Kerajaan Suebi

Kerajaan Suebi (bahasa Latin: Regnum Suevorum), juga disebut Kerajaan Gallæcia (bahasa Latin: Regnum Gallæciae), adalah kerajaan Jermanik yang didirikan setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi. Kerajaan ini merupakan salah satu wilayah pertama yang melepaskan diri dari Kekaisaran Romawi. Kerajaan ini didirikan oleh orang-orang Suebi pada tahun 410 di bekas provinsi Romawi di Gallaecia dan Lusitania utara. Kerajaan Suebi merdeka hingga tahun 585, ketika kerajaan ini ditaklukan oleh Kerajaan Visigoth dan menjadi provinsi keenam kerajaan tersebut.

Kerajaan Suebi
Regnum Suevorum
409–585
Lokasi Kerajaan Suebi
Kerajaan Suebian pada puncak kejayaannya pada tahun 455 M
Ibu kota Braga
Bahasa Latin (resmi), dialek Jermanik dan Latin Vulgar (mayoritas)
Agama Paganisme Jermanik (awalnya di antara kaum elit dan pedesaan)
Arianisme (kaum elit)
Kekristenan Kalsedon (rakyat jelata)
Bentuk pemerintahan Monarki
Raja
 -  409-438 Hermeric
 -  585 Malaric
Sejarah
 -  Pemimpin Suebi Hermeric menaklukan Galicia 409
 -  Ditaklukan oleh Raja Leovigild dari Kerajaan Visigoth 585
Pendahulu
Pengganti
Kekaisaran Romawi Barat
Kerajaan Visigoth
Sekarang bagian dari

Pranala luar

Al-Andalus

Al-Andalus (bahasa Arab: الأندلس, translit. al-andalus‎) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor antara tahun 711 dan 1492. Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, tetapi penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia.

Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, ketika pasukan Umayyah pimpinan Thariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (750-929), sebuah kekhalifahan sendiri (929-1031), dan akhirnya terpecah menjadi "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil (1031-1492).

Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut kembali Iberia dari tangan umat Islam dalam proses yang disebut Reconquista (secara harfiah berarti "penaklukkan ulang"), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tetapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Fernando III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) yang dipimpin oleh Fernando II dari Aragon dan Isabel I dari Kastilia. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.

Gallaecia

Gallaecia atau Callaecia, juga disebut Gallaecia Hispania, adalah nama provinsi Romawi yang meliputi wilayah di Hispania barat laut (kini merupakan bagian dari Galicia, Portugal utara, Asturias dan Leon). Kota-kota Romawi yang ada di wilayah ini meliputi pelabuhan Cale (Porto) serta pusat pemerintahan Bracara Augusta (Braga), Lucus Augusti (Lugo) dan Asturica Augusta (Astorga).

Pada malam hari tanggal 31 Desember 406, beberapa suku-suku Jermanik seperti Vandal, Alan, dan Suebi menyeberangi perbatasan Romawi disungai Rhein. Mereka menjarah Galia dan menyeberangi pegunungan Pirenia. Suebi mengambil wilayah Gallaecia dan mendirikan Kerajaan Suebi.

Hispania

Hispania adalah nama yang pada zaman dahulu diberikan kepada Semenanjung Iberia. Nama ini pertama kali diberikan oleh bangsa Fenisia (sekitar abad ke-3 SM). Nama ini diduga memiliki akar bahasa Fenisia i (pulau) dan shfanim (hyrax). Setelah Perang Punisia, bangsa Romawi melakukan penaklukan terhadap Hispania, yang diselesaikan pada tahun 19 SM. Bangsa Romawi menyebut wilayah ini Ispania dan kemudian Hispania. Nama ini digunakan secara resmi dalam provinsi-provinsi Romawi di Iberia. Pada masa Republik Romawi, Hispania dibagi menjadi dua provinsi, Hispania Citerior (Hispania Dekat), dan Hispania Ulterior (Hispania Jauh). Pada tahun 27 SM, Hispania Ulterior dibagi dua: Baetica dan Lusitania, sedangkan Hispania Citerior diganti namanya menjadi Tarraconensis. Selanjutnya Hispania terus dibagi menjadi beberapa provinsi lain.

Kekuasaan Romawi di Hispania mulai menurun di awal abad ke-4, dan diserang oleh suku-suku Jermanik (barbar) antara lain suku-suku Suebi, Alan, Vandal dan akhirnya Visigoth. Pada tahun 711, orang-orang Muslim di Afrika Utara (disebut orang Moor) mengalahkan raja Visigoth Roderic, dan menguasai Hispania (اسبانيا, Isbá-nía ), dan Iberia lebih dikenal oleh orang Muslim dengan nama Al-Andalus (الأندلس). Seiring kekuasaan Muslim dan proses Reconquista oleh orang Kristen, makna Hispania (dieja Spania, España atau Espanha) bergeser dan dipakai untuk merujuk kepada daerah Iberia yang dikuasai Muslim saja. Namun pada akhir abad ke-12, kata España atau Espanha (Spanyol) kembali merujuk kepada Semenanjung Iberia secara keseluruhan, terdiri dari Granada yang Muslim, serta kerajaan-kerajaan Kristen Kastilia dan Leon, Aragon, Navarra serta Portugal. Pada saat Kastilia dan Aragon bergabung pada tahun 1479, dan diikuti oleh Navarra pada 1512, gabungan kerajaan-kerajaan ini disebut dengan Spanyol (España). Granada sendiri dikalahkan oleh gabungan Kastilia-Aragon pada 1492, dan sekarang daerah Iberia terdiri dari dua negara, Spanyol dan Portugal.

Imperium Portugal

Imperium Portugal adalah imperium kolonial Eropa modern yang berdiri paling awal dan terlama, hampir enam abad, dari penguasaan Ceuta tahun 1415 hingga penyerahan Makau tahun 1999.

Penjelajahan Portugis dimulai dengan menjelajahi pantai Afrika tahun 1419, yang meliputi perkembangan terakhir dalam navigasi, kartografi dan teknologi maritim seperti caravel, dan mereka menemukan jalur laut untuk sumber keuntungan perdagangan rempah-rempah. Tahun 1488, Bartolomeu Dias mengelilingi Tanjung Harapan, dan tahun 1498, Vasco da Gama mencapai India. Tahun 1500, dengan penemuan kebetulan di pantai Amerika Selatan untuk beberapa, dengan desain mahkota rahasia untuk lainnya, Pedro Álvares Cabral menemukan dan memimpin untuk penetapan koloni Brasil. Lebih dari satu dasawarsa berikutnya, pelaut Portugis melanjtkan penjelajahan pantai-pantai dan pulau Asia Timur, menedirikan benteng dan pos perdagangan ketika mereka pergi. Tahun 1571, hubungan surat menghubungkan Lisboa hingga Nagasaki: imperium telah menjadi sangat mendunia, dan membawa proses kekayaan melimpah terhadap Portugal.

Kerajaan Portugal

Kerajaan Portugal adalah sebuah monarki yang berpusat di Lisboa, Semenanjung Iberia, yang berdiri sejak 1139 hingga 1910, dan selanjutnya digantikan oleh Republik Portugal Pertama. Kerajaan ini memiliki daerah yang luas yang disebut Imperium Portugal sejak 1415. koloni-koloninya meliputi Brasil, berbagai wilayah di Afrika, dan pernah menguasai sebagian Nusantara, Malaya dan India. Raja-rajanya yang terkenal adalah Afonso I (dari Wangsa Burgundi, memerintah 1139-1185) dan Manuel II (Wangsa Braganza, 1908-1910).

Kerajaan Visigoth

Kerajaan Visigoth adalah kerajaan yang menempati daerah yang kini menjadi Prancis barat daya dan Semenanjung Iberia sejak abad ke-5 hingga abad ke-8 M. Sebagai salah satu negara Jermanik penerus Kekaisaran Romawi Barat, kerajaan ini pada awalnya bermula dari pemukiman Visigoth di bawah raja Wallia di provinsi Aquitaine di Prancis selatan oleh pemerintahan Romawi dan kemudian meluas melalui penaklukan di semenanjung Iberia. Kerajaan ini mampu mempertahankan kemerdekaan dari Kekaisaran Romawi Timut atau Bizantium, yang berusaha mengembalikan kekuasaan Romawi di Iberia. Pada awal abad ke-6, wilayah kekuasaan Kerajaan Visigoth di Galia direbut oleh Bangsa Frank, kecuali jalur pesisir sempit Septimania, tetapi kendali Visigoth di Iberia semakin kuat pada akhir abad tersebut dengan takluknya suku Suebi dan Basque. Perbedaan etnis antara penduduk Hispania-Romawi asli dan suku Visigoth menjadi semakin hilang pada masa ini. Bahasa Goth juga semakin hilang dan kemungkinan sudah jarang digunakan sebagai bahasa gereja ketika suku Visigoth memeluk agama Katolik pada tahun 589. Liber Iudiciorum (dipenuhi pada tahun 654) menghapuskan tradisi lama mengenai perbedaan hukum bagi orang Romawi dan Visigoth. Sebagian besar wilayah Kerajaan Visigoth ditaklukan oleh pasukan Muslim dari Maroko pada tahun 711 M, dan hanya daerah Spanyol utara yang tetap berada dalan genggaman Kristen. Wilayah tersebut kemudian menjadi Kerajaan Asturias Abad Pertengahan ketika seorang tuan tanah lokal yang disebut Pelayo, sangat mungkin keturunan Goth, dipilih sebagai Princeps oleh suku Astures.

Suku Visigoth dan raja-raja awal mereka merupakan penganut Kristen Arian dan mengalami konflik dengan Gereja Katolik, tetapi kemudian mereka berpindah menjadi pemeluk Kristen Nicene, Gereja memberikan pengaruh besar terhadap urusan sekuler melalui Konsili Toledo. Visigoth juga mengembangkan legislasi sekuler paling banyak di Eropa Barat, yakni Liber Iudiciorum, yang menjadi dasar bagi hukum Spanyol selama Abad Pertengahan.

Liuvigild

Liuvigild, Leuvigild, Leovigild, atau Leovigildo (bahasa Spanyol dan Portugis), (skt. 519 – 21 April 586) merupakan seorang raja Visigoth dari Hispania dan Septimania dari tahun 568 - 21 April 586. Dari tahun 585 dia juga menjadi raja Galisia. Dikenal dengan Codex Revisus atau Kode Leovigild, undang-undang pemersatu yang memungkinkan persamaan hak antara populasi Visigoth dan Hispano-Romawi, kerajaannya mencakup Portugal modern dan sebagian besar Spanyol modern sampai ke Toledo. Dia lahir pada sekitar tahun 525.

Lusitania

Lusitania adalah sebuah provinsi Romawi kuno yang wilayahnya sekarang lebih kurang mencakup Portugal, kecuali untuk wilayah antara sungai Douro dan Minho (bagian dari Hispania Tarraconensis), dan bagian dari Spanyol barat pada masa kini, komunitas otonom Extremadura sekarang dan (bagian dari) Castile-Leon. Wilayah ini diberi nama sesuai dengan bangsa Lusitani atau Lusitania. Bangsa Lusitani adalah pahlawan-pahlawan perkasa yang asal-usulnya tidak diketahui. Ibu kotanya adalah Emerita Augusta (kini Mérida)

Marcomanni

Marcomanni merupakan sebuah suku Jermanik, yang kemungkinan berhubungan dengan Buri, Suebi atau Suevi.

Portus Cale

Portus Cale (versi Latinisasi untuk "Pelabuhan Cale", nama Keltik asli Callaici, Cale) adalah suatu kota dan pelabuhan kuno di tempat yang sekarang ini utara Portugal, di daerah Grande Porto. Nama kota ini pada akhirnya mempengaruhi nama negara Portugal di kemudian hari.

Revolusi Anyelir

Revolusi Anyelir (bahasa Portugis: Revolução dos Cravos) (bahasa Inggris: Carnation Revolution), juga dikenal sebagai 25 de Abril (25 April), adalah sebuah kudeta yang bermula pada tanggal 25 April 1974, di Lisboa, Portugal, bersamaan dengan kampanye resistansi sipil yang meluas dan tidak tertanggulangi. Bangsa Portugis merayakan Hari Kebebasan setiap tanggal 25 April, dan hari tersebut menjadi hari libur nasional di Portugal.

Nama "Revolusi Anyelir" berasal dari fakta bahwa tidak ada tembakan yang diletuskan dan ketika orang-orang mulai turun ke jalanan untuk merayakan akhir kediktatoran dan perang di wilayah-wilayah jajahan, bunga anyelir diletakkan di moncong senjata dan juga di seragam. Peristiwa ini secara efektif mengubah rezim Portugis dari kediktatoran otoriter (Estado Novo) menjadi demokrasi, dan menghasilkan perubahan besar pada sendi-sendi sosial, ekonomi, kewilayahan, kependudukan, dan politik di negara ini, setelah dua tahun masa peralihan yang disebut sebagai PREC, Processo Revolucionário Em Curso, atau Proses Revolusioner yang Sedang Berjalan), dicirikan oleh gejolak sosial dan sengketa kekuasaan antara kekuatan politik sayap kiri dan kanan.

Meskipun terdapat upaya-upaya pengimbang yang berulang-ulang dari kaum revolusioner melalui seruan radio kepada rakyat agar tetap diam di rumah, ribuan orang Portugis turun ke jalanan, bercampur baur dengan pihak militer yang memberontak.Kudeta yang dipimpin oleh militer ini berhasil mengembalikan demokrasi kepada Portugal, mengakhiri Perang Kolonial yang tidak memihak kepada rakyat di mana ribuan serdadu Portugis diwajibkan mengemban tugas kemiliteran, dan mengganti rezim otoriter Estado Novo (Negara Baru) dan polisi rahasianya yang menekan kebebasan sipil dan kebebasan politik yang bersifat asasi. Kejadian ini bermula sebagai protes kelas profesional dari para kapten Angkatan Darat Portugis melawan sebuah undang-undang dekret: Dec. Lei nº 353/73 tahun 1973.Sekelompok petugas Portugis berpangkat rendah yang terhimpun dalam Movimento das Forças Armadas (MFA – Pergerakan Angkatan Darat), termasuk unsur-unsur yang telah turut berjuang memerangi gerilyawan pro-kemerdekaan di wilayah Imperium Portugis di Afrika, bangkit untuk mengambil-alih kekuasaan dari korporat dan otoritarian rezim Estado Novo yang telah memerintah Portugal sejak dasawarsa 1930-an. Rezim Portugal yang baru berjanji untuk mengakhiri peperangan kolonial dan memulai perundingan dengan Pergerakan kemerdekaan Afrika. Pada akhir tahun 1974, tentara Portugis ditarik dari Guinea Portugis yang segera kemudian menjadi anggota PBB. Kejadian ini diikuti oleh kemerdekaan Tanjung Verde, Mozambik, São Tomé dan Príncipe, dan Angola pada tahun 1975. Revolusi Anyelir di Portugal juga mengharuskan Portugis angkat kaki dari Timor Timur di Asia Tenggara. Peristiwa-peristiwa ini memicu eksodus besar-besaran warga negara Portugal dari wilayah-wilayah Portugal di Afrika (terutama dari Angola dan Mozambik), menghasilkan lebih dari satu juta pengungsi yang melarat — Retornados.Meskipun polisi politik rezim, PIDE, menewaskan empat orang sebelum menyerah, revolusi ini tidaklah biasa, karena tindakan revolusioner yang diambil tidak menggunakan kekerasan secara langsung untuk mencapai tujuan mereka. Dengan memegang anyelir (cravos dalam bahasa Portugis) berwarna merah, banyak orang ikut bergabung dengan para serdadu revolusioner di jalanan di Lisboa, dalam riuh kegembiraan dan eforia yang nyaring. Merah adalah warna simbolik bagi sosialisme dan komunisme, yang pada saat itu menjadi kecondongan ideologis utama dari banyak pemberontak anti-Negara Baru. Ini adalah akhir dari Estado Novo (Negara Baru), rezim otoriter terlama di Eropa Barat, dan pembubaran pamungkas Imperium Portugis. Akibat dari revolusi adalah dibentuknya konstitusi baru, penyensoran secara resmi dilarang, kebebasan bersuara dimaklumatkan, tahanan politik dilepaskan dan wilayah-wilayah seberang lautan Portugis di Afrika Sub-Sahara diberi kemerdekaan sebagai negara-negara komunis. Timor Timur juga diberi kemerdekaan, meskipun kemudian direbut oleh Indonesia, tetangganya, dan dijadikan provinsi ke-27 selama 23 tahun.

Sejarah Portugal

Portugal adalah negara Eropa yang sejarahnya diawali dari abad pertengahan. Pada abad ke-15 dan abad ke-16, Portugal memperoleh status kekuatan dunia pada Zaman Penjelajahan Eropa dengan jajahan di Amerika Selatan, Afrika dan Asia. Dua abad berikutnya, Portugal kehilangan banyak kekayaan dan statusnya karena Belanda, Inggris dan Prancis mengepung atau menguasai pos perdagangan dan teritori Portugal. Kemunduran militer dimulai dengan meletusnya dua pertempuran: Pertempuran Alcácer Quibir di Moroko pada tahun 1578 dan usaha armada Spanyol untuk menguasai Inggris tahun 1588. Portugal adalah negara yang turut mendirikan North Atlantic Treaty Organization (NATO), Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), dan European Free Trade Area (EFTA) dan bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 1986.

Suebi

Suebi (atau Suevi, Suavi (Jordanes, Procopius), dll.) adalah kelompok besar suku-suku Jermanik yang tinggal di Germania dan pertama kali disebut oleh Julius Caesar saat sedang membicarakan kampanye militer Ariovistus di Galia sekitar tahun 58 SM. Walaupun Caesar menganggap mereka sebagai satu suku Jermanik, penulis-penulis seperti Tacitus, Pliny dan Strabo menjelaskan bahwa "tidak seperti Chatti atau Tencteri, [Suevi] bukan satu bangsa. Mereka sebenarnya menduduki lebih dari setengah Germania, dan terbagi menjadi beberapa suku yang terpisah dengan nama-nama yang berbeda, walaupun mereka semua pada umumnya disebut Suebi".Para penulis klasik mencatat bahwa suku-suku Suebi sering berpindah-pindah dan tidak bergantung pada agrikultur. Beberapa kelompok Suebi pindah ke arah laut Baltik dan sungai Elbe dan menjadi ancaman bagi Kekaisaran Romawi di perbatasan sungai Rhein dan Donau. Menjelang jatuhnya Kekaisaran Romawi, Alamanni (yang juga disebut Suebi) menetap di Agri Decumates dan kemudian menyeberangi sungai Rhein dan menduduki Alsace. Suku Suebi lain memasuki Galia dan berkelana hingga mencapai Gallaecia (kini Galicia, Spanyol, dan Portugal Utara). Di Gallaecia mereka mendirikan Kerajaan Suebi yang berdiri selama 170 tahun sebelum akhirnya terintegrasi dengan Kerajaan Visigoth.

Uni Iberia

Uni Iberia adalah istilah modern yang merujuk pada kesatuan historis dan politik yang memerintah seluruh semenanjung Iberia di sebelah selatan Pirenia dari tahun 1580 hingga 1640.

Uni ini meliputi kerajaan Portugal dan Spanyol beserta jajahan mereka, setelah krisis dinasti Portugal.

Iberia yang bersatu merupakan salah satu ambisi kerajaan abad pertengahan di semenanjung Iberia. Sancho III dari Navarre dan Alfonso VII dari Kastilia mengambil gelar Imperator Totius Hispaniae, yang berarti "Kaisar seluruh Hispania".

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.