Kemah Suci

Kemah Suci (bahasa Ibrani: Mishkan, משכן, "Tempat tinggal [Allah]") adalah tempat ibadah sentral yang dapat dipindah-pindahkan untuk bangsa Ibrani sejak masa mereka meninggalkan Mesir setelah peristiwa Exodus (pembebasan dari Mesir), hingga masa para hakim ketika mereka terlibat dalam upaya penaklukan negeri Kanaan, hingga unsur-unsurnya dijadikan bagian dari Bait Allah yang permanen di Yerusalem sekitar abad ke-10 SM.

Dalam bahasa Inggris Kemah Suci ini disebut "Tabernacle", dan seringkali dialihaksarakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi "Tabernakel".[1] Kata ini berasal dari kata bahasa Latin, tabernaculum yang berarti "kemah, gubuk, pondok". Tabernaculum sendiri adalah bentuk diminutif dari kata taberna, yang berarti "tavern" (="penginapan"). Kata "Tempat Suci" juga kadang-kadang digunakan, demikian pula kata "Kemah Pertemuan".

Stiftshuette Modell Timnapark
Model Kemah Suci di Timna Park, Israel

Bahasa Ibrani mishkan

Kata Ibrani "mishkan" sebenarnya merujuk ke arti yang berbeda. Kata Mishkan berkaitan dengan kata Ibrani yang artinya "tinggal", "beristirahat", atau "menetap", yang merujuk kepada "Kehadiran Allah yang menetap", Shekhina (atau Shechina) (berasal dari akar kata Ibrani yang sama dengan Mishkan), yang tinggal atau beristirahat di dalam bangunan yang secara misterius diperintahkan oleh Allah untuk dibuat oleh bangsa Ibrani.

Kata Ibrani untuk "tetangga" adalah shakhen dari akar kata yang sama dengan mishkan. The Perintah pembangunannya diambil dari kata-kata dalam Kitab Keluaran ketika Allah memerintahkan kepada Moses: "Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, "supaya Aku akan diam" (we-shakan-ti) di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci (mishkan) dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."[2] Dengan demikian gagasan bahwa Allah meminta agar bangunan ini dibuat agar ia dapat menjadi "tempat tinggal" bagi diri-Nya di antara bangsa Israel setelah peristiwa Exodus.[3]

Kemah Suci adalah komponen menentukan untuk memahami banyak dari dasar-dasar Yudaisme, seperti misalnya Sabat (Sabat Yahudi), imamat Yahudi yang diperintahkan untuk melayani di dalamnya, dan makna serta penebusan dosa dari anak lembu emas.

Lokasi

  • Kemah Pertemuan dibuat di kaki gunung Sinai di bawah pimpinan Musa dengan teliti sesuai petunjuk dari Allah.[4]
  • Kemah itu dibongkar pasang selama 40 tahun perjalanan bangsa Israel dari Sinai sampai ke tanah Kanaan.[5]
  • Tempat kemah pertemuan di sisi timur sungai Yordan sebelum masuk tanah Kanaan adalah di Sitim.[6]
  • Setelah menyeberangi sungai Yordan, kemah pertemuan didirikan di Gilgal.[7]
  • Ketika Yosua menyelesaikan tugasnya untuk merebut tanah Kanaan, maka kemah pertemuan didirikan di Silo, di mana Yosua dan Imam Besar Eleazar melakukan pembagian tanah bagi suku-suku Israel.[8] Kemah itu masih di sana pada zaman Hakim-hakim,[9] sampai masa muda Samuel.[10] Menurut sumber-sumber Talmud, Kemah Pertemuan itu berada di Silo selama 369 tahun[11] sampai Tabut Perjanjian dibawa pergi ke medan pertempuran di Eben-Ezer dan dirampas oleh orang Filistin di Afek.[12]
Figures The erection of the Tabernacle and the Sacred vessels
Pendirian Kemah Pertemuan dan perabot kudus, seperti di Keluaran 40:17–19; dari Figures de la Bible tahun 1728.
  • Namun tampaknya Kemah Pertemuan sudah dipindahkan sebelum kedatangan orang Filistin, dan dibawa ke Gibeon sampai pada zaman raja Daud. Tabut Perjanjian mengakibatkan malapetaka bagi orang Filistin,[13] sehingga tidak lama kemudian dikembalikan oleh orang Filistin ke Israel di atas kereta yang ditarik 2 ekor lembu tanpa kusir dan tiba di Bet-Semes,[14] tetapi setelah mengakibatkan kematian sejumlah orang di Bet-Semes yang mencoba melihat bagian dalamnya, maka Tabut itu disimpan di Kiryat-Yearim selama 20 tahun,[15] sampai Daud membawanya ke Yerusalem.[16] Tabut itu tidak pernah lagi kembali ke Silo, dan juga tidak lagi bersama-sama dengan Kemah Pertemuan.
  • Pada zaman Saul dan Daud, kemah pertemuan dicatat berada di kota Nob.
  • Setelah Salomo mendirikan Bait Allah di Yerusalem, maka kemah pertemuan itu tidak pernah disebutkan lagi, dan kemungkinan tidak lagi digunakan.

Petunjuk untuk mendirikan

Kerangka terinci untuk Kemah Suci dan para pemimpinnya diuraikan dalam Kitab Keluaran pasal 25 sampai 30:

  • Pasal 25: Persembahan khusus, Tabut Perjanjian, meja untuk roti sajian, kandil (menorah).
  • Pasal 26: Kain penutup; papan dan palang kayu; tabir dan penempatan perkakas dalam Kemah Suci
  • Pasal 27: Mezbah korban bakaran; pelataran; minyak untuk lampu
  • Pasal 28: Pakaian imam; baju Efod; tutup dada; patam, serban, kemeja, ikat pinggang dan celana
  • Pasal 29: Pentahbisan para imam (Harun dan anak-anaknya); korban pagi dan korban petang.
  • Pasal 30: Mezbah pembakaran ukupan; persembahan khusus pada waktu pendaftaran orang Israel; bejana pembasuhan; minyak urapan kudus; ukupan yang kudus
Bagian Instruksi Konstruksi
Urutan Ayat Alkitab Urutan Ayat Alkitab
Kontribusi 1 Keluaran 25:1–9 2 Keluaran 35:4–29
Tabut Perjanjian 2 Keluaran 25:10–22 5 Keluaran 37:1–9
Meja roti sajian 3 Keluaran 25:23–30 6 Keluaran 37:10–16
Kandil 4 Keluaran 25:31–40 7 Keluaran 37:17–24
Kemah Suci 5 Keluaran 26:1–37 4 Keluaran 36:8–38
Mezbah korban bakaran 6 Keluaran 27:1–8 11 Keluaran 38:1–7
Pelataran 7 Keluaran 27:9–19 13 Keluaran 38:9–20
Lampu 8 Keluaran 27:20–21 16 Bilangan 8:1–4
Pakaian imam 9 Keluaran 28:1–43 14 Keluaran 39:1–31
Upacara pentahbisan 10 Keluaran 29:1–46 15 Imamat 8:1–9:24
Mezbah pembakaran ukupan 11 Keluaran 30:1–10 8 Keluaran 37:25–28
Tempat ukupan kudus 12 Keluaran 30:17–21 12 Keluaran 38:8
Minyak urapan kudus 13 Keluaran 30:22–33 9 Keluaran 37:29
Ukupan kudus 14 Keluaran 30:34–38 10 Keluaran 37:29
Pekerja 15 Keluaran 31:1–11 3 Keluaran 35:30–36:7
Sabat 16 Keluaran 31:12–17 1 Keluaran 35:1–3

Para pekerja

Dalam pasal 31 ditetapkan pembuat utama dan pembantu utama pembuatan Kemah Suci tersebut:

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu: Kemah Pertemuan, tabut untuk hukum, tutup pendamaian yang terletak di atasnya, dan segala perabotan kemah itu, yakni meja dengan perkakasnya, kandil dari emas murni dengan segala perkakasnya, mezbah pembakaran ukupan, mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya, pakaian jabatan, baik pakaian kudus kepunyaan imam Harun, maupun pakaian anak-anaknya, untuk memegang jabatan imam, minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian untuk tempat kudus; tepat seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu haruslah mereka membuat semuanya." (Keluaran 31:1-11)

Catatan pelaksanaan

Laporan pelaksanaan pembuatan Kemah Suci dan perkakas-perkakasnya dicatat dalam Kitab Keluaran pasal 36sampai 40.

  • Pasal 36: Pengangkatan Bezaleel dan Aholiab; Membuat kain penutup kemah suci, papan dan palang kayu kemah suci, tabir dan tirai pintu kemah suci.
  • Pasal 37: Membuat tabut perjanjian dan tutup pendamaian, meja roti sajian, kandil, mezbah pembakaran ukupan, minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian
  • Pasal 38: Membuat mezbah korban bakaran, bejana pembasuhan, pelataran; Perhitungan biaya pembangunan
  • Pasal 39: Membuat pakaian imam, baju Efod, tutup dada, patam, serban, kemeja, ikat pinggang dan celana; Penyerahan pekerjaan kepada Musa
  • Pasal 40: Pendirian Kemah Suci untuk pertama kalinya

Denah

Kemah Suci orang Israel selama pengembaraan di padang gurun berupa kemah yang ditutupi dengan berbagai macam kain penutup berwarna-warni, seperti dalam denah ini.

The Desert Tabernacle (Mishkan) - Layout and Dimensions - Full
Denah dan ukuran Kemah Suci serta Pelatarannya menurut Kitab Keluaran. Ukuran diberikan dalam hasta (bahasa Inggris: cubits)

Bagian luarnya ditutupi dengan tenda-tenda dari bulu kambing, kemudian di atasnya ditempatkan tudung dari kulit domba jantan yang diwarnai merah, dan tudung dari kulit lumba-lumba di atasnya lagi, seperti diagram ini.

Bangunan utama Kemah Suci itu dibagi menjadi dua ruangan yang dipisahkan oleh sebuah tabir dengan empat warna kain, seperti rancangan ini.

Ruang yang lebih besar, yang lebih luar, disebut "Ruang Kudus", berisi kandil berkaki tujuh dan ruang terdalam yang disebut "Ruang Mahakudus" (kodesh hakodashim), berisi Tabut Perjanjian (aron habrit), sebagaimana gambar ini.

Penerapan dalam Bait Allah di Yerusalem

Ketika raja Daud menguasai Yerusalem dan putranya, raja Salomo membangun Bait Suci Pertama, yang dikenal sebagai Bait Suci Salomo, semua elemen Kemah Suci diterapkan ke dalam pembangunan Bait yang permanen.

Rancangan denah bagi sinagoge

Pembangunan sinagoge selama lebih dari 2000 tahun terakhir berusaha mengikuti rancangan denah Kemah Suci yang asli, yang juga merupakan rancangan denah kedua Bait Allah di Yerusalem sebelum dihancurkan.

Setiap sinagoge mempunyai suatu tabut, aaron kodesh, di bagian depan, untuk menyimpan gulungan Kitab Taurat, sebanding dengan Tabut Perjanjian yang menyimpan loh batu Sepuluh Perintah Allah. Ini merupakan tempat paling kudus dalam suatu sinagoge setara dengan ruang Mahakudus.

YarmulkeAndMenorah
Sebuah replika Menorah modern (kanan)

Ada juga lampu yang selalu dinyalakan, ner tamid, atau sebuah candelabrum yang dinyalakan selama kebaktian, dekat tempat yang mirip dengan Menorah asli. Di tengah sinagoge ada daerah luas yang agak tinggi, dikenal sebagai bimah di mana Taurat dibacakan. Ini setara dengan altar Kemah Suci di mana korban ukupan dan bakaran binatang dipersembahkkan. Pada hari-hari raya besar para imam (Kohen, jamak: kohanim), berkumpul di bagian depan sinagoge untuk memberkati umat sebagaimana yang dilakukan leluhur mereka di Kemah Suci sejak zaman imam Harun.

Doa di Kemah Suci

Para imam Lewi menggunakan Kemah Suci untuk berbicara kepada Allah. Dua kali sehari seorang imam berdiri di hadapan mezbah doa emas dan membakar dupa yang harum. Upacara-upacara lain juga dilaksanakan di Kemah Suci.

Tabernakel dalam Gereja-gereja Kristiani

ChurchTabernacle
Tabernakel di sebuah Gereja Katolik Roma

Dalam Gereja Anglikan, Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur, sebuah tabernakel adalah sebuah lemari atau kotak penyimpanan, khusus untuk menyimpan Sakramen yang telah disucikan: tubuh, darah, jiwa dan keilahian Yesus Kristus, dalam bentuk roti dan anggur, yang digunakan dalam ritus komuni suci.

Referensi

  1. ^ "Tabernakel" pada Kamus Besar Bahasa Indonesia
  2. ^ Keluaran 25:8-9
  3. ^ Keluaran 25:1-9
  4. ^ Rancangan pembuatan: Keluaran 25-30 dan pelaksanaan: Keluaran 35-40
  5. ^ Bilangan 10
  6. ^ Bilangan 25; Yosua 2
  7. ^ Yosua 4
  8. ^ Yosua 18
  9. ^ Hakim-hakim 18
  10. ^ 1 Samuel 1-4
  11. ^ Zevachim 118B
  12. ^ 1 Samuel 4:3–5
  13. ^ 1 Samuel 4:11; 5:1-12
  14. ^ 1 Samuel 6:7-12
  15. ^ 1 Samuel 7:2
  16. ^ 1 Samuel 6:1-19

Lihat pula

Pranala luar

Aholiab

Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan, adalah seorang laki-laki Israel yang ditunjuk oleh Allah untuk bekerja di bawah Bezaleel sebagai wakil arsitek dalam pembangunan Kemah Suci dan peralatannya, sebagaimana dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, terutama dalam Kitab Keluaran. Menurut Kitab Keluaran pasal 38:23, Aholiab adalah "seorang tukang dan ahli, seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, dari kain ungu muda, dari kain kirmizi dan dari lenan halus".

Bait Salomo

Bait Salomo (bahasa Ibrani: בית המקדש, Beit HaMikdash), juga disebut sebagai Bait Pertama ataupun Haikal Sulaiman, menurut Kitab Suci adalah bait suci pertama agama Yahudi kuno di Yerusalem.

Bait ini digunakan untuk pemujaan dan pengorbanan yang disebut korbanot dalam Yahudi kuno. Kuil ini diselesaikan pada abad ke-10 SM dan dihancurkan oleh bangsa Babilonia pada tahun 586 SM. Rekonstruksi kuil di Yerusalem, yang terlaksana selama tahun 516 SM sampai 70 M, adalah Bait Kedua.

Bezaleel

Bezaleel bin Uri bin Hur (Ibrani: בְּצַלְאֵל, juga ditulis sebagai Betzalel atau Bəṣalʼēl; bahasa Inggris: Bezalel) adalah seorang laki-laki Israel yang ditunjuk oleh Allah untuk bekerja sebagai arsitek utama pembangunan Kemah Suci dan peralatannya, sebagaimana dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, terutama dalam Kitab Keluaran. Tuhan juga telah menetapkan pembantu utamanya, yaitu Aholiab bin Ahisamakh.

Efod

Efod (bahasa Ibrani: אֵפוֹד ; bahasa Inggris: ephod) adalah bagian dari pakaian kudus seorang Imam Besar Yahudi atau pemimpin ibadah dalam budaya Israel kuno yang dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

Dalam Kitab 2 Samuel, Daud menari-nari mengenakan efod di hadapan Tabut Perjanjian. Efod juga dikatakan berada di Kemah Suci di Nob. Dalam Kitab Keluaran dan Kitab Imamat efod dibuat khusus untuk dikenakan oleh Imam Besar Yahudi sebagai bagian dari pakaian resminya.Dalam Kitab Hakim-hakim, Gideon dan Mikha masing-masing membuat efod dari logam. Efod milik Gideon bahkan disembah.Di dalam Alkitab, efod biasanya dicatat terbuat dari kain lenan, tetapi tidak merupakan pakaian lengkap, sehingga dalam Kitab 1 Samuel, Mikhal istri Daud melihat Daud yang menari-nari memakai efod memandangnya rendah karena tidak berpakaian pantas di hadapan hamba-hamba perempuan. Kitab 1 Tawarikh menyatakan bahwa Daud memakai jubah dari lenan halus, sebagaimana orang-orang Lewi yang mengangkut tabut perjanjian... dan David juga memakai sebuah efod dari lenan. "dan Daud memakai efod lenan." Tampaknya mengenakan efod merupakan suatu implikasi keagamaan dan upacara penting, karena 85 orang imam di Nob dikatakan sebagai orang-orang yang mengenakan efod; meskipun Teks Masoret mencatatnya sebagai efod lenan. Kata lenan (= linen) tidak ada dalam versi Septuaginta (bahasa Yunani) juga tidak tertulis ketika Septuaginta mencatat Daud dan Samuel mengenakan efod. Karenanya, sejumlah pakar tekstual menganggap kata itu di teks Masoret merupakan tambahan kemudian.

Imamat 24

Imamat 24 (disingkat Im 24) adalah bagian dari Kitab Imamat yaitu kitab ke-3 dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.

Keluaran 25

Keluaran 25 (disingkat Kel 25) adalah pasal kedua puluh lima Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.

Keluaran 26

Keluaran 26 (disingkat Kel 26) adalah bagian dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.

Keluaran 36

Keluaran 36 (disingkat Kel 36) adalah bagian dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.

Keluaran 37

Keluaran 37 (disingkat Kel 37) adalah pasal ketiga puluh tujuh Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa. Pasal ini berisi pelaksanaan pembuatan Kemah Suci yang dimulai dari pasal 35 dan berlanjut sampai ke pasal 40 di mana petunjuknya dicatat mulai pasal 25sampai 30.

Keluaran 38

Keluaran 38 (disingkat Kel 38) adalah bagian dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.

Keluaran 40

Keluaran 40 (disingkat Kel 40) adalah bagian akhir dari Kitab Keluaran dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.

Kitab Keluaran

Kitab Keluaran merupakan buku kedua dari kumpulan 5 kitab yang disebut Taurat, yang disusun oleh Musa, dan urutan kedua dalam kanon Perjanjian Lama dan Tanakh (Alkitab Ibrani). Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut Shemoth dari kata-kata pertama Ve-eleh shemoth. Sedangkan dalam beberapa bahasa Eropa, disebut dengan nama "Exodus" (artinya "(berbondong-bondong ) keluar"). Kata ini diambil dari terjemahan bahasa Latin Santo Hieronimus yang mengambilnya dari Septuaginta, terjemahan bahasa Yunani. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan istilah "keluaran", dan terutama peristiwa "keluaran" bangsa Yahudi dari tanah Mesir, di mana mereka diperbudak selama lebih dari 400 tahun.

Kohen

Kohen (atau Kohain, bahasa Ibrani: כֹּהֵן, 'imam', 'pendeta', jamak: כוהנים, Kohanim) adalah istilah bahasa Ibrani yang artinya imam atau pendeta. Kohen Yahudi dipercaya sebagai keturunan langsung dari Harun menurut catatan Alkitab.

Nama Kohen dalam Taurat digunakan untuk menunjukkan imam atau pendeta, baik Yahudi maupun non-Yahudi, selain juga bangsa Yahudi secara keseluruhan. Pada masa keberadaan Kuil Yerusalem, Kohen melaksanakan tugas harian dan festival kurban.

Pada masa sekarang, Kohen memiliki status yang lebih lemah namun tetap istimewa dalam Yudaisme dan diikat oleh larangan tambahan berdasarkan Yudaisme Ortodoks.

Menorah

Menorah adalah kata bahasa Ibrani untuk Kandil atau Kaki Dian (disebut juga "Kaki Pelita" atau "Pelita" saja; bahasa Ibrani: מנורה - menôrâh. Dalam rangka pembangunan Kemah Suci Allah memerintahkan untuk membuat sebuah "Menorah", yaitu "Kandil" atau "Kaki Pelita", berhias terbuat dari emas (Keluaran 25:31). Dari batang tiang utama yang menyangga pegangan pelita, muncul 3 pasang cabang dengan arah berlawanan, yang pada ujung-ujungnya ada pegangan pelita berbentuk bunga. Gambar pada beberapa uang logam dan Gerbang Titus di Roma, menolong untuk memperoleh bentuknya yang jelas, karena saat ini barang aslinya tidak diketahui lokasinya, sejak kehancuran Bait Suci Pertama pada abad ke-6 SM.

Menorah terbuat dari emas murni seberat satu talenta (± 150 kilogram), terdiri atas alas (kaki), batang, enam cabang – masing-masing tiga sebelah-menyebelah – dan tujuh buah pelita. Batang dan cabang dilengkapi dengan kelopak, tombol, dan kembang. Ukurannya tidak ditulis di dalam Alkitab.

Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya—dengan tombolnya dan kembangnya—haruslah seiras dengan kandil itu.

Roti sajian

Roti sajian (bahasa Ibrani: לחם הפנים lechem haPānīm, arti harfiah: "roti kehadiran"; bahasa Inggris: Showbread) adalah suatu jenis roti yang secara khusus dibuat dan dipersembahkan untuk Tuhan dalam tata ibadah bangsa Israel yang dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen dan juga dirujuk pada bagian Perjanjian Baru. Roti ini harus selalu ada dan ditata pada sebuah meja khusus di Kemah Suci maupun di dalam Bait Suci, sesuai perintah Tuhan pada Keluaran 25:30. Pada Matius 12:4 disebut dengan istilah "τοὺς ἄρτους τῆς προθέσεως".

Ruang Mahakudus

Ruang Mahakudus (Ibrani Tiberias: קֹדֶשׁ הַקֳּדָשִׁים Qṓḏeš HaqQŏḏāšîm; bahasa Inggris: Holy of Holies) adalah istilah dalam Alkitab Ibrani yang merujuk kepada suatu ruangan terdalam pada Kemah Suci di mana Tabut Perjanjian ditempatkan dan kemuliaan Allah berdiam di sana. Di kemudian hari, istilah ini juga dipakai untuk ruangan tempat Tabut Perjanjian pada Bait Suci di Yerusalem, yang hanya boleh dimasuki oleh Imam Besar setahun sekali pada hari raya Yom Kippur.

Tabut Perjanjian

Tabut Perjanjian (bahasa Ibrani: אָרוֹן הָבְרִית Ārōn Hāb’rīt [pelafalan modern Aron Habrit]; bahasa Arab: تابوت العهد‎ Tābūt Al-ʿahd; bahasa Inggris: Ark of the Covenant atau Ark of Testimony; juga disebut Tabut Hukum Allah atau Tabut Allah (Ark of God)) adalah wadah yang digambarkan dalam Alkitab berisi Loh-Loh Batu di mana tertulis Sepuluh perintah Allah, Tongkat Harun, dan roti manna. Menurut Pentateukh, Tabut dibuat atas perintah Tuhan, selaras dengan penglihatan kenabian Musa di Gunung Sinai (Keluaran 25:10-16). Tuhan berbicara dengan Musa "dari antara dua kerubim" di penutup Tabut (Keluaran 25:22). Tabut dan benda-benda sucinya merupakan "keagungan Israel" (Ratapan 2:1). Rashi dan beberapa Midrashim menyatakan bahwa terdapat dua tabut - satu dibuat Musa untuk sementara waktu dan satu lagi yang lebih kemudian dibuat oleh Bezaleel.

Tongkat Harun

Tongkat Harun (bahasa Inggris: Aaron's rod) merujuk kepada sebuah tongkat yang biasanya dibawa oleh saudara laki-laki Musa, yaitu Harun, yang kemudian menjadi tanda dari Allah mengenai jabatan sebagai imam (kohen) bagi suku Lewi, sebagaimana catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Dalam Alkitab dicatat bahwa tongkat itu, seperti juga tongkat Musa dipakai Allah untuk menghasilkan mujizat atau tanda-tanda ajaib berupa Sepuluh Tulah Mesir yang menyebabkan bangsa Israel dapat keluar dari Mesir. Ada dua kejadian di mana tongkat itu menunjukkan kuasa meskipun tidak dipegang oleh pemiliknya.

Yom Kippur

Yom Kippur (יום כיפור yom kippūr); Hari Penebusan atau Hari Pendamaian (hari grafirat) adalah hari yang dianggap paling suci dalam agama Yahudi. Perayaan ini jatuh pada tanggal 10 Tisyri dalam kalender Yahudi. Walaupun disebut perayaan, sebenarnya dilakukan puasa selama 25 jam, dihitung dari terbenamnya matahari. Pengecualian diberikan kepada mereka yang sakit dan anak-anak. Dasar penyelenggaraan perayaan ini berasal dari Pentateukh. Hari raya ini adalah satu-satunya dalam Hari Raya Yahudi yang tidak ditunda apabila berbenturan dengan hari Sabat.

Kemah Suci dan topik-topik terkait
Tokoh
Perangkat
Imamat &
Imam Besar
Tempat
Pustaka

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.