Samaria

Samaria, atau Shomron (bahasa Ibrani:שֹׁמְרוֹן}}, bahasa Ibrani standar Šoməron bahasa Ibrani Tiberias Šōmərôn; bahasa Arab: سامريّون, Sāmariyyūn or ألسامرة, as-Samarah – juga dikenal sebagai جبال نابلس, Jibal Nablus; bahasa Yunani: Σαμαρεία) adalah sebuah istilah geografis yang digunakan untuk wilayah pegunungan antara Galilea di utara dan Yudea di selatan. Nama ini digunakan untuk wilayah alam, historis, dan politik. Daerah ini terletak di tengah Tanah Israel di dalam Alkitab. Kebanyakan wilayah ini berada di Tepi Barat sebelah utara dari Sungai Yordan.

Nama ini mungkin berasal dari shâmar, 'mengamati' atau 'mengawasi' sehingga artinya mungkin seperti 'pos penjagaan'; tetapi, menurut 1 Raja-raja 16:24, nama ini berasal dari nama seseorang (atau klan) Semer. Dari Semer inilah Omri membeli tempat ini.

Samaria adalah salah satu "wilayah" statistik standar yang digunakan oleh Biro Pusat Statistik Israel. [1]. "Biro Pusat Statistik juga mengumpulkan statistik dari wilayah Yudea-Samaria dan Distrik Gaza. Biro ini menghasilkan berbagai seri statistik di wilayah ini, yang memuat data populasi, pekerjaan, gaji, perdagangan luar, laporan nasional, dan berbagai topik lainnya."[2] Samaria digunakan oleh orang-orang yang ingin menekankan hubungan Israel dan orang Yahudi dengan tanah mereka. Misalnya, Samaria, bersama-sama dengan Yudea, kini lebih luas dikenal di luar Israel dengan istilah baru "Tepi Barat." Lihat Yudea dan Samaria.

Gaza WestBank panorama
שומרון

Lokasi geografis

Di sebelah utara, Samaria berbatasan dengan lembah Esdraelon; di sebelah timur dengan Sungai Yordan; di sebelah barat dengan Pegunungan Karmel (di bagian utara) dan dataran Sharon (di barat); di sebelah selatan dengan Yudea (bukit-bukit Yerusalem). Bukit-bukit Samaria tidak begitu tinggi, jarang yang tingginya lebih dari 800 meter. Iklim Samaria lebih ramah daripada iklim Yudea.

Kontrol politik

Sejarah Samaria di zaman modern, yang dimulai ketika wilayah Samaria, yang tadinya dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman, dipercayakan kepada Britania Raya untuk menjalankan administrasinya pada masa setelah Perang Dunia I sebagai Mandat Britania atas Palestina, oleh Liga Bangsa-Bangsa. Akibat dari Perang Arab-Israel 1948, wilayah ini jatuh ke tangan kekuasaan Yordania dan para penduduknya belakangan menerima paspor Yordania.

Samaria direbut oleh pasukan-pasukan Israel dari Yordania pada masa Perang Enam Hari 1967. Baru pada 1988 Yordania menarik klaimnya atas Tepi Barat, termasuk Samaria, dan belakangan dikukuhkan oleh perjanjian perdamaian Israel-Yordania tahun 1993. Sebaliknya Yordania mengakui Otoritas Palestina sebagai pihak yang berkuasa atas wilayah ini. Dalam Persetujuan Oslo 1994, tanggung jawab untuk melaksanakan administrasi atas sebagian wilayah Samaria (Wilayah 'A' dan 'B') dialihkan kepada Otoritas Palestina.

Israel telah dikritik karena kebijakannya membangun pemukiman di Samaria. Posisi Israel ialah bahwa status hukum tanah itu tidak jelas, sementara PBB tidak setuju. Lihat pemukiman Israel.

Orang Samaria

Artikel utama: Orang Samaria.

Secara etnis, orang Samaria adalah penduduk Samaria setelah awal pembuangan orang Israel di Israel (2 Raja-raja 17 dan Yosefus [Ant 9.277–91]). Ketika Asyur mengalahkan Kerajaan Utara (Israel) pada 722 SM, sebagian penduduknya dideportasi, dan orang-orang lain dari Kekaisaran Asyur ditempatkan di Israel. Sargon mengklaim dalam catatan-catatan sejarah Asyur bahwa ia mengangkut 27.290 penduduk dari Samaria, ibukota Israel Utara. Para penduduk yang baru menyembah dewa-dewa mereka sendiri, tetapi ketika di wilayah yang mulanya jarang penduduknya itu merajalela binatang-binatang buas yang berbahaya, mereka meminta kepada raja Asyur untuk mengirimkan para imam Israel untuk mengajar mereka tentang bagaimana menyembah "dewa wilayah itu." Hasilnya adalah sebuah agama sinkretistik – kelompok-kelompok nasional menyembah Tuhan, tetapi mereka juga melayani dewa-dewa mereka sendiri sesuai dengan kebiasaan bangsa-bangsa asal usul mereka. Sebagian orang Samaria mengklaim sebagai keturunan orang Israel dari Kerajaan Utara yang lolos dari deportasi dan pembuangan.

Sebuah studi genetik menyimpulkan dari analisis kromosom-Y bahwa orang Samaria adalah keturunan dari orang Israel (termasuk Kohen, atau para imam), dan analisis DNA mitokondrial menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan dari perempuan-perempuan Asyur dan asing lainnya, hingga praktis menegaskan bahwa orang-orang Samaria adalah keturunan masyarakat lokal maupun asing. (Shen et al, 2004)[3]

Agama Samaria adalah agama yang berkaitan dengan Yudaisme dalam segala aspeknya. Agama ini menerima Torah sebagai kitab sucinya, meskipun tidak banyak dari teologi Yahudi yang belakangan. Bait suci mereka terletak di Bukit Gerizim, bukan Yerusalem, dan dihancurkan oleh Yohanes Hirkanus dari kelompok Makabe (Hasmoni) belakangan pada abad ke-2 SM, meskipun keturunan mereka masih beribadah di antara reruntuhan-reruntuhannya. Antagonisme antara orang Samaria dengan orang Yahudi penting untuk memahami cerita-cerita Perjanjian Baru tentang "Orang Samaria yang Baik Hati" dan Perempuan Samaria.

Sejarah

Shomron (Samaria) secara harafiah adalah sebuah bukit pengintai atau menara pengintai. Di pusat gunung-gunung Israel, beberapa kilometer di barat laut Sikhem, berdiri "bukit Shomeron," sebuah bukit sendirian, sebuah "mamelon" raksasa. Ini adalah sebuah bukit persegi empat, dengan lereng yang curam namun masih dapat didaki, dan puncaknya yang panjang dan datar.

Omri, raja Israel, membeli bukit ini dari Semer pemiliknya dengan dua talenta perak, dan membangun di puncaknya yang luas sebuah kota yang dianaminya "Shomeron", yaitu, Samaria, sebagai ibukota baru kerajaannya, ketimbang Tirzah (1 Raja-raja 16:24). Karena itu, kota ini mempunyai sejumlah keuntungan. Omri tinggal di sini selama enam tahun terakhir pemerintahannya.

Akibat dari perang yang tidak perlu dengan Suriah, Omri terpaksa memberikan hak kepada Suriah untuk "membangun jalan-jalan di Samaria", artinya, kemungkinan memberikan izin kepada para pedagang Suriah untuk meneruskan perdagangan mereka di ibukota Israel. Ini menyiratkan kehadiran populasi Suriah yang cukup besar.

Ini adalah satu-satunya kota besar di Palestina yang dibangun oleh yang berkuasa. Yang lain-lainnya telah disucikan oleh tradisi leluhur atau merupakan milik sebelumnya. Tetapi Samaria adalah pilihan Omri sendiri. Memang, ia memberikan kepada kota yang dibangunnya itu nama dari pemilik sebelumnya, tetapi hubungan khusus dengan dirinya sendiri sebagai pendirinya dibuktikan oleh nama yang tampaknya diberikan kepada Samaria dalam prasasti-prasasti Asyur, "Beth-khumri" ("rumah atau istana Omri").

Samaria seringkali dikepung. Pada masa Ahab, Benhadad II bangkit menyerangnya dengan 32 raja vasal, tetapi dikalahkan dengan pembantaian hebat (1 Raja-raja 20:1-21). Kali yang kedua, tahun beriuktnya, ia menyerangnya; tetapi kembali ia dikalahkan habis-habisan, dan terpaksa meneyrah kepada Ahab (20:28-34), yang pasukannya, dibandingkan dengan pasukan Benhadad, tidak lebih daripada "segelintir anak kecil."

Pada masa Yoram, Benhadad kembali mengepung Samaria. Tetapi tepat ketika ia tampaknya akan berhasil, mereka tiba-tiba membubarkan pengepungan, karena mereka ketakutan ketika mendengar suara kereta-kereta perang dan kuda-kuda serta sejumlah besar pasukan, lalu melarikan diri, meninggalkan perkemahan mereka dengan segala isinya. Penduduk kota yang kelaparan segera merasa lega karena berlimpahnya jarahan dari perkemahan orang Suriah. Menurut kata-kata Elisa, "sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan dua sukat jelai berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria" (2 Raja-raja 7:1-20).

Salmaneser V menyerang Israel pada masa Hosea, dan menjadikannya negara vasalnya. Ia mengepung Samaria (723 SM), yang bertahan selama tiga tahun, dan akhirnya ditangkap oleh Sargon II, yang menyelesaikan penaklukan yang telah dimulai oleh Salmaneser (2 Raja-raja 18:9-12; 17:3), serta membuang sejumlah besar suku-suku di sana ke pembuangan. Lihat Sepuluh suku yang hilang.

Rujukan Perjanjian Baru

Perjanjian Baru menyebutkan Samaria dalam Injil Lukas pasal 17:11-20, dalam mujizat penyembuhan terhadap sepuluh penderita kusta, yang terjadi di perbatasan Samaria dan Galilea. Injil Yohanes 4:1-26 mencatat perjumpaan Yesus di sumur Yakub dengan seorang perempuan dari Sikhar. Di situ ia menyatakan dirinya sebagai sang Mesias. Dalam Kisah 8:5-14, dicatat bahwa Filipus pergi ke kota Samaria dan memberitakan Injil di sana. Pada masa Yesus, Syria Iudaea yang merupakan wilayah Roma dibagi menjadi tiga provinsi, Yudea, Samaria, dan Galilea. Samaria berada di pusat Syria Iudaea (Yohanes 4:4). (Syria Iudaea belakangan diganti namanya menjadi Syria Palaestina pada 135, setelah pemberontakan Bar Kokhba.) Dalam Talmud, Samaria disebut "negeri orang Kutim".

Lihat pula

  • Sepuluh suku yang hilang - secara khusus berkaitan dengan Kerajaan Israel di utara dengan ibukotanya di Samaria dan perang-perang yang berlangsung dengan Kerajaan Yehuda sebelum jatuh ke tangan Kerajaan Yehuda dan penduduknya kemudian hilang dalam lembaran sejarah. Namun banyak teori muncul tentang apa yang terjadi pada "kesepuluh suku yang hilang" itu dan pendapat-pendapat yang bermunculan banyak yang saling berbeda.
  • Nama unsur kimia samarium tidak ada hubungannya dengan Samaria.
  • Orang Samaria - artikel serupa yang lebih memusatkan perhatian pada kelompok etnis dan agamanya.
  • Perumpamaan Orang Samaria

Bibliografi

  • G.A. Reisner, C.S. Fisher, dan D.G. Lyon, Harvard Excavations at Samaria (1908-1910), 1-2, Cambridge, Mass. (1924);
  • J. W. Crowfoot and G.M. Crowfoot, Early Ivories from Samaria (Samaria-Sebaste 2) London (1938).
  • J.W. Crowfoot, K.M. Kenyon dan E.L. Sukenik, The Building at Samaria (Samaria-Sebaste 1) London (1942).
  • J.W. Crowfoot, K.M. Kenyon dan G.M. Crowfoot, The Objects of Samaria (Samaria-Sebaste 3) London (1957).
  • F. Zayadine, Samaria-Sebaste: Clearance and Excavations (October 1965-June 1967) ADAJ 12:77-80 (1966)
  • A.F.Rainey, Toward a Precise Date for the Samaria Ostraca, BASOR 272:69-74 (1988).
  • L. E. Stager, Shemer’s Estate, Bulletin of the American Schools of Oriental Research 277/278:93-107. (1990)
  • B. Becking, The Fall of Samaria: An Historical and Archaeological Study, Leiden, Brill (1992)
  • R. Tappy, The Archaeology of Israelite Samaria. Early Iron Age through the Ninth Century B.C.E. Volume I. Harvard Semitic Studies 44, Atlanta: Scholars Press. (1992)
  • R. Tappy, The Archaeology of Israelite Samaria. The Eighth Century B.C.E. Volume II. Harvard Semitic Studies 50. Eisenbrauns, Winona Lake, Indiana. (2001)
  • N. Franklin, The Tombs of the Kings of Israel. ZDVP 119:1-11. (2003)
  • N. Franklin, Samaria: from the Bedrock to the Omride Palace. Levant 36:189-202 (2004)

Lihat pula

Pranala luar

Abjad Ibrani Kuno

Abjad Ibrani Kuno (Abjad Paleo-Ibrani atau "Abjad Ibrani Tua"; bahasa Inggris: Paleo-Hebrew alphabet; (bahasa Ibrani: הכתב העברי הקדום) (bahasa Yiddish: כתב עברי) adalah suatu abjad yang muncul dari abjad rumpun bahasa Semit dan sangat mirip dengan abjad Fenisia, yang merupakan asal mulanya. Mulai dipakai sekitar abad ke-10 SM atau sebelumnya. Digunakan dalam penulisan bahasa Ibrani oleh orang Israel yang kemudian terpisah menjadi orang Yahudi dan orang Samaria.

Mulai tidak dipakai lagi oleh orang Yahudi sejak abad ke-5 SM, ketika mereka lebih sering menggunakan abjad Aram sebagai sistem penulisan Ibrani, dan yang sekarang menjadi abjad Ibrani ("square-script"). Orang Samaria yang sekarang jumlahnya kurang dari 1000 orang, terus menggunakan derivatif abjad Ibrani kuno, yang dikenal sebagai abjad Samaria.

Agripa I

Agripa I (10 SM - 44 M) merupakan penguasa Yudea, cucu dari Herodes Agung, dan anak dari Aristobulus IV dan Bernike. Nama aslinya adalah Marcus Julius Agrippa, dan dia adalah raja yang disebut Herodes dalam Kisah Para Rasul 12, "Herodes (Agripa)" (Ἡρώδης Ἀγρίππας). Menurut Flavius Yosefus, ia dikenal sebagai "Agripa Agung" pada zamannya. Ia menyuruh bunuh rasul Yakobus dan memenjarakan rasul Petrus.

Galilea

Galilea (bahasa Ibrani: hagalil הגליל, bahasa Arab: al-jaleel الجليل, berarti "sirkuit" atau berarti "bukit"; bahasa Inggris: Galilee; bahasa Yunani: Γαλιλαία,Galilaia, bahasa Latin: Galilaea) adalah sebuah daerah yang luas di bagian utara tanah Israel dan bertumpang tindih dengan sebagian Distrik Utara Israel.

Galilea mencakup lebih dari sepertiga wilayah Israel pada masa kini, yang merentang "dari Dan di utara, di kaki Gunung Hermon, hingga ke pinggiran Karmel dan Gilboa di selatan, dan dari lembah Yordan di timur hingga ke dataran-dataran yang indah di Yizrel dan Akko, hingga ke pantai Laut Tengah di sebelah barat."

Herodes Arkhelaus

Herodes Arkhelaus (atau Arkelaus, lahir 23 SM, mati ~18 M) adalah etnark Samaria, Yudea, dan Idumea (Edom) dari tahun 4 SM hingga 6 Masehi. Ia adalah putra Herodes Agung dan Malthace. Saudara laki-lakinya adalah Herodes Antipas, dan saudara tirinya, Herodes Filipus I.

Arkelaus menerima kerajaan Yudea oleh kehendak terakhir ayahnya, meskipun sebelumnya akan diwariskan ke saudaranya Antipas. Dia diproklamasikan sebagai raja oleh tentara, namun menolak untuk menerima gelar itu hingga ia mengajukan klaim kepada Kaisar Augustus di Roma. Sebelum berangkat, ia dengan kejam mengatasi hasutan dari orang-orang Farisi dengan membantai hampir tiga ribu orang dari mereka. Di Roma ia ditentang oleh Antipas dan oleh banyak orang Yahudi, yang takut akan kekejamannya, tetapi pada tahun 4 SM Augustus mengalokasikan kepadanya sebagian besar kerajaan (Samaria, Yudea, dan Idumea) dengan gelar etnarkh hingga 6 Masehi ketika Yudea dijadikan sebagai wilayah kekuasaan langsung di bawah pemerintahan Roma.

Kerajaan Israel (Samaria)

Kerajaan Israel (Samaria) (bahasa Ibrani: ממלכת יִשְׂרָאֵל, Modern Mamlekhet Yisra'el Tiberias Mamléḵeṯ Yiśrāʼēl) adalah salah satu negara penerus Kerajaan Israel serikat. Kerajaan ini berdiri dari tahun 930-an SM sampai sekitar 720-an SM, ketika kerajaan dikuasai oleh Kekaisaran Asyur. Kota-kota besar kerajaan itu Sikhem, Tirza, dan Samaria.

Sejarawan sering merujuk Kerajaan Israel ini sebagai Kerajaan Utara untuk membedakannya dari Kerajaan Yehuda di Israel Selatan.

Kreta

Kreta (bahasa Yunani: Κρήτη, Kriti) adalah pulau terbesar di wilayah Yunani dan merupakan terbesar kelima di Laut Tengah.

Atraksi pariwisata di Kreta termasuk situs arkeologi di Knossos, Phaistos, Gortyn dan banyak tempat lainnya, Istana Venesia di Rethimno, Jurang Samaria dan banyak jurang kecil lainnya (Agial Irini, Aradena, dll).

Crete merupakan tempat dari kebudayaan Minoa (kira-kira 3000-1400 SM, salah satu kebudayaan pertama di Eropa.

Omri

Omri (bahasa Ibrani: עמרי Omri, ʻOmrî; kependekan dari bahasa Ibrani: עָמְרִיָּה, Modern Omriyya Tiberias ʻOmriyyā ; "YHWH adalah hidupku") adalah raja Kerajaan Israel Utara dan pendiri Dinasti Omri menurut Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia menjadi raja setelah matinya raja Zimri di Tirza, tetapi saat itu Tibni bin Ginat juga diangkat sebagian rakyat menjadi raja. Baru 5 tahun kemudian, setelah matinya Tibni bin Ginat, Omri menjadi raja tunggal di Kerajaan Israel. Omri seluruhnya memerintah selama 12 tahun: 6 tahun di Tirza dan selanjutnya di Samaria, kota yang didirikannya. Setelah meninggal, Ahab, putranya, menggantikannya menjadi raja.

Orang Samaria

Orang Samaria adalah penduduk wilayah Palestina bagian utara, yang dulunya menjadi wilayah kerajaan Israel Utara. Sejak abad ke-6 SM, ada pertentangan antara orang-orang Samaria dengan orang-orang Yahudi, yang berlangsung hingga masa Perjanjian Baru.. Pertentangan tersebut terutama disebabkan alasan etnisitas, yang mana orang-orang Yahudi menganggap orang-orang Samaria tidak berdarah Israel murni karena merupakan hasil pernikahan campur orang Yahudi dengan non-Yahudi. Selain itu, dalam hal keagamaan juga ada perbedaan di antara keduanya sehingga orang-orang Yahudi menganggap ibadah orang-orang Samaria tidaklah benar. Di sisi lain, orang-orang Samaria juga melihat orang-orang Yahudi secara negatif. Orang-orang Samaria menganggap diri mereka sebagai bangsa Israel yang benar, dan memisahkan diri dari kalangan bangsa Israel yang telah dicemarkan oleh imam Eli pada zaman Samuel.

Paus Hyginus

Paus Santo Hyginus (???-±140) adalah Paus Gereja Katolik Roma sejak ±138 hingga ±140.

Dalam masa kepausannya, ia menetapkan bahwa pada pembaptisan anak-anak, harus disertai kehadiran wali laki-laki atau perempuan yang akan menjadi pembimbing mereka dalam mengikuti kehidupan Katolik.

Ia wafat pada 140 dan dimakamkan di dekat makam Santo Petrus.

Masa kepemimpinannya disebut dalam kitab "Melawan Ajaran Sesat" karya Ireneus, sebagai yang urutan ke-9 pada suksesi kepemimpinan jemaat (episkopos) dari masa para rasul. Di zamannya muncul seorang bernama Cerdo, pengikut ajaran Simon Magus dari Samaria, yang doktrinnya kemudian dianut oleh Marsion sebagai aliran Gnostisisme yang menentang ajaran gereja Kristen.

Perempuan Samaria di sumur Yakub

Perempuan Samaria di sumur Yakub adalah sebuah figur dari Injil Yohanes, dalam Yohanes 4:4–26. Dalam tradisi Gereja Ortodoks Timur, ia dianggap sebagai seorang santa, yang dinamai Photine atau Photini/Photina (dari kata φως yang artinya "terang").

Perumpamaan orang Samaria yang murah hati

Orang Samaria yang murah hati adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Lukas 10:25-37. Perumpamaan ini menggambarkan cinta kasih yang tidak terbatas, bahkan cinta kasih kepada orang yang membenci sekalipun. Cerita ini penting, sebab ini adalah salah satu asas atau dasar agama Kristen yaitu: cinta kasih sesama.

Salmaneser V

Salmaneser V (Akkadian: Šulmanu-ašarid; bahasa Ibrani: שַׁלְמַנְאֶסֶר, Modern Shalman'eser Tiberias Šalmanʼéser; bahasa Yunani: Σαλαμανασσαρ Salamanassar; bahasa Latin: Salmanasar; bahasa Inggris: Shalmaneser V) adalah raja Asyur (Asiria) dari tahun 727 sampai 722 SM. Pertama kali ia disebut namanya sebagai gubernur Zimirra di Fenisia dalam masa pemerintahan ayahnya, raja Tiglat-Pileser III. Samaria (Kerajaan Israel Utara) memberontak pada zamannya. Ketika ia mengepung kota itu, ia meninggal pada hari ke-12 bulan Tebet 722 SM dan tahtanya diambil alih oleh saudaranya Sargon II.

Sikhem

Sikhem ('Sichem, Shkhem atau Shachmu'Sh-chea-mm, Ibrani: שְׁכֶם‎ / שְׁכָם, Standar Šəḫem Tiberia Šəḵem; "Bahu", Tell Balatah (Balata al-Balad) modern, Tepi Barat, Kota Salim saat ini dan 2 km timur Nablus saat ini) adalah kota Kanaan yang disebutkan dalam Surat Amarna, dan kemudian menjadi kota Israel dalam wilayah suku Manasye. Sikhem merupakan ibu kota pertama Kerajaan Israel.

Simon sang Penyihir

Simon sang Penyihir atau Simon Magus adalah seorang pendiri aliran Gnostik di Samaria yang dikenal dengan nama Simonian. Kata 'magus' dalam namanya berasal dari kata 'magician' yang berarti penyihir. Ia hidup pada awal abad pertama Masehi.

Suku Israel

Suku Israel (atau Bani Israel; artinya "putra-putra Israel") merujuk pada keduabelas anak patriark bangsa Israel, yaitu Yakub, cucu dari Abraham, orang Ibrani itu. Nama Yakub kemudian diganti oleh Tuhan menjadi Israel. Riwayatnya diceritakan di dalam Perjanjian Lama, terutama di kitab Kejadian.

Dikisahkan Yakub atau Israel memiliki dua orang istri, yaitu Lea dan Rahel, putri dari Laban, pamannya, dan dua orang gundik, Bilha dan Zilpa. Dari Lea Yakub mendapatkan enam orang anak laki-laki dan paling tidak seorang anak perempuan Ruben, anak sulungnya, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon, dan Dina. Dari Rahel ia mendapatkan dua orang anak termudanya Yusuf dan Benyamin. Dari Bilha, budak perempuan Rahel, ia mendapatkan Dan dan Naftali. Dari Zilpa, budak perempuan Lea, ia mendapatkan Gad dan Asyer.

Yakub meninggal di Mesir karena ia dan anak-anaknya pindah ke sana untuk bergabung dengan Yusuf yang menjadi raja muda di negeri itu, ketika Kanaan mengalami bencana kelaparan. Namun ia dikuburkan bersama nenek moyangnya di gua, di ladang Makhpela, di tanah Kanaan (Kejadian 49:30).

Yang dimaksud dengan keduabelas suku Israel adalah keturunan dari orang anak laki-laki Israel:

Ruben

Simeon

Lewi

Yehuda

Isakhar

Zebulon

Dan

Naftali

Gad

Asyer

Yusuf, dan

Benyamin.Setelah mereka keluar dari tanah perbudakan Mesir dan menduduki tanah Kanaan pada sekitar tahun 1500 SM, kepada masing-masing suku Israel diberikan tanah pusaka yang diwariskan turun-temurun di antara anak-anak lelaki mereka. Namun suku Lewi tidak mendapatkan daerah warisan tersendiri karena mereka dikhususkan menjadi suku para imam yang tinggal di tengah-tengah saudara-saudaranya, sedangkan suku Yusuf mendapat berkat ganda dari ayahnya, maka warisan Yusuf dibagi menjadi dua menurut anak-anak Yusuf, yaitu Efraim dan Manasye. Demikianlah tanah Kanaan dibagi menjadi 12 bagian oleh bangsa Israel.Kemudian, ke-12 suku Israel mencapai puncak kejayaannya pada pemerintahan raja Salomo pada abad ke-10 SM. Namun setelah kematian Salomo, kerajaan Israel terpecah menjadi dua, Kerajaan Israel Utara (yang disebut Kerajaan Samaria), dan Kerajaan Israel Selatan (yang disebut Kerajaan Yehuda). Kerajaan Israel beribu kota di Samaria dan Kerajaan Yehuda (Yudea) beribu kota di Yerusalem. Kata "Yahudi" dipakai untuk menyebut keturunan dari kerajaan selatan ini, yang akhirnya membentuk negara Israel modern, dengan demikian merujuk pada orang Israel modern.

Taurat Samaria

Taurat Samaria (Pentateukh Samaria; bahasa Inggris: Samaritan Pentateuch atau Samaritan Torah; bahasa Ibrani: תורה שומרונית, torah shomroniyt) adalah suatu naskah berisi kelima kitab pertama dalam Alkitab Ibrani, ditulis dengan alfabet Samaria dan dipandang sebagai kitab suci oleh orang Samaria. Naskah ini merupakan keseluruhan kanon Alkitab mereka.

Terdapat sekitar 6.000 perbedaan antara Taurat Samaria dan Teks Masoret. Kebanyakan adalah variasi-variasi kecil pengejaan kata atau konstruksi gramatikal, tetapi ada juga perubahan-perubahan semantik yang signifikan seperti perintah khas Samaria untuk membangun suatu altar di Gunung Gerizim. Ada sebanyak hampir 2.000 dari variasi-variasi tekstual ini yang sesuai dengan Septuaginta Yunani Koine dan beberapa di antaranya dengan Vulgata Latin. Sepanjang sejarah mereka, orang-orang Samaria telah memanfaatkan terjemahan-terjemahan dari Taurat Samaria ke dalam bahasa Aram, Yunani, dan Arab, serta karya-karya liturgis dan eksegetis

Taurat Samaria mulai dikenal di dunia Barat pada tahun 1631, menjadi bukti contoh pertama alfabet Samaria dan memicu suatu perdebatan teologis yang intens mengenai usia relatifnya terhadap teks Masoret. Beberapa manuskrip Taurat yang ditemukan di antara Gulungan Laut Mati telah diidentifikasi sebagai perantara suatu jenis teks "pra-Samaria". Saat ini terdapat kesepakatan luas di antara para kritikus tekstual bahwa Taurat Samaria merepresentasikan suatu tradisi tekstual kuno yang otentik meskipun keberadaan beberapa varian unik diperkenalkan oleh orang-orang Samaria.

Yudea

Yudea (bahasa Inggris: Judea, Judæa, dari bahasa Ibrani: יהודה, Standard Yəhuda Tiberian Yəhûḏāh, bahasa Yunani: Ἰουδαία, Ioudaía; bahasa Latin: IVDÆA, bahasa Arab: يهودا‎, Yahudia) adalah nama biblika, Romawi, dan modern dari bagian selatan Palestina yang bergunung-gunung. Nama ini berasal dari nama Ibrani, Kanaan, Babilonia Baru kelak, dan Persia, "Yehuda" atau "Yehud" untuk menyebut Suku Yehuda dari Israel biblika serta berhubungan dengan Kerajaan Yehuda, yang mana Ensiklopedia Yahudi tahun 1906 memberinya tarikh 934 sampai 586 SM. Nama dari wilayah ini tetap diintegrasikan pada sepanjang periode penaklukkan Babilonia, Persia, Helenistik, dan Romawi sebagai Yehud, Yehud Medinata, Yudea Hashmonayim, dan konsekuensinya, berturut-turut, Yudea Herodian dan Yudea Romawi.

Salah satu akibat dari Perang Bar Kokhba, pada tahun 135 M wilayah ini diganti namanya dan digabungkan dengan Siria Romawi untuk membentuk Palaestina Siria oleh Kaisar Romawi Hadrianus yang berjaya pada saat itu. Suatu bagian besar dari Yudea termasuk dalam Tepi Barat Yordania dari tahun 1948 sampai 1967 (yaitu "Tepi Barat" dari Kerajaan Yordania). Istilah Yudea sebagai suatu istilah geografis dihidupkan kembali oleh pemerintah Israel pada abad ke-20 sebagai bagian dari nama distrik administratif Israel Wilayah Yudea dan Samaria untuk wilayah yang umumnya disebut sebagai Tepi Barat.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.