Kegubernuran Gaza

Kegubernuran Gaza (bahasa Arab: محافظة غزةMuḥāfaẓat Ġazza) adalah satu dari 16 kegubernuran di Palestina yang terletak di utara tengah Jalur Gaza. Kegubernuran ini dikuasai oleh Palestina kecuali daerah perbatasan dengan Israel, ruang udara, dan wilayah lautnya. Menurut Badan Pusat Statistik Palestina, kegubernuran ini dihuni oleh 505.700 jiwa pada tahun 2006. Seluruh kursinya di dewan legislatif dimenangkan Hamas dalam pemilu legislatif 2006. Kegubernuran ini dipimpin oleh Mohammed Qadoura.

Kegubernuran ini terdiri dari satu kota, tiga kota kecil, dan beberapa kamp pengungsi.

Bendera Palestina
Bendera Hamas
Jalur Gaza
Pemerintahan Hamas

Permukiman

Kota

Kotamadya

  • Al-Zahra

Dewan desa

  • Juhor ad-Dik
  • Madinat al-Awda
  • Al-Mughraqa (Abu Middein)

Kamp pengungsi

  • Al-Shati (kamp pantai)

Sumber

Koordinat: 31°31′N 34°27′E / 31.52°N 34.45°E

Gaza

Untuk kerajaan di Mozambik, lihat: Kerajaan Gaza.Gaza (/ˈɡɑːzə/; bahasa Arab: غَزَّةُ‎ Ġazzah, IPA: [ˈɣazza]; bahasa Ibrani: עַזֲה 'Azzah), yang juga disebut sebagai Kota Gaza, adalah sebuah kota Palestina di Jalur Gaza, dengan populasi 515,556, menjadikannya kota terbesar di Negara Palestina. Ditinggali sejak sekitar abad ke-15 SM, Gaza didominasi oleh beberapa suku bangsa dan kekaisaran yang berbeda sepanjang sejarahnya. Filistin menjadikannya bagian dari pentapolis mereka setelah bangsa Mesir Kuno menguasainya selama sekitar 350 tahun.

Di bawah kekuasaan Romawi dan kemudian Bizantium, Gaza mengalami perdamaian dan pelabuhannya berkembang. Pada 635 Masehi, kota tersebut menjadi kota pertama di Palestina yang ditaklukan oleh tentara Rashidun dan dengan cepat menjadi pusat hukum Islam. Namun, pada saat tentara Salib menginvasi kota tersebut pada akhir abad ke-11, kota tersebut runtuh. Gaza mengalami beberapa masa sulit—dari serangan Mongol sampai banjir dan belalang, membuatnya turun menjadi desa pada abad ke-16, saat dimasukkan ke dalam Kesultanan Utsmaniyah. Pada paruh pertama masa pemerintahan Utsmaniyah, dinasti Ridwan mengendalikan Gaza dan di bawah kepemimpinannya, kota tersebut mengalami masa komersial dan perdamaian yang besar. Munisipalitas Gaza didirikan pada 1893.

Gaza jatuh ke tangan pasukan Inggris pada Perang Dunia I, menjadikannya sebuah bagian dari Mandat Palestina. Akibat Perang Arab–Israel 1948, Mesir memerintah teritorial Jalur Gaza yang baru dibentuk dan beberapa penanganan dilakukan di kota tersebut. Gaza ditaklukan oleh Israel saat Perang Enam Hari pada 1967, tetapi pada 1993, kota tersebut diserahkan kepada Otoritas Nasional Palestina. Pada bulan-bulan setelah pemilihan 2006, sebuah konflik bersenjata pecah antara faksi politik Palestina Fatah dan Hamas, yang mengakibatkan Hamas mengambil kekuasaan atas Gaza. Mesir dan Israel kemudian melakukan blokade di Jalur Gaza. Israel eased the blockade allowing consumer goods in June 2010, and Egypt reopened the Rafah border crossing in 2011 to pedestrians.Aktivitas ekonomi utama Gaza adalah pertanian dan industri berskala kecil. Namun, blokade dan konflik terkini membaut konominya berada di bawah tekanan. Mayortias penduduk Gaza adalah Muslim, meskipun terdapat juga minoritas Kristen. Gaza memiliki populasi penduduk yang sangat muda dengan sekitar 75% berada di bawah usia 25 tahun. Kota tersebut sekarang diurus oleh dewan munisipal beranggotakan 14 orang.

Kegubernuran Gaza Utara

Kegubernuran Gaza Utara (bahasa Arab: محافظة شمال غزة‎) adalah satu dari lima kegubernuran di Palestina yang terletak di Jalur Gaza. Kegubernuran ini dikuasai Palestina kecuali daerah perbatasan dengan Israel, ruang udara, dan wilayah lautnya. Menurut Badan Pusat Statistik Palestina, kegubernuran ini dihuni oleh 270.245 (7,2% populasi Palestina) yang terbagi menjadi 40.262 keluarga pada pertengahan 2007 dan tersebar di tiga kotamadya, dua distrik desa, dan satu kamp pengungsi.Kegubernuran ini memiliki lima kursi di Dewan Legislatif Palestina. Pada tahun 2006, kelima kursi ini dimenangkan oleh anggota Hamas.

Kegubernuran di Otoritas Nasional Palestina

Setelah penandatanganan Persetujuan Damai Oslo, teritori Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dibagi menjadi tiga area (Area A, Area B, dan Area C) dan 16 kegubernuran di bawah yurisdiksi Otoritas Nasional Palestina.

Masjid Raya Gaza

Masjid Raya Gaza (bahasa Arab: جامع غزة الكبير‎, transliterasi: Jāmaʿ Ghazza al-Kabīr) juga dikenal sebagai Masjid Omari Raya (bahasa Arab: المسجد العمري الكبير‎, transliterasi: Jāmaʿ al-ʿUmarī al-Kabīr) adalah masjid yang terbesar dan tertua di Jalur Gaza, yang terletak di kota tua Gaza

Dipercaya untuk berdiri di lokasi sebuah kuil orang Filistin kuno, situs tersebut digunakan oleh Bizantium untuk membangun sebuah gereja pada abad ke-5, tetapi setelah penaklukan Muslim pada abad ke-7, masjid tersebut diubah menjadi masjid. Digambarkan sebagai "cantik" oleh seorang ahli geografi Arab pada abad ke-10, menara Masjid Agung digulingkan dalam gempa bumi pada tahun 1033. Pada tahun 1149, Tentara Salib membangun sebuah katedral yang didedikasikan untuk Yohanes Pembaptis, tetapi sebagian besar dihancurkan oleh orang-orang Arab pada tahun 1187, dan Kemudian dibangun kembali sebagai masjid oleh Mamluk pada awal abad ke-13. Ini dihancurkan oleh Mongol pada 1260, kemudian segera dipulihkan hanya untuk itu akan hancur akibat gempa bumi pada akhir abad ini. Masjid Agung dipulihkan kembali oleh Ottoman kira-kira 300 tahun kemudian. Kerusakan parah setelah pemboman Inggris selama Perang Dunia I, masjid tersebut dipulihkan pada tahun 1925 oleh Dewan Muslim Tertinggi.

Rumah Sakit Al-Shifa

Rumah Sakit Al-Shifa (bahasa Arab: مستشفى الشفاء‎ Mustashfa al-Shifa), yang lebih dikenal sebagai Rumah Sakit Dar Al-Shifa (bahasa Arab: مستشفى دار الشفاء‎ Mustashfat dar al-Shifa) adalah kompleks pengobatan terbesar dan rumah sakit pusat di Jalur Gaza, yang terletak di kawasan Rimal Utara, Jalur Gaza, Kegubernuran Gaza. Direktur saat ini daru rumah sakit tersebut adalah Dr. Medhat Abbas.

Subdistrik Gaza, Mandat Palestina

Subdistrik Gaza (bahasa Arab: قضاء غزة‎) adalah salah satu subdistrik di Mandat Palestina. Subdistrik ini terletak di pesisir selatan Mandat Palestina Britania. Setelah Perang Arab-Israel 1948, distrik ini dipecah. Israel menguasai bagian utara dan timur, sedangkan Mesir menguasai bagian selatan dan tengah, kelak menjadi Jalur Gaza di bawah pemerintahan Otoritas Nasional Palestina sesuai Piagam Oslo 1993–1994.

Tepi Barat
Jalur Gaza
Kegubernuran Gaza
Kota
Munisipalitas
Desa
Kamp pengungsi

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.