Laut Mati

Laut Mati (atau Laut Asin) adalah danau yang membujur di daerah antara Israel, Palestina dan Yordania.[1] Di 417,5 m di bawah permukaan laut, merupakan titik terendah di permukaan bumi.[2] Laut mati terletak pada perbatasan antara Yordania dan bagian barat Palestina, laut mati memiliki titik terendah di bumi pada 1.300 kaki (400m) di bawah permukaan laut.[2]

Secara geologi laut mati terbentuk tiga juta tahun yang lalu ketika timbul retakan kecil pada lembah sungai Yordan (Jordan Riff Valley) di mana air laut masuk dan terkumpul, iklim kering dan evaporasi tinggi meningkatkan konsentrasi mineral dalam air.[2] Garam, kapur dan gipsum terdapat pada sepanjang retakan ini dan membentuk danau dengan kandungan garam tertinggi.[2]

Danau ini dinamakan laut mati karena tidak ada bentuk kehidupan yang dapat bertahan dalam air garam ini.[2] Laut mati memiliki kandungan garam tertinggi dari seluruh laut di dunia.[3] Kadar garamnya sekitar 32 % dibandingkan terhadap kadar garam rata-rata 3% pada Laut Tengah atau Mediteranian.[2] Sejak dulu material yang terdapat dalam laut mati diketahui mempunyai efek untuk mempercantik kulit.[2] Dengan mengoleskan lumpur ini ke tubuh, mineral yang terkandung di dalamnya terbukti dapat memperbaiki kulit, melancarkan sirkulasi darah dan dapat membantu kesehatan.[2] Hal ini sudah lama diketahui oleh Raja Salomo, Cleopatra dan Herodes Agung sehingga mereka mendatangi Laut Mati untuk memperoleh efek tersebut.[2]

Laut Mati
Dead Sea by David Shankbone
Pemandangan dari sisi Israel, Palestina diseberang Yordania
Koordinat31°20′N 35°30′E / 31.333°N 35.500°EKoordinat: 31°20′N 35°30′E / 31.333°N 35.500°E
Aliran masuk utamaSungai Yordan
Aliran keluar utamatidak ada
Daerah pengumpulan air41650 km2 (16080 sq mi)
Terletak di negaraIsrael
Yordania
Palestine
Panjang maks.67 km (42 mi)
Lebar maksimal18 km (11 mi)
Area permukaan810 km2 (310 sq mi)
North Basin
Kedalaman rata-rata118 m (387 ft)
Kedalaman maks.378 m (1240 ft)
Volume air147 km3 (35 cu mi)
Masa tinggal-
Panjang pantai1135 km (84 mi)
Ketinggian permukaan−422 m (−1385 ft)
1 Pantai pantai merupakan perkiraan.
Dead sea newspaper
Seorang turis sedang membaca koran saat mengapung di Laut Mati

Nama

Laut Asin

Dalam bahasa Ibrani, Laut Mati adalah "Yam ha-Melaḥ", berarti "laut garam" atau "Laut Asin". Istilah ini pula yang paling banyak digunakan dalam bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen dalam bahasa Indonesia, sejak kitab pertama dalam Taurat yaitu Kitab Kejadian (Kejadian 14:3), kemudian Kitab Bilangan (Bilangan 34:3, 12), Kitab Ulangan (Ulangan 3:17), Kitab Yosua (Yosua 3:16; 12:3; 15:2, 5; 18:19), Kitab 2 Tawarikh (2 Tawarikh 20:2), sampai zaman Pembuangan ke Babel (abad ke-6 SM), yaitu Kitab Yehezkiel (Yehezkiel 47:8).

Laut Mati

Dalam prosa terkadang dipakai istilah "Yam ha-Māvet" (ים המוות, "laut kematian" atau "Laut Mati"), karena kelangkaan kehidupan akuatik. Dalam bahasa Arab, Laut Mati disebut "al-Bahr suara Al-Mayyit" ("Laut Mati"), atau yang kurang umum "bahr ᵘ Lut ᵃ (بحر لوط, "Laut Lot"). Istilah "Laut Mati" tidak digunakan dalam Alkitab bahasa Indonesia versi Terjemahan Baru.

Laut Zoar

Nama lain dalam sejarah bahasa Arab adalah "Laut Zoar", menurut nama kota terdekat pada zaman Perjanjian Lama di Alkitab.

Laut Asphaltite

Orang-orang Yunani menyebutnya "Danau Asphaltites" (bahasa Yunani Attic ἡ Θάλαττα ἀσφαλτῖτης, ia Thálatta asphaltĩtēs, "Laut Asphaltite").

Laut Timur

Alkitab juga menyebutnya sebagai "Yam ha-Mizrahi" (ים המזרחי, "Laut Timur").[4]

Laut Araba

Dalam Alkitab Ibrani juga dipakai istilah "Yam ha-'Ărāvâ" (ים הערבה, "Laut Araba"), meskipun dalam 3 dari 5 kali penyebutannya selalu dipakai istilah: "Laut Araba, yakni Laut Asin,", sehingga jelas bahwa kedua istilah ini adalah sinonim.[5]

Referensi

  1. ^ (Inggris)G.A Smith, Historical Geography of the Holy Land, 1931, p 499-516
  2. ^ a b c d e f g h i (Inggris)[http://www.new7wonders.com/community/en/new7wonders/new7wonders_of_nature/dead_sea'. Diakses pada 8 Juni 2010.
  3. ^ (Inggris)D Baly, The Geography of the Bible, 1958, p 202-210
  4. ^ Yehezkiel 47:18; Yoel 2:20; Zakharia 14:8
  5. ^ Ulangan 3:17, Yosua 3:16, Yosua 12:3 dalam zaman Musa dan Yosua dalam abad ke-15 SM, menulis "Laut Araba, yakni Laut Asin", sedangkan 2 ayat lain Ulangan 4:49 dan 2 Raja Raja 14:25 (yang terakhir ini dari abad ke-8 SM): hanya menyebut "Laut Araba" saja tanpa rujukan kepada "Laut Asin", meskipun jelas yang dimaksudkan adalah tempat yang sama.

Pranala luar

11Q5

11Q5 (atau 11QPsa; 11QPs_a) adalah sebuah naskah tulisan tangan kuno yang memuat bagian Alkitab Ibrani dan bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, terutama dari Kitab Mazmur. Naskah ini merupakan satu dari enam gulungan Kitab Mazmur yang ditemukan dalam salah satu gua di Qumran, yaitu gua ke-11, dan merupakan salah satu dari kumpulan besar naskah-naskah Gulungan Laut Mati.

4QJer

4QJer adalah kumpulan potongan naskah kuno bertulisan bahasa Ibrani yang ditemukan dalam gua ke-4 di Qumran, di antara sejumlah naskah lain yang secara keseluruhan disebut Naskah Laut Mati yang diperkirakan dari abad ke-2 SM. Secara khusus fragmen-fragmen yang diberi kode 4QJer (gua 4, Qumran, Kitab Jeremiah [Yeremia]) ini yang memuat bagian-bagian dari Kitab Yeremia, ditulis sekitar abad ke-3 SM (4QJera) sampai 50 SM (4QJere).

Arabah

Arabah (Ibrani: הָעֲרָבָה, HaArava; bahasa Arab: وادي عربة‎, Wādī ʻAraba), juga dikenal sebagai Aravah, adalah bagian dari Great Rift Valley yang terletak di antara Laut Mati di utara dan Teluk Aqaba di selatan. Dinamakan juga Araba-Yordan. Pada zaman kuno merupakan nama daerah di lembah sungai Yordan yang membujur searah utara-selatan dari ujung selatan Danau Galilea (bermuara ke sungai Yordan) terus ke selatan sampai ke Laut Mati dan berlanjut hingga Teluk Aqaba. Pada zaman modern ini merupakan daerah perbatasan antara Israel di sebelah baratnya dan Yordania di sebelah timurnya. Banyak ahli geografi modern tidak lagi mengakui bagian utara (yaitu antara Laut Mati dan Danau Galilea) sebagai bagian dari Arabah, tetapi dalam catatan-catatan kuno bahkan sampai awal abad ke-20, seluruh wilayah ini disebut sebagai bagian Arabah.

Arabah merupakan wilayah yang sangat panas dan kering. Wilayah paling panas, yaitu bagian selatan, adalah sepanjang 166 km (103 mi) dari Teluk Aqaba sampai ke pantai selatan Laut Mati. Secara topografik, wilayah ini dapat dibagi menjadi 3 bagian. Dari Teluk Aqaba ke utara, tanahnya semakin tinggi sepanjang 77 km (48 mi), dan mencapai ketinggian 230 m (750 ft) di atas permukaan laut, yang menjadi tanah pemisah antara Laut Mati dan Laut Merah. Dari dataran ini, tanahnya kemudian semakin turun ke utara sepanjang 74 km (46 mi) mencapai sebuah titik 15 km (9,3 mi) di selatan Laut Mati. Di bagian terakhir, Arabah menurun curam ke Laut Mati, mencapai ketinggian 417 m (1368 ft) di bawah permukaan laut, yang merupakan titik terendah di bumi dan masih terus turun.

Bagian selatan Arabah sangat panas dn kering dengan hampir tanpa hujan; sehingga hanya sedikit dihuni. Daerah administratif Yordania "Wadi Araba" dilaporkan berpenduduk 6775 orang, dengan tambahan 96.000 di kota Aqaba sendiri. Lima suku bangsa utama membentuk 8 tempat pemukiman di wilayah Yordania. Suku-suku tersebut adalah:

Al-S'eediyeen (bahasa Arab: السعيديين‎)

Al-Ihewat (الإحيوات)

Al-Ammareen (العمارين)

Al-Rashaideh (الرشايدة), dan

Al-Azazmeh (العزازمة)Masih ada juga suku-suku yang lebih kecil, antara lain:

Al-Oseifat (العصيفات)

Al-Rawajfeh (الرواجفة)

Al-Manaja'h (المناجعة), dan

Al-Marzaqa (المرزقة)Aktivitas ekonomi penduduk Arabah ini meliputi penggembalaan kambing, pertanian, pekerjaan ketrampilan tangan, dan masuk menjadi tentara Yordania.

Di wilayah Israel terdapat sejumlah kibbutz dan moshav. Kibbutz tertua di Arava adalah Yotvata, didirikan pada tahun 1957, dan dinamai menurut nama kota kuno di daerah itu yang pernah disebutkan dalam Alkitab. Kibbutz Lotan, yang merupakan salah satu kibbutz terbaru, mempunyai sebuah pusat pengamatan burung ("bird-watching center"). Moshav tertua di wilayah Arava tengah adalah Ein Yahav.

Dalam zaman purba, daerah ini menjadi pusat produksi tembaga; raja Salomo mempunyai banyak tambang di sini. Arabah menjadi tempat tinggal suku Edom. Daerah Edom ini dinamai "Idumea" pada zaman Romawi. Sebelah timur Arabah merupakan domain suku Nabatea, yang mendirikan kota Petra.

Perjanjian Damai Israel dan Yordania ditandatangani di Arabah pada tanggal 26 Oktober 1994. Pemerintah Yordania dan Israel sekarang meningkatkan pengembangan daerah ini. Ada rencana untuk mengalirkan air laut dari Laut Merah ke Laut Mati melalui sebuah terusan ("Two Seas Canal" atau "Red–Dead Seas Canal"), yang membujur sepanjang Arabah. Proyek ini pernah menjadi topik sengketa antara kedua negara, tetapi akhirnya disetujui bahwa proyek ini dibangun di wilayah dan oleh pemerintah Yordania.

Danau Garam Besar

Danau Garam Besar (bahasa Inggris: Great Salt Lake) adalah sebuah danau garam di Utah, Amerika Serikat. Danau ini menempati urutan terbesar ke-4 di dunia menurut endorheic. Danau ini meliputi wilayah sekitar 4.400 km². Karena mengandung garam, orang bisa mengapung di atasnya, sehingga sering dijuluki Laut Mati-nya AS.

Kota Salt Lake City terletak di bantaran danau ini, dan dari nama danau inilah kota itu mendapatkan namanya.

Ein Gedi

Ein Gedi (bahasa Ibrani: עין גדי; bahasa Arab: عين جدي‎; En-Gedi) adalah oasis yang terletak di sebelah barat Laut Mati, dekat dengan Masada dan goa Qumran.

Ein Gedi terkenal dengan goa, mata air, dan keanekaragaman flora dan fauna yang kaya. Ein Gedi disebut beberapa kali dalam kitab suci, contohnya pada 1 Samuel 24:1.

Green Collection

The Green Collection adalah kumpulan lebih dari 40.000 barang antik yang berhubungan dengan Alkitab, yang sekarang ini merupakan pameran keliling di seluruh dunia dengan nama "Passages". Dikumpulkan oleh keluarga Green, pendiri toko barang-barang eceran Hobby Lobby. "Green Collection" merupakan koleksi pribadi terbesar di dunia untuk naskah-naskah dan artefal Alkitab yang langka.

Koleksi ini ditempatkan pada Museum of the Bible yang akan dibuka pada tahun 2017 di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Gua-gua Qumran

Gua-gua Qumran (bahasa Inggris: Qumran Caves) adalah serangkaian gua, ada yang alami, ada yang dibuat manusia, di sekitar situs arkeologi Qumran di gurun Yudea, Tepi Barat, Palestina. Di dalam gua-gua ini ditemukan Naskah-naskah Laut Mati.

Gulungan Kitab Yesaya

Gulungan Besar Kitab Yesaya (bahasa Inggris: Great Isaiah Scroll) adalah salah satu Naskah Laut Mati, yang ditemukan pertama kali di gua nomor 1 di Qumran, dekat Laut Mati, bersama 6 gulungan lain pada tahun 1947 oleh seorang gembala Bedouin. Merupakan gulungan yang paling utuh dari 220 lebih naskah kuno di sana, berisikan keseluruhan Kitab Yesaya. Dari 4 kali analisis radioaktif karbon C-14 diperoleh tahun pembuatan antara 335-324 SM dan 202-107 SM, sehingga gulungan ini merupakan naskah tertua Kitab Yesaya yang ada sekarang, lebih tua 1100 tahun daripada Kodeks Leningrad Naskah ini diberi kode "1QIsaa", di mana "1Q" berarti "gua ke-1 di Qumran", "Isa" adalah singkatan dari "Isaiah" (istilah bahasa Inggris untuk "Yesaya") dan a berarti naskah pertama, karena ada lagi naskah Kitab Yesaya di gua ini, meskipun kurang lengkap.

Kitab Daniel

Kitab Daniel adalah salah satu kitab Alkitab yang memuat suatu "laporan aktivitas-aktivitas dan penglihatan-penglihatan Daniel, seorang Yahudi terhormat dalam pembuangan di Babel." Dalam Alkitab Ibrani, kitab ini terdapat dalam Ketuvim (tulisan-tulisan); sedangkan dalam Alkitab Kristen dikelompokkan dalam Nabi-nabi Besar. Dengan demikian Kitab Daniel dipandang sebagai teks kanonik baik dalam keyakinan Yahudi maupun Kristen.

Kitab ini terbagi menjadi dua bagian, serangkaian kisah istana dalam bab/pasal 1–6 yang dilanjutkan dengan empat penglihatan apokaliptik dalam pasal 7–12. Apokrifa atau bagian deuterokanon mengandung tiga cerita tambahan: Lagu Pujian Ketiga Pemuda, Susana, serta Dewa Bel dan Naga Babel.Kitab ini menurut tradisi dianggap berasal dari Daniel sendiri, sementara konsensus keilmuan modern menganggap kitab ini pseudonim, kisah-kisah di bagian pertama legendaris asalnya, dan penglihatan-penglihatan di bagian kedua dihasilkan oleh para penulis anonim pada zaman kaum Makabe (abad ke-2 SM). Namun berdasarkan penganggalan fragmen-fragmen paling awal Kitab Daniel di antara Naskah Laut Mati, para akademisi modern lainnya menyimpulkan bahwa Kitab Daniel dianggap sebagai suatu teks Ibrani kanonik sebelum zaman kaum Makabe. Pesan yang terkandung adalah bahwa sama seperti Allah Israel menyelamatkan Daniel dan teman-temannya dari para musuh mereka, demikian pula Ia akan menyelamatkan seluruh Israel dari penindasan yang mereka alami saat ini.Pengaruh kitab ini bergema melewati masa-masa setelahnya, dari komunitas Naskah Laut Mati serta para penulis Injil dan Wahyu, sampai berbagai gerakan dari abad ke-2 hingga Reformasi Protestan dan gerakan-gerakan milenialis modern —yang mendapat pengaruh besar darinya.

Kitab Yesaya

Kitab Yesaya merupakan salah satu bagian dalam Perjanjian Lama. Penamaan kitab ini didasarkan pada seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan s.M.. Nama Yesaya diambil dari bahasa Ibrani: ישׁעיהו Yeshayahu atau Yəša‘ăyāhû, yang berarti “Penyelamatan Yahweh”.

Seluruh kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:

Pasal 1-39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Tuhan. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Tuhan dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Tuhan akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan Tuhan. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.

Pasal 40-55 ditujukan kepada orang-orang Yehuda akan hidup dalam pembuangan di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Tuhan membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Tuhan itu Tuhan yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang "Hamba Tuhan" merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.

Pasal 56-66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Tuhan akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia.Para pakar studi Biblika memberikan nama yang berbeda-beda untuk masing-masing dari ketiga bagian kitab ini. Pasal 1-39 dinamai Proto-Yesaya, pasal 40-55 dinamai Deutero-Yesaya, dan pasal 56-66 dinamai Trito-Yesaya. Mereka juga menduga bahwa masing-masing bagian itu ditulis oleh penulis yang berlainan pula. Namun, dugaan ini sekarang sudah dianggap tidak tepat lagi dengan ditemukannya "Gulungan Yesaya Besar" di antara Gulungan Laut Mati. Gulungan itu memuat seluruh Kitab Yesaya dalam bahasa Ibrani secara lengkap dan diperkirakan ditulis pada tahun 125 SM. Karena ini merupakan salinan lengkap dan tidak ditemukan salinan sebagian, maka para ahli percaya bahwa kitab aslinya telah ditulis lengkap jauh sebelumnya, yaitu sebelum pembuangan, dan disalin terus semasa pembuangan sampai sekembalinya ke tanah Israel lagi.

Mazmur 138

Mazmur 138 (disingkat Maz 138, Mzm 138 atau Mz 138; penomoran Septuaginta: Mazmur 137) adalah sebuah mazmur dalam bagian ke-5 Kitab Mazmur di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Digubah oleh Daud.

Mazmur 151

Mazmur 151 adalah sebuah mazmur singkat yang terdapat dalam kebanyakan salinan Septuaginta tetapi tidak terdapat dalam Teks Masoret Alkitab Ibrani. Judul yang diberikan kepada mazmur ini dalam Septuaginta mengindikasikan bahwa karya ini supernumerari (melebihi jumlah yang biasa), dan tidak ada nomor yang dibubuhkan padanya: "Mazmur ini dianggap berasal dari Daud dan di luar penomoran. Ketika ia membunuh Goliat dalam satu pertempuran". Karya ini juga terdapat dalam beberapa manuskrip Peshitta.

Gereja Ortodoks Timur serta Gereja Ortodoks Koptik, Gereja Apostolik Armenia, dan Gereja Katolik Armenia memandang Mazmur 151 kanonik. Gereja Katolik Roma, Protestan, dan kebanyakan Yahudi menganggapnya apokrif. Namun karya ini terdapat pada lampiran dalam beberapa Kitab Suci Katolik, misalnya Vulgata Latin edisi tertentu dan dalam beberapa terjemahan ekumenis, misalnya New Revised Standard Version.

Mazmur 152-155

Mazmur 152-155 adalah sejumlah Mazmur tambahan yang ditemukan dalam dua manuskrip Alkitab Siria dan beberapa manuskrip "Kitab Disiplin" karya Elias dari al-Anbar. Bersama dengan Mazmur 151 dinamakan 'Lima Mazmur Daud Apokrif'.

Naskah Laut Mati

Naskah Laut Mati, dalam arti sempit dari Naskah Gua-gua Qumran, adalah suatu kumpulan sekitar 981 naskah berbeda yang ditemukan antara tahun 1946 dan 1956 dalam 11 gua di sekitar pemukiman kuno di Khirbet Qumran di Tepi Barat. Gua-gua tersebut terletak sekitar 2 kilometer ke pedalaman dari sebelah barat laut pantai Laut Mati, tempat asal naskah-naskah tersebut memperoleh namanya.Konsensusnya adalah Naskah Gua-gua Qumran bertarikh tiga abad terakhir SM dan abad pertama Masehi (lihat paragraf "Umur" dalam artikel ini dan situs yang didedikasikan dari Museum Israel). Koin-koin perunggu yang ditemukan di situs yang sama membentuk suatu rangkaian yang diawali dengan Yohanes Hyrkanos (135–104 SM) dan berlanjut hingga Perang Yahudi-Romawi Pertama (66–73 M), mendukung penanggalan menurut analisis teks dan radiokarbon atas gulungan-gulungan tersebut. Naskah-naskah dari situs lainnya di Gurun Yudea bertarikh abad ke-8 SM hingga akhir abad ke-11 M.Teks-teks tersebut memiliki makna linguistik, religius, dan historis, yang sangat penting karena mencakup naskah-naskah ketiga tertua yang diketahui dan masih terlestarikan yang mana kemudian dimasukkan dalam kanon Alkitab Ibrani, bersama dengan deuterokanonika dan naskah-naskah biblika tambahan yang menyimpan bukti keanekaragaman pemikiran religius pada akhir masa Yudaisme Bait Kedua. Teks biblika yang lebih tua dari Naskah Laut Mati ditemukan dalam dua jimat berbentuk gulungan perak berisikan bagian-bagian Berkat Imamat dari Kitab Bilangan; gulungan-gulungan perak tersebut berhasil digali di Yerusalem, di Ketef Hinnom, dan berasal dari sekitar tahun 600 SM. Sebuah potongan yang sudah terbakar dari Kitab Imamat, berasal dari sekitar abad ke-6 M, belum lama ini telah dianalisis dan merupakan potongan tertua keempat dari Taurat yang diketahui masih ada.Sebagian besar teks-teks tersebut ditulis dalam bahasa Ibrani, dengan beberapa dalam bahasa Aram (dalam dialek-dialek daerah yang berbeda, termasuk Nabatea), dan ada sedikit yang ditulis dalam bahasa Yunani Koine. Apabila temuan dari Gurun Yudea disertakan, maka bahasa Latin (dari Masada) dan bahasa Arab (dari Khirbet al-Mird) dapat ditambahkan. Kebanyakan teks ditulis di perkamen, beberapa di papirus, dan satu di tembaga.Menurut tradisi, gulungan-gulungan tersebut diidentifikasi dengan sekte Yahudi kuno yang disebut Eseni, meskipun beberapa penafsiran baru-baru ini menentang keterkaitannya dan beralasan bahwa gulungan-gulungan tersebut ditulis oleh para imam di Yerusalem, Saduki, atau kelompok-kelompok Yahudi tak dikenal lainnya.Karena kondisi yang buruk dari beberapa gulungan naskah tersebut, belum semuanya berhasil diidentifikasi. Naskah yang telah diidentifikasi dapat dibagi menjadi tiga kelompok umum:

Sekitar 40% merupakan salinan-salinan teks dari Alkitab Ibrani.

Sekitar 30% merupakan teks-teks dari Periode Bait Kedua yang pada akhirnya tidak dikanonisasi dalam Alkitab Ibrani, seperti Kitab Henokh, Yobel, Kitab Tobit, Kebijaksanaan Sirakh, Mazmur 152–155, dan lain-lain.

Sisanya sekitar 30% merupakan naskah-naskah sektarian dari dokumen-dokumen yang tidak diketahui sebelumnya, yang mana menjelaskan beragam aturan dan keyakinan dari suatu kelompok tertentu atau kelompok-kelompok dalam Yudaisme yang lebih besar, seperti Aturan Komunitas, Aturan Peperangan, Pesyer Habakuk, dan Aturan Pemberkatan.

Qumran

Qumran (bahasa Ibrani: חירבת קומראן) adalah nama modern bagi lahan dari suatu biara di Laut Mati, Tepi Barat Palestina. Letaknya adalah 14,4 km sebelah selatan kota Yerikho. Para ahli beranggapan bahwa Qumran adalah tempat tinggal kaum Eseni dan sekaligus juga menjadi pusat aktivitas para kaum Eseni di pesisir Laut Mati. Para ahli-ahli purbakala pun menggali daerah itu. Para penggali itu menemukan meja-meja kapur di Qumran, yang diyakini bahwa di atas meja-meja inilah Gulungan Laut Mati ditulis, disalin dari generasi ke generasi oleh para juru tulis biara. Gulungan-gulungan tersebut pertama kalinya ditemukan pada tahun 1947 dan gulungan-gulungan lain ditemukan sesudahnya. Meja-meja tersebut ditemukan di atas tanah di antara reruntuhan yang menggunung bersama robohnya bangunan berlantai dua. Para arkeolog berpendapat bahwa keadaan meja-meja itu sekarang diakibatkan karena meja-meja itu jatuh dari ruangan yang runtuh. Ruangan itu mereka namakan "scriptorium" yang artinya "ruangan untuk menulis". Penduduk yang tinggal di sana ternyata merupakan suatu persekutuan dari pertengahan abad kedua sebelum Masehi. Mereka tinggal di daerah tersebut sampai daerah itu direbut oleh pasukan Romawi dalam Perang Yahudi-Romawi Pertama pada tahun 66-70 Masehi.

Sungai Yordan

Sungai Yordan (bahasa Ibrani: נהר הירדן nehar hayarden, bahasa Arab: نهر الأردن nahr al-urdun) adalah suatu sungai di Asia Barat Daya yang berhulu di utara Israel dekat kibbutz Sede Nehemya dan mengalir lewat Laut Galilea ke Laut Mati. Sungai itu merupakan sebagian batasan antara Israel, Palestina dan Yordania.

Sungai ini memiliki makna penting dalam Yudaisme dan Kekristenan sebagai tempat di mana bangsa Israel melintasi ke "Tanah Perjanjian", yaitu Tanah Kanaan, dan di mana Yesus Kristus dari Nazaret dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, menurut catatan Alkitab.

Taurat Samaria

Taurat Samaria (Pentateukh Samaria; bahasa Inggris: Samaritan Pentateuch atau Samaritan Torah; bahasa Ibrani: תורה שומרונית, torah shomroniyt) adalah suatu naskah berisi kelima kitab pertama dalam Alkitab Ibrani, ditulis dengan alfabet Samaria dan dipandang sebagai kitab suci oleh orang Samaria. Naskah ini merupakan keseluruhan kanon Alkitab mereka.

Terdapat sekitar 6.000 perbedaan antara Taurat Samaria dan Teks Masoret. Kebanyakan adalah variasi-variasi kecil pengejaan kata atau konstruksi gramatikal, tetapi ada juga perubahan-perubahan semantik yang signifikan seperti perintah khas Samaria untuk membangun suatu altar di Gunung Gerizim. Ada sebanyak hampir 2.000 dari variasi-variasi tekstual ini yang sesuai dengan Septuaginta Yunani Koine dan beberapa di antaranya dengan Vulgata Latin. Sepanjang sejarah mereka, orang-orang Samaria telah memanfaatkan terjemahan-terjemahan dari Taurat Samaria ke dalam bahasa Aram, Yunani, dan Arab, serta karya-karya liturgis dan eksegetis

Taurat Samaria mulai dikenal di dunia Barat pada tahun 1631, menjadi bukti contoh pertama alfabet Samaria dan memicu suatu perdebatan teologis yang intens mengenai usia relatifnya terhadap teks Masoret. Beberapa manuskrip Taurat yang ditemukan di antara Gulungan Laut Mati telah diidentifikasi sebagai perantara suatu jenis teks "pra-Samaria". Saat ini terdapat kesepakatan luas di antara para kritikus tekstual bahwa Taurat Samaria merepresentasikan suatu tradisi tekstual kuno yang otentik meskipun keberadaan beberapa varian unik diperkenalkan oleh orang-orang Samaria.

Teks Masoret

Teks Masoret (bahasa Inggris: Masoretic Text; MT, 𝕸, atau ) adalah teks Aramaik dan Ibrani otoritatif dari Tanakh bagi Yudaisme Rabbinik. Namun para akademisi masa kini berusaha untuk memahami sejarah teks Alkitab Ibrani dengan menggunakan berbagai sumber lainnya. Sumber tersebut mencakup terjemahan Yunani dan Suriah, kutipan dari naskah para rabbi, Taurat Samaria, dan yang lainnya seperti Naskah Laut Mati. Banyak darinya yang berusia lebih tua daripada teks Masoretik ini dan seringkali bertentangan dengannya. Selain menetapkan kitab-kitab dalam kanon Yahudi, Teks Masoret juga menetapkan teks huruf yang tepat dari kitab-kitab biblika ini, dengan vokalisasi dan aksentuasi yang dikenal sebagai Masorah.

MT digunakan secara luas sebagai dasar penerjemahan Perjanjian Lama dalam Alkitab Protestan, dan dalam beberapa tahun terakhir (sejak tahun 1943) juga digunakan untuk beberapa Alkitab Katolik, tetapi gereja-gereja Ortodoks Timur tetap menggunakan Septuaginta karena mereka menganggapnya terinspirasi secara illahi. Di zaman modern, Naskah Laut Mati telah menunjukkan bahwa MT hampir sama dengan beberapa teks Tanakh yang berasal dari tahun 200 SM tetapi berbeda dengan yang lainnya.

MT secara khusus disalin, disunting, dan disebarkan oleh sekelompok Yahudi yang dikenal sebagai kaum Masoret antara abad ke-7 dan ke-10 M. Meskipun konsonannya sedikit berbeda dengan teks yang berlaku secara umum pada awal abad ke-2 (dan juga sedikit berbeda dengan teks-teks Qumran yang bahkan lebih tua), MT memiliki banyak perbedaan baik dalam makna yang sangat penting ataupun yang kurang penting jika dibandingkan dengan naskah-naskah (yang masih ada hingga abad ke-4) dari Septuaginta, suatu terjemahan Yunani (yang ditulis pada abad ke-3 hingga ke-2 SM) dari Kitab-kitab Suci Ibrani yang digunakan secara umum di Mesir dan Israel (dan yang sering dikutip dalam Perjanjian Baru, terutama oleh Rasul Paulus).

Kata Ibrani mesorah (מסורה, atau מסורת) merujuk pada penyebaran suatu tradisi. Dalam suatu makna yang sangat luas dapat merujuk pada keseluruhan rangkaian tradisi Yahudi (lihat Hukum lisan); tetapi dalam konteks Teks Masoret, kata mesorah memiliki suatu makna yang sangat spesifik: tanda-tanda diakritik dari teks Alkitab Ibrani dan catatan-catatan pinggir yang ringkas (dan cetakan-cetakan selanjutnya) dari Alkitab Ibrani yang mencatat rincian tekstual, biasanya mengenai ejaan kata-kata secara tepat.

Naskah Teks Masoret tertua yang masih ada berasal dari sekitar abad ke-9 M. Kodeks Aleppo (pernah dikenal sebagai salinan lengkap tertua dari Teks Masoret, tetapi sekarang bagian Taurat-nya hilang) berasal dari abad ke-10.

Wadi Murabba'at

Wadi Murabba'at, juga dikenal sebagai Nahal Darga, adalah sebuah jurang yang dibentuk oleh aliran sungai musiman dari Gurun Yudea di sebelah timur Betlehem melintasi Herodium dan bermuara di Laut Mati 18 km sebelah selatan Khirbet Qumran di Tepi Barat. Terdapat gua-gua persembunyian para pejuang Yahudi selama Perang Bar Kokhba, di mana ditemukan dokumen-dokumen yang tertinggal termasuk sejumlah surat yang ditandatangani oleh Simon Bar Kokhba.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.