Sejarah Yahudi

Sejarah Yahudi adalah sejarah bangsa, agama dan budaya Yahudi.

Sejarah Yahudi meliputi periode awal Yahudi, masa pembuangan, hingga pendirian negara Israel dan sejarah Yahudi sekarang (abad ke-21).

Chronology of Israel eng
Map Israel Judea 926 BC-fr
Kerajaan Israel dan Judah tahun 926 SM

Pranala luar

Antiquitates Iudaicae

Antiquitates Iudaicae (judul bahasa Latin; bahasa Yunani: Ιουδαϊκή Αρχαιολογία, Ioudaikē Archaiologia; bahasa Inggris: Antiquities of the Jews, juga Judean Antiquities, dapat diartikan "Sejarah Kuno Orang Yahudi" atau "Antikuitas Yahudi" atau "Arkeologi Yahudi") adalah naskah kitab sejarah yang disusun oleh sejarawan Yahudi-Romawi, Flavius Yosefus pada tahun ke-13 pemerintahan kaisar Romawi, Flavius Domitian. Terdiri dari dua puluh (atau dua puluh satu, termasuk pendahuluan) volume, yang dikerjakan antara tahun 93 dan 94 M. Antiquitates Iudaicae memuat riwayat sejarah orang Yahudi sejak Penciptaan alam semesta sampai masa hidup Yosefus. Ditulis dalam bahasa Yunani untuk para pelindungnya di Roma. Dalam sepuluh volume pertama, Yosefus mengikuti runtunan peristiwa sejarah yang dicatat dalam Alkitab Ibrani, dengan sejumlah tambahan dan penjelasan singkat bagi orang-orang bukan-Yahudi. Sepuluh volume berikutnya mengikuti sejarah orang Yahudi di luar catatan Alkitab sampai dengan Perang Yahudi-Romawi Pertama.

Karya ini, bersama dengan karya utama Yosefus yang lain, Perang Yahudi (Bellum Iudaicum), memberikan materi yang sangat berharga bagi para sejarawan yang meneliti Yudaisme dan permulaan Kekristenan pada abad pertama Masehi.

Ebionisme

Ebionisme adalah sebuah sekte yang muncul di dalam komunitas orang-orang Kristen Yahudi. Muncul sekitar abad pertama atau pada awal kekristenan dan pengikutnya disebut kaum "Ebionit". Ebionit merupakan sekte di kalangan orang Kristen Yahudi yang muncul pada awal kekristenan.

Farisi

Kata Farisi berasal dari bahasa Ibrani פרושים p'rushim, dari perush, yang berarti penjelasan. Jadi kata Farisi berarti "orang yang menjelaskan" (לפרש, "lefareish - menjelaskan"). Terjemahan harafiahnya "memisahkan", tidak begitu akurat, karena "memisahkan" adalah להפריש "lehafrish," dari akar kata yang terkait dengan kata dalam bahasa Aram, upharsin (dan membagi) dalam tulisan di dinding dalam Kitab Daniel 5:25. Kaum Farisi, tergantung dari waktunya, adalah sebuah partai politik, sebuah gerakan sosial, dan belakangan sebuah aliran pemikiran di antara orang-orang Yahudi yang berkembang pada masa Bait Suci Kedua (536 SM–70 M). Setelah dihancurkannya Bait Suci Kedua, sekte Farisi dibentuk kembali sebagai Yudaisme Rabinik — yang akhirnya menghasilkan Yudaisme yang tradisional dan normatif, dasar dari semua bentuk Yudaisme pada masa kini, dengan pengecualian barangkali kaum Karait. Hubungan antara kaum Farisi dengan Yudaisme Rabinik (yang dicontohkan oleh Talmud) adalah demikian erat sehingga banyak orang tidak membedakan keduanya. Namun, kedudukan sosial dan keyakinan kaum Farisi berubah-ubah dalam perjalanan waktu, bersamaan dengan perubahan dalam kondisi politik dan sosial di Yudea.

Herodes yang Agung

Herodes yang Agung atau Hordos (Hebrew: הוֹרְדוֹס‎, Hordos, Greek: Ἡρῴδης, Hērōidēs) juga dikenal sebagai Herodes I, adalah seorang raja boneka Romawi yang berkuasa di Yudaea (sekitar 74 SM - sekitar 5, 4 atau 1 SM di Yerusalem). Rincian biografinya yang cukup jelas diperoleh dari tulisan sejarawan Yahupada abad pertama Masehi, Yosefus. Bagi banyak orang Kristen, Herodes paling dikenal dari Injil Matius yang melukiskan dalam pasal 2 serangkaian kisah mengenai perbuatannya yang berakhir dengan pembunuhan anak-anak di Betlehem.

Kitab 1 Makabe

Kitab 1 Makabe adalah salah satu kitab yang ditulis dalam bahasa Ibrani oleh seorang penulis Yahudi setelah pemulihan kerajaan Yahudi yang independen pada sekitar akhir abad ke-2 SM. Teks aslinya dalam bahasa Ibrani telah hilang dan versi terpenting yang masih terlestarikan hingga sekarang adalah terjemahan Yunani yang termuat dalam Septuaginta. Kitab ini dipandang sebagai kitab suci kanonik oleh kalangan Katolik, Ortodoks Timur, dan Ortodoks Oriental (selain Tewahedo Ortodoks), tetapi tidak oleh denominasi-denominasi Protestan dan Anglikan. Protestan memandangnya sebagai salah satu kitab Apokrifa (lihat pula Deuterokanonika). Dalam Yudaisme zaman modern, kitab ini seringkali dianggap menarik secara historis tetapi tidak memiliki status religius secara resmi.

Kitab 2 Makabe

Kitab 2 Makabe adalah salah satu kitab deuterokanonika yang berfokus pada pemberontakan Yahudi terhadap Antiokhus IV Epifanes dan diakhiri dengan kekalahan jenderal Siria bernama Nikanor pada tahun 161 oleh Yudas Makabe, pahlawan di dalam kitab ini.

Berbeda dengan Kitab 1 Makabe, Kitab 2 Makabe ditulis dalam bahasa Yunani Koine, kemungkinan di Aleksandria, Mesir, pada sekitar tahun 124 SM. Kitab ini menyajikan versi revisi peristiwa-peristiwa historis yang diceritakan dalam tujuh bab pertama Kitab 1 Makabe, ditambah materi dari tradisi Farisi, termasuk doa bagi mereka yang meninggal dunia dan kebangkitan pada Hari Penghakiman.Kalangan Katolik dan Ortodoks Timur memandang kitab ini kanonik dan termasuk bagian dari Alkitab. Kalangan Protestan dan Yahudi menolak sebagian besar isu doktrinal yang terdapat dalam kitab ini. Beberapa kalangan Protestan memasukkan Kitab 2 Makabe sebagai bagian dari Apokrifa Alkitab, yang bermanfaat sebagai bacaan di gereja. Artikel VI dari 39 Artikel Gereja Inggris menyebutnya berguna tetapi tidak sebagai dasar penetapan doktrin dan tidak perlu untuk memperoleh keselamatan.

Kitab 3 Makabe

Kitab 3 Makabe terdapat dalam kebanyakan Alkitab Ortodoks sebagai bagian dari Anagignoskomena. Kalangan Protestan, sama seperti Katolik Roma, menganggapnya non-kanonik, kecuali Persaudaraan Moravia yang menyertakannya dalam Apokrifa Alkitab Kralicka Ceko. Kitab ini juga terdapat dalam Alkitab Armenia.

Kitab ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kaum Makabe ataupun pemberontakan mereka melawan Kekaisaran Seleukia sebagaimana dimaksud dalam Kitab 1 Makabe dan 2 Makabe. Namun kitab ini bercerita tentang penganiayaan Yahudi di bawah pemerintahan Ptolemaios IV Philopator (222–205 SM), beberapa dekade sebelum pergolakan Makabe. Nama kitab ini tampaknya berasal dari kesamaan antara kitab ini dengan kisah kemartiran Eleazar dan para pemuda Makabe dalam Kitab 2 Makabe; Imam Besar Simon juga disebutkan.

Kitab 4 Makabe

Kitab 4 Makabe adalah suatu homili atau pengajaran filsafat yang memuji keunggulan penalaran kesalehan dibandingkan perasaan. Tidak masuk ke dalam Alkitab bagi kebanyakan gereja, tetapi merupakan suatu lampiran (appendix) pada Alkitab Yunani, dan merupakan kanon pada Alkitab Gereja Ortodoks Georgia. Dimasukkan ke dalam Alkitab Gereja Ortodoks Rumania 1688 dan Alkitab Gereja Katolik-Yunani Rumania abad ke-18 dengan sebutan "Iosip" ("Yusuf"; Joseph). Sekarang tidak lagi dicetak dalam Alkitab bahasa Rumania.

Pogrom

Pogrom (bahasa Rusia: погром; dari "громить" - menghancurkan) adalah serangan penuh kekerasan besar-besaran yang terorganisasi atas sebuah kelompok tertentu, etnis, keagamaan, atau lainnya, yang dibarengi oleh penghancuran terhadap lingkungannya (rumah, tempat usaha, pusat-pusat keagamaan, dll.). Istilah ini secara historis digunakan untuk mengacu kepada tindakan kekerasan besar-besaran, baik secara spontan maupun terencana, terhadap orang Yahudi, tetapi kini juga diberlakukan terhadap kejadian-kejadian serupa terhadap kelompok-kelompok lain, yang umumnya adalah kelompok minoritas.

Sejarah Yahudi di Amerika Serikat

Sejarah Yahudi di Amerika Serikat telah menjadi bagian dari sejarah nasional Amerika sejak zaman kolonial.

Sampai tahun 1830-an komunitas Yahudi di Charleston, South Carolina adalah yang paling padat penduduknya di Amerika Utara. Dengan adanya imigrasi besar-besaran orang Yahudi dari masyarakat diaspora di Jerman pada abad ke-19, mereka menempatkan diri sendiri di banyak kota-kota kecil dan kota-kota lainnya. Tahun 1880-1914 Imigran Yahudi Ashkenazi mulai datang ke kota New York. Pengungsi lain berasal dari masyarakat diaspora di Eropa setelah Perang Dunia II dan, setelah tahun 1970, dari Uni Soviet.

Pada tahun 1940, orang-orang Yahudi berjumlah 3,7% dari populasi nasional Amerika Serikat. Sekarang, sekitar 5 juta penduduk atau di bawah 2% dari total penduduk nasional. Jumlah ini menyusut akibat ukuran keluarga kecil dan pernikahan antaragama mengakibatkan ketidak patuhan pada ajaran agama Yahudi. Pusat-pusat populasi terbesar adalah wilayah metropolitan New York (2,1 juta pada tahun 2000), Los Angeles (668.000), Miami (331.000), Philadelphia (285.000), Chicago (265.000) dan Boston (254.000).

Sejarah Yahudi di Jerman

Yahudi Jerman mendirikan komunitas Yahudi Ashkenazi di awal abad ke 5 sampai ke-10 M dan Abad Pertengahan Tinggi ( 1000 - 1299 M ). Masyarakat makmur di bawah Charlemagne, tetapi mengalami penderitaan selama Perang Salib. Tuduhan penyebab keracunan selama Maut Hitam ( 1346-1353 ) menyebabkan pembantaian massal orang Yahudi Jerman, dan mereka melarikan diri dalam jumlah besar ke Polandia.

Dari waktu Moses Mendelssohn sampai abad ke-20 masyarakat secara bertahap mencapai emansipasi, dan kemudian menjadi makmur. Pada bulan Januari 1933, tercatat sebanyak 522.000 orang Yahudi tinggal di Jerman. Namun, setelah pertumbuhan Nazisme dan ideologi kebijakan antisemitisme, masyarakat Yahudi sangat dianiaya. Lebih dari setengah (sekitar 304.000 ) beremigrasi selama enam tahun pertama dari rezim kediktatoran Nazi, dan hanya menyisakan sekitar 214.000 orang Yahudi di Jerman yang tepat ( 1937 perbatasan ) menjelang Perang Dunia II. Masyarakat yang tersisa hampir diberantas dalam Holocaust mengikuti deportasi ke Timur.Pada akhir perang antara 160.000 dan 180.000 orang Yahudi Jerman telah tewas dalam genosida yang secara resmi disetujui dan dilaksanakan oleh Jerman Nazi.Setelah perang, komunitas Yahudi perlahan-lahan mulai tumbuh lagi, terutama didorong oleh imigrasi dari bekas Uni Soviet dan ekspatriat Israel. Pada abad ke-21, penduduk Yahudi dari Jerman mendekati angka 200.000, dan menjadi komunitas Yahudi Jerman yang satu-satunya tumbuh di Eropa.Imigrasi Yahudi dari Roman Italia dianggap sebagai sumber yang paling mungkin dari orang-orang Yahudi awal di Jerman. Sementara tanggal setelmen pertama Yahudi di daerah Romawi disebut Germania Superior, Germania Inferior, dan Magna Germania tidak diketahui, dokumen otentik pertama yang berhubungan dengan komunitas Yahudi yang besar dan terorganisir dengan baik di wilayah ini berasal dari 321 (dan di Roma pada 139 SM Hal ini menunjukkan bahwa status hukum orang Yahudi adalah sama dan mengacu Cologne di Rhine. seperti di tempat lain di Kekaisaran Romawi. Mereka menikmati beberapa kebebasan sipil, tetapi dibatasi mengenai penyebaran iman mereka, mematuhi sebagai budak Kristen, dan penyelenggaraan kantor mereka di bawah pemerintah.

Yahudi dinyatakan bebas untuk mengikuti pekerjaan apapun secara terbuka untuk sesama warga mereka dan bergerak di bidang pertanian, perdagangan, industri, dan secara bertahap uang pinjaman. Kondisi ini pada awalnya berlanjut di kerajaan Jermanik kemudian didirikan berdasarkan Burgundi dan Frank, untuk ecclesiasticism berakar perlahan. Para penguasa Merovingian yang berhasil kerajaan Burgundi itu tanpa fanatisme dan memberikan dukungan sedikit upaya Gereja untuk membatasi status sipil dan sosial dari orang-orang Yahudi.

Sejarah Yahudi di Malaysia

Yahudi Malaysia adalah istilah yang merujuk pada Yahudi yang tinggal di Malaysia, atau yang berasal dari negara ini. Kebanyakan Yahudi tinggal di Pulau Pinang, tetapi juga dapat ditemui di tempat lainnya, terutama di Kuala Lumpur dan Malaka. Yahudi Malaysia terdiri dari orang Yahudi Timur (khususnya orang Yahudi Baghdadi), dan Yahudi Eropa (Yahudi Ashkenazi). Terdapat juga sebagian orang Yahudi Tionghoa dari Kaifeng, Tiongkok. Orang Yahudi Kaifeng melarikan diri dari Tiongkok, terutama semasa komunis berkuasa di Republik Rakyat Tiongkok.

Sejarah Yahudi di Polandia

Sejarah Yahudi di Polandia dapat dilacak kembali lebih dari seribu tahun silam. Selama berabad-abad, Polandia adalah rumah bagi komunitas Yahudi terbesar dan paling signifikan di dunia. Polandia adalah pusat kebudayaan Yahudi berkat toleransi beragama jangka panjang dan otonomi hukum sosial. Hal ini berakhir dengan Partisi dari Polandia yang dimulai pada tahun 1772, khususnya, dengan diskriminasi dan penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi di Kekaisaran Rusia. Selama Perang Dunia II ada perusakan genosida yang hampir lengkap dari komunitas Yahudi Polandia oleh Nazi Jerman, selama 1939-1945 pendudukan Jerman atas Polandia dan berikutnya Holocaust. Sejak jatuhnya komunisme telah terjadi kebangkitan Yahudi di Polandia, ditandai dengan Festival Budaya tahunan Yahudi, program studi baru di sekolah tinggi dan universitas Polandia, pekerjaan rumah-rumah ibadat seperti Nozyk, dan Museum Sejarah Yahudi Polandia.

Dari berdirinya Kerajaan Polandia pada 1025 hingga tahun-tahun awal Persemakmuran Polandia-Lithuania diciptakan pada 1569, Polandia adalah negara yang paling toleran di Eropa.] Dikenal sebagai paradisus Iudaeorum (Latin untuk "Surga bagi orang-orang Yahudi" ), menjadi tempat penampungan untuk komunitas Yahudi Eropa yang dianiaya dan diusir, dan rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di dunia saat itu. Menurut beberapa sumber, sekitar tiga-perempat dari semua orang Yahudi tinggal di Polandia pada pertengahan abad ke-16. Dengan melemahnya Commonwealth dan perselisihan agama tumbuh (karena Reformasi Protestan dan Katolik Kontra-Reformasi), toleransi tradisional Polandia mulai memudar dari abad ke-17 dan seterusnya. Setelah partisi dari Polandia pada tahun 1795 dan penghancuran Polandia sebagai negara yang berdaulat, Yahudi Polandia tunduk pada hukum dari partisi kekuasaan, Kekaisaran Rusia semakin antisemitik, juga dari Austro-Hungaria dan Kerajaan Prusia (kemudian bagian dari Kekaisaran Jerman). Namun, setelah Polandia kembali pada masa kemerdekaannya setelah Perang Dunia I, itu menjadi pusat dunia Yahudi Eropa dengan salah satu komunitas Yahudi terbesar di dunia lebih dari 3 juta. Bagaimanapun, antisemitisme, baik dari pendirian politik dan dari populasi umum, umum di seluruh Eropa, adalah masalah yang berkembang.Pada awal Perang Dunia II, Polandia dipartisi antara Nazi Jerman dan Uni Soviet (lihat Molotov - Ribbentrop Pact ). Perang mengakibatkan kematian dari seperlima dari penduduk Polandia, dengan 90 % atau sekitar 3 juta dari Yahudi Polandia tewas bersama dengan sekitar 3 juta Polandia non-Yahudi. Meskipun Holocaust terjadi sebagian besar di Jerman ketika menduduki Polandia ada sedikit orang yang bekerja sama dengan Nazi dari warga Polandia. Kolaborasi dengan individu Polandia telah digambarkan sebagai jumlah yang lebih kecil daripada di negara-negara lainnya yang diduduki Nazi. Statistik Komisi Kejahatan Perang Israel menunjukkan bahwa kurang dari 0,1 % dari orang non-Yahudi Polandia berkolaborasi dengan Nazi. Contoh sikap non-Yahudi Polandia menentang kekejaman Jerman bervariasi, dari aktif mempertaruhkan kematian dalam rangka untuk menyelamatkan nyawa Yahudi, dan penolakan pasif untuk menginformasikan pada mereka, untuk sikap ketidakpedulian, pemerasan, dan dalam kasus yang ekstrem, partisipasi dalam program seperti pembantaian Jedwabne. Dikelompokkan berdasarkan kebangsaan, Polandia merupakan jumlah terbesar dari orang-orang yang menyelamatkan orang-orang Yahudi selama Holocaust.Pada periode pasca perang, banyak dari sekitar 200.000 korban Yahudi yang terdaftar di CKŻP ( di antaranya 136,000 tiba dari Uni Soviet ) meninggalkan Republik Rakyat Komunis Polandia untuk Negara Israel atau Amerika Utara dan Amerika Selatan. kepergian mereka dipercepat oleh penghancuran lembaga-lembaga Yahudi, kekerasan pasca-perang dan permusuhan dari Partai Komunis untuk kedua agama dan perusahaan swasta, tetapi juga karena pada tahun 1946-1947 Polandia adalah satu-satunya negara Blok Timur untuk memungkinkan Yahudi aliyah secara bebas ke Israel, tanpa visa atau izin keluar. Inggris menuntut dari Polandia untuk menghentikan eksodus, tetapi tekanan mereka sebagian besar tidak berhasil. Sebagian besar dari orang-orang Yahudi yang tersisa meninggalkan Polandia pada akhir tahun 1968 sebagai hasil dari Soviet yang disponsori kampanye " anti-Zionis ". Setelah jatuhnya rezim komunis pada tahun 1989, situasi Yahudi Polandia menjadi normal dan mereka yang adalah warga negara Polandia sebelum Perang Dunia II diizinkan untuk memperbaharui kewarganegaraan Polandia. Lembaga keagamaan yang dihidupkan kembali, terutama melalui kegiatan yayasan Yahudi dari Amerika Serikat. Komunitas Yahudi Polandia kontemporer diperkirakan memiliki sekitar 20.000 anggota, meskipun jumlah sebenarnya orang-orang Yahudi, termasuk mereka yang tidak aktif terhubung ke Yudaisme atau budaya Yahudi, mungkin beberapa kali lebih besar.

Sejarah Yahudi di Prancis

Sejarah Yahudi di Prancis berkaitan dengan Yahudi dan komunitasnya di Prancis. Terdapat keberadaan Yahudi di Prancis sejak setidaknya awal Abad Pertengahan. Prancis adalah pusat pembelajaran Yahudi pada Abad Pertengahan, tetapi penindasan meningkat sepanjang Abad Pertengahan, termasuk berbagai pengusiran dan pemulangan. Pada Revolusi Prancis akhir abad ke-18, Prancis menjadi negara pertama di Eropa yang memberikan emansipasi Yahudi. Antisemitisme telah ditekan disamping kestarana hukum, seperti yang terekspresi dalam urusan Dreyfus pada akhir abad ke-19.

Sejarah Yahudi di Rusia

Wilayah Kekaisaran Rusia pada suatu waktu menjadi wilayah dengan jumlah Yahudi terbesar di dunia. Yahudi Rusia umumnya terdiri dari Yahudi Ashkenazi selain juga terdiri dari kelompok Diaspora Yahudi lainnya, seperti Yahudi Pegunungan, Karait Krimea, Krimchak, Yahudi Bukharan, dan Yahudi Georgia.

Pada 1934, negara Soviet mendirikan Oblast Otonomi Yahudi (bahasa Inggris: Jewish Autonomous Oblast) di Timur Jauh Rusia, namun wilayah tersebut tidak pernah menjadi wilayah dengan mayoritas Yahudi. Saat ini, JAO adalah satu-satunya oblast otonomi di Russia dan, selain Israel, menjadi satu-satunya wilayah Yahudi dengan status resmi di dunia.Pada Perang Dunia Kedua, sekitar 500,000 prajurit dalam Tentara Merah adalah Yahudi; sekitar 200,000 orang diantaranya tewas dalam pertempuran. Sekitar 160,000 diberi penghargaan, dan lebih dari seratus diantaranya diberi pangkat jenderal Tentara Merah. Lebih dari 150 diangkat menjadi Pahlawan Uni Soviet, penghargaan tertinggi di negara tersebut.Lebih dari dua juta Yahudi Soviet dipercaya tewas saat Holocaust dalam wilayah pertempuran dan wilayah yang diduduki Nazi. Akibat dari penganiayaan tersebut, baik yang didukung negara maupun tidak resmi, Anti-Semitisme menjadi sangat merasuk ke dalam masyarakat

Pada akhir 1980an dan awal 1990an, beberapa Yahudi Soviet mengambil kesempatan dari kebijakan emigrasi yang dibebaskan, dengan lebih dari setengah dari populasinya pergi, kebanyakan ke Israel dan dunia Barat: Jerman, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Selama beberapa tahun, Rusia memiliki peringkat imigrasi ke Israel yang lebih tinggi ketimbang negara lainnya. Jumlah Yahudi di Rusia adalah yang terbesar ketiga di Eropa, setelah Prancis dan Britania Raya.

Sejarah Yahudi di Spanyol

Yahudi Spanyol sempat menjadi salah satu komunitas Yahudi paling penting dan terbesar di dunia. Masa tersebut berakhir ketika terjadi kerusuhan anti-Yahudi 1392 dan dekret Alhambra 1492, yang mengakibatkan sebagian besar Yahudi di Spanyol (antara 200,000 dan 250,000) berpindah ke Katolik dan sisanya (antara 50,000 dan 100,000) diasingkan paksa.

Sekitar 13,000 sampai 50,000 Yahudi tinggal di Spanyol pada saat ini, terkonsentrasi di provinsi Malaga, Madrid dan Barcelona serta memiliki pengaruh sejarah di kota otonomi Ceuta dan Melilla.[1][2][3] Sebagian besar dari mereka adalah Yahudi pemakai bahasa Spanyol yang kembali ke Spanyol setelah berabad-abad diasingkan di utara pada saat dan setelah protektorat Spanyol. Yahudi Ashkenazi, yang utamanya tak hanya berasal dari Amerika Latin namun juga berasal dari Eropa juga hadir di Spanyol.

Sejarah Yahudi di Yaman

Yahudi Yaman adalah orang Yahudi yang berdiam di Yaman atau yang merupakan keturunan orang Yahudi yang pernah hidup di Yaman. Antara bulan Juni 1949 dan September 1950, mayoritas penduduk Yahudi Yaman dibawa bermigrasi ke Israel dalam "Operasi Magic Carpet". Mayoritas orang Yahudi Yaman sekarang tinggal di Israel, dengan sejumlah komunitas di Amerika Serikat, dan dalam jumlah lebih sedikit bermukim di tempat-tempat lain. Hanya segelintir yang menetap di Yaman, kebanyakan adalah orang-orang lanjut usia.

Orang Yahudi Yaman memiliki tradisi keagamaan yang unik, yang memisahkan mereka dari kaum Yahudi Ashkenazi, Sefardim dan kelompok Yahudi lainnya. Masih diperdebatkan apakah mereka bisa disebut sebagai "Yahudi Mizrahi", karena kebanyakan kelompok Mizrahi lainnya selama beberapa abad terakhir ini sudah mengalami proses asimilasi total atau sebagian dengan budaya dan liturgi Sefardim. Meskipun sub-kelompok Shami di dalam komunitas Yahudi Yaman memang sudah mengambil ritus agama yang dipengaruhi budaya Sefardim, ini dikarenakan alasan teologis dan tidak mencerminkan pergeseran demografis atau budaya.

Yahudi di Indonesia

Yahudi di Indonesia berawal dari kedatangan penjelajah Eropa awal dan pemukim pertama. Yahudi di Indonesia saat ini membentuk komunitas Yahudi yang sangat kecil, yang terdiri hanya sekitar 20 orang Etnis Yahudi asli, yang kebanyakan merupakan Yahudi Sefardim dan beberapa yang Yahudi Ashkenazi, Yahudi Mizrahim, Yahudi Kaifeng & Yahudi Bene Israel (India).

Yizreel

Yizreel (bahasa Ibrani: יזרעאל Yizre'el, "Allah (=El) menabur"; bahasa Inggris: Jezreel) adalah kota kuno di Israel yang disebut beberapa kali dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk ke dalam wilayah Suku Isakhar, dan kemudian termasuk wilayah Kerajaan Israel Utara. Menurut Kitab 1 Raja-raja, istana raja Ahab di Yizreel terletak dekat dengan kebun anggur Nabot. Sebelum terpecahnya Kerajaan Israel (kerajaan bersatu), kota ini merupakan kampung halaman Ahinoam, istri raja Daud.

Tempat penggalian modern terletak di bukit rendah ujung selatan sisi timur Lembah Yizreel di bagian utara Israel. Arkaeolog David Ussishkin dan John Woodhead percaya bahwa Yizreel merupakan sebuah benteng markas tentara kavaleri raja Ahab.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.