Suku Briton

Suku Briton (kadang disebut Brython atau Britania) adalah Suku Kelt yang tinggal di Britania Raya sejak Zaman Besi sampai Abad Pertengahan Awal.[1] Mereka menuturkan bahasa Kelt Insular yang dikenal sebagai bahasa Britania atau Brython. Mereka menempati selatan Britania di sekitar Firth of Forth; setelah abad ke-5, suku Briton bermigrasi ke Eropa daratan, tempat mereka mendirikan pemukiman Brittany di Prancis dan Britonia di tempat yang kini dikenal sebagai Galicia, Spanyol.[1] Hubungan mereka dengan suku Pict di utara Prancis menjadi topik dari banyak diskusi, meskipun kebanyakan sejarawan menerima bahwa bahasa Pict pada masa itu merupakan bahasa Bryton yang berkaitan, tetapi berbeda, dengan bahasa Britania.[2]

Bukti terawal mengenai suku Briton dan bahasa mereka dalam bukti historis bertanggal pada Zaman Besi.[1] Setelah penaklukan Romawi pada tahun 43 M, Budaya Romawi-Britania mulai berkembang. Akan tetapi, dengan munculnya pemukiman Anglo-Saxon pada abad ke-5, budaya dan bahasa suku Briton mulai terpecah-pecah. Pada abad ke-11 keturunan-keturunan suku Briton telah terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok, dan secara umum dipisah-pisah menjadi Suku Wales, Suku Cornish, Suku Breton, dan suku Hen Ogledd ("Utara Kuno"). Bahasa Britania berkembang menjadi rumpun bahasa terpisah, yaitu bahasa Wales, bahasa Cornish, bahasa Breton, dan bahasa Cumbric.[1]

Map Gaels Brythons Picts GB
Britania Raya pada paruh kedua abad ke-5 M - antara penarikan mundur Romawi dan pendirian kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon.
  Daerah Goidelic.
  Daerah Pict.
  Daerah Brython.

Catatan kaki

  1. ^ a b c d Koch, hlm. 291–292.
  2. ^ Forsyth, hlm. 9.

Referensi

  • Forsyth, Katherine (1997). Language in Pictland (PDF). De Keltische Draak. ISBN 90-802785-5-6.
  • Koch, John T. (2006). Celtic Culture: A Historical Encyclopedia. ABC-CLIO.

Pranala luar

Anak-anak hijau dari Woolpit

Anak-anak berkulit hijau dikisahkan muncul di Woolpit di Suffolk, Inggris, sekitar abad ke-12, kemungkinan selama masa pemerintahan Raja Stephen. Anak-anak tersebut, laki-laki dan perempuan, secara umum berpenampilan biasa kecuali kulitnya yang berwarna hijau. Mereka berbicara dalam bahasa yang tidak diketahui, dan hanya mau memakan kacang hijau. Akhirnya mereka belajar makan makanan lainnya dan warna hijau kulit mereka memudar, namun si anak lelaki menjadi sakit-sakitan dan meninggal tak lama setelah mereka dibaptis. Anak yang perempuan memulai hidup barunya, tetapi ia dianggap "agak bebas dan serampangan dalam bertingkah." Setelah ia belajar berbahasa Inggris, si anak perempuan menjelaskan bahwa ia dan saudaranya berasal dari Negeri St Martin, dunia bawah tanah yang penghuninya berwarna hijau.

Catatan agak kontemporer hanya terkandung dalam Chronicum Anglicanum karya Ralph dari Coggeshall dan Historia rerum Anglicarum karya William dari Newburgh, masing-masing ditulis sekitar tahun 1189 dan 1220. Antara masa itu dan penemuan kembali kisah itu pada pertengahan abad ke-19, anak-anak berkulit hijau tampaknya hanya muncul dalam karya Uskup Francis Godwin, The Man in the Moone, yang menceritakan catatan William dari Newburgh.Dua pendekatan telah mendominasi penjelasan tentang kisah anak-anak hijau: bahwa itu adalah cerita rakyat yang menggambarkan perjumpaan khayalan dengan penghuni dari dunia lain, kemungkinan dari bawah tanah atau bahkan kehidupan dari luar angkasa, atau itu merupakan kisah peristiwa sejarah yang diputarbalikkan. Kisah itu diakui sebagai kisah fantasi ideal oleh penyair anarkis dan kritikus Herbert Read dalam English Prose Style karyanya, diterbitkan tahun 1931. Kisah itu memberi inspirasi dalam satu-satunya novel karyanya, The Green Child, ditulis tahun 1934.

Antedios

Antedios merupakan seorang penguasa kuno Iceni, Suku Briton yang menghuni wilayah yang sekarang adalah Norfolk di Britania dari sekitar abad ke-1 SM sampai 1 M.

Antedios berkuasa pada tahun 25 M, menggantikan pemimpin Iceni, Can. Bukti menunjukkan bahwa Antedios tetap netral di dalam serangan Romawi ke Britania pada tahun 43 M, yang kemudian dibuat sebagai klien Roma. Antedios mencetak koin-koin dengan namanya sendiri, namun kemudian ditarik dari peredaran, kemungkinan atas desakan dari para bangsawan Icenia. Ia kemudian mencetak koin-koin yang berukiran "ECEN" yang mengacu pada nama suku.

Ditafsirkan bahwa Antedios meninggal sebelum akhir Perang Icenia pada tahun 47 M, karena setelah perang, kekuasaan diserahkan kepada pemimpin pro-Romawi Prasutagus, dan kabar Antedios tidak pernah terdengar lagi.

Bangsa Sachsen

Bangsa Saxon (bahasa Latin: Saxones, bahasa Inggris Lama: Seaxe, bahasa Saxon Lama: Sahson, bahasa Jerman Hilir: Sachsen) adalah konfederasi suku-suku Jermanik di dataran Jerman utara, beberapa di antaranya bermigrasi ke Britania Raya pada Abad Pertengahan dan menjadi bagian dari kelompok gabungan Anglia-Saxon yang di kemudian hari mempelopori berdirinya Kerajaan Inggris bersatu yang pertama.Bangsa Saxon merupakan suku bangsa Ingaevones, yang diketahui pertama kali menempati wilayah di Albingia Utara, sebuah wilayah yang kini menjadi Holstein modern. Area ini tumpang-tindih dengan wilayah suku Anglia, suatu suku yang berkaitan erat dengan bangsa Saxon. Bangsa Saxon turut serta dalam pemukiman Jermanik di Britania selama dan setelah abad ke-5 M. Tak diketahui berapa banyak yang bermigrasi dari Eropa daratan ke Britania, meskipun perkiraaan jumlah total para pemukim Anglia-Saxon adalah sekitar dua ratus ribu orang. Selama Abad Pertengahan, karena rute perdagangan Hansa dan migrasi kontingen, bangsa Saxon bercampur dengan dan memberi pengaruh kuat terhadap bahasa dan kebudayaan bangsa Jermanik Utara, bangsa Baltik, dan bangsa Fin, serta terhadap bangsa Slav Polab dan bangsa Slav Barat Pomerania.

Ceawlin dari Wessex

Ceawlin (juga disebut Ceaulin dan Caelin, meninggal skt. 593) merupakan seorang Raja Wessex. Ia diduga adalah putra Cynric dan cucu Cerdic dari Wessex, yang digambarkan oleh Sejarah Anglo-Saxon sebagai pemimpin pertama bangsa Sachsen yang datang ke wilayah yang kemudian menjadi Wessex. Ceawlin giat selama tahun-tahun terakhir perluasan Anglo-Saxon, dengan sedikit Inggris Selatan yang tersisa dalam kendali pribumi suku Briton pada saat kematiannya.

Gododdin

Gododdin (pelafalan Wales: [ɡɔˈdɔðin]) merupakan suku Briton yang berbahasa P-Keltik yang bermukim di timur laut Britania, wilayah tersebut dikenal sebagai Hen Ogledd atau Utara kuno (Skotlandia tenggara modern dan Inggris timur laut), pada zaman sub-Romawi. Suku tersebut merupakan keturunan dari Votadini, mereka dikenal sebagai subjek puisi Wales pada abad ke-6, Y Gododdin, yang mengenang Pertempuran Catraeth dan dikaitkan dengan Aneirin.

Nama Gododdin adalah bentuk Wales Modern, tetapi nama itu muncul dalam bahasa Wales kuno sebagai Guotodin dan berasal dari nama suku Votadini yang dicatat dalam sumber-sumber klasik, seperti dalam teks-teks Yunani dari zaman Romawi.

Inggris

Untuk negara berdaulat bernama Britania Raya yang juga sering merujuk ke Inggris, lihat Britania Raya.Inggris (bahasa Inggris: England) adalah sebuah negara yang merupakan bagian dari Britania Raya. Negara ini berbatasan dengan Skotlandia di sebelah utara dan Wales di sebelah barat, Laut Irlandia di barat laut, Laut Keltik di barat daya, serta Laut Utara di sebelah timur dan Selat Inggris, yang memisahkannya dari benua Eropa, di sebelah selatan. Sebagian besar wilayah Inggris terdiri dari bagian tengah dan selatan Pulau Britania Raya di Atlantik Utara. Inggris juga mencakup lebih dari 100 pulau kecil seperti Isles of Scilly dan Isle of Wight.

Wilayah yang saat ini bernama Inggris pertama kali dihuni oleh manusia modern selama periode Paleolitikum, tetapi nama England ini berasal dari kata Angles, yang merupakan salah satu suku Jermanik yang menetap di sana pada abad ke-5 dan ke-6. Inggris menjadi negara yang bersatu pada tahun 927 M, dan sejak Zaman Penjelajahan yang dimulai pada abad ke-15, Inggris telah memberikan pengaruh budaya dan hukum yang signifikan ke berbagai belahan dunia. Bahasa Inggris, Gereja Anglikan, dan hukum Inggris-yang menjadi dasar sistem hukum umum bagi negara lain di seluruh dunia-berasal dan dikembangkan di Inggris, dan sistem parlementer negara ini juga telah banyak diadopsi oleh negara-negara lain. Revolusi Industri yang dimulai pada abad ke-18 menjadikan Inggris sebagai negara industri pertama di dunia. Royal Society Inggris juga berperan penting dalam meletakkan dasar-dasar sains eksperimental modern terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.Topografi Inggris sebagian besar terdiri dari perbukitan dan dataran rendah, terutama di Inggris bagian tengah dan selatan. Dataran tinggi terdapat di bagian utara (misalnya, pegunungan Danau District, Pennines, serta Yorkshire Dales) dan di barat daya (misalnya Dartmoor dan Cotswolds). Ibu kota Inggris dahulunya adalah Winchester, kemudian digantikan oleh London pada tahun 1066. Saat ini London merupakan daerah metropolitan terbesar di Britania Raya dan zona perkotaan terbesar di Uni Eropa berdasarkan luas wilayah. Penduduk Inggris berjumlah sekitar 53 juta jiwa, atau sekitar 84% dari total populasi Britania Raya, sebagian besarnya terkonsentrasi di London, Inggris Tenggara, dan kawasan-kawasan konurbasi di Midlands, Barat Laut, Timur Laut dan Yorkshire, masing-masing wilayah ini dikembangkan sebagai daerah industri utama selama abad ke-19. Sedangkan kawasan padang rumput terdapat di luar wilayah kota-kota besar.

Kerajaan Inggris (setelah tahun 1284 juga termasuk Wales) adalah sebuah negara berdaulat sampai tanggal 1 Mei 1707. Kemudian Undang-Undang Kesatuan yang menyatakan bahwa Kerajaan Inggris dan Kerajaan Skotlandia disatukan secara politik untuk membentuk Kerajaan Britania Raya disahkan pada tahun 1707. Pada tahun 1801, Britania Raya bersatu dengan Kerajaan Irlandia dengan disahkannya Undang-Undang Kesatuan 1800 dan kemudian namanya berganti menjadi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia. Pada tahun 1922, Negara Bebas Irlandia berdiri sebagai suatu domini yang terpisah, tetapi enam county di Irlandia Utara tetap memilih untuk menjadi bagian dari Britania Raya, yang kemudian namanya diubah lagi menjadi Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara, yaitu konteks negara Britania Raya yang dikenal hingga sekarang ini.

London

London (/ˈlʌndən/) adalah ibu kota Inggris dan Britania Raya, merupakan wilayah metropolitan terbesar di Britania Raya dan juga zona perkotaan terbesar di Uni Eropa menurut luas wilayah. Berlokasi di sepanjang Sungai Thames, London telah menjadi permukiman utama selama dua milenium sejak didirikan oleh Romawi pada abad ke-1 dengan nama Londinium. Pusat dari London kuno, yaitu City of London, sebagian besar masih tetap mempertahankan batas-batas abad pertengahannya. Sejak abad ke-19, nama London juga digunakan untuk menyebut kota metropolitan yang berkembang di sekitar pusat ini. Konurbasi dari wilayah-wilayah urban ini pada akhirnya membentuk Region London dan wilayah administratif London Raya. Wilayah ini diatur dan dibawahi oleh wali kota London dan Majelis London yang dipilih melalui pemilihan umum.London adalah kota global terkemuka yang unggul dalam bidang seni, bisnis, pendidikan, hiburan, mode, keuangan, kesehatan, media, layanan profesional, penelitian dan pengembangan, pariwisata, serta transportasi. London, bersama dengan New York City, merupakan pusat keuangan terkemuka di dunia, dan menjadi kota dengan PDB terbesar kelima di dunia, atau yang tertinggi di Eropa. Kota ini dikatakan sebagai pusat kebudayaan dunia. London juga menjadi kota yang paling sering dikunjungi, dan tercatat sebagai kota dengan bandar udara tersibuk di dunia berdasarkan lalu lintas penumpang internasional. 43 universitas di London membentuk konsentrasi pendidikan tinggi terbesar di Eropa. Pada tahun 2012, London menjadi kota pertama yang telah menjadi tuan rumah penyelenggara Olimpiade Musim Panas modern sebanyak tiga kali.London terdiri dari beragam masyarakat dan budaya dengan lebih dari 300 bahasa dituturkan oleh berbagai etnis. Pada bulan Maret 2011, London tercatat berpenduduk sebanyak 8.174.100 jiwa, atau sekitar 12,5% dari populasi Britania Raya secara keseluruhan. Hal ini menjadikan London sebagai kota terbesar di Uni Eropa menurut jumlah populasi. Kawasan perkotaan London Raya juga menjadi kawasan urban terbesar kedua (setelah Paris) di Uni Eropa dengan jumlah penduduk 8.278.251 jiwa, sedangkan kawasan metropolitan London adalah yang terbesar di Uni Eropa dengan populasinya yang diperkirakan mencapai 12 hingga 14 juta jiwa. Sebelumnya, London juga pernah menjadi kota dengan populasi terbesar di dunia pada periode 1831-1925.London memiliki empat Situs Warisan Dunia, yaitu: Menara London; Kebun Botani Kew; komplek situs bersejarah yang terdiri dari Istana Westminster, Westminster Abbey dan Gereja St. Margaret; serta permukiman bersejarah Greenwich (tempat Observatorium Kerajaan menandai meridian utama, yaitu 0° garis bujur, dan GMT). Markah tanah terkenal London yang lainnya di antaranya Istana Buckingham, Mata London, Katedral Santo Paulus, Piccadilly Circus, Jembatan Menara, Stadion Wembley, Jembatan London, dan Trafalgar Square. London juga merupakan lokasi dari berbagai museum, galeri, perpustakaan, acara olahraga, dan institusi kebudayaan lainnya, termasuk British Museum, Museum Maritim Nasional, Perpustakaan Britania, Galeri Nasional, Tate Modern, Wimbledon, dan 40 Teater West End. London Underground merupakan jaringan kereta api bawah tanah tertua di dunia, serta yang terluas kedua setelah Shanghai Metro.

Sub-Britania Romawi

Sub-Britania Romawi merupakan sebuah periode transisi dalam sejarah Inggris dan Wales yang mencakup akhir zaman kuno dan awal Abad Pertengahan. Ungkapan bahasa Inggris Sub-Roman Britain digunakan terutama dalam konteks arkeologis, untuk menunjuk budaya material penduduk Inggris pada zaman kuno.

Sejarah periode ini kurang dikenal karena kurangnya sumber tertulis. Periode ini ditandai dengan kepergian Britania Romawi dari legiun Kekaisaran Romawi Barat, pada awal abad ke-5, dan kedatangan orang-orang Jermanik, Anglo-Saxon, yang secara bertahap mengambil kendali sebagian besar wilayah Inggris. Suku Briton perlahan didorong ke utara dan barat.

Æthelflæd

Æthelflæd atau Aethelflaed (lahir kr. 870 – meninggal 12 Juni 918) adalah penguasa Mercia di daerah tengah Inggris sejak 911 hingga akhir hayatnya. Ia adalah putri sulung Raja Wessex Alfred Agung dan istrinya Ealhswith. Æthelflæd lahir pada saat puncak serangan-serangan Viking ke tanah Inggris, yang ketika itu terbagi menjadi sejumlah kerajaan. Pada 878, sebagian besar Inggris telah dikuasai bangsa Viking dari Denmark: Kerajaan Anglia Timur dan Northumbria telah ditaklukkan, dan Mercia terbagi dua, bagian timur dikuasai Viking dan bagian barat dikuasai bangsa Inggris. Namun, pada 878 Alfred mengalahkan pasukan Viking dalam sebuah pertempuran penting di Edington. Tak lama setelah itu, bagian barat Mercia jatuh ke tangan Æthelred, yang bergelar Tuan Bangsa Mercia dan menyatakan dirinya sebagai bawahan Alfred. Alfred lalu menggelari dirinya "Raja Bangsa Anglo-Saxon", mengklaim dirinya sebagai pemimpin seluruh bangsa Inggris di luar wilayah kekuasaan Viking. Pada pertengahan 880-an, Alfred memperkuat persekutuan antara Mercia dan Wessex dengan menikahkan putrinya Æthelflæd dengan Æthelred.

Æthelred berperan penting dalam melawan serangan-serangan Viking pada tahun 890an, bersama dengan adik Æthelflæd, Edward, yang kelak menjadi raja. Æthelred dan Æthelflæd memperkuat pertahanan Worcester, memberikan banyak sumbangan kepada gereja-gereja Mercia dan membangun sebuah gereja minster baru di Gloucester. Kondisi kesehatan Æthelred kemungkinan memburuk pada awal dasawarsa 900-an, dan setelah itu Æthelflæd agaknya memegang kendali pemerintahan Mercia. Edward menggantikan Alfred sebagai Raja Bangsa Anglo-Saxon pada 899, dan pada 909 ia mengirim pasukan gabungan Wessex dan Mercia untuk menyerang Danelaw (tanah Inggris yang dikuasai Viking) bagian utara. Pasukan ini pulang membawa jasad Oswald, raja dan santo Northumbria, yang kemudian ditranslasikan ke gereja baru di Gloucester. Æthelred meninggal pada 911 dan digantikan oleh Æthelflæd sebagai penguasa Mercia, dengan gelar "Puan Bangsa Mercia". Menurut sejarawan Ian Walker, jatuhnya takhta Mercia ke tangan seorang wanita ini adalah "salah satu peristiwa paling unik dalam sejarah abad pertengahan awal".

Pada tahun 910-an, Æthelflæd bersama Edward memperluas jaringan burh (kota benteng) yang dibangun Alfred. Æthelflæd membangun dan memperkuat pertahanan di berbagai kota, termasuk Bridgnorth, Tamworth, Staffordshire, Stafford, Warwick, Chirbury, dan Runcorn. Pada 917 ia mengirim tentara yang berhasil merebut Derby, kota pertama dari lima kota penting Viking di Mercia yang berhasil dikuasai kembali oleh bangsa Inggris. Peristiwa ini dianggap sebagai "kemenangan terbesar" Æthelflæd oleh sejarawan Tim Clarkson. Pada 918, Leicester menyerah kepada Æthelflæd tanpa perlawanan. Tak lama kemudian, para pemimpin Viking di Jorvik menawarkan untuk tunduk kepadanya, tetapi Æthelflæd meninggal pada 12 Juni 918 sebelum dapat menindaklanjuti tawaran tersebut. Beberapa bulan kemudian Edward menyelesaikan penaklukan daerah Mercia yang diduduki Viking. Æthelflæd digantikan oleh putrinya, Ælfwynn, tetapi pada Desember tahun yang sama Edward mengambil alih kekuasaan atas Mercia dan memindahkan Ælfwynn ke Wessex.

Para sejarawan berbeda pendapat tentang status kemerdekaan Mercia di bawah Æthelred dan Æthelflæd, tetapi kebanyakan sependapat bahwa Æthelflæd adalah pemimpin besar yang berperan penting dalam penaklukan Danelaw. Ia dipuji oleh para penulis kronik Inggris zaman Norman seperti William dari Malmesbury, yang menyebutnya "sumber kebahagiaan rakyatnya, ketakutan musuhnya, dan seorang wanita berjiwa besar." Menurut Pauline Stafford, "seperti ... Elizabeth I ia menjadi sesosok yang menakjubkan." Dalam pandangan Nick Higham, penulis abad pertengahan maupun modern amat terpikat oleh Æthelflæd sampai-sampai menyebabkan berkurangnya reputasi adiknya, Edward, di kalangan sejarawan.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.