Satelit alami

Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.

Di sisi lain, Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.

243 ida
Asteroid 243 Ida dan satelitnya, Dactyl.

Dalam Tata Surya, terdapat 137 satelit alami dengan berbagai ukuran yang mengorbit 6 planet (Merkurius dan Venus tidak memiliki satelit alami). Selain itu, sejumlah planet katai seperti Pluto, Eris, dan Haumea juga memiliki satelit. Pada bulan Maret 2016, diketahui terdapat 297 satelit planet minor[1]. 5 satelit alami terbesar yang pernah ditemukan manusia adalah: Ganymede (Jupiter), Titan (Saturnus), Callisto (Jupiter), Io (Jupiter), serta Bulan (Bumi).

Secara umum massa satelit alami jauh lebih kecil dibandingkan benda utamanya. Namun, massa Bulan melebihi 1% massa Bumi, dan massa Charon mencapai hampir seperdelapan massa Pluto. Untuk kasus kedua, satelit yang terkait cukup besar sehingga kedua benda mengorbit suatu titik diluar Pluto, dan sejumlah ahli astronomi menganggap kedua benda adalah planet katai ganda. Namun, menurut definisi Persatuan Astronomi Internasional[2] Charon dianggap sebagai satelit Pluto.

Di antara seluruh satelit alami di Tata Surya, 22 diketahui memiliki massa yang cukup besar sehingga dapat runtuh membentuk benda bundar melalui gravitasinya sendiri.

Referensi

  1. ^ Asteroids with satellites - http://www.johnstonsarchive.net/astro/asteroidmoons.html | Diakses 13 Maret 2016
  2. ^ http://www.iau.org/public_press/news/release/iau0601/
Aoede (satelit)

Aoede adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Autonoe (satelit)

Autonoe adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Callirrhoe (satelit)

Callirrhoe adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Carme (satelit)

Carme adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Dione

Dione (dye-oe'-nee) adalah sebuah satelit alami planet Saturnus yang ditemukan oleh Giovanni Cassini tahun 1684. Satelit alami ini memiliki nama yang berasal dari mitologi Yunani.

Erinome (satelit)

Erinome adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Euanthe (satelit)

Euanthe adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Inklinasi

Inklinasi adalah sudut antara bidang yang menjadi acuan dengan bidang yang diukur kemiringannya.

Inklinasi umumnya digunakan dalam bidang astronomi yang menjadi satu dari enam parameter orbit dalam elemen Kepler yaitu eksentrisitas, aksis semimayor, inklinasi, dan sebagainya, yang kesemuanya menggambarkan bentuk dan orientasi orbit benda langit. Inklinasi bisa dikatakan sebagai jarak anguler antara bidang orbit planet terhadap bidang yang menjadi acuan (umumnya ekuator bumi, matahari, atau bahkan Jupiter) yang dinyatakan dengan derajat. Bidang yang menjadi acuan umumnya adalah ekuator bumi di mana pengamatan lebih banyak dilakukan di bumi.

Kebanyakan orbit planet-planet dalam tata surya memiliki inklinasi yang kecil terhadap ekuator Matahari akibat proses terbentuknya tata surya ini dan hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Pengecualian terjadi pada asteroid Eris (44 derajat inklinasi terhadap ekuator Matahari) dan Pallas (34 derajat inklinasi) serta Pluto (17 derajat inklinasi).

Inklinasi satelit alami maupun buatan diukur berdasarkan benda langit yang dikelilinginya. Untuk benda langit yang bidang ekuatornya sulit diketahui, inklinasi satelitnya akan ditentukan berdasarkan ekuator sistemnya (misal, jika terjadi pada bumi, maka ekuator bulan akan ditentukan berdasarkan ekliptika sistem tata surya).

Isonoe (satelit)

Isonoe adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Kalyke (satelit)

Kalyke adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Megaclite (satelit)

Megaclite adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Orbit geosentris

Orbit Bumi atau orbit geosentrik adalah orbit yang terletak di sekeliling Bumi. Bulan, yang merupakan satelit alami, terletak di orbit Bumi. Sekarang ada sekitar 2465 satelit buatan yang mengitari Bumi dan 6216 potong sampah luar angkasa seperti yang dilacak oleh Goddard Space Flight Center.

Pasiphae (satelit)

Pasiphae adalah satelit alami dari planet Jupiter.

Jupiter untuk saat ini diketahui memiliki 67 satelit. Dengan empat satelit yang terbesar yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.

Rhea (satelit)

Rhea (satelit) adalah satelit alami dari planet Saturnus.

Saturnus memiliki 62 satelit, dengan 53 di antaranya telah dinamai dan hanya 13 di antaranya memiliki diameter lebih besar dari 50 kilometer.

Satelit Galileo

Satelit Galileo adalah empat satelit alami Jupiter yang ditemukan oleh Galileo Galilei pada Januari 1610. Satelit-satelit tersebut merupakan satelit alami Jupiter yang terbesar: Io, Europa, Ganymede, dan Callisto. Keempatnya ditemukan antara tahun 1609 hingga 1610 ketika Galileo memutakhirkan teleskopnya. Penemuannya menunjukkan pentingnya teleskop untuk menemui objek yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Selain itu, penemuan satelit yang mengelilingi planet yang bukan Bumi mengguncang pandangan geosentrisme, atau pandangan bahwa semuanya mengorbit Bumi.

Galileo awalnya menamai penemuannya Cosmica Sidera ("bintang-bintang Cosimo"), tetapi nama yang akhirnya digunakan adalah nama yang dipilih oleh Simon Marius. Marius menemukan satelit-satelit ini secara independen pada waktu yang sama dengan Galileo.

Satelit Neptunus

Neptunus memiliki empat belas bulan yang diketahui, sejauh ini yang terbesar adalah Triton, ditemukan oleh William Lassell pada tanggal 10 Oktober 1846, hanya 17 hari setelah penemuan Neptunus sendiri. Lebih dari satu abad berlalu sebelum penemuan satelit alami kedua, yang disebut Nereid. Bulan Neptunus diberi nama untuk dewa air kecil dalam mitologi Yunani. Bulan terluar Neptunus yaitu Neso, memiliki periode orbit 26 Tahun Julian, yang berarti Neso merupakan satelit yang memiliki periode orbit terlama dibanding satelit alami dari planet lain.Triton merupakan satu-satunya satelit yang berbentuk bulat yang mengorbit Neptunus. Orbit Triton sangat unik karena orbitnya retrograde dan kadang-kadang Triton dikira awalnya adalah sebuah planet kerdil yang mengorbit Tata Surya tetapi tertangkap oleh gravitasi Neptunus. Triton memiliki massa yang cukup masif untuk mencapai kesetimbangan hidrostatik dan mempertahankan atmosfer tipis yang mampu membentuk awan dan kabut.

Di bagian dalam orbit Triton terdapat 7 satelit ireguler, yang mana semuanya memiliki orbit prograde, beberapa di antaranya mengorbit di antara cincin-cincin Neptunus. Yang terbesar adalah Proteus. Neptunus juga mempunyai 6 satelit bagian luar yang orbitnya terletak di luar orbit Triton, termasuk Nereid, orbitnya terletak lebih jauh dari Neptunus dan memiliki inklinasi yang besar: tiga di antaranya memiliki orbit prograde, sedangkan sisanya memiliki orbit retrograde. Secara khusus, Nereid memiliki orbit yang luar biasa dekat dan eksentrik untuk satelit ireguler, menunjukkan bahwa ia mungkin pernah menjadi satelit biasa yang secara signifikan terganggu dengan posisinya saat ini ketika Triton tertangkap gravitasi Neptunus. Dua satelit terluar Neptunus, Psamathe dan Neso, memiliki orbit paling jauh diantara satelit alami yang ditemukan di Tata Surya hingga saat ini.

Satelit Pluto

Planet katai Pluto memiliki lima satelit alami (bahasa Inggris: moon). Berdasarkan jarak dari Pluto, satelit alami tersebut dapat disebutkan sebagai berikut: Charon, Styx, Nix, Kerberos, dan Hydra. Charon merupakan satelit alami Pluto yang terbesar, dan kadang-kadang dianggap sebagai planet katai ganda karena ia memiliki ukuran yang hampir sama dengan Pluto.

Sistem keplanetan

Sistem keplanetan adalah sebuah tatanan benda-benda langit di luar angkasa yang terdiri dari berbagai macam objek non-bintang, seperti planet, satelit alami, asteroid, meteoroid, komet, dan debu kosmik, yang mengorbit sebuah bintang. Matahari dan sistem keplanetannya, yang termasuk Bumi di dalamnya, dikenal sebagai Tata Surya.

Topografi

Topografi secara ilmiah artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami (bulan dan sebagainya), dan asteroid. Dalam pengertian yang lebih luas, topografi tidak hanya mengenai bentuk permukaan saja, tetapi juga vegetasi dan pengaruh manusia terhadap lingkungan, dan bahkan kebudayaan lokal(Ilmu Pengetahuan Sosial). Topografi umumnya menyuguhkan relief permukaan, model tiga dimensi, dan identifikasi jenis lahan. Penggunaan kata topografi dimulai sejak zaman Yunani kuno dan berlanjut hingga Romawi kuno, sebagai detail dari suatu tempat. Kata itu datang dari kata Yunani, topos yang berarti tempat, dan graphia yang berarti tulisan. Objek dari topografi adalah mengenai posisi suatu bagian dan secara umum menunjuk pada koordinat secara horizontal seperti garis lintang dan garis bujur, dan secara vertikal yaitu ketinggian. Mengidentifikasi jenis lahan juga termasuk bagian dari objek studi ini. Studi topografi dilakukan dengan berbagai alasan, diantaranya perencanaan militer dan eksplorasi geologi. Untuk kebutuhkan konstruksi sipil, pekerjaan umum, dan proyek reklamasi membutuhkan studi topografi yang lebih detail.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.