Kitab Tawarikh

Kitab Tawarikh (bahasa Inggris: Books of Chronicles; bahasa Ibrani: Dibh're Hayyamim, דברי הימים, bahasa Yunani: Paralipomenon, Παραλειπομένων) adalah satu kitab dari Alkitab Ibrani. Dalam bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen dibagi menjadi dua jilid, yaitu Kitab 1 Tawarikh dan Kitab 2 Tawarikh. Kitab ini menceritakan sejarah Kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda, yaitu mengenai masa yang sama dengan kitab-kitab Samuel dan Raja-raja. Nama "Tawarikh" diterjemahkan dari kata "Chronicle", yaitu nama yang diusulkan oleh Hieronimus (Yerome) (400 M).[1]

Teks Masoret menempatkan kitab ini paling akhir dalam kumpulan Ketuvim, yang menjadi bagian terakhir dalam Alkitab Ibrani. Alkitab Kristen menempatkan Kitab-kitab Tawarikh setelah Kitab Raja-raja dan sebelum Ezra–Nehemia mengikuti urutan dalam Alkitab bahasa Yunani tertua, Septuaginta.

Nama

Pray for Our Nation sign IMG 3291
Papan tanda mengutip 2 Tawarikh 7:14 di daerah pedesaan Texas, Amerika Serikat menghimbau rakyat untuk "Berdoa bagi negara kita" (2010).

Dalam Alkitab Ibrani kitab ini disebut Divrei Hayamim (yaitu "peristiwa dalam hari-hari"), berdasarkan frasa sefer divrei ha-yamim le-malkhei Yehudah dan "sefer divrei ha-yamim le-malkhei Israel" ("kitab/catatan hari-hari raja-raja Yehuda" dan "kitab/catatan hari-hari raja-raja Israel"), keduanya muncul berkali-kali dalam kitab Raja-raja. Kitab Tawarikh merupakan semacam catatan harian.

Dalam Alkitab bahasa Yunani Septuaginta (LXX), kitab ini diberi judul Paralipomenon (Παραλειπομένων), yaitu "apa yang ditinggalkan atau dikesampingkan".[2] Menurut teori "kitab Tawarikh-Ezra-Nehemia, kitab Tawarikh berisi materi yang dipisahkan tersendiri dari kitab Ezra, yang disusun terlebih dahulu.[3] Dengan kata lain, ada pakar yang berteori bahwa kitab-kitab ini semua disusun oleh satu (atau sekelompok) pengarang (penyunting), tetapi kemudian dibagi-bagi. Teori ini masih terus diperdebatkan, meskipun menjadi konsensus selama berabad-abad.[3]

Hieronimus, dalam pendahuluan terjemahan Alkitab bahasa Latin yang disusunnya, Vulgata, menyebut kitab ini sebagai sebuah chronikon ("Chronicles" dalam bahasa Inggris). Kitab ini berjudul Paralipomenon dalam Vulgata.[4][5]

Struktur

Leningrad-codex-14-chronicles.pdf
Kitab Tawarikh (Kitab 1 & 2 Tawarikh) lengkap pada Kodeks Leningrad, salinan Teks Masoret yang dibuat tahun 1008.

Berdasarkan isinya, kitab ini dapat dibagi menjadi 4 bagian:

  1. Permulaan 1 Tawarikh (pasal 1–10) kebanyakan berisi daftar silsilah, termasuk keluarga Saul dan penolakan Allah terhadap Saul yang menjadi dasar munculnya raja Daud.
  2. 1 Tawarikh pasal 11–29: sejarah pemerintahan Daud.
  3. Permulaan 2 Tawarikh (pasal 1–9): sejarah pemerintahan raja Salomo, putra Daud.
  4. 2 Tawarikh pasal 10–36: sejarah raja-raja Yehuda sampai kepada pembuangan ke Babel, ditutup dengan dekrit raja Koresh Agung mengizinkan orang-orang kembali ke tanah air mereka masing-masing.

Mungkin juga membagi kitab ini menjadi 3 bagian, dengan menggabungkan sejarah pemerintahan Daud dan Salomo, karena mereka memerintah kerajaan yang bersatu, sedangkan bagian terakhir hanya berisi sejarah raja-raja di bagian selatan saja, setelah terpecahnya kerajaan.

Pengarang dan komposisi

Awalnya para pakar yakin bahwa kitab Tawarikh dan kitab Ezra–Nehemia (bagian naratifnya) disusun oleh pengarang atau penyunting yang sama, tetapi sekarang ini tidak lagi diterima sepenuhnya.[6]

Peristiwa terakhir di kitab Tawarikh terjadi pada zaman pemerintahan Koresh Agung, raja Persia yang menaklukkan Kerajaan Babel pada tahun 539 SM; dan ini menentukan tanggal paling awal penulisan kitab ini. Martin Noth berpendapat bahwa kitab ini ditulis pada abad ke-3 SM, sedangkan Gary Knoppers memperkirakan di antara tahun 325 dan 275 SM, meskipun mungkin pula di antara tahun 500 dan 250 SM.

Secara umum, kitab Tawarikh ini lebih bersifat pengajaran (didaktik) daripada sejarah.[7][8][9] Pengarang mengambil sumber dari catatan publik, daftar keluarga dan tabel silsilah orang Yahudi. Hal ini disebutkan di beberapa tempat dalam kitab ini (1 Taw 27:24; 29:29; 2 Taw 9:29; 12:15; 13:22; 20:34; 24:27; 26:22; 32:32; 33:18, 19; 27:7; 35:25). Ada 40 catatan paralel antara kitab Tawarikh dan kitab Samuel-Raja-raja, seringkali kata-per-kata, membuktikan bahwa pengarang kitab Tawarikh mengenal dan menggunakan kitab-kitab yang lebih lama itu. Tambahannya, ada sumber sejarah Deuteronomistik (Deuteronomistic History), yang diambil terutama dari Kitab 2 Samuel dan 1–2 Raja-raja[10] serta catatan dari Taurat yang disimpan oleh kaum imam (Priestly Source).[11] Misalnya silsilah dalam 1 Tawarikh 1-9, tampaknya diambil langsung dari Taurat, juga Kitab Yosua dan lain-lain.[11] Dalam kitab Tawarikh terdapat pula sejumlah kutipan dari Kitab Mazmur, dan juga dari Kitab Yesaya, Kitab Yeremia dan Kitab Yehezkiel.[11] Tampaknya ada sumber yang tidak ditemukan lagi saat ini, misalnya dalam 2 Tawarih 9:29 disebutkan narasumber "Kitab Sejarah Salomo" (Acts of Solomon), juga catatan dari sejumlah nabi yang tidak banyak dikenal, seperti Ahia orang Shilonit dan pelihat Ido.[11] Ada juga peristiwa sejarah di luar Alkitab yang telah dibuktikan dari penelitian arkeologi, yang tadinya hanya dicatat di kitab Tawarikh, misalnya serangan raja Sisak dari Mesir di akhir abad ke-10 SM (2 Tawarikh 12:2–4), dan persiapan serta penjagaan sumber air di Yerusalem oleh raja Hizkia sebelum serangan orang Asyur pada akhir abad ke-8 SM (2 Tawarikh 32:2-4).[12]

Meskipun Kitab Tawarikh sebagian besar berisi kejadian-kejadian yang telah diceritakan dalam kitab Samuel dan kitab Raja-raja, di dalam kitab Tawarikh kejadian-kejadian itu diceritakan dari segi pandangan lain. Sejarah kerajaan Israel dalam kitab Tawarikh ditulis dengan dua maksud utama:

  1. Untuk menunjukkan bahwa sekalipun kerajaan Israel dan Yehuda ditimpa kemalangan, namun Allah masih memegang janji-Nya kepada bangsa itu, dan melaksanakan rencana-Nya untuk umat-Nya melalui orang-orang yang tinggal di Yudea. Penulis yakin mengenai hal itu karena ia ingat akan hal-hal besar yang telah dicapai oleh Daud dan Salomo, serta pembaruan-pembaruan yang diusahakan oleh Yosafat, Hizkia dan Yosia. Juga karena masih ada orang-orang yang tetap setia menyembah Allah.
  2. Untuk menguraikan asal mula upacara ibadat di Bait Allah di Yerusalem, terutama mengenai susunan jabatan imam dan orang-orang Lewi yang bertugas dalam upacara-upacara ibadat itu. Sekalipun Bait Allah di Yerusalem itu dibangun oleh Salomo, namun di dalam kitab Tawarikh ini Daud dikemukakan sebagai pendiri yang sesungguhnya dari Bait Allah itu dan upacara-upacara ibadatnya.[13]

Hal ini mencerminkan kondisi penulisan kitab Tawarikh, yaitu setelah pemulihan masyarakat Yahudi di Israel, yang berbeda dengan kitab Samuel dan Raja-raja yang disusun sebelumnya selama masa Pembuangan ke Babel. Kitab Samuel dan Raja-raja dianggap disusun pada saat ingatan terhadap sejarah kerajaan masih kuat dalam benak penyusunnya. Kitab Tawarikh disusun jauh kemudian dan berdasarkan catatan-catatan yang terpelihara sampai saat itu saja.

Ada 20 pasal dalam kitab Tawarikh, dan 24 bagian dari pasal, yang unik dan tidak terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya. Juga terdapat daftar banyak orang secara detail, seperti daftar pahlawan Daud (1 Taw 12:1–37), pemindahan Tabut Perjanjian dari Kiryat-yearim ke bukit Sion (1 Taw 13; 15:2–24; 16:4–43; bandingkan 2 Sam 6), penyakit raja Uzia (dalam bahasa Ibrani ditulis tzaraas umumnya diterjemahkan sebagai "kusta") dan musababnya (2 Taw 26:16–21; bandingkan 2 Raja-raja 15:5), dan sebagainya. Terdapat pula pidato dari tokoh-tokoh penting, misalnya Daud (1 Taw 29:10–19), dan isi surat penting, seperti surat Paskah dari Hizkia (2 Taw 30:6–9).

Dapat dilihat satu ciri khas kitab ini yaitu penggantian kata-kata lama dengan istilah yang lebih baru, terutama nama-nama tempat yang dipakai pada zaman pengarang, misalnya: kota Gezer (1 Taw 20:4) dipakai menggantikan nama "Gob" (2 Sam. 21:18).[14]

Perjanjian Baru

Kitab Tawarikh dirujuk, meskipun tidak dikutip langsung, dalam sejumlah kitab Perjanjian Baru misalnya: Injil Matiuspasal 12:42; 23:35; Injil Lukas1:5; 11:31, 51; Surat Ibrani (Ibrani 5:4).

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Harris, Stephen L., Understanding the Bible: 2nd Edition. Mayfield: Palo Alto. 1985. p. 188.
  2. ^ Lit., "bagian yang disendirikan di samping"—Παραλειπομένων bentuk kata kepunyaan (genitive) kolektif neuter, plural participle.
  3. ^ a b Recent Studies in Chronicles.
  4. ^ Catholic Encyclopedia.
  5. ^ Japhet, Sara, I & II Chronicles: A Commentary. Louisville: Westminster John Knox Press, 1993. p. 1.
  6. ^ Beentjes, Pancratius C., "Tradition and transformation in the book of Chronicles" (Brill, 2008) p.3
  7. ^ History debated: the historical reliability of Chronicles in pre-critical and critical research, Kai Peltonen.
  8. ^ First and Second Chronicles, Paul K. Hooker, 12.
  9. ^ The Chronicler as historian, Matt Patrick Graham, Kenneth G. Hoglund, Steven L. McKenzie, Raymond B. Dillard, Society of Biblical Literature, p. 81.
  10. ^ Michael D. Coogan, A Brief Introduction to the Old Testament (New York: Oxford, 2009), 361
  11. ^ a b c d Coogan, 2009. 361
  12. ^ Coogan, 2009. 362
  13. ^ Pengantar Alkitab Lembaga Alkitab Indonesia, 2002
  14. ^ The Bible Dictionary: Your Biblical Reference Book, Matthew George Easton, 134.

Pustaka tambahan

Lihat pula

Pranala luar

Terjemahan bahasa lain:

Kitab Tawarikh
Didahului oleh:
Ezra-Nehemia
Alkitab Ibrani Diteruskan oleh:
Tidak ada
Didahului oleh:
1–2 Raja-Raja
Perjanjian Lama
Kekristenan Barat
Diteruskan oleh:
Ezra
Perjanjian Lama
Kekristenan Timur
Diteruskan oleh:
1 Esdras
Adbeel

Adbeel adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai salah satu putra Ismael bin Abraham, dan nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25:13.

Duma

Duma adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai salah satu putra Ismael bin Abraham, dan nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25:13.

Ezra–Nehemia

Ezra–Nehemia adalah versi gabungan yang asli dari kitab-kitab biblika Ezra dan Nehemia—keduanya pada awalnya tergabung dalam satu kitab, tetapi dipisahkan oleh kalangan Kristen pada abad ke-3 M dan di dalam kalangan Yahudi pada abad ke-15.

Isinya mencakup periode dari kejatuhan Babel pada tahun 539 SM sampai paruh kedua abad ke-5 SM, menceritakan misi-misi berturutan Zerubabel, Ezra, dan Nehemia ke Yerusalem, serta upaya-upaya mereka untuk memulihkan praktik pemujaan kepada Allah Israel dan untuk menciptakan suatu komunitas Yahudi yang dimurnikan. Narasinya sangat skematis, setiap tahap pemulihan mengikuti pola yang sama: Allah "menggerakkan" raja Persia, sang raja mengutus seorang pemimpin Yahudi untuk melakukan suatu tugas, sang pemimpin mengatasi perlawanan dan berhasil, keberhasilan ditandai dengan suatu pertemuan besar.

Pada abad ke-19 dan hampir sepanjang abad ke-20, ada keyakinan bahwa Kitab Tawarikh dan Ezra–Nehemia berasal dari penulis atau kelompok penulis yang sama (serupa dengan pandangan sesuai tradisi yang menganggap Ezra adalah penulis ketiganya). Tetapi pandangan yang umum di kalangan akademisi modern adalah bahwa perbedaan-perbedaan antara Tawarikh dan Ezra–Nehemia jauh lebih banyak daripada kesamaannya, dan bahwa Ezra–Nehemia sendiri memiliki suatu sejarah penyusunan yang panjang dari berbagai sumber, yang membentang dari awal abad ke-4 SM hingga periode Helenistik.

Hazelelponi

Hazelelponi (juga disebut Hazzelelponi atau Asalelphuni; Ibrani: הַצְלֶלְפּוֹנִי) adalah seorang wanita dalam Alkitab yang disebutkan dalam 1 Tawarikh 4:3. Tzelafon diambil dari namanya.

Kedma

Kedma adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai putra bungsu Ismael bin Abraham, juga salah satu nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25 ayat 13.

Kitab 1 Tawarikh

Kitab 1 Tawarikh merupakan bagian dari Alkitab Ibrani/Tanakh dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani, kitab ini tidak terpisah melainkan merupakan kesatuan dengan Kitab 2 Tawarikh sebagai Kitab Tawarikh dan merupakan kitab yang terakhir dari seluruh kumpulan kitab. Dalam Alkitab Kristen, kitab ini terletak sesudah Kitab 1 Raja-raja dan sebelum Kitab 2 Tawarikh.

Kitab 2 Tawarikh

Kitab 2 Tawarikh merupakan bagian dari Alkitab Ibrani/Tanakh dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. kumpulan kitab. Dalam Alkitab Kristen, kitab ini merupakan lanjutan Kitab 1 Tawarikh. Kitab ini mulai dengan kisah pemerintahan Raja Salomo sampai wafatnya. Setelah mengemukakan kisah pemberontakan suku-suku utara di bawah pimpinan Yerobeam melawan Raja Rehabeam, kitab ini hanya mengemukakan sejarah Kerajaan Yehuda, yaitu kerajaan selatan, sampai jatuhnya Yerusalem pada tahun 586 SM.

Kitab Ezra

Kitab Ezra termasuk di dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang mencatat riwayat Ezra (bahasa Ibrani עזרא Ezra or ‘Ezrā’), seorang imam (ada yang menyebut sebagai nabi) yang memimpin rombongan kedua orang-orang buangan yang kembali dari Babel ke Yerusalem pada tahun 459-458 SM, dengan surat tugas dari Artahsasta, raja Persia. Dalam Alkitab Ibrani, kitab ini dijadikan satu dengan Kitab Nehemia sebagai Kitab Ezra-Nehemia. Pemisahannya dilakukan pada abad-abad awal era Kekristenan.Dalam Alkitab-Alkitab Kekristenan Barat, Kitab Ezra merupakan lanjutan dari kitab Tawarikh dan bisa dikelompokkan sebagai berikut:

Pasal 1-6: Kelompok pertama orang-orang buangan Yahudi pulang dari Babel ke Yerusalem, sesuai dengan perintah Koresh, raja Persia (538 SM). Bait Allah (Rumah Tuhan) di Yerusalem dibangun kembali dan ditahbiskan, dan ibadat dipulihkan (537 SM).

Pasal 7-10: Kelompok Yahudi lain kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Imam Ezra, seorang ahli hukum Tuhan. Ezra membantu menyusun kembali kehidupan rakyat dalam bidang agama dan sosial, agar dapat melindungi warisan rohani Israel.(458 SM)Dapat pula dilanjutkan dengan:

Nehemia 1-6: Nehemia kemudian memimpin rombongan ketiga (tahun 444 SM) kembali dan membangun tembok di sekeliling Yerusalem.

Kitab Nehemia

Kitab Nehemia merupakan kumpulan kitab sejarah yang kedua setelah kitab I-II Tawarikh. Kitab Nehemia termasuk dalam kitab-kitab sejarah Perjanjian Lama dan mungkin kelanjutan dari kitab Tawarikh. Kitab ini termasuk dalam salah satu dari tiga kumpulan besar Kitab Suci Ibrani yang mengisahkan peristiwa-peristiwa beruntun dalam sejarah Israel. Kumpulan pertama (Kejadian-Bilangan) menceritakan periode pertama sejarah manusia sampai ketika bangsa Israel bersiap memasuki tanah Kanaan. Kumpulan kedua mengisahkan tentang bangsa Israel dari saat mereka memasuki Tanah Perjanjian sampai pada masa pembuangan Babel. Kumpulan ketiga (Kitab Tawarikh, Ezra–Nehemia) mengisahkan tentang bagian akhir dari kisah Israel pada masa kebangkitan Raja Daud sampai usaha rekonstruksi sesudah pembuangan.

Kitab Sejarah Raja-raja Yehuda

Kitab Alkitab bernama serupa terletak di Kitab Tawarikh.Kitab Sejarah Raja-raja Yehuda adalah sebuah karya hilang yang memberikan catatan paling mendetil tentang masa pemerintahan para raja Kerajaan Yudea kuno yang muncul dalam Alkitab Ibrani. Kitab Tawarikh diyakini tak dipakai oleh penulis Kitab Raja-raja yang dipakai sebagai tambahan signifikan untuk tulisan yang tercantum dalam kitab itu sendiri dan Kitab Tawarikh menambahkan sedikit informasi dan terdapat juga kesenjangan tanggal peristiwa tertentu antar dua kitab tersebut.

Kitab tersebut awalnya disebutkan dalam 1 Tawarikh 14:29. Ayat tersebut menyatakan: "Selebihnya dari riwayat Rehabeam dan segala yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda?" Terdapat sebanyak 15 rujukan biblikal.Teks tersebut terkadang disebut kitab riwayat-riwayat zaman raja-raja Yehuda atau kitab tawarikh raja-raja orang Yehuda.

Kitab Sejarah Raja Daud

Kitab Sejarah Raja Daud (juga disebut Kitab Tawarikh Raja Daud) adalah sebuah karya hilang yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani. Kitab tersebut disebutkan dalam 1 Tawarikh 27:24. Ayat tersebut menyatakan: " Memang Yoab, anak Zeruya, telah mulai menghitung, tetapi ia tidak menyelesaikannya, sebab oleh karena hal itu orang Israel tertimpa murka; dengan demikian jumlah mereka tidak dibukukan dalam kitab sejarah raja Daud."

Masa bin Ismael

Masa atau Masa bin Ismael adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai salah satu putra Ismael bin Abraham, juga salah satu nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25 ayat 13.

Mibsam

Mibsam adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai salah satu putra Ismael bin Abraham, dan nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25:13.

Misyma

Misyma adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai salah satu putra Ismael bin Abraham, juga salah satu nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25 ayat 13.

Nafish

Nafish adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai salah satu putra Ismael bin Abraham, serta salah satu nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25 ayat 13.

Pembagian rombongan Imam Israel

Pembagian rombongan imam (bahasa Ibrani: mishmar (מִשְׁמָר); priestly divisions or sacerdotal courses) adalah kelompok-kelompok kerja ritual para imam dalam Yudaisme. Menurut 1 Tawarikh 24, mereka awalnya dibentuk pada masa pemerintahan Raja Daud. Namun, sarjana modern memperlakukan pembagian rombongan imam ini sebagai refleksi dari praktik-praktik setelah Pembuangan ke Babilonia, atau sebagai sebuah potret ideal yang digambarkan oleh penulis Kitab Tawarikh mengenai bagaimana administrasi Bait Suci seharusnya terjadi, dengan referensi kepada Daud sebagai metode untuk si penulis untuk melegitimasi pandangan-pandangannya tentang imamat.

Riwayat Para Pelihat

Riwayat Para Pelihat (atau Riwayat Hozai, dalam Teks Masoretik) adalah sebuah teks hilang yang disebut dalam 2 Tawarikh 33:19. Ayat tersebut menyatakan: "Doanya dan pengabulan doanya, segala dosa dan ketidaksetiaannya, semua tempat di mana ia telah membangun bukit-bukit pengorbanan serta mendirikan tiang-tiang berhala dan patung-patung sebelum ia merendahkan diri, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam riwayat para pelihat."

Riwayat Para Pelihat diyakini merupakan teks sumber, atau sebuah indikasi kepada pembaca dari materi untuk "bacaan tambahan".

Tema bin Ismael

Tema atau Tema bin Ismael adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai salah satu putra Ismael bin Abraham, juga salah satu nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25 ayat 13.

Yetur

Yetur adalah nama yang disebutkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama, sebagai salah satu putra Ismael bin Abraham, juga salah satu nama suku di padang gurun yang disebut dalam Kitab Kejadian pasal 25 ayat 13.

Kitab 1 Tawarikh • דברי הימים (Dibh're Hayyamim)
Alkitab
Tempat
Tokoh
Sumber
Kitab 2 Tawarikh • דברי הימים (Dibh're Hayyamim)
Alkitab
Tempat
Tokoh
Sumber
Pembagian
utama
Pembagian
Perkembangan
Naskah
Lihat pula

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.