Kereta perang

Kereta perang adalah kendaraan beroda dua atau empat yang cepat, ringan, dan terbuka, yang ditarik oleh dua ekor kuda atau lebih, yang saling berdampingan. Tempat untuk pengemudinya berupa pijakan dengan perlindungan setinggi pinggang berbentuk setengah lingkaran di bagian depannya. Kereta perang adalah jenis pedati terawal dan yang paling sederhana. Kereta ini paling dikenal karena penggunaannya dalam perang, meskipun kendaraan ini juga sering digunakan untuk keperluan nonmiliter pada masa kuno. Gerobak sapi, bentuk awal dari kereta perang, dibuat oleh orang India-Eropa-Purba dan juga digunakan di Mesopotamia sejak 3000 SM. Kereta perang, dikemudikan oleh seorang sais, digunakan untuk peperangan kuno pada Zaman Perunggu dan Zaman Besi, dengan dilindungi oleh perisai. Setelah tak lagi terlalu berguna dalam perang, kereta perang terus digunakan untuk perjalanan, arak-arakan dan dalam olahraga dan balapan. Di Romawi kuno dan beberapa negara Mediterania kuno, kereta perang dengan dua kuda disebut biga, tiga kuda disebut triga, dan empat kuda disebut quadriga.

Inovasi penting yang memungkinkan konstruksi kereta ringan untuk perang adalah penggunaan roda berjari-jari. Penggunaan terawal kereta perang dengan roda berjari-jari adalah pada ca. 2000 SM. Sementara puncak penggunaan kereta perang terjadi sekitar 1300 SM. Kereta perang tak lagi digunakan untuk keperluan militer sejak abad ke-4 M. namun balap kereta perang tetap populer di Konstantinopel sampai abad ke-6 M.

The Chariot of Zeus - Project Gutenberg eText 14994
Kereta perang Zeus, ilustrasi dalam Stories from the Greek Tragedians oleh Alfred Church (1879).

Referensi

  • Anthony, D. W., & Vinogradov, N. B., Birth of the Chariot, Archaeology vol.48, no.2, Mar & April 1995, 36-41
  • Anthony, David W., 1995, Horse, wagon & chariot: Indo-European languages and archaeology, Antiquity Sept/1995
  • Di Cosmo, Nicolo, The Northern Frontier in Pre-Imperial China, Cambridge History of Ancient China ch. 13 (pp. 885–966).
  • Litauer, M.A., & Grouwel, J.H., The Origin of the True Chariot', "Antiquity" vol.70, No.270, December 1996, 934-939.
  • Sparreboom, M., Chariots in the Veda, Leiden (1985).

Bacaan lanjutan

  • Anthony, David W. The Horse, The Wheel and Language: How Bronze-Age Riders from the Eurasian Steppes Shaped the Modern World Princeton: Princeton University Press, 2007 (ISBN 978-0-691-05887-0).
  • Chamberlin, J. Edward. Horse: How the horse has shaped civilizations. N.Y.: United Tribes Media Inc., 2006 (ISBN 0-9742405-9-1).
  • Cotterell, Arthur. Chariot: From chariot to tank, the astounding rise and fall of the world's first war machine. Woodstock & New York: The Overlook Press, 2005 (ISBN 1-58567-667-5).
  • Crouwel, Joost H. Chariots and other means of land transport in Bronze Age Greece (Allard Pierson Series, 3). Amsterdam: Allard Pierson Museum, 1981 (ISBN 90-71211-03-7).
  • Crouwel, Joost H. Chariots and other wheeled vehicles in Iron Age Greece (Allard Pierson Series, 9). Amsterdam: Allard Pierson Museum:, 1993 (ISBN 90-71211-21-5).
  • Drews, Robert. The coming of the Greeks: Indo-European conquests in the Aegean and the Near East. Princeton: Princeton University Press, 1988 (hardcover, ISBN 0-691-03592-X); 1989 (paperback, ISBN 0-691-02951-2).
  • Drews, Robert. The end of the Bronze Age: Changes in warfare and the catastrophe ca. 1200 B.C. Princeton: Princeton University Press, 1993 (hardcover, ISBN 0-691-04811-8); 1995 (paperback, ISBN 0-691-02591-6).
  • Drews, Robert. Early riders: The beginnings of mounted warfare in Asia and Europe. N.Y.: Routledge, 2004 (ISBN 0-415-32624-9).
  • Lee-Stecum, Parshia (2006). "Dangerous Reputations: Charioteers and Magic in Fourth-Century Rome". Greece & Rome. 53 (2): 224–234. doi:10.1017/S0017383506000295. ISSN 0017-3835.
  • Fields, Nic; Brian Delf (illustrator). Bronze Age War Chariots (New Vanguard). Oxford; New York: Osprey Publishing, 2006 (ISBN 978-1-84176-944-8).
  • Greenhalg, P A L. Early Greek warfare; horsemen and chariots in the Homeric and Archaic Ages. Cambridge University Press, 1973. (ISBN 978-0-521-20056-1).
  • Kulkarni, Raghunatha Purushottama. Visvakarmiya Rathalaksanam: Study of Ancient Indian Chariots: with a historical note, references, Sanskrit text, and translation in English. Delhi: Kanishka Publishing House, 1994 (ISBN 978-81-7391-004-3)
  • Littauer, Mary A.; Crouwel, Joost H. Chariots and related equipment from the tomb of Tutankhamun (Tutankhamun's Tomb Series, 8). Oxford: The Griffith Institute, 1985 (ISBN 0-900416-39-4).
  • Littauer, Mary A.; Crouwel, Joost H.; Raulwing, Peter (Editor). Selected writings on chariots and other early vehicles, riding and harness (Culture and history of the ancient Near East, 6). Leiden: Brill Academic Publishers, 2002 (ISBN 90-04-11799-7).
  • Moorey, P.R.S. "The Emergence of the Light, Horse-Drawn Chariot in the Near-East c. 2000–1500 B.C.", World Archaeology, Vol. 18, No. 2. (1986), pp. 196–215.
  • Piggot, Stuart. The earliest wheeled transport from the Atlantic Coast to the Caspian Sea. Ithaca, NY: Cornell University Press, 1983 (ISBN 0-8014-1604-3).
  • Piggot, Stuart. Wagon, chariot and carriage: Symbol and status in the history of transport. London: Thames & Hudson, 1992 (ISBN 0-500-25114-2).
  • Pogrebova M. The emergence of chariots and riding in the South Caucasus in Oxford Journal of Archaeology, Volume 22, Number 4, November 2003, pp. 397–409.
  • Raulwing, Peter. Horses, Chariots and Indo-Europeans: Foundations and Methods of Chariotry Research from the Viewpoint of Comparative Indo-European Linguistics. Budapest: Archaeolingua, 2000 (ISBN 963-8046-26-0).
  • Sandor, Bela I. The rise and decline of the Tutankhamun-class chariot in Oxford Journal of Archaeology, Volume 23, Number 2, May 2004, pp. 153–175.
  • Sandor, Bela I. Tutankhamun's chariots: Secret treasures of engineering mechanics in Fatigue & Fracture of Engineering Materials & Structures, Volume 27, Number 7, July 2004, pp. 637–646.
  • Sparreboom M. Chariots in the Veda (Memoirs of the Kern Institute, Leiden, 3). Leiden: Brill Academic Publishers, 1985 (ISBN 90-04-07590-9).

Pranala luar

Academy Awards ke-32

Academy Awards ke-32 memberikan penghargaan kepada film-film yang dibuat pada 1959 pada 4 April 1960.

Drama epik tiga setengah jam buatan MGM (produser Sam Zimbalist) dan sutradara William Wyler Ben-Hur (dengan pertempuran laut yang spektakuler dan perlombaan kereta perang selama sebelas tahun yang dikoreografikan oleh Yakima Canutt) memenangkan 11 Oscar pada 1959, mengalahkan rekor tahun sebelumnya dengan sembilan penghargaan (Gigi (1958)). Dengan mengalahkan rekor tersebut, sebelas Oscar dimenangkan dari dua belas nominasi, film tersebut menjadi film yang paling banyak mendapatkan penghargaan dalam sejarah Academy Award sampai Titanic dan The Lord of the Rings: The Return of the King masing-masing pada 1997 dan 2003.

Ben-Hur adalah pembuatan ulang dari film bisu 1926 milik MGM dengan nama yang sama, dan film tersebut merupakan film paling ekspensif pada waktu itu, dengan biaya sebesar $15 juta. Kedua film tersebut berdasarkan pada atau terinspirasi dari novel Jenderal Lew Wallace (pertama kali diterbitkan pada 1880) mengenai kebangkitan Kristen.

Ben-Hur juga menjadi film ketiga yang memenangkan penghargaan Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik

Akar (rasi bintang)

Rumah Besar Akar (Root, 氐宿, pinyin: Dī Xiù) merupakan salah satu dari Duapuluh Delapan Rumah Besar pada rasi bintang Tiongkok. Ini adalah salah satu Rumah Besar yang berada di timur Naga Biru.

Aksayakumara

Dalam wiracarita Ramayana, Aksayakumara (Dewanagari: अक्षयकुमार; ,IAST: Akṣayakumāra, अक्षयकुमार) (disingkat pula Aksakumara) atau Aksa (Dewanagari: अक्ष; ,IAST: Akṣa, अक्ष) adalah seorang raksasa, putra bungsu Rahwana. Ia mahir dalam bertarung dan menggunakan senjata panah. Dalam Ramayana dideskripsikan bahwa Aksayakumara seorang kesatria yang bertarung dengan sportif dan tidak meremehkan lawan.

Aksohini

Aksohini atau Akshauhini (bahasa Sanskerta: अक्शौहिणी), adalah formasi perang kuno yang terdiri dari 21.870 kereta perang, 21.870 gajah perang, 65.610 prajurit penunggang kuda, dan 109.350 prajurit darat/berjalan kaki (infantri), sesuai dengan Mahabharata (Adi Parwa 2.15-23). Perbandingan dari jumlah itu adalah - 1 kereta perang: 1 gajah perang: 3 prajurit penunggang kuda: 5 prajurit darat/berjalan kaki (infantri).

Balap kereta perang

Balap kereta perang (bahasa Yunani: ἁρματοδρομία/harmatodromia, bahasa Latin: ludi circenses) adalah salah satu olahraga paling populer di Yunani Kuno, Romawi, dan Bizantium. Balap kereta perang merupakan olahraga yang berbahaya, karena dapat menyebabkan cedera (bahkan kematian) bagi kusir dan kuda. Akan tetapi, olahraga ini membangkitkan semangat penonton.

Olahraga ini dipertandingkan dalam ajang olimpiade kuno.

Ben-Hur (film 1959)

Ben-Hur adalah sebuah film drama religi epik Amerika produksi tahun 1959, yang disutradarai oleh William Wyler, diproduseri oleh Sam Zimbalist untuk Metro-Goldwyn-Mayer, dan dibintangi oleh Charlton Heston selaku pemeran utama. Sebuah remake dari film bisu tahun 1925 bernama sama, Ben-Hur diadaptasi dari novel Ben-Hur: A Tale of the Christ karangan Lew Wallace yang terbit pada tahun 1880. Skenario tersebut dikreditkan kepada Karl Tunberg, meskipun meliputi kontribusi dari Maxwell Anderson, S. N. Behrman, Gore Vidal, dan Christopher Fry.

Ben-Hur memiliki biaya terbesar ($15.175 juta), serta set-set terbesar yang dibangun, dari film manapun yang dibuat pada masa itu. Perancang kostum Elizabeth Haffenden mengerahkan 100 orang untuk mengerjakan kostum-kostum, dan sebuah lokakarya mempekerjakan 200 orang artis dan karyawan yang menyediakan ratusan ukiran dan patung yang dibutuhkan dalam film tersebut. Pemfilmannya dimulai pada 18 Mei 1958, dan perampungannya pada 7 Januari 1959, dengan syuting berlangsung selama 12 sampai 14 jam sehari, enam hari sepekan. Pra-produksi dimulai di Cinecittà, Italia pada sekitar bulan Oktober 1957, dan pasca-produksi berlangsung selama enam bulan. Di bawah sinematografer Robert L. Surtees, para eksekutif MGM membuat keputusan untuk memfilmkan film tersebut dalam format layar lebar, yang Wyler sangat tidak sukai. Lebih dari 200 unta dan 2,500 kuda dipakai dalam syuting film tersebut, dengan sekitar 10.000 orang pemeran tambahan. Pertempuran laut difilmkan memakai miniatur-miniatur dalam tank tinggi di atas lahan belakang MGM Studios, Culver City, California. Balap kereta perang selama sembilan menit menjadi salah satu adegan paling terkenal dalam perfilman, dan musik film tersebut, yang dikomposisikan dan dikonduksikan oleh Miklós Rózsa, adalah komposisi terpanjang untuk sebuah film dan paling berpengaruh pada perfilman selama lebih dari 15 tahun.

Setelah upaya pemasaran $14.7 juta, Ben-Hur tayang perdana di Loew's State Theatre, New York City pada 18 November 1959. Film tersebut meraih keuntungan tercepat, serta film dengan keuntungan tertinggi pada 1959, dalam proses menjadi film dengan keuntungan tertinggi kedua dalam sejarah pada masa itu setelah Gone with the Wind. Film tersebut memenangkan rekor 11 Academy Award yang meliputi Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Wyler), Aktor Terbaik dalam sebuah Peran Utama (Heston), Aktor Terbaik dalam sebuah Peran Pendukung (Griffith), dan Sinematografi Terbaik – Berwarna (Surtees). Ben-Hur juga memenangkan tiga Golden Globe Award, yang meliputi Film Drama Terbaik, Sutradara Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik untuk Stephen Boyd. Saat ini, Ben-Hur banyak dianggap menjadi film terbesar yang pernah dibuat, dan pada 1998, American Film Institute mengangkatnya menjadi film Amerika terbaik ke-72 dan film epik Amerika terbaik ke-2 dalam AFI's 10 Top 10. Pada 2004, Badan Penyajian Film Nasional memiliki Ben-Hur untuk penyajian oleh Pendaftaran Film Nasional dari Perpustakaan Kongres untuk sebuah film yang "signifikan secara budaya, sejarah atau aestetik".

Beta Aurigae

Beta Aurigae (β Aur / β Aurigae) adalah bintang yang berada di rasi Auriga, yang berukuran subraksasa berwarna putih dan berada pada jarak 82 tahun cahaya dari Bumi.

Delman

Delman adalah kendaraan transportasi tradisional yang beroda dua, tiga atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan kuda sebagai penggantinya. Variasi alat transportasi yang menggunakan kuda antara lain adalah kereta perang, kereta kencana dan kereta kuda.

Nama kendaraan ini berasal dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur pada masa Hindia Belanda. Orang Belanda sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama dos-à-dos (punggung pada punggung, arti harfiah bahasa Prancis), yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi. Istilah dos-à-dos ini kemudian oleh penduduk pribumi Batavia disingkat lagi menjadi 'sado'.

Domestikasi kuda

Ada banyak hipotesis mengenai sejumlah isu-isu penting tentang dometikasi kuda. Meskipun kuda muncul dalam seni gua Paleolitikum pada 30.000 SM, kuda-kuda tersebut adalah kuda liar dan kemungkinan diburu untuk dimakan. Bagaimana dan kapan kuda mulai didomestikasi masih diperdebatkan. Bukti paling jelas mengenai awal penggunaan kuda sebagai kendaraan berasal dari pemakaman kereta perang bertahun sekitar 2000 SM. namun, ada peningkatan jumlah bukti yang mendukung hipotesis bahwa kuda didomestikasi di stepa Eurasia (Dereivka yang berpusat di Ukraina) sekitar 4000-3500 SM. Penemuan terbaru pada budaya Botai mengindikasikan bahwa pemukiman budaya Botai di Provinsi Aqmola di Kazakhstan adalah tempat bermulanya domestikasi kuda.

Lacerta

Lacerta, sang Kadal, adalah salah satu dari rasi bintang kecil. Rasi ini terletak di antara Cygnus, Cassiopeia dan Andromeda.

Susarma

Dalam wiracarita Mahabharata, Susarma (Dewanagari: सुशर्म; ,IAST: Suśārma, सुशर्म) adalah raja Trigarta. Ia merupakan saudara dari Banowati, istri Duryodana, sehingga menjalin hubungan yang baik dengan para Korawa dan Sangkuni. Maka dari itu, ia menjadi sekutu para Korawa saat perang antara Korawa melawan Pandawa berkecamuk.

Wresasena

Wresasena (Dewanagari: वृषसेन; ,IAST: Vṛṣaséna, वृषसेन) adalah putra Karna and Supriya dalam wiracarita Mahabharata. Kitab Wisnupurana menyebutnya sebagai putra sulung Karna. Dalam Mahabharata, ia merupakan salah satu pemanah hebat di pihak Korawa dan disebut oleh Bisma sebagai salah satu maharathi (perwira yang mampu bertempur dengan 720.000 prajurit sekaligus). Sebelum perang berlangsung, Bisma menyebutnya sebagai salah satu kesatria berkereta perang terbaik.Bersama ayahnya, ia mulai ikut serta dalam perang di Kurukshetra pada hari kesebelas, setelah gugurnya panglima Bisma. Wresasena merupakan kesatria termuda yang bertempur di pihak Korawa selama perang di Kurukshetra. Ia menyandang gelar maharathi saat berusia 14 tahun. Bakatnya dipuji oleh Kresna, penasihat para Pandawa. Namun, pada akhirnya—sama seperti ayahnya—Wresasena gugur di tangan Arjuna pada pertempuran pada hari ke-17.

Zaman Perunggu

Zaman Perunggu (bahasa Inggris: "Bronze Age") adalah periode perkembangan sebuah peradaban yang ditandai dengan penggunaan teknik melebur tembaga dari hasil bumi dan membuat perunggu. Secara urut, zaman ini berada di antara Zaman Batu dan Zaman Besi. Zaman Perunggu adalah bagian dari sistem tiga zaman untuk masyarakat prasejarah dan terjadi setelah Zaman Neolitikum di beberapa wilayah di dunia. Di sebagian besar Afrika subsahara, Zaman Neolitikum langsung diikuti Zaman Besi.

Sebagian besar perkakas perunggu yang tersisa adalah alat atau senjata, meskipun ada beberapa artefak ritual yang tersisa.

Waktu dimulainya Zaman Perunggu berbeda-beda pada setiap kebudayaan, bergantung pada perkembangan sejarah tulisan pertama. Berdasarkan bukti arkeologis, budaya di Mesir (hieroglif Mesir), Timur Dekat (kuneiform), dan Mediterania menggunakan sistem penulisan yang masih bertahan.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.