Maleakhi

Artikel ini membahas Nabi Maleakhi. Untuk sebuah kitab dalam Perjanjian Lama, lihat Kitab Maleakhi
Duccio di Buoninsegna 066
Maleakhi, dalam sebuah lukisan karya Duccio di Buoninsegna, c. 1310 (Museo dell'Opera del Duomo, Katedral Siena).

Maleakhi atau Mal'akhi (מַלְאָכִי "Utusan/malaikatku", Ibrani Standar Malʾaḫi, Ibrani Tiberias Malʾāḵî) adalah seorang nabi dalam Alkitab Ibrani (atau Tanakh bagi umat Yahudi) dan Perjanjian Lama di Alkitab umat Kristen. Maleakhi adalah nabi terakhir dalam urutan nabi-nabi kecil, dan penulis Kitab Maleakhi, kitab terakhir dalam kanon Perjanjian Lama (Maleakhi 4:4-6) edisi Kristen, dan merupakan kitab terakhir dalam kumpulan Nevi'im (nabi-nabi) dalam Tanakh Yahudi.

Kitab Ezra tidak pernah menyebut namanya, dan ia tidak secara langsung disebutkan dalam pembangunan kembali Bait Allah. Para penyunting Jewish Encyclopedia (1906) menyimpulkan bahwa Maleakhi bernubuat setelah nabi-nabi Hagai dan Zakharia (Maleakhi 1:10; 3:1,10) dan menduga bahwa ia menyampaikan nubuatnya sekitar tahun 420 SM, setelah kembalinya Nehemia yang kedua kali dari Persia (Nehemia 13:6), atau kemungkinan sebelum kepulangannya, dari hasil membandingkan Maleakhi 2:8 dengan Nehemia 13:15; Maleakhi 2:10-16 dengan Nehemia 13:23.

Dalam Yudaisme rabinik

Maleakhi diidentikkan dengan Mordekhai oleh Rav Nachman dan dengan Ezra oleh Joshua ben Karcha (Meg. 15a). Targum Jonathan ben Uzziel untuk kata-kata "Oleh tangan Maleakhi" (i. 1) memberikan penjelasan "Yang namanya disebut Ezra sang penulis." Menurut Soṭah 48b, ketika Maleakhi meninggal, Roh Kudus meninggalkan Israel. Menurut Rosh Hashanah 19b, ia adalah salah satu dari tiga nabi yang menurut tradisi ikut menyusun kalender Yahudi.

Dalam agama Kristen

Tulisan-tulisan Kristen perdana

Hieronimus (Jerome), dalam pengantarnya untuk tafsiran Maleakhi, menyebutkan bahwa pada masanya ada kepercayaan bahwa Maleakhi identik dengan Ezra ("Malachi Hebræi Esdram Existimant"). Sebuah tradisi yang dilestarikan dalam pseudo-Epifanius ("De Vitis Proph.") menceritakan bahwa Maleakhi berasal dari Zebulon, dan dilahirkan setelah Pembuangan. Menurut kisah apokrif yang sama, ia meninggal dalam usia muda, dan dimakamkan di negerinya sendiri bersama nenek moyangnya.

Liturgi Kristen

Dalam kalender liturgi Gereja Ortodoks Timur, hari perayaannya adalah 3 Januari.

Dalam kritik Alkitab masa kini

Menurut para redaktur Easton's Bible Dictionary 1897, nama Maleakhi ini bukanlah "nomen proprium" (nama sebenarnya) dan diduga merupakan singkatan dari ("utusan YHWH"), yang sesuai dengan Μαλαχίας dalam Septuaginta dan "Malachias" dalam Vulgata. Catatan pada namanya dalam Septuaginta mengatakan ὲν χειρὶ ἀγγήλου αὐτοῦ, (oleh tangan utusannya).

Wellhausen, Abraham Kuenen, dan Wilhelm Gustav Hermann Nowack menganggap Maleakhi 1:1 sebagai tambahan di kemudian hari, sambil menunjuk pada Kitab Zakharia (Zakharia 9:1, 12:1). Carl Heinrich Cornill menyatakan bahwa Zakharia pasal 9-14 dan Kitab Maleakhi adalah karya anonim dan karena itu diletakkan pada bagian akhir kitab-kitab kenabian. Maleakhi 3:1 memperlihatkan hampir secara tegas bahwa istilahnya keliru dipahami, dan bahwa nama yang sebenarnya berasal dari kesalahpahaman tentang kata itu. Berbagai pandangan tampaknya sepakat bahwa kitab ini disusun pada masa antara 432-424 SM. Ini adalah masa antara kunjungan pertama dan kedua Nehemia ke Yerusalem.

Lihat pula

Referensi

Edom

Edom merupakan nama tempat yang sebelumnya dikenal dengan nama Seir. Tanah dan penghuni dari Edom ini ditemukan di dataran bagian selatan dan tenggara dari Laut Mati. Edom juga bertetangga dengan Israel di timur dan selatan. Di dalam Alkitab nama 'Edom' memiliki tiga makna. Makna yang pertama (Kejadian 25:30; 36:1, 8, dan 19) yaitu nama lain dari Esau sebagai peringatan bahwa ia menukar hak kesulungannya dengan sup merah. Makna yang kedua (kitab Bilangan 20:18, 20, 21; kitab Amos 1:6, 11; 9:12; kitab Maleakhi 1:4) yaitu Edom sebagai suatu kelompok bangsa. Makna yang ketiga (kitab Kejadian 32:3; 36:20, 21, 30; kitab Bilangan 24:18) yaitu tanah yang diduduki oleh keturunan Esau, yang sebelumnya dikenal dengan nama Seir. Kata Edom sendiri berarti 'merah'. Kata ini menunjuk pada sup yang diberikan sebagai ganti hak kesulungannya. Selain itu, kata ini juga berkaitan dengan kelahiran Esau yang terdapat dalam kitab Kejadian 25:25. Selain itu, kata "merah" ini juga muncul karena warna kemerah-merahan yang ada pada tanah Edom yang di dalam Akitab disebutkan terdiri dari batu yang berwarna merah. Dalam zaman Romawi atau Perjanjian Baru, wilayah Edom dikenal dengan nama Idumea.

Kitab 1 Raja-Raja

Kitab 1 Raja-raja merupakan bagian dari kitab Perjanjian Lama dan Tanakh. Kitab ini merupakan bagian daripada kitab yang bernama Raja-Raja dalam Tanakh, dalam versi aslinya dalam bahasa Ibrani. Tetapi karena keputusan redaksional, kitab ini dibagi menjadi empat:

1 Samuel

2 Samuel

1 Raja-Raja

2 Raja-RajaKitab 1 Raja-Raja merupakan lanjutan dari kitab-kitab Samuel tentang sejarah pemerintahan raja-raja Israel. Sejarah yang dimuat dalam kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:

Wafatnya Raja Daud dan pengangkatan Salomo menjadi raja atas Israel dan Yudea menggantikan Daud.

Pemerintahan Salomo dan hasil-hasil usahanya, khususnya dalam membangun Bait Allah di Yerusalem.

Bangsa Israel terpecah menjadi kerajaan utara dan kerajaan selatan, dan sejarah raja-raja yang memerintah kedua kerajaan tersebut sampai pertengahan abad ke-9 SM.

Kitab 3 Makabe

Kitab 3 Makabe terdapat dalam kebanyakan Alkitab Ortodoks sebagai bagian dari Anagignoskomena. Kalangan Protestan, sama seperti Katolik Roma, menganggapnya non-kanonik, kecuali Persaudaraan Moravia yang menyertakannya dalam Apokrifa Alkitab Kralicka Ceko. Kitab ini juga terdapat dalam Alkitab Armenia.

Kitab ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kaum Makabe ataupun pemberontakan mereka melawan Kekaisaran Seleukia sebagaimana dimaksud dalam Kitab 1 Makabe dan 2 Makabe. Namun kitab ini bercerita tentang penganiayaan Yahudi di bawah pemerintahan Ptolemaios IV Philopator (222–205 SM), beberapa dekade sebelum pergolakan Makabe. Nama kitab ini tampaknya berasal dari kesamaan antara kitab ini dengan kisah kemartiran Eleazar dan para pemuda Makabe dalam Kitab 2 Makabe; Imam Besar Simon juga disebutkan.

Kitab Amsal

Kitab Amsal adalah kitab yang terdapat dalam Alkitab Umat Kristen. Kitab ini berisi kumpulan ucapan ringkas dan nasihat prilaku yang mendidik orang muda.Kitab Amsal dalam bahasa Ibrani מִשְלֵי ; ‘’misyle/masyal’’ ‘Amsal dari’, adalah singkatan dari ‘’misyle syelomoh’’, Amsal-amsal Salomo. Kitab Amsal merupakan kumpulan tulisan dengan aneka ragam gaya yang berbeda-beda. Keanekaragaman ini menunjukkan ruang lingkup yang luas dari masyal. Sehingga masyal mungkin dari akar kata yang berarti ‘menyerupai’ atau ‘membandingkan’, hingga awalnya mungkin semacam perbandingan, contoh:“Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang” (Amsal 16:24).

Atau

“lebih baik sepiring sayur dengan kasih, daripada lembu tambun dengan kebencian”. (Amsal 15:17).Kitab Amsal adalah kumpulan ucapan ringkas dan ucapan berbentuk nasihat untuk mendidik para pemuda dan dianggap berasal dari Salomo. Kitab ini ditulis dalam bentuk puisi-artinya tersusun teratur dan tamsil yang hidup dan lahir dalam dalam lingkungan yang cukup mapan yang ingin memelihara tradisi dan kelanggengannya. . Karena Kitab Amsal terdiri dari 31 pasal, kitab ini mejadi kitab yang paling populer untuk menjadi acuan bacaan harian yang diulang setiap bulan.

Kitab Ezra

Kitab Ezra termasuk di dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang mencatat riwayat Ezra (bahasa Ibrani עזרא Ezra or ‘Ezrā’), seorang imam (ada yang menyebut sebagai nabi) yang memimpin rombongan kedua orang-orang buangan yang kembali dari Babel ke Yerusalem pada tahun 459-458 SM, dengan surat tugas dari Artahsasta, raja Persia. Dalam Alkitab Ibrani, kitab ini dijadikan satu dengan Kitab Nehemia sebagai Kitab Ezra-Nehemia. Pemisahannya dilakukan pada abad-abad awal era Kekristenan.Dalam Alkitab-Alkitab Kekristenan Barat, Kitab Ezra merupakan lanjutan dari kitab Tawarikh dan bisa dikelompokkan sebagai berikut:

Pasal 1-6: Kelompok pertama orang-orang buangan Yahudi pulang dari Babel ke Yerusalem, sesuai dengan perintah Koresh, raja Persia (538 SM). Bait Allah (Rumah Tuhan) di Yerusalem dibangun kembali dan ditahbiskan, dan ibadat dipulihkan (537 SM).

Pasal 7-10: Kelompok Yahudi lain kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Imam Ezra, seorang ahli hukum Tuhan. Ezra membantu menyusun kembali kehidupan rakyat dalam bidang agama dan sosial, agar dapat melindungi warisan rohani Israel.(458 SM)Dapat pula dilanjutkan dengan:

Nehemia 1-6: Nehemia kemudian memimpin rombongan ketiga (tahun 444 SM) kembali dan membangun tembok di sekeliling Yerusalem.

Kitab Kebijaksanaan Salomo

Kitab Kebijaksanaan (atau Kebijaksanaan Salomo, Kebijaksanaan, Kitab Kebijaksanaan Salomo) adalah salah satu kitab dalam Alkitab. Kitab ini dipandang sebagai kitab suci, dikategorikan sebagai deuterokanonika (yang berarti "kanon kedua") oleh Gereja Katolik Roma dan anagignoskomenon (bahasa Yunani: ἀναγιγνωσκόμενον, artinya "yang harus dibaca") oleh Gereja Ortodoks Timur. Gereja-gereja Protestan umumnya menganggap kitab ini kanonik (apokrif), dan dengan demikian bukan "kitab suci" biblika. Kitab Kebijaksanaan termasuk salah satu dari Kitab-kitab Hikmat yang terdapat dalam Septuaginta, bersama dengan Kitab Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung, Ayub, , dan Sirakh.

Eusebius dari Kaisarea menuliskan dalam Sejarah Gereja karyanya bahwa Uskup Melito dari Sardis pada abad ke-2 M menganggap Kitab Kebijaksanaan Salomo sebagai bagian dari Perjanjian Lama (tanpa perlu menggunakan istilah "kanonik"), dan kitab ini dianggap kanonik oleh kalangan Yahudi dan Kekristenan. Di sisi lain terdapat klaim berbeda: "Dalam katalog Melito, disajikan oleh Eusebius, setelah Amsal, muncul kata Kebijaksanaan; hampir semua komentator beranggapan bahwa itu hanyalah nama lain kitab yang sama, dan bukan nama kitab yang sekarang disebut 'Kebijaksanaan Salomo'." Terjemahan Kebijaksanaan Salomo dalam bahasa Aram disebutkan oleh Nahmanides dalam kata pengantar komentari karyanya tentang Pentateukh (Taurat).

Kitab Kebijaksanaan berbeda dengan Kebijaksanaan Sirakh, suatu karya dari abad ke-2 SM, yang aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani.

Kitab Maleakhi

Kitab Malekahi merupakan salah satu kitab dalam Perjanjian Lama yang termasuk dalam kitab nabi-nabi kecil. Kitab ini merupakan kitab terakhir dalam Perjanjian lama. Kitab Maleakhi juga menjadi kitab terakhir dari kitab nabi-nabi kecil. Hal ini menyebabkan Maleakhi dianggap sebagai suara yang terakhir di Perjanjian Lama. Secara tradisional, Kitab ini diyakini ditulis oleh seorang yang bernama Maleakhi. Kitab ini juga membahas kembali mengenai Musa dan juga terkait dengan nabi Elia. Konteks mengenai kitab Maleakhi ini bisa dikatakan sama dengan konteks kitab Hagai. Hal ini dikarenakan Maleakhi dan Hagai mempunyai kurun waktu yang dekat.

Kitab Nehemia

Kitab Nehemia merupakan kumpulan kitab sejarah yang kedua setelah kitab I-II Tawarikh. Kitab Nehemia termasuk dalam kitab-kitab sejarah Perjanjian Lama dan mungkin kelanjutan dari kitab Tawarikh. Kitab ini termasuk dalam salah satu dari tiga kumpulan besar Kitab Suci Ibrani yang mengisahkan peristiwa-peristiwa beruntun dalam sejarah Israel. Kumpulan pertama (Kejadian-Bilangan) menceritakan periode pertama sejarah manusia sampai ketika bangsa Israel bersiap memasuki tanah Kanaan. Kumpulan kedua mengisahkan tentang bangsa Israel dari saat mereka memasuki Tanah Perjanjian sampai pada masa pembuangan Babel. Kumpulan ketiga (Kitab Tawarikh, Ezra–Nehemia) mengisahkan tentang bagian akhir dari kisah Israel pada masa kebangkitan Raja Daud sampai usaha rekonstruksi sesudah pembuangan.

Kitab Ulangan

Kitab Ulangan adalah kitab kelima daripada tanakh dan juga kitab Taurat. Dalam bahasa Ibrani, disebut sebagai Devarim ("kata-kata"), dari kalimat permulaan "Eleh ha-devarim."

Dalam beberapa bahasa di Eropa, kitab ini disebut Deuteronomium, dari bahasa Latin yang mengambilnya dari septuaginta dalam bahasa Yunani: Δευτερουόμιου. Sebenarnya hal ini merupakan kesalahan alih bahasa dari aslinya dalam bahasa Ibrani dari pasal 17:18;

“Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.” Oleh penulis septuaginta hal ini diterjemahkan menjadi: “menulis untuk dirinya salinan hukum ini”. Tetapi kesalahan ini tidak terlalu parah. Penanggalan kitab Ulangan terjadi dalam beberapa periode sejak masa Musa sampai pada masa pembuangan, kira-kira abad ke-8 sampai ke-7 sM.Kitab Ulangan terdiri dari serangkaian khotbah-khotbah yang diucapkan Musa di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab. Mereka berhenti di situ sesudah mengakhiri perjalanan panjang lewat padang gurun dan sebelum masuk ke Kanaan untuk menduduki negeri itu.

Makabian

I, II, dan III Makabian (bahasa Inggris: Meqabyan, bahasa Ge'ez: መቃብያን) adalah tiga kitab dalam kanon Alkitab Perjanjian Lama Ortodoks Ethiopia. Meskipun ketiga kitab ini sama sekali berbeda isinya dibandingkan dengan Kitab Makabe dalam Alkitab Katolik dan Alkitab Ortodoks Timur, ketiganya terkadang disebut sebagai Makabe Ethiopik atau Makabe Ethiopia. "Kaum Makabe" yang dideskripsikan dalam kitab-kitab ini bukanlah dari dinasti Hashmonayim, dan "Lima Martir Suci Makabe" di sini tidak sama dengan "perempuan dengan tujuh anak laki-laki" yang wafat sebagai martir —yang juga disebut sebagai "kaum Makabe" serta dihormati dalam Ortodoksi sebagai "Martir-Martir Suci Makabe".

Maleakhi 1

Maleakhi 1 (disingkat Mal 1) adalah bagian pertama dari Kitab Maleakhi dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan Maleakhi.

Maleakhi 2

Maleakhi 2 (disingkat Mal 2) adalah bagian pertama dari Kitab Maleakhi dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan Maleakhi.

Maleakhi 3

Maleakhi 3 (disingkat Mal 3) adalah pasal ketiga Kitab Maleakhi dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan Maleakhi.

Maleakhi 4

Maleakhi 4 (disingkat Mal 4) adalah pasal keempat (dan terakhir) Kitab Maleakhi dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Memuat Firman Allah yang disampaikan dengan perantaraan Maleakhi. Pasal ini berisi ucapan Ilahi (perkataan-perkataan Allah) yang diterima dan disampaikan oleh Maleakhi mengenai "Hari TUHAN".

Matius 27

Matius 27 (disingkat Mat 27) adalah bagian dari Injil Matius pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, yang diyakini disusun menurut catatan Matius, salah seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.

Mazmur 113

Mazmur 113 (disingkat Maz 113, Mzm 113 atau Mz 113; penomoran Septuaginta: Mazmur 112) adalah sebuah mazmur dalam bagian ke-5 Kitab Mazmur di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Tidak ada catatan nama penggubahnya.

Nabi

Dalam pengertian agama samawi, nabi adalah manusia yang memperoleh wahyu dari Tuhan tentang agama dan misinya. Lebih khusus lagi terdapat istilah rasul yang dalam agama Islam dibedakan bahwa rasul memiliki kewajiban untuk menyampaikan ajaran yang diterima dari Tuhan.

Nabi-nabi Kecil

Nabi-nabi Kecil atau Kedua Belas Nabi adalah sekelompok nabi Ibrani yang masing-masing kitab nubuatnya dikumpulkan menjadi Kitab Kedua Belas Nabi dalam Kitab Suci Ibrani dan bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dua belas orang dihubungkan namanya dengan kitab-kitab dalam bagian ini yang dalam bahasa Aram juga dikenal dengan nama Trei Asar (bahasa Aram: תרי עשר‎, "dua belas").

Istilah "kecil" di sini merujuk kepada panjang kitab-kitab tersebut, bukan kedudukannya yang penting atau tidak. Lihat Nabi-nabi Besar untuk kitab-kitab kenabian yang lebih panjang di dalam Alkitab dan Tanakh.

Dalam Kitab Suci Ibrani tulisan-tulisan para nabi kecil ini dianggap sebagai satu kitab, sementara dalam Alkitab Kristen masing-masing dianggap sebagai kitab yang terpisah. Keduabelas kitab yang tergolong dalam "Nabi-nabi Kecil" dalam Kitab Suci Ibrani dan Kristen Barat adalah sebagai berikut:

Hosea

Yoël

Amos

Obaja

Yunus

Mikha

Nahum

Habakuk

Zefanya

Hagai

Zakharia

MaleakhiSeptuaginta yang digunakan oleh Gereja-gereja Timur (Ortodoks), menyusunnya dalam urutan berikut: Hosea, Amos, Mikha, Yoël, Obaja, Yunus, dan sisanya seperti di atas. Kitab Nabi-nabi Kecil juga ditempatkan sebelum Nabi-nabi Besar.

Nevi'im

Nevi'im, juga ditulis Nebiim (bahasa Ibrani: נְבִיאִים Nəḇî'îm, "Nabi-nabi", "Para nabi"), merupakan bagian utama yang kedua dari Alkitab Ibrani (Tanakh), di antara Torah (pengajaran) dan Ketuvim (tulisan-tulisan).

Nevi'im dibagi menjadi dua bagian:

Para Nabi Awal (Nevi'im Rishonim נביאים ראשונים), yang berisi kitab Yosua hingga Raja-raja.

Para Nabi Akhir/Belakangan (Nevi'im Aharonim נביאים אחרונים), yang memuat nubuat-nubuat yang kebanyakan ditulis dalam bentuk puisi Alkitab.Para akademisi menduga banyak dari tulisan-tulisan Para Nabi Akhir yang lebih lama daripada kisah-kisah Para Nabi Awal, yang mana mendahuluinya dalam kanon, dan pengaruhnya sangat besar terhadap arah dan perkembangan agama Ibrani. Para Nabi Akhir juga memberikan pengaruh luas terhadap aktivitas sosial, politik, dan sastra dalam budaya-budaya di luar Yudaisme.

Kitab Maleakhi • ספר מלאכי (Sefer M'lakhi)
Alkitab
Tempat
Tokoh
Sumber

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.