Tanah longsor

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:

  • erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
  • lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
  • gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
  • gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
  • getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
  • berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju
Peringatan bahaya longsor.JPG&filetimestamp=20150111000439&
Papan peringatan bahaya longsor di kawasan wisata air panas Cangar, Batu
Landslide animation San Matteo County
Simulasi komputer longsor di California, AS, Januari 1997

Referensi

  • (Inggris) Teks draft pertama berasal dari USGS fact sheet, domain umum
12 Desember

12 Desember adalah hari ke-346 (ke-347 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian dengan 19 hari menjelang akhir tahun.

23 Februari

23 Februari adalah hari ke-54 dalam kalender Gregorian.

6 Desember

6 Desember adalah hari ke-340 (atau ke-341 dalam tahun kabisat) pada kalender Gregorian dengan 25 hari menjelang akhir tahun.

Banjir bandang dan Longsor Tieng

Longsor Tieng terjadi pada 18 Desember 2011 di Tieng, Kejajar, Wonosobo. Longsor dan banjir bandang terjadi pada pukul 13.30 WIB pada hari Minggu, 18 Desember 2011 yang meliputi Dusun Sidorejo RT 01 dan 02 RW VIII, Desa Tieng. Banjir lumpur mengakibatkan 13 rumah hanyut dan 7 rumah mengalami rusak berat serta membuat 11 warganya hanyut terbawa derasnya banjir.Jumlah korban tewas akibat longsor dan banjir bandang berjumlah sepuluh orang, sementara dua orang lainnya masih dinyatakan hilang. Pencarian korban longsor dan banjir bandang dilakukan hingga wilayah Waduk Mrica, Banjarnegara, karena para korban diindikasikan hanyut terbawa arus Sungai Serayu hingga wilayah Banjarnegara.

Batu Gajah, Sirimau, Ambon

Batu Gajah adalah sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Indonesia. Batu Gajah adalah daerah yang terkena dampak banjir dan tanah longsor paling parah dan dibeberapa titik di Batu Gajah, tanahnya retak dan terbelah

Bencana alam di Indonesia sejak tahun 2004

Berikut ini adalah kronologi bencana alam di Indonesia. Salah satu bencana alam yang paling besar yang menimpa kawasan Indonesia adalah Tsunami Aceh 2004. Antara tahun 2009 hingga 2010 bencana yang paling sering terjadi di Indonesia adalah banjir, longsor, gempa bumi, dan tsunami. Selain itu letak geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik menyebabkan negara ini rentan terhadap gunung meletus. Selain itu Indonesia adalah negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia Rata-rata setiap tahun terdapat sebuah gunung berapi yang meletus di Indonesia.

Berikut adalah kronologi bencana alam di Indonesia yang menimbulkan korban jiwa mulai dari yang paling akhir terjadi.

Daftar Bupati Bogor

Berikut ini adalah Daftar Bupati Kabupaten Bogor dari masa ke masa.

Catatan

Gempa bumi Bali 1917

Gempa bumi Bali 1917 terjadi pada pukul 06:50 waktu setempat pada tanggal 21 Januari. Gempa ini diperkirakan berkekuatan 6,6 dan memiliki intensitas IX (Violent) pada skala intensitas Mercalli. Gempa ini menyebabkan kerusakan yang luas di seluruh Bali, terutama di bagian selatan pulau. Gempa ini memicu banyak tanah longsor, yang menyebabkan 80% dari 1.500 korban jiwa.

Gempa bumi Papua 1976

Gempa bumi Papua 1976 terjadi 25 Juni 1976 di Papua. Kekuatan gempa 7,1 skala richter yang mengakibatkan 422 orang tewas termasuk 70 orang yang disebabkan tanah longsor.

Gunung Gumitir

Gunung Gumitir (dialek Jawa: gumitèr) merupakan sebuah gunung yang terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi, lebih tepatnya antara kecamatan Silo dengan kecamatan Kalibaru, Provinsi Jawa Timur. Gunung ini terkadang juga disebut dengan nama Gunung Mrawan (bukan desa Mrawan).

Sejak zaman dulu, jalan raya di Gunung Gumitir telah menjadi jalur penghubung terpendek antara Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Gunung Gumitir dipilih sebagai jalur penghubung, karena memiliki ketinggian paling rendah di antara deretan pegunungan yang lain, dari Gunung Raung (utara) hingga Gunung Kidul (selatan).

Lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.

Longsor Jemblung 2014

Longsor Jemblung 2014 adalah Tanah longsor yang terjadi pada 12 Desember 2014 di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tanah longsor terjadi di lereng utara Bukit Telaga Lele sekitar pukul 17:30 WIB dan menimpa satu dusun yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 kepala keluarga (KK).. Sebanyak 15 orang selamat dalam kondisi luka-luka serta 108 orang tewas terkubur diantaranya 95 orang ditemukan dan 13 orang dinyatakan hilang.

Longsor Tenjolaya 2010

Longsor Tenjolaya adalah longsor yang terjadi pada 23 Februari 2010 di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat. Lokasi longsor meliputi 3 RT dari 15 RT di RW 18. Longsor ini menimbun 50 rumah bedeng milik buruh, longsor juga menimbun satu pabrik pengolahan teh, satu gedung olahraga, satu koperasi karyawan, satu puskesmas pembantu, dan satu masjid.Jumlah korban jiwa, akibat longsor berjumlah 45 orang, terdiri dari 12 orang laki-laki, 21 orang perempuan, dan 12 orang anak-anak berdasarkan dari data pengaduan dari masyarakat yang kehilangan anggota keluarga kepada posko penanganan bencana longsor. Para korban selamat longsor Tenjolaya mengungsi keberbagai tempat, diantaranya di Desa Sugihmukti, Pasirjambu, Cisondari, dan Tenjolaya di Kecamatan Pasirjambu, dan juga di Desa Rancabali dan Rawabogo Kecamatan Ciwidey.Pencarian korban longsor akan dilakukan hingga jam 12.00 pada 1 Maret 2010, apabila tidak ditemukan kembali korban longsor, maka lokasi longsor akan dijadikan kuburan massal.

Pengungsi

Pengungsi adalah seseorang atau sekelompok orang yang meninggalkan suatu wilayah guna menghindari suatu bencana atau musibah. Bencana ini dapat berbentuk banjir, tanah longsor, tsunami, kebakaran, dan lain sebagainya yang diakibatkan oleh alam. Dapat pula bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia secara langsung. Misalnya perang, kebocoran nuklir, dan ledakan bom. Setiap pengungsi biasanya ditempatkan di sebuah tempat penampungan untuk memudahkan para relawan mengurusi dan menolong mereka. Lama pengungsi berada di sebuah tempat penampungan tidak dapat diprediksi. Tergantung dari kondisi atau situasi itu sendiri. Biasanya pengungsi diurus oleh pemerintah setempat, tetapi itu tidak menutup kemungkinan para relawan datang untuk membantu.

Penusupan, Sruweng, Kebumen

Penusupan adalah desa di kecamatan Sruweng, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Penusupan mempunyai luas wilayah 179,74 Hektar (Ha) dengan junlah penduduk mencapai 1.567 Jiwa. Jarak Desa Penusupan dengan pusat kecamatan yakni 8 Km dengan waktu tempuh sekitar 21 menit menggunakan roda dua. Sedangkan dari pusat Kabupaten Kebumen berjarak 14 Km dengan waktu tempuh sekitar 32 menit melalui pusat Kecamatan Sruweng.

SABO

Sabo berasal dari bahasa Jepang yang berarti pertahanan terhadap aktivitas bumi. Kata ini memang agak sulit dijelaskan secara singkat. Untuk lebih jelasnya, kata sabo (shabo) berarti "Ketika terjadi tanah longsor, baik itu disebabkan oleh air hujan, gempa bumi maupun letusan gunung berapi atau mencairnya salju, maka tanah longsor tersebut akan merusakkan pemukiman penduduk dan prasarana kehidupan lainnya sehingga mengganggu aktivitas manusia. Sabo ini mengacu kepada usaha untuk mengontrol sedimen sehingga gangguan seperti yang dijelaskan di atas dapat dicegah.

Dalam bahasa lainpun kata SABO ini susah diterjemahkan secara singkat. Misalnya dalam bahasa Jerman, SABO diterjemahkan menjadi Wildbachverbauung yang berarti mengukur untuk menanggulangi efek merusak dari banjir, dalam hal ini tidak menyinggung tanah longsor.

Stasiun MRT Bukit Batok

Stasiun MRT Bukit Batok (kode:NS2) adalah stasiun struktur melayang Jalur Utara Selatan di Singapura, dan selama enam tahun pernah menjadi bagian dari Jalur Cabang (Branch Line) sampai terhubung ke Woodlands. Stasiun ini melayani penduduk di Bukit Batok. Di stasiun ini terdapat jaringan supermarket NTUC Fairprice.

Tanah Longsor Oso 2014

Tanah Longsor Oso adalah sebuah bencana tanah longsor yang terjadi pada 22 Maret 2014 di sebelah timur kota Oso, Washington, Amerika Serikat. Bencana ini memakan korban tewas sebanyak 24 orang dan 22 orang dinyatakan hilang . Bencana ini terjadi akibat longsornya tebing di sekitar Sungai Stillaguamish . Bencana ini merupakan bencana tanah longsor yang cukup mematikan di Amerika .

Terusan Panama

Terusan Panama adalah terusan yang memotong tanah genting Panama sepanjang 82 km, memotong Amerika Utara dan Amerika Selatan serta menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. Terusan ini memotong waktu tempuh kapal laut karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan.

Rencana pembangunan terusan ini sudah mulai muncul pada tahun 1500-an namun baru dibuka pada 15 Agustus 1914. Walaupun pembangunannya dilanda berbagai masalah seperti penyakit malaria, demam kuning, bencana tanah longsor, dan kekurangan air, terusan ini telah membantu 800.000 kapal menyeberang sejak pembukaannya atau 12.000 kapal per tahun.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.