ibrani (bahasa Ibrani: כְּתוּבִים "tulisan"), merupakan bagian ketiga dan terakhir dari Tanakh (Alkitab Ibrani), setelah Taurat (pengajaran) dan Nevi'im (nabi-nabi). Dalam Alkitab Ibrani yang diterjemahkan ke bahasa Inggris, bagian ini berjudul "Tulisan" atau "Hagiographa".Tulisan-tulisan yang terdapat dalam Ketuvim dipercayai berasal dari Ruach HaKodesh (Roh Kudus), tetapi dengan otoritas satu tingkatan di bawah kitab nabi-nabi.

Di antara Kitab Suci Ibrani, tulisan-tulisan yang termasuk dalam Ketuvim adalah 1 dan 2 Tawarikh yang membentuk satu kitab, bersama dengan Ezra dan Nehemia yang membentuk satu kesatuan "Ezra–Nehemia". (Namun, dalam kutipan menurut pasal dan ayat, digunakan ekuivalen "Kitab Nehemia", "1 Tawarikh" dan "2 Tawarikh" dalam bahasa Ibrani, karena sistem pembagian pasal diambil dari penggunaan Kristen). Secara keseluruhan, sebelas kitab termasuk di dalam Ketuvim.

Kitab 1 Raja-Raja

Kitab 1 Raja-raja merupakan bagian dari kitab Perjanjian Lama dan Tanakh. Kitab ini merupakan bagian daripada kitab yang bernama Raja-Raja dalam Tanakh, dalam versi aslinya dalam bahasa Ibrani. Tetapi karena keputusan redaksional, kitab ini dibagi menjadi empat:

1 Samuel

2 Samuel

1 Raja-Raja

2 Raja-RajaKitab 1 Raja-Raja merupakan lanjutan dari kitab-kitab Samuel tentang sejarah pemerintahan raja-raja Israel. Sejarah yang dimuat dalam kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:

Wafatnya Raja Daud dan pengangkatan Salomo menjadi raja atas Israel dan Yudea menggantikan Daud.

Pemerintahan Salomo dan hasil-hasil usahanya, khususnya dalam membangun Bait Allah di Yerusalem.

Bangsa Israel terpecah menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan, dan sejarah raja-raja yang memerintah kedua kerajaan tersebut sampai pertengahan abad ke-9 SM.

Kitab 2 Raja-Raja

Kitab 2 Raja-raja merupakan bagian dari kitab Perjanjian Lama dan Tanakh. Kitab ini merupakan bagian daripada kitab yang bernama Raja-Raja dalam Tanakh, dalam versi aslinya dalam bahasa Ibrani. Tetapi karena keputusan redaksional, kitab ini dibagi menjadi empat:

1 Samuel

2 Samuel

1 Raja-Raja

2 Raja-Raja

Kitab 2 Samuel

Kitab 2 Samuel, merupakan bagian dari kitab Perjanjian Lama dan Tanakh. Kitab ini merupakan bagian daripada kitab yang bernama Raja-Raja dalam Tanakh, dalam versi aslinya dalam bahasa Ibrani. Tetapi karena keputusan redaksional, kitab ini dibagi menjadi empat:

1 Samuel

2 Samuel

1 Raja-Raja

2 Raja-RajaKitab 2 Samuel adalah sambungan dari Kitab I Samuel. Kitab ini memuat sejarah pemerintahan Raja Daud, mula-mula atas Yudea, kerajaan selatan (pasal 1-4), kemudian atas seluruh negeri, termasuk Israel di sebelah utara (pasal 5-24).

Dalam kitab ini diceritakan dengan jelas dan menarik bagaimana Daud berusaha memperluas dan mengukuhkan kedudukannya. Ia harus berperang melawan musuh-musuhnya, baik di dalam maupun di luar negeri. Daud digambarkan sebagai orang yang sangat beriman, taat dan setia kepada Allah, juga sebagai orang yang mampu memperoleh kesetiaan rakyatnya.

Tetapi ia digambarkan juga sebagai orang yang dapat bertindak kejam, dan yang tidak segan melakukan dosa-dosa besar semata-mata untuk memenuhi keinginannya dan cita-citanya. Tetapi ketika ia dihadapkan kepada dosa-dosanya oleh Natan, nabi Allah, Daud mengakui dosa-dosanya itu dan dengan rela menerima hukuman dari Allah.

Hidup dan prestasi Daud sangat dikagumi oleh rakyat Israel. Di zaman-zaman kemudian, bilamana ada musibah nasional, dan rakyat merindukan seorang raja, maka yang diinginkan ialah seorang "putra Daud". Artinya, seorang keturunan Daud yang akan bertindak seperti dia.

Kitab 2 Tawarikh

Kitab 2 Tawarikh merupakan bagian dari Alkitab Ibrani/Tanakh dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. kumpulan kitab. Dalam Alkitab Kristen, kitab ini merupakan lanjutan Kitab 1 Tawarikh. Kitab ini mulai dengan kisah pemerintahan Raja Salomo sampai wafatnya. Setelah mengemukakan kisah pemberontakan suku-suku utara di bawah pimpinan Yerobeam melawan Raja Rehabeam, kitab ini hanya mengemukakan sejarah Kerajaan Yehuda, yaitu kerajaan selatan, sampai jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 SM.

Kitab Hagai

Kitab Hagai di dalam Alkitab adalah kumpulan pesan-pesan Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Hagai pada tahun 520 Sebelum Masehi. Penulis kitab ini sezaman dengan seorang nabi bernama Zakharia. Kitab ini menceritakan mengenai orang Israel yang telah kembali dari pembuangan di Babel.

Akan tetapi, meskipun mereka telah tinggal beberapa tahun di Yerusalem, Rumah Tuhan (Bait Allah) masih saja merupakan puing-puing. Dalam pesan-pesan itu, Allah mendesak para pemimpin bangsa Israel untuk membangun kembali Rumah Tuhan. Tuhan juga berjanji akan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan kepada umat Israel yang telah diperbaharui dan disucikan.

Kitab Hosea

Kitab Hosea di dalam Alkitab ditulis oleh nabi Hosea yang mempunyai nama lengkap Hosea ben Beeri dan kemungkinan juga oleh para pengikutnya yang tidak diketahui namanya. Kitab ini merupakan salah satu kitab dalam Perjanjian Lama yang termasuk dalam kitab nabi-nabi kecil. Kitab ini merupakan kitab pertama dari kedua belas kitab nabi-nabi kecil. Kitab ini mengutuk penduduk Kerajaan Israel Utara atas tindakan mereka kepada YHWH selama masa kemunduran dan kejatuhan bangsa itu. Kata Khesed dalam kitab ini mengantar pembaca kitab Hosea kepada inti kitab tersebut. Bagi Hosea, agama merupakan suatu hubungan dengan Allah. pandangannya tersebut mewarnai segala segi agama. Berkaitan dengan siapa Hosea, tidak terdapat keterangan mengenai siapa Hosea itu dan keluarganya. Sedikit yang diketahui mengenai Hosea adalah ia merupakan seorang Israel dan merupakan penduduk dari bangsa Israel.

Kitab Keluaran

Kitab Keluaran merupakan buku kedua dari kumpulan 5 kitab yang disebut Taurat, yang disusun oleh Musa, dan urutan kedua dalam kanon Perjanjian Lama dan Tanakh (Alkitab Ibrani). Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut Shemoth dari kata-kata pertama Ve-eleh shemoth. Sedangkan dalam beberapa bahasa Eropa, disebut dengan nama "Exodus" (artinya "(berbondong-bondong ) keluar"). Kata ini diambil dari terjemahan bahasa Latin Santo Hieronimus yang mengambilnya dari Septuaginta, terjemahan bahasa Yunani. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan istilah "keluaran", dan terutama peristiwa "keluaran" bangsa Yahudi dari tanah Mesir, di mana mereka diperbudak selama lebih dari 400 tahun.

Kitab Kidung Agung

Kitab Kidung Agung (Ibrani: Shir-HaShirim) adalah sebuah kumpulan syair-syair cinta. Sering ditafsirkan sebagai sebuah representasi kiasan dari hubungan Allah dengan Israel atau dengan orang Kristen atau dengan Gereja, atau Kristus dengan jiwa manusia, yang sangat intim sehingga diibaratkan seperti hubungan perkawinan.

Misalnya orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen melakukan eksegesis terhadap kitab ini, dengan mencoba mengrohanikannya. Misalnya orang Yahudi menafsirkan "kekasih laki-laki" dengan merujuk kepada gambaran Allah sedangkan "kekasih perempuannya" ialah Israel. Namun cara menafsir seperti ini telah ditinggalkan selama dua abad yang lampau.Kidung Agung berbicara tentang cinta, ia ialah tema sentral dalam kitab ini. Kekasih laki-laki dan kekasih perempuan yang sedang dilanda cinta, menjadi lakon utamanya. Mereka berbicara mengenai kisah cinta mereka, misal tentang kekagumannya terhadap pasangannya, kerinduan yang amat, juga menceritakan pertemuan mereka.

Kitab Maleakhi

Kitab Malekahi merupakan salah satu kitab dalam Perjanjian Lama yang termasuk dalam kitab nabi-nabi kecil. Kitab ini merupakan kitab terakhir dalam Perjanjian lama. Kitab Maleakhi juga menjadi kitab terakhir dari kitab nabi-nabi kecil. Hal ini menyebabkan Maleakhi dianggap sebagai suara yang terakhir di Perjanjian Lama. Secara tradisional, Kitab ini diyakini ditulis oleh seorang yang bernama Maleakhi. Kitab ini juga membahas kembali mengenai Musa dan juga terkait dengan nabi Elia. Konteks mengenai kitab Maleakhi ini bisa dikatakan sama dengan konteks kitab Hagai. Hal ini dikarenakan Maleakhi dan Hagai mempunyai kurun waktu yang dekat.

Kitab Raja-raja

Kitab Raja-raja (bahasa Ibrani: Sepher M'lakhim, ספר מלכים) merupakan bagian dari Tanakh (Alkitab Ibrani) dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani, kitab ini diduga dipisahkan menjadi dua bagian dari versi aslinya dalam bahasa Ibrani, menjadi:

Kitab Samuel

Kitab Raja-raja yang sekarangKedua kitab ini tergolong ke dalam Kitab Nabi-nabi Awal.

Di kemudian hari, karena keputusan redaksional, kitab Samuel dan Raja-raja itu dibagi menjadi seluruhnya empat kitab:

1 Samuel

2 Samuel

1 Raja-Raja

2 Raja-RajaKitab Raja-raja (1 Raja-Raja dan 2 Raja-Raja) yang terdapat dalam Tanakh memuat pandangan Alkitab terhadap sejarah bangsa Israel sejak kisah hari tua dan kematian Daud sampai kepada pelepasan keturunannya, raja Yoyakhin dari penjara di Babel, meliputi periode sekitar 400 tahun (~.960-560 SM). Kitab ini menutup serangkaian kitab-kitab sejarah yang dimulai dari Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim dan Kitab Samuel, yang membentuk bagian dalam Alkitab Ibrani yang dinamakan Kitab Nabi-nabi Awal. Rangkaian ini sering dirujuk sebagai "Sejarah Deuteronomistik" (Deuteronomistic history), suatu bagian tulisan yang, menurut para ahli, dibuat untuk memberikan penjelasan teologis mengenai "Kejatuhan Yerusalem" (~ tahun 587 SM) yang merupakan kehancuran Kerajaan Israel di tangan tentara Babel pada tahun 586 SM dan dasar bagi kepulangan dari pembuangan ke Babel.Kitab Raja-raja ditulis sebagai kitab sejarah, tetapi juga mencampurkan legenda, cerita rakyat, kisah mujizat dan ada anggapan "kisah khayalan", dalam suatu tawarikh, dengan tujuan utama untuk menjelaskan apa yang terjadi berdasarkan nilai kebenaran ilahi, sehingga lebih tepat dibaca sebagai pustaka teologi dalam bentuk kitab sejarah.

Kitab Ulangan

Kitab Ulangan adalah kitab kelima daripada tanakh dan juga kitab Taurat. Dalam bahasa Ibrani, disebut sebagai Devarim ("kata-kata"), dari kalimat permulaan "Eleh ha-devarim."

Dalam beberapa bahasa di Eropa, kitab ini disebut Deuteronomium, dari bahasa Latin yang mengambilnya dari septuaginta dalam bahasa Yunani: Δευτερουόμιου. Sebenarnya hal ini merupakan kesalahan alih bahasa dari aslinya dalam bahasa Ibrani dari pasal 17:18;

“Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.” Oleh penulis septuaginta hal ini diterjemahkan menjadi: “menulis untuk dirinya salinan hukum ini”. Tetapi kesalahan ini tidak terlalu parah. Penanggalan kitab Ulangan terjadi dalam beberapa periode sejak masa Musa sampai pada masa pembuangan, kira-kira abad ke-8 sampai ke-7 sM.Kitab Ulangan terdiri dari serangkaian khotbah-khotbah yang diucapkan Musa di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab. Mereka berhenti di situ sesudah mengakhiri perjalanan panjang lewat padang gurun dan sebelum masuk ke Kanaan untuk menduduki negeri itu.

Kitab Yesaya

Kitab Yesaya merupakan salah satu bagian dalam Perjanjian Lama. Penamaan kitab ini didasarkan pada seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan s.M.. Nama Yesaya diambil dari bahasa Ibrani: ישׁעיהו Yeshayahu atau Yəša‘ăyāhû, yang berarti “Penyelamatan Yahweh”.

Seluruh kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:

Pasal 1-39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Tuhan. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Tuhan dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Tuhan akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan Tuhan. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.

Pasal 40-55 ditujukan kepada orang-orang Yehuda akan hidup dalam pembuangan di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Tuhan membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Tuhan itu Tuhan yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang "Hamba Tuhan" merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.

Pasal 56-66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Tuhan akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia.Para pakar studi Biblika memberikan nama yang berbeda-beda untuk masing-masing dari ketiga bagian kitab ini. Pasal 1-39 dinamai Proto-Yesaya, pasal 40-55 dinamai Deutero-Yesaya, dan pasal 56-66 dinamai Trito-Yesaya. Mereka juga menduga bahwa masing-masing bagian itu ditulis oleh penulis yang berlainan pula. Namun, dugaan ini sekarang sudah dianggap tidak tepat lagi dengan ditemukannya "Gulungan Yesaya Besar" di antara Gulungan Laut Mati. Gulungan itu memuat seluruh Kitab Yesaya dalam bahasa Ibrani secara lengkap dan diperkirakan ditulis pada tahun 125 SM. Karena ini merupakan salinan lengkap dan tidak ditemukan salinan sebagian, maka para ahli percaya bahwa kitab aslinya telah ditulis lengkap jauh sebelumnya, yaitu sebelum pembuangan, dan disalin terus semasa pembuangan sampai sekembalinya ke tanah Israel lagi.

Kitab Yunus

Kitab Yunus adalah kitab kelima dalam kumpulan kitab yang disebut Nabi-nabi Kecil dalam Perjanjian Lama. Yunus dipanggil oleh Tuhan (Yahweh) melalui Firman-Nya, yang berarti mau tidak mau mereka berubah menjadi manusia baru.Kitab ini berbeda dengan kitab-kitab nabi lainnya karena kitab ini tidak berisi ucapan-ucapan sang nabi kepada Israel, melainkan menceritakan pengalaman Nabi Yunus, ketika ia mencoba menghindari perintah Tuhan,tetapi akhirnya berangkat untuk menyampaikan perayaan Tuhan kepada penduduk Kota Niniwe.Dalam bahasa Ibrani, Yunus disebut Yonah yang berarti “merpati”. Nama ayahnya adalah Amitai yang berarti kebenaran Allah. Tokoh Yunus sendiri didasarkan pada tokoh yang dikenal hidup pada masa pemerintahan Yerobeam II (786-746 SM). Raja ini memperluas perbatasan negerinya dari Hamat sampai Laut Mati. Dalam Perjanjian Lama, Yunus bin Amittai disebutkan di luar kitab Yunus sendiri hanya sekali yakni dalam 2 Raja-raja 14:25 (untuk informasi lebih jauh tentang tokoh ini sendiri, lihat artikel Yunus). Kitab ini sendiri kemungkinan disunting pada masa pasca-pembuangan (setelah 530 SM) dan didasarkan pada tradisi lisan yang telah diturunkan sejak abad ke-8 SM. Yunus dianggap sebagai salah seorang nabi kecil karena buku aslinya ditulis bersama-sama dengan kitab-kitab kenabian lainnya yang lebih kecil dalam sebuah gulungan saja (yang juga dikenal sebagai "Kitab yang Duabelas").Sebagai bagian dari Perjanjian Lama, kitab ini terdapat dalam Tanakh Yahudi dan Alkitab Kristen. Kisahnya mempunyai sejarah penafsiran yang menarik dan telah menjadi cerita termasyhur melalui cerita-cerita populer anak-anak. Dalam Yudaisme kitab ini adalah Haftarah untuk dibaca pada sore hari pada perayaan Yom Kippur karena kisahnya sendiri menceritakan kesediaan Allah untuk mengampuni mereka yang bertobat.

Nabi-nabi Kecil

Nabi-nabi Kecil atau Kedua Belas Nabi adalah sekelompok nabi Ibrani yang masing-masing kitab nubuatnya dikumpulkan menjadi Kitab Kedua Belas Nabi dalam Kitab Suci Ibrani dan bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dua belas orang dihubungkan namanya dengan kitab-kitab dalam bagian ini yang dalam bahasa Aram juga dikenal dengan nama Trei Asar (bahasa Aram: תרי עשר‎, "dua belas").

Istilah "kecil" di sini merujuk kepada panjang kitab-kitab tersebut, bukan kedudukannya yang penting atau tidak. Lihat Nabi-nabi Besar untuk kitab-kitab kenabian yang lebih panjang di dalam Alkitab dan Tanakh.

Dalam Kitab Suci Ibrani tulisan-tulisan para nabi kecil ini dianggap sebagai satu kitab, sementara dalam Alkitab Kristen masing-masing dianggap sebagai kitab yang terpisah. Keduabelas kitab yang tergolong dalam "Nabi-nabi Kecil" dalam Kitab Suci Ibrani dan Kristen Barat adalah sebagai berikut:

Hosea

Yoël

Amos

Obaja

Yunus

Mikha

Nahum

Habakuk

Zefanya

Hagai

Zakharia

MaleakhiSeptuaginta yang digunakan oleh Gereja-gereja Timur (Ortodoks), menyusunnya dalam urutan berikut: Hosea, Amos, Mikha, Yoël, Obaja, Yunus, dan sisanya seperti di atas. Kitab Nabi-nabi Kecil juga ditempatkan sebelum Nabi-nabi Besar.

Nevi'im

Nevi'im, juga ditulis Nebiim (bahasa Ibrani: נְבִיאִים Nəḇî'îm, "Nabi-nabi", "Para nabi"), merupakan bagian utama yang kedua dari Alkitab Ibrani (Tanakh), di antara Torah (pengajaran) dan Ketuvim (tulisan-tulisan).

Nevi'im dibagi menjadi dua bagian:

Para Nabi Awal (Nevi'im Rishonim נביאים ראשונים), yang berisi kitab Yosua hingga Raja-raja.

Para Nabi Akhir/Belakangan (Nevi'im Aharonim נביאים אחרונים), yang memuat nubuat-nubuat yang kebanyakan ditulis dalam bentuk puisi Alkitab.Para akademisi menduga banyak dari tulisan-tulisan Para Nabi Akhir yang lebih lama daripada kisah-kisah Para Nabi Awal, yang mana mendahuluinya dalam kanon, dan pengaruhnya sangat besar terhadap arah dan perkembangan agama Ibrani. Para Nabi Akhir juga memberikan pengaruh luas terhadap aktivitas sosial, politik, dan sastra dalam budaya-budaya di luar Yudaisme.

Zefanya

Artikel ini membahas Nabi Zefanya. Untuk sebuah Kitab dalam Perjanjian Lama, lihat Kitab ZefanyaZefanya atau Tzfanya (צְפַנְיָה "TUHAN tersembunyi" atau "Terselubung dari TUHAN", Ibrani Standar Ẓəfanya, Ibrani Tiberias Ṣəp̄anyāh) adalah nama beberapa tokoh dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Tanakh Yahudi. Ia juga disebut Sophonias seperti dalam New Catholic Encyclopaedia dan dalam Easton's [Bible] Dictionary.

Nama ini berarti "Tuhan telah menyembunyikan", atau "Tuhan dari kegelapan".

Dalam the kalender liturgi Gereja Ortodoks Timur, hari rayanya jatuh pada 3 Desember.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.