Shasu

Shasu (Š3sw, kemungkinan diucapkanShaswe) adalah orang nomad peternak yang menghuni Levant sejak akhir Zaman Perunggu hingga awal Zaman Besi atau Periode Menengah Ketiga Mesir. Mereka terbagi ke dalam klan-klan di bawah satu kepala suku, dan digambarkan sebagai perampok yang beraksi dari Lembah Jezreel hingga Ashkelon dan Sinai.[1]

Shasu
Tawanan Shasu, relief di Madinat Habu.

Catatan kaki

  1. ^ Robert D. Miller (II.),Chieftains Of The Highland Clans: A History Of Israel In The Twelfth And Eleventh Centuries B.C., Wm. B. Eerdmans Publishing, 2005, p.95
Bahasa Ibrani Alkitabiah

Bahasa Ibrani Alkitabiah (bahasa Ibrani: עִבְרִית מִקְרָאִית Ivrit Miqra'it atau לְשׁוֹן הַמִּקְרָא Leshon ha-Miqra; bahasa Inggris: Biblical Hebrew, Ancient Hebrew, Classical Hebrew), juga disebut Bahasa Ibrani Klasik, adalah sebuah bentuk kuno (arkaik) bahasa Ibrani, sebuah bahasa yang tergolong ke dalam rumpun bahasa Semitik Kanaan yang dipakai oleh bani Israel di wilayah yang disebut sebagai tanah Israel, yang terutama terletak di sisi barat Sungai Yordan dan sisi timur Laut Tengah. Istilah "Ibrani" tak dipakai untuk nama bahasa dalam Alkitab, sebaliknya untuk menyebutnya digunakan istilah שפת כנען (sefat kena'an, artinya "bahasa Kanaan") atau יהודית (Yehudit, artinya "bahasa Yehuda" atau "bahasa Yudea"), namun istilah "bahasa Ibrani" dipakai dalam teks-teks bahasa Yunani dan Ibrani Mishnah. Bahasa Ibrani Alkitabiah cukup mudah dibaca oleh para pemakai bahasa Ibrani Modern, karena banyak unsur-unsur alkitabiah tetap dimuat dalam bahasa modern.Pemakaian bahasa ini memiliki bukti epigrafi keberadaannya sejak abad ke-10 SM, dan sebagai bahasa percakapan digunakan sampai melewati Periode Bait Suci Kedua, yang berakhir dengan pengepungan Yerusalem (tahun 70 M). Kemudian berkembang menjadi bahasa Ibrani Mishnah yang diucapkan sampai abad ke-5 M.

Habiru

Habiru atau Apiru atau Ibrani adalah nama yang diberikan oleh berbagai sumber Sumeria, Mesir, Akkadia, Het, Mitanni, dan Ugarit (dari masa sekitar sebelum 2000 SM hingga sekitar 1200 SM) kepada sekelompok orang yang hidup di daerah Mesopotamia Timur Laut dan Bulan Sabit Subur dari perbatasan Mesir di Kanaan hingga Iran. Tergantung pada sumber dan zamannya, orang-orang Habiru ini digambarkan sebagai kelompok nomaden atau setengah nomaden, pemberontak, perampok, penyamun, tentara bayaran, hamba atau budak, tenaga buruh asing, dll.

Nama Habiru dan Apiru digunakan dalam teks-teks huruf paku bahasa Akkadia. Nama yang sepadan dengan tulisan Mesir yang hanya terdiri dari konsonan tampaknya adalah `PR.W, yang secara konvensional diucapkan Apiru (W dalam bahasa Mesir menunjukkan akhiran jamak); {Contoh tentang bagaimana melihat kata ini dalam bahasa Mesir adalah: prU = pr, pr, pr // Keduanya adalah contoh dari bentuk jamak. pr juga digambarkan dengan "kaki yang berjalan", dan dengan "pr" untuk rumah, dan kombinasi dengan "r"}. Dalam catatan-catatan Mesopotamia mereka juga diidentifikasikan oleh logogram Sumeria SA.GAZ, yang tidak diketahui bagaimana pengucapannya.

Ada pula teori-teori yang menghubungkan bangsa Habiru dengan tokoh-tokoh Alkitab Eber dan Abraham. Sementara kebanyakan pakar sepakat bahwa silsilah yang ditelusuri dari Abraham didasarkan pada keyakinan budaya dan tidak memiliki landasan historis, ada pula yang merasa bahwa mungkin Eber mewakili kaitan etimologis dengan bangsa Habiru.

Ibrani

Bangsa Ibrani (Ibrani: עברים or עבריים, Tiberian ʿIḇrîm, ʿIḇriyyîm; Ibrani Modern ʿIvrim, ʿIvriyyim; ISO 259-3 ʕibrim, ʕibriyim) adalah sebuah istilah yang muncul 34 kali pada 32 ayat dari Alkitab Ibrani. Meskipun istilah tersebut bukan sebuah etnonim, istilah tersebut sebagian besar dipakai sebagai sinonim dari bangsa Israel pemakai bahasa Semitik, khususnya pada periode pra-monarki ketika mereka masih nomadik, namun beberapa orang juga menggunakannya dalam pengartian yang lebih luas, merujuk kepada Foenisia, atau suku bangsa kuno lainnya seperti suku bangsa yang dikenal sebagai Shasu dari Yhw menjelang runtuhnya Zaman Perunggu.Pada zaman Kekaisaran Romawi, istilah Hebraios dalam bahasa Yunani merujuk kepada bangsa Yahudi pada umumnya, seperti Strong's Hebrew Dictionary yang mengartikan istilah tersebut sebagai "suku bangsa manapun dari Negara Yahudi" dan pada masa-masa yang lain secara khusus merujuk kepada bangsa Yahudi yang tinggal di Yudea. Pada zaman gereja perdana, istilah Yunani Ἑβραῖος merujuk kepada Kristen Yahudi yang menentang Kristen goyim dan Yudaizer (Kisah Para Rasul 6:1 dan lain-lain). Ἰουδαία merupakan sebuah provinsi dimana Bait Allah berdiri.

Dalam bahasa Armenia, Italia, Yunani Modern, Serbia, Bulgaria Rusia, Rumania dan beberapa bahasa modern lainnya karena pengartian yang merendahkan untuk kata Yahudi, "Ibrani" adalah kata utama yang digunakan untuk menyebut Yahudi.

Istilah Ibrani juga digunakan dalam bahasa Kurdi dan sempat digunakan juga dalam bahasa Prancis.

Pertempuran Kadesh

Pertempuran Kadesh (atau Pertempuran Qadesh) adalah pertempuran yang terjadi antara pasukan Kekaisaran Mesir yang dipimpin oleh Firaun Ramesses II melawan Kekaisaran Het yang dipimpin oleh Muwatalli II. Pertempuran ini terjadi di kota Kadesh di Sungai Orontes, di tempat yang kini menjadi bagian dari Republik Arab Suriah.Pertempuran ini pada umumnya diduga terjadi pada tahun 1274 SM, dan merupakan salah satu pertempuran tertua yang tercatat dalam sejarah yang rincian mengenai taktik dan formasinya diketahui.

Pertempuran Kadesh juga kemungkinan adalah pertempuran yang melibatkan kereta perang dengan jumlah terbanyak, diperkirakan bahwa sekitar 5,000–6,000 kereta perang dikerahkan oleh kedua pihak dalam pertempuran ini.Akhir dari pertempuran ini tidak diketahui secara pasti, karena baik pihak Mesir maupun Het sama-sama mengklaim memperoleh kemenengan. Sementara itu konflik antara bangsa Mesir dan Het sendiri diselesaikan melalui sebuah kesepatan damai beberapa tahun setelah pertempuran ini. Perjanjian damai tersebut merupakan kesepakatan internasional tertulis tertua yang masih ada hingga saat ini.

Sejarah Israel kuno dan Yudea

Israel dan Yudea adalah kerajaan Zaman Besi terkait dari Levant kuno. Kerajaan Israel didirikan sebagai kekuatan lokal berpengaruh pada abad ke-9 SM sebelum jatuh ke tangan Kekaisaran Neo-Asiria pada 722 SM. Tetangga selatan Israel, Kerajaan Yudea, berdiri pada abad ke-8 SM dan menikmati masa kejayaan sebagai negara klien Asiria pertama dan kemudian Babilonia sebelum pemberontakan melawan Kekaisaran Neo-Babilonia yang berujung pada kehancurannya pada 586 SM. Setelah Babilonia jatuh ke tangan raja Persia Sirus Agung pada 539 SM, beberapa orang Yudea yang diasingkan kembali ke Yerusalem, memulai periode formatif dalam pengembangan identitas Yudea khas di provinsi Persia Yehud. Yehud dimasukkan dalam kerajaan-kerajaan Hellenistik setelah penaklukan Aleksander Agung, namun pada abad ke-2 SM, bangsa Yudea memberontak terhadap Kerajaan Seleukia dan membuat kerajaan Hasmonean. kerajaan tersebut, yang menjadi kerajaan Yudea independen secara nominal terakhir, berakhir pada 63 SM saat ditaklukan oleh Pompey dari Roma. Dengan pembentukan kerajaan-kerajaan klien di bawah kekuasaan Dinasti Herodian, Kerajaan Israel dihadapai dengan gangguan-gangguan sipil yang terjadi dalam Perang Romawi-Yahudi Pertama, penghancuran Bait Allah, munculnya Yudaisme Rabbinik dan Gereja Perdana.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.