Kitab Hakim-hakim

Kitab Hakim-hakim adalah satu kitab di dalam Kitab Perjanjian Lama.[1] Hakim-hakim dalam bahasa Ibrani, sopetim dan dalam bahasa Yunani kritai.[1] Istilah ini dipakai di dalam Septuaginta.[1] Di dalam bahasa Latin kitab ini disebut Judicum.[1] Istilah ini diberikan kepada pemimpin Israel selama periode sejak Yosua sampai ke Samuel.[1][2] Kebanyakan ahli biblika berpendapat bahwa waktu penulisan kitab ini sekitar abad ke-7 SM atau abad ke-6 SM.[2][3] Kitab Hakim-hakim adalah bagian dari Kitab-kitab Nabi Awal di dalam perkembangan kanon Alkitab Ibrani.[2][4] Kitab Hakim-hakim ditulis meliputi satu periode yang panjang.[1] Periode itu dimulai dari kematian Yosua dan berakhir sebelum tampilnya Samuel dan penobatan Saul sebagai raja.[2][4] Kurun waktu periode Kitab Hakim-hakim ini mencapai sekurang-kurangnya 410 tahun.[1]

Yosua       Kitab Hakim-hakim       Rut
Leningrad Codex Judges

Kitab Hakim-hakim lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
Kitab: Kitab Hakim-hakim
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 7
Kategori: Nevi'im

Sumber naskah

Tujuan Kitab Hakim-hakim

Kitab Hakim-hakim ini ditulis untuk menunjukkan akibat dari ketidaktaatan kepada Allah.[1][2] Menurut Kitab ini, seorang raja atau pemimpin yang benar akan membawa rakyatnya kepada Allah.[1] Pada Kitab ini, bangsa Israel mulai tidak taat kepada Allah dan terus hingga lebih parah.[1][2][4] Hal itu terlihat dari praktik keagamaan yang mereka lakukan semakin sesat dan menjauh dari Allah.[1][2][3][4] Pengertian Hakim-hakim tidak sama dengan pengertian hakim pada masa sekarang.[1][2][3][4] Hakim-hakim yang dimaksud adalah pemimpin-pemimpin utama Israel dan pelepas bangsa dari ancaman dan tekanan bangsa asing (Hakim-hakim 2:16).[1][2][3][4] Tidak sembarangan orang dipanggil hakim. Kitab ini juga berisi tentang sejarah Israel sebelum bangsa itu menjadi suatu kerajaan.[1][2][3][4]

Konteks Kitab Hakim-hakim

Periode Hakim-hakim ini meliputi transisi Zaman Perunggu Akhir berganti Zaman Besi Awal.[6][7] Zaman ini merupakan zaman kemakmuran.[6][7] Di Palestina saat itu masih menjadi negara kota yang relatif kecil dan independen.[6][7] Hal ini memungkinkan munculnya suatu kerajaan, seperti Mesir dan Het.[6][7] Orang-orang Kanaan tinggal di dataran rendah dan pesisir dan orang-orang Israel di perbukitan.[6][7] Mereka relatif bisa hidup tanpa gangguan dari bangsa lain.[6][7] Orang Israel merupakan lawan dari orang Filistin.[6][7] Pertama kali orang-orang Filistin muncul di pesisir barat daya Kanaan.[6][7] Mereka sudah bermukim dan membuat barang tembikar.[6][7] Alkitab menggambarkan orang Filistin sebagai bangsa yang tidak beradab dan yang tidak bersunat.[6][7] Dewa utama mereka adalah Dagon.[6][7] Orang-orang Israel cenderung meninggalkan Tuhan dan menyembah ilah-ilah orang-orang Kanaan.[6][7] Penyebabnya karena orang Kanaan lebih unggul daripada orang Kanaan dalam beberapa hal.[6][7] Keunggulan orang Kanaan terlihat dari bidang kesenian,kesusastraan, arsitektur, perdagangan,organisasi politik, dll.[1] Kegiatan ini pun membawa orang Israel kepada praktik keagamaannya.[1][2][3][4] Praktik pelacur sakral (pelacur bakti), menyembah Baal.[1][2][3][4] Gabungan antara seks dan agama ini menjadi daya tarik bagi orang Israel berpaling dari Tuhan.[1][2][3][4]

Garis Besar Kitab Hakim-hakim

Kitab Hakim-hakim dapat dibagi atas tiga bagian utama:

  1. Pendahuluan ganda (Hakim-hakim 1:1–3:6)
  2. Isi utama (Hakim-hakim 3:7–16:31), dan
  3. Penutup ganda (Hakim-hakim 17–21).[8]

Pendahuluan

Catatan kitab ini dimulai ketika bangsa Israel sudah menempati tanah Kanaan, yaitu tanah yang dijanjikan oleh Allah bagi mereka, tetapi mulai menyembah "ilah-ilah asing" bukannya Yahweh, Allah Israel, dan dengan orang-orang Kanaan yang masih ada di mana-mana di antara mereka.[9] Pasal 1:1–2:5 merupakan suatu pengakukan kegagalan, sedangkan pasal 2:6–3:6 merupakan suatu ringkasan serta perenungan penulis.[10]

Pada bagian pembukaan sudah diberikan pola kisah-kisah yang terdapat pada teks berikutnya, yaitu:[8]

  1. Israel "melakukan apa yang jahat di mata Yahweh",
  2. Umat Israel diserahkan ke dalam tangan musuh-mush mereka dan berseru minta tolong kepada Yahweh,
  3. Yahweh membangkitkan seorang pemimpin,
  4. "Roh Yahweh" turun atas pemimpin itu,
  5. Pemimpin itu mampu mengalahkan musuh, dan
  6. Ada damai di tanah itu.

Setelah ada damai, untuk beberapa waktu orang Isreael melakukan apa yang baik dan menerima berkat Yahweh, tapi kemudian kembali lagi melakukan hal-hal jahat dan mengulangi pola di atas.

Catatan Kitab Hakim-hakim mengikuti catatan Kitab Yosua dan dimulai dengan rujukan pada kematian Yosua (Hakim-hakim 1:1 merujuk pada Yosua 24:29). Cambridge Bible for Schools and Colleges mengusulkan bahwa "kematian Yosua dapat dianggap sebagai penandaan pemisahan periode pendudukan dan periode penghunian" tanah Kanaan, di mana periode penghunian ini merupakan fokus Kitab Hakim-hakim.[11] Orang-orang Israel berkumpul, kemungkinan besar di tempat suci di Gilgal atau di Sikhem (mengikuti Yosua 24:1–33) dan bertanya kepada Tuhan siapa yang harus maju terlebih dahulu (menurut urutan waktu, bukan peringkat) untuk mengamankan tanah yang telah mereka duduki.[11]

Isi utama

12 Tribes of Israel Map
Peta pembagian tanah suku-suku Israel.

Isi utama (Hakim-hakim 3:11–16:31) terutama mengisahkan enam hakim-hakim utama dan perjuangan mereka melawan para raja negeri tetangga yang menindas orang Israel, termasuk satu kisah Abimelekh, seorang pemimpin Israel yang menindas umatnya sendiri. Pola berulang yang dijabarkan pada Pendahuluan segera terlihat pada catatan permulaan, tetapi kemunduran yang terjadi mencerminkan kemunduran dunia orang Israel secara umum.[8]

  • Otniel (3:9–11) vs. Khushan-Risyataim, raja Aram; Israel mendapatkan 40 tahun damai sampai kematian Otniel. (Pernyataan bahwa Israel menikmati periode damai tertentu setelah setiap hakim merupakan tema berulang.)
  • Ehud (3:11–29) vs. Eglon, raja Moab
  • Debora sang nabiah, bersama Barak sebagai pemimpin tentara (4–5), vs. Yabin raja Hazor (kota di Kanaan) dan Sisera, pemimpin tentaranya
  • Gideon (6–8) vs. Midian, Amalek, dan "children of the East" (apparently desert tribes)
  • Abimelekh (9) (yang secara tradisional dianggap sebagai seorang raja bukan hakim, dan dianggap jahat) vs. semua orang Israel yang melawannya
  • Yefta (11–12:7) vs. bani Amon
  • Simson (13–16) vs. orang Filistin

Ada pula ringkasan mengenai enam hakim-hakim minor: Samgar (3:31), Tola dan Yair (10:1–5), Ebzan, Elon, dan Abdon (12:8–15).[12] Ada sarjana yang melihat para hakim minor ini sebenarnya adalah adjudicator, sedangkan para hakim utama adalah para pemimpin dan tidak benar-benar memberikan penghakiman secara hukum.[13] Satu-satunya hakim utama yang digambarkan memberikan penghakiman secara hukum adalah Debora (4:4).[14]

Penutup

Kitab Hakim-hakim ditutup dengan dua lampiran, yaitu kisah-kisah yang tidak berkaitan dengan hakim tertentu:[15]

Meskipun ditempatkan di bagian belakang, tokoh-tokoh tertentu (seperti Yonatan, cucu Musa) dan kiasan-kiasan yang terdapat pada bagian ini menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa itu tentunya terjadi pada awal masa hakim-hakim.[16]

Kronologi

Kitab Hakim-hakim memuat suatu kronologi peristiwa-peristiwa yang dicatat di dalamnya. Karena sangat skematis, ada sarjana Alkitab yang memandangnya sebagai tanda bahwa kronologi itu mungkin ditambahkan pada waktu kemudian.[17]

Daftar isi

Berikut adalah daftar isi Kitab Hakim-hakim:[1]

  • Pendahuluan: Penaklukan Kanaan yang Tidak Tuntas (1:1-2:5)
    • Penaklukan Daerah Selatan (1:1-21)
    • Penaklukan Daerah Utara (1:22-36)
    • Malaikat Tuhan dan Pelanggaran Perjanjian (2:1-5)
  • Israel Pada Masa Hakim-hakim (2:6-16:31)
    • Pengenalan Zaman Hakim-hakim (2:6-3:6)
    • Otniel Melawan Kusya-Risyataim, Raja Aram (3:7-11)
    • Ehud Melawan Eglon, Raja Moab (3:12-30)
    • Samgar Melawan Yabin, Raja Kanaan (4:1-5:31)
    • Kemenangan Atas Orang Kanaan (4:1-5:31)
    • Nyanyian Kemenangan Debora (5:1-31)
    • Gideon Melawan Orang Midian (6:1-8:32)
    • Kemurtadan Berlanjut (6:1-10)
    • Panggilan Gideon (6:11-40)
    • Serbuan Tentara Pertama di bawah Gideon (7:1-8:3)
    • Serbuan Tentara Kedua di bawah Gideon (8:4-28)
    • Gideon, Ayah Abimelekh (8:29-32)
    • Sistem Kerajaan yang Gagal di Bawah Abimelekh (8:33-9:57)
    • Kemurtadan Israel (8:33-35)
    • Abimelekh Membangun Reputasi (9:1-6)
    • Dongeng Sindiran Yotam (9:7-21)
    • Sistem Kerajaan di Bawah Abimelekh (9:22-55)
    • Penutup (9:56-57)
    • Hakim-hakim Kecil (Bagian 1): Tola dan Yair (10:1-5)
    • Yefta Melawan Bani Amon (10:6-12:7)
    • Israel Murtad dan Ditindas (10:6-18)
    • Mengenal Yefta (11:1-3)
    • Penugasan Yefta (11:4-11)
    • Tawar Menawar Diplomatik (11:29-40)
    • Kemenangan dan Nazar Yefta (11:29-40)
    • Yefta dan Efraim (12:1-7)
    • Hakim-hakim Kecil (Bagian 2): Ebzan, Elon, Abdon (12:815)
    • Simson Melawan Orang Filistin (pasal 13-16)
    • Pengantar Cerita Simson (pasal 13)
    • Simson dan Orang Filistin, Bagian 1 (pasal 14-15)
    • Simson dan Orang Filistin, Bagian 2 (pasal16)
  • Penutup: Ancaman dari Dalam (pasal 17-21)
    • Praktik Agama yang dilakukan Mikha dan Suku Dan (pasal 17-18)
    • Kebiadaban di Gibea dan Peperangan Melawan Suku Benyamin (pasal 19-21)

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r David M Howard. 2002. Kitab-kitab Sejarah dalam Perjanjian Lama. Malang. Yayasan Penerbit Gandum Mas. Halaman 121-150.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m Arthur E. Cundall.1968.Judges:An Introduction and Commentary.Illinois.InterVarsity.28-33.
  3. ^ a b c d e f g h R. K. Harrison.1969.Introduction to the Old Tastement.Grand Rapids.Eerds.660.
  4. ^ a b c d e f g h i j Eugene H. Merill.1987.Kingdom Priests: A History of Old Tetament Israel.Grand Rapids.Baker.151-158.
  5. ^ Transkrip Naskah Laut Mati
  6. ^ a b c d e f g h i j k l m James A. Thomson.1982.The Bible and Archeology, edisi ketiga.Grand Rapids.Eerds.89-98.
  7. ^ a b c d e f g h i j k l m William F. Albright.1991.The Archeology of Palestine.Atlanta.Scholar Press.110-128.
  8. ^ a b c Guest, hlm. 190.
  9. ^ Spieckermann, hlm. 341.
  10. ^ McKenzie, hlm. 14.
  11. ^ a b Cambridge Bible for Schools and Colleges on Judges 1, accessed 9 October 2016
  12. ^ Bacon, hlm. 563–65.
  13. ^ Bacon, hlm. 564.
  14. ^ Bacon, hlm. 561.
  15. ^ Soggin, hlm. 5.
  16. ^ Davis, hlm. 328–61.
  17. ^ Hughes, hlm. 70–77.

Pustaka

Entri ini memadukan teks dari Easton's Bible Dictionary, sebuah ranah publik, aslinya diterbitkan pada 1897.

Pranala luar

Abdon

Abdon (bahasa Ibrani: עַבְדּוֹן "abdi, pelayan" ) adalah salah seorang hakim Israel kuno yang riwayat hidupnya dicatat secara singkat saja dalam Kitab Hakim-hakim di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Bapanya bernama Hilel dari suku Efraim dan tinggal di Piraton (bahasa Inggris: Pirathon).

Abimelekh

Abimelekh (bahasa Ibrani: אֲבִימָלֶךְ "bapaku raja") adalah anak Gideon, seorang hakim Israel kuno yang dicatat dalam Kitab Hakim-hakim, dari gundiknya yang tinggal di Sikhem (Hakim-hakim 8:31).

Menurut Hakim-hakim 9, setelah Gideon meninggal, Abimelekh membujuk orang-orang Sikhem untuk mendukungnya menjadi pemimpin pengganti Gideon. Orang-orang kota itu memberinya uang 70 keping perak dari kuil Baal-Berit, dewa sembahan mereka. Dengan itu ia mengumpulkan "petualang-petualang dan orang-orang nekat" yang menjadi pengikutnya untuk membunuhi 70 orang saudaranya, anak-anak Gideon, di kota Ofra "di atas satu batu". Hanya Yotam, anak bungsu Gideon, yang berhasil bersembunyi dan lolos. Yotam mengecam penduduk Sikhem dan Abimelekh yang tidak memandang jasa Gideon, dan menyumpahi bahwa api akan memakan mereka. Abimelekh memerintah 3 tahun di Sikhem setelah kematian bapanya. Kemudian terjadi perpecahan antara Abimelekh dan penduduk Sikhem. Abimelekh membunuhi penduduk Sikhem di ladang dan di kota. Seribu orang mati dibakarnya di dalam menara Sikhem. Selanjutnya Abimelekh menyerang kota Tebes untuk merebutnya. Abimelekh berusaha menerebos ke dalam menara kota untuk membakarnya, tetapi ketika ia masih di depan pintu menara, seorang perempuan menimpakan batu kilangan ke atas kepalanya sehingga pecah. Malu kalau dikatakan ia dibunuh oleh seorang perempuan, Abimelekh menyuruh bujang pembawa senjatanya untuk menghabisi nyawanya dengan pedang. Setelah melihat Abimelekh mati, semua orang Israel berhenti berperang dan pulang ke rumah masing-masing.

Barak

Barak (pengucapan bahasa Inggris: [ˈbɛəræk] or /ˈbɛərək/; Ibrani: בָּרָק, Ibrani Tiberias: Bārāq, "Lightning; Shine", bahasa Arab: البُراق‎ al-Burāq, "lightning") anak Abinoam dari kota Kedesh di tanah suku Naftali, seorang jenderal tentara dalam Kitab Hakim-hakim di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen, pada masa jabatan Debora sebagai Hakim Israel kuno. Barak dan Debora memimpin bangsa Israel mengalahkan tentara raja Hazor (Kanaan), Yabin, dan panglimanya, Sisera, yang menindas Israel selama 20 tahun (Hakim-hakim 4:3).

Dengan mengerahkan sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon, Barak dan Debora bergerak menuju gunung Tabor, di daerah Kedesh, tempat asal Barak. Mereka memerangi Sisera dan tentaranya, yang mempunyai 900 kereta besi, di sungai Kison. Tentara Israel membunuh semua tentara Sisera. Sisera dengan berjalan kaki melarikan diri ke kemah Yael, isteri Heber, orang Keni, seorang teman baik Yabin, raja Hazor. Yael mempersilakan Sisera bersembunyi dalam kemahnya. Ketika Sisera tertidur, Yael mengambil patok kemah dan palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantaknyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah, maka matilah Sisera (Hakim-hakim 4:10,12-21).

Sisera dibunuh oleh seorang perempuan, bukan di tangan Barak, ini sesuai dengan nubuat Debora, karena Barak meminta Debora untuk maju berperang bersama-sama dengannya (Hakim-hakim 4:8-9).

Ebzan

Ebzan (bahasa Ibrani: אִבְצָן; bahasa Latin: Abesan; bahasa Inggris: Ibzan) adalah salah seorang hakim Israel kuno yang riwayat hidupnya dicatat secara singkat saja dalam Kitab Hakim-hakim di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

Efod

Efod (bahasa Ibrani: אֵפוֹד ; bahasa Inggris: ephod) adalah bagian dari pakaian kudus seorang Imam Besar Yahudi atau pemimpin ibadah dalam budaya Israel kuno yang dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

Dalam Kitab 2 Samuel, Daud menari-nari mengenakan efod di hadapan Tabut Perjanjian. Efod juga dikatakan berada di Kemah Suci di Nob. Dalam Kitab Keluaran dan Kitab Imamat efod dibuat khusus untuk dikenakan oleh Imam Besar Yahudi sebagai bagian dari pakaian resminya.Dalam Kitab Hakim-hakim, Gideon dan Mikha masing-masing membuat efod dari logam. Efod milik Gideon bahkan disembah.Di dalam Alkitab, efod biasanya dicatat terbuat dari kain lenan, tetapi tidak merupakan pakaian lengkap, sehingga dalam Kitab 1 Samuel, Mikhal istri Daud melihat Daud yang menari-nari memakai efod memandangnya rendah karena tidak berpakaian pantas di hadapan hamba-hamba perempuan. Kitab 1 Tawarikh menyatakan bahwa Daud memakai jubah dari lenan halus, sebagaimana orang-orang Lewi yang mengangkut tabut perjanjian... dan David juga memakai sebuah efod dari lenan. "dan Daud memakai efod lenan." Tampaknya mengenakan efod merupakan suatu implikasi keagamaan dan upacara penting, karena 85 orang imam di Nob dikatakan sebagai orang-orang yang mengenakan efod; meskipun Teks Masoret mencatatnya sebagai efod lenan. Kata lenan (= linen) tidak ada dalam versi Septuaginta (bahasa Yunani) juga tidak tertulis ketika Septuaginta mencatat Daud dan Samuel mengenakan efod. Karenanya, sejumlah pakar tekstual menganggap kata itu di teks Masoret merupakan tambahan kemudian.

Ehud

Ehud bin Gera (bahasa Ibrani: אֵהוּד בֶּן‑גֵּרָא, Modern Ehud ben‑Gera Tiberias ʾĒhûḏ ben‑Gērāʾ) adalah nama seorang hakim Israel kuno dari suku Benyamin yang dicatat dalam Kitab Hakim-hakim di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia terkenal juga sebagai seorang hakim yang bertangan kidal. Ayahnya bernama Gera dari suku Benyamin.

Elon

Elon (bahasa Ibrani: אֵילֹן ʼÊlōn, "pohon Ek (Oak)"; bahasa Latin: Ahialon, dalam Alkitab Douay-Rheims) nama seorang hakim Israel kuno dari suku Zebulon yang riwayat hidupnya dicatat secara singkat saja dalam Kitab Hakim-hakim di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

Hakim-hakim 11

Hakim-hakim 11 (disingkat Hak 11) adalah bagian dari Kitab Hakim-hakim dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

Hakim-hakim 15

Hakim-hakim 15 (disingkat Hak 15) adalah bagian dari Kitab Hakim-hakim dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

Hakim-hakim 17

Hakim-hakim 17 (disingkat Hak 17) adalah pasal ketujuh belas Kitab Hakim-hakim dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Pasal ini berisi kisah tentang patung sembahan Mikha, yang berakhir di pasal 18, berkaitan dengan sejarah suku Dan.

Hakim-hakim 5

Hakim-hakim 5 (disingkat Hak 5) adalah pasal kelima Kitab Hakim-hakim dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Pasal ini berisi nyanyian Debora yang memuat catatan keadaan orang Israel setelah Yosua bin Nun mati, di mana Allah membangkitkan hakim-hakim untuk memimpin orang Israel, antara lain yang disebutkan di pasal ini yaitu: Debora, dengan panglima tentaranya Barak bin Abinoam.

Hakim Israel kuno

Hakim (bahasa Ibrani: שופטים shôphatîm atau shoftim) pada zaman Israel kuno adalah istilah untuk pemimpin bangsa Israel pada periode setelah memasuki tanah Kanaan di bawah pimpinan Yosua dan sebelum zaman kerajaan Israel (kira-kira 1405-1025 SM). Sejarah periode ini dicatat dalam Kitab Hakim-hakim. Seorang hakim adalah "penguasa atau pemimpin militer, sekaligus orang yang memimpin pengadilan hukum". Pada waktu itu, 12 suku Israel menempati tanah yang menjadi bagian mereka dari pembagian oleh Musa di Kitab Ulangan dan tidak ada pemerintahan pusat, maupun tata hukum masyarakat, selain hukum Taurat. Ayat terakhir Kitab Hakim-hakim menyimpulkan: "Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri." (Hakim-hakim 21:25) Di waktu-waktu kesusahan, maka muncullah pemimpin-pemimpin yang disebut "hakim".

Pegunungan Efraim

Pegunungan Efraim atau Gunung Efraim (bahasa Ibrani: הר אפרים, Har Efraim; bahasa Inggris: Mount Ephraim atau Mount of Ephraim) adalah nama tempat yang bersejarah di daerah pegunungan tengah dalam wilayah Israel, yang dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dulunya termasuk tanah milik suku Efraim, membentang dari kota Betel sampai ke dataran Yizreel. Dalam zaman Yosua, kira-kira antara abad ke-18 SM dan abad ke-13 SM, bukit-bukit di pegunungan ini berhutan lebat dan berpotongan dengan lembah-lembah yang subur dan berpengairan cukup, sebagaimana yang dirujuk dalam Yeremia 50:19:

[Allah berfirman:] "Aku akan mengembalikan Israel ke padang rumputnya, supaya ia makan rumput di atas Karmel dan di Basan, dan menjadi kenyang di atas pegunungan Efraim dan di Gilead."

Samgar

Samgar bin Anat (bahasa Ibrani: שמגר בן־ענת) adalah seorang hakim, disebutkan dalam urutan ke-3, yang dicatat dalam Kitab Hakim-hakim pada Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia muncul setelah hakim Ehud meninggal. Diduga berasal dari suku Yehuda.

Di dalam Kitab Hakim-hakim pasal 3 dikisahkan bahwa:

Ia [Samgar] menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.Samgar bin Anat juga disebut-sebut dalam Nyanyian Debora, hakim berikutnya, dalam Kitab Hakim-hakim pasal 5

Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit.

Silo, Kanaan

Silo (bahasa Ibrani: שלה, Syiloh; bahasa Inggris: Shiloh) adalah sebuah kota kuno di selatan kota kuno Tirza yang disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Lokasinya sekarang adalah di Khirbet Seilun, Tepi Barat, dan 10 mil (16 km) di utara pemukiman Israel Beit El di Tepi Barat. Pernah menjadi tempat Kemah Suci di Israel sebelum pembangunan Bait Suci di Yerusalem.

Sisera

Sisera (Ibrani: סִיסְרָא Sîsərā) adalah senapati dari tentara Kanaan dari Raja Yabin asal Hazor, yang disebutkan dalam Hakim-Hakim 4-5 dari Alkitab Ibrani. Setelah dikalahkan oleh pasukan dari suku-suku Israel Zebulun dan Naftali di bawah komando Barak dan Deborah, Sisera dibunuh oleh Yael, yang memalunya dengan pasak tenda di bagian pelipisnya.

Tola

Tola bin Pua bin Dodo (bahasa Ibrani: תּוֹלָע, Modern Tola Tiberias Tôlāʻ, artinya "warna merah" tetapi juga "cacing; larva") adalah salah seorang hakim yang riwayat hidupnya dicatat secara singkat saja dalam Kitab Hakim-hakim di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia termasuk keturunan suku Isakhar yang tinggal di pegunungan Efraim di kota Samir, jadi tidak berdiam di tanah pusaka milik sukunya seperti yang pernah ditetapkan pada zaman Yosua bin Nun. Merupakan hakim ke-8 dalam urutan di Kitab Hakim-hakim, setelah Abimelekh mati. Ia memerintah selama 23 tahun lamanya atas orang Israel.

Yair

Yair (bahasa Ibrani: יאיר, Ya'ir, artinya "Yah memberi terang"), orang Gilead (suku Manasye), adalah salah seorang hakim yang riwayat hidupnya dicatat secara singkat saja dalam Kitab Hakim-hakim di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Merupakan hakim ke-9 dalam urutan di Kitab Hakim-hakim, setelah Tola mati. Ia memerintah selama 22 tahun lamanya atas orang Israel.

Yefta

Yefta ((bahasa Ibrani: יפתח, Yifthaḥ; bahasa Yunani: Ιεφθάε, Iephtae; bahasa Inggris: Jephthah, Jephtha atau Jephte; bahasa Latin: Jephte)dikenal juga dengan nama Yefta bin Gilead adalah salah satu tokoh hakim yang dicatat di dalam Kitab Hakim-hakim di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Sebagai hakim Israel ia bertugas selama enam tahun. Yefta menjadi hakim pada abad sebelum kerajaan Israel yang dipimpin oleh Saul berdiri, yaitu kira-kira tahun 1050 SM.

Kitab Hakim-hakim • ספר שופטים (Sefer Syoftim)
Alkitab
Tempat
Tokoh
Istilah
Sumber
Pembagian
utama
Pembagian
Perkembangan
Naskah
Lihat pula
Kitab-kitab Nevi'im (Para Nabi)
Kitab Nabi-nabi Awal
Kitab Nabi-nabi Akhir
Kitab Nabi-nabi Kecil

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.