Kabupaten Kerinci

Kabupaten Kerinci adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Kerinci ditetapkan sebagai Kabupaten sejak awal berdirinya Provinsi Jambi dengan pusat pemerintahan di Sungai Penuh. Pada tahun 2011, pusat pemerintahan berpindah ke Siulak.[3] Nama kerinci berasal dari bahasa Tamil yaitu Kurinji, yang merupakan nama bunga yang tumbuh di daerah pegunungan india selatan.

Kabupaten Kerinci
كابوڤاتين كرينچي
Kab.Kerinci

Lambang Kabupaten Kerinci
كابوڤاتين كرينچي


Moto: Sakti Alam Kerinci

Lokasi Jambi Kabupaten Kerinci

Peta lokasi Kabupaten Kerinci
كابوڤاتين كرينچي di Jambi
Koordinat:
Provinsi Jambi
Dasar hukum UU No. 58 Tahun 1958
Tanggal peresmian 10 November 1958
Ibu kota Siulak
Pemerintahan
-Bupati Dr. H. Adirozal, M.Si.
-Wakil Bupati Ir. H. Ami Taher
APBD
-DAU Rp. 594.747.481.000.-(2013)[1]
Luas 3807,283 [2]
Populasi
-Total 253.256 jiwa (2014)
-Kepadatan 66,51
Demografi
-Suku bangsa Kerinci, Minang, Jawa, Batak, Tionghoa
-Kode area telepon 0748
Pembagian administratif
-Kecamatan 16
-Kelurahan 287
Simbol khas daerah
-Flora resmi Bunga Bangkai
-Fauna resmi Harimau Sumatra
Situs web http://www.kerincikab.go.id/

Geografi

Batas Wilayah

Kerinci berada di ujung barat Provinsi Jambi dengan batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat
Timur Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin
Selatan Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu
Barat Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat

Sejarah

COLLECTIE TROPENMUSEUM De controleurswoning van H.H. Morison en P.A. Morison-Noordermeer in Kerintji TMnr 60048866
Rumah controleur (pegawai kolonial di Hindia Belanda) Kerinci pada tahun 1931-1938

Berdasarkan Catatan China menyebut ada sebuah negeri yang bernama Koying yang berdiri pada Abad 2 SM terletak disebuah dataran tinggi dan memiliki Gunung api. Beberapa Ahli berpendapat bahwa Koying identik dengan dataran tinggi Kerinci.[4] Abad 14 M, Kerajaan Dharmasraya mulai menetapkan undang-undang kepada para Kepala suku atau luhah disetiap dusun di Selunjur bhumi Kurinci, Kepala suku tersebut disebut sebagai Depati sebagaimana yang tercantum dalam kitab Undang-undang Tanjung Tanah. Menurut Uli Kozok, negeri Kurinci atau Kerinci tidak sepenuhnya di bawah kendali Dharmasraya, para Depati tetap memiliki hak Penuh atas kekuasaannya, penetapan Undang-undang disebabkan Kerajaan Dharmasraya ingin menguasai perdagangan emas yang saat itu melimpah ruah di Bumi Kerinci.[5] Abad 15 M, Kerajaan Jambi mulai memegang kendali atas Para Depati di Bumi Kerinci, Kerajaan Jambi yang berada di Tanah Pilih, Kota Jambi sekarang. Menunjuk Pangeran Temenggung Kebul di Bukit sebagai wakil Kerajaan Jambi di wilayah hulu berkedudukan di Muaro Masumai, untuk mengontrol dan mengendalikan para Depati di Kerinci Rendah dan Kerinci Tinggi. Para depati yang dulunya terpisah-pisah dalam sebuah kampung atau kelompok kecil disatukan dalam pemerintahan yang dibuat oleh Kerajaan Jambi, Pemerintahan ini disebut dengan Pemerintahan Depati Empat,berpusat di Sandaran Agung. Abad 16 M, Terjadinya perjanjian di Bukit Sitinjau Laut antara Kesultanan Jambi yang diwakili oleh Pangeran Temenggung,Kesultanan Inderapura diwakili oleh Sultan Muhammadsyah dikenal dengan sebutan Tuanku Berdarah Putih dan Alam Kerinci diwakili oleh Depati Rencong Telang dan Depati Rajo Mudo. Isi Perjanjian tersebut intinya untuk saling menjaga keamanan antar tiga wilayah sebab saat itu banyak para penyamun dan perompak yang berada di jalur perdagangan antara Kerinci-Indrapura maupun Kerinci-Jambi.

Abad 17 M, terbentuk Pemerintahan Mendapo nan Selapan Helai Kain yang berpusat di Hamparan Rawang, serta beberapa wilayah Otonomi tersendiri seperti Tigo Luhah Tanah Sekudung di Siulak, Pegawai jenang Pegawai Raja di Sungai Penuh.Tahun 1901 M, Belanda Mulai Masuk Ke Alam Kerinci melewati renah Manjuto di Lempur hingga terjadi peperangan dengan beberapa Pasukan Belanda, Pasukan Belanda gagal memasuki Alam Kerinci.Tahun 1903 M, Belanda berhasil membujuk Sultan Rusli, Tuanku Regent sekaligus menjabat Sultan Indrapura untuk membawa pasukan Belanda ke Alam Kerinci dengan tujuan agar tidak terjadi perlawanan dari rakyat Kerinci. Ternyata yang terjadi sebaliknya, Perlawanan Rakyat Kerinci begitu hebatnya hingga terjadi peperangan selama Tiga bulan di Pulau Tengah. Peperangan Pulau Tengah di bawah komando Depati Parbo memakan korban perempuan dan anak-anak yang begitu banyak setelah Belanda membakar habis Kampung tersebut.[6] Tahun 1904 M, Kerinci takluk di bawah pemerintahan Belanda setelah kalah Perang dan Depati Parbo di Buang Ke Ternate

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kerinci masuk ke dalam Karesidenan Jambi (1904-1921), kemudian berganti di bawah Karesidenan Sumatra's Westkust (1921-1942). Pada masa itu, Kerinci dijadikan wilayah setingkat onderafdeeling yang dinamakan Onderafdeeling Kerinci-Indrapura. Setelah kemerdekaan, status administratifnya dijadikan Kabupaten Pesisir Selatan-Kerinci. Sedangkan Kerinci sendiri, diberi status daerah administratif setingkat kewedanaan.[7]. Kewedanan Kerinci terbagi menjadi tiga Kecamatan yaitu:

  1. Kecamatan Kerinci Hulu terdiri dari Kemendapoan Danau Bento, Kemendapoan Natasari, Kemendapoan Siulak (Wilayah Adat tanah Sekudung) serta Kemendapoan Semurup,
  2. Kecamatan Kerinci tengah terdiri dari Kemendapoan Depati Tujuh, Kemendapoan Kemantan, Kemendapoan Rawang, Kemendapoan Sungai Tutung, Kemendapoan Limo Dusun, Kemendapoan Penawar, Kemendapoan Hiang,dan Kemendapoan Keliling danau,
  3. Kecamatan Kerinci Hilir terdiri dari kemendapoan seleman,Kemendapoan 3 Helai Kain, kemendapoan Lempur, dan Kemendapoan Lolo.

Pada tahun 1957, Provinsi Sumatra Tengah dipecah menjadi 3 provinsi:

  1. Sumatra Barat, meliputi daerah darek Minangkabau dan Rantau Pesisir
  2. Riau, meliputi wilayah Kesultanan Siak, Pelalawan, Rokan, Indragiri, Riau-Lingga, ditambah Rantau Hilir Minangkabau: Kampar dan Kuantan.
  3. Jambi, meliputi bekas wilayah Kesultanan Jambi ditambah Pecahan dari Kabupaten Pesisir Selatan -Kerinci: Kerinci.

Tahun 1970, Sistem Kemendapoan ( setingkat kelurahan]] yang telah dipakai sejak ratusan tahun lalu, dihapuskan. Istilah Dusun diganti menjadi desa.

Etimologi

Nama "Kerinci" berasal dari bahasa Tamil "Kurinci". Tanah Tamil dapat dibagi menjadi empat kawasan yang dinamakan menurut bunga yang khas untuk masing-masing daerah. Bunga yang khas untuk daerah pegunungan ialah bunga Kurinci (Latin Strobilanthus. Dengan demikian Kurinci juga berarti 'kawasan pegunungan'.

Zaman dahulu, Sumatra dikenal dengan istilah Swarnadwipa atau Swarnabhumi (tanah atau pulau emas). Kala itu Kerinci, Lebong, dan Minangkabau menjadi wilayah penghasil emas utama di Indonesia (walaupun kebanyakan sumber emas terdapat di luar Kabupaten Kerinci di daerah Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin). Di daerah Kerinci banyak ditemukan batu-batuan Megalitik dari zaman Perunggu (Bronze Age) dengan pengaruh Budha termasuk keramik Tiongkok. Hal ini menunjukkan wilayah ini telah banyak berhubungan dengan dunia luar.

Awalnya "Kerinci" adalah nama sebuah gunung dan danau (tasik), tetapi kemudian wilayah yang berada di sekitarnya disebut dengan nama yang sama. Dengan begitu daerahnya disebut sebagai Kerinci (Kinci atau Kince atau “Kincai” dalam bahasa setempat), dan penduduknya pun disebut sebagai orang Kerinci.

Pemerintahan

Daftar Bupati

Berikut Daftar Bupati Kerinci dari masa ke masa:

No. Bupati Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Mohd. Noeh
1958
1960
1
Yusuf Nasri
1960
1964
1
H.
Ali Hamzah
1964
1964
Drs.
Z. Mukhtar Daeng Maguna
1964
1965
Letkol Yusuf Rusdi
1965
1966
Syamsu Bahrun
1966
1968
2
Kol.
M. Koekoeh
1968
1969
2
3
M. A. A. DT Majo Indo
1969
1969
4
Drs.
Ahmad Daud
1969
1972
5
Rusdi Sayuti
BA
1972
1977
3
Jamaludin Tambunan
SH
1977
1978
6
Nazar Efendi
1978
1983
4
7
Drs. H.
Mohd. Awal
1983
1988
5
8
Drs.
Hasmi Mukhtar
1988
1993
6
9
Kol. H.
Bambang Sukowinarno
1993
1998
7
10
Letkol Czi (Purn.) H.
Fauzi Siin
1999
2004
8
2004
2009
9
11
H.
Murasman
S.Pd., M.M.
4 Maret 2009
4 Maret 2014
10
M Rahman
12
Dr. H.
Adirozal
M.Si.
4 Maret 2014
4 Maret 2019
11
Zainal Abidin
Agus Sunaryo
14 Februari 2018
23 Juni 2018
(12)
Dr. H.
Adirozal
M.Si.
4 Maret 2019
Petahana
12
Ir. H.
Ami Taher

Kecamatan

Kabupaten Kerinci terdiri atas 16 kecamatan, sebagai berikut:

  1. Air Hangat
  2. Air Hangat Barat
  3. Air Hangat Timur
  4. Batang Merangin
  5. Bukit Kerman
  6. Danau Kerinci
  7. Depati Tujuh
  8. Gunung Kerinci
  9. Gunung Raya
  10. Gunung Tujuh
  11. Kayu Aro
  12. Kayu Aro Barat
  13. Keliling Danau
  14. Sitinjau Laut
  15. Siulak
  16. Siulak Mukai

Pemekaran

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008, beberapa bekas kecamatan di Kabupaten Kerinci ditetapkan untuk menjadi bagian dari Kota Sungaipenuh. Kecamatan-kecamatan yang dimaksud adalah:

Demografi

Budaya

Masyarakat Kerinci menganut sistem adat matrilineal. Rumah suku Kerinci disebut "Larik", yang terdiri dari beberapa deretan rumah petak yang bersambung-sambung dan dihuni oleh beberapa keluarga yang masih satu keturunan. Suku Kerinci memiliki banyak tarian tradisional seperti Tarian Asyeik Naik Mahligai, Mandi Taman, Ngayun Luci tarian ini merupakan peninggalan dari tradisi Animisme. Setelah masuknya Islam, Berkembang Tarian yang lebih Islami seperti tari Rangguk, Sike Rebana, dan Iyo-iyo. Suku Kerinci juga memiliki sastra Lisan yang tertuang dalam bentuk Tale, Barendih, Mantau, Nyaho, Kunun dan K'ba. Selain itu,Suku Kerinci memiliki seni bela diridan permainan tradisional seperti Pencak Silat dan Ngadu Tanduk.

Bahasa

Bahasa Kerinci termasuk salah satu anak cabang Bahasa Austronesia, yang dekat dengan Bahasa Minangkabau.[8] Ada lebih dari 130 dialek bahasa yang berbeda di tiap-tiap desa di daerah Kerinci.

Berkas:4lOGO.jpg
Lambang Kabupaten Kerinci

Arti Lambang

  1. Dasar Biru, menunjukkan daerah Kerinci yang terletak diatas pegunungan
  2. Latar Belakang sket Gunung Kerinci, menunjukkan keagungan Sejarah dan Kebudayaan
  3. Masjid, melambangkan ketaqwaan masyarakat Kerinci terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  4. Jenjang Tingkat Lima, menunjukkan jiwa Pancasila
  5. Gong, menunjukkan persatuan dan kesatuan serta ketinggian seni budaya
  6. Keris, melambangkan kepahlawanan rakyat Kerinci dan keadilan penguasanya.
  7. Padi: Sepuluh butir sebelah kiri menunjukkan tanggal 10 Sebelas butir sebelah kanan menunjukkan bulan 11 atau November
  8. Daun Teh:
    • Lima helai sebelah kiri
    • Delapan helai sebelah kanan Keduanya menunjukkan angka 58 (dari kedua hasil pertanian dan perkebunan tersebut padi dan the tercermin waktu kelahiran daerah Kabupaten Kerinci, yaitu tanggal 10 November 1958.
  9. Empat Buah Kunci, melambangkan penguasa adat di Kerinci yang disebut orang empat jenis, yaitu:
    • Depati Ninik Mamak,
    • Orang tua Cerdik Pandai,
    • Alim Ulama,dan
    • Hulubalang.
  10. Pada Pita tertulis, SAKTI ALAM KERINCI, sebagai motto daerah.

Maskot

Gunung Kerinci sebagai Ikon Pariwisata Provinsi Jambi sekaligus Maskot Kabupaten Kerinci, sebagai tujuan wisata yang menarik wisata domestik maupun mancanegara.

Ekonomi

Agrobisnis

Sumber perekonomian utama masyarakat di kabupaten Kerinci adalah dari sektor agrobisnis yang meliputi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Hasil pertanian & perkebunan meliputi:

  • Sayur mayur: tomat, cabai, kubis, labu, wortel, sawi, kol, buncis, kacang panjang, mentimun, kentang, dll
  • Padi
  • Tebu
  • Tanaman hias
  • Kayu-kayuan: Sengon, Jabon

Hasil perikanan & peternakan meliputi:

  • Daging & telur ayam kampung (Ayam Buras)
  • Daging & telur ayam ras
  • Daging Sapi
  • Ikan Lele
  • Ikan Nila

Industri

Industri di Kabupaten Kerinci banyak bergerak dibidang pengolahan dan perdagangan hasil bumi meliputi:

  • Industri teh
  • Industri makanan olahan (dodol kentang, keripik kentang, aneka camilan, dll)
  • Industri minuman olahan (Teh Kulit Kayu Manis/Teh Kayu Manis, Minuman Herbal dari rempahan, (seperti: Sari Kunyit Sirih, Sari Kunyit Putih, Sari Jahe Merah, Sari Temulawak), sirup kayu manis, dll)
  • Industri pemotongan & pengolahan kayu
  • Industri pengolahan daging ayam kampung

Transportasi

Bus

Terminal Semurup, salah satu terminal bayangan. Ada 2 lagi Terminal namun masih tahap pembangunan.

Pesawat

Bandar Udara Depati Parbo yang terletak di Sitinjau Laut saat ini melayani jurusan penerbangan Kerinci - Muara Bungo - Jambi ( Wings Air ), rencana jurusan baru Kerinci - Pekanbaru, Kerinci - Jakarta, Kerinci - Palembang, Kerinci - Batam, Kerinci - Padang dan Kerinci - Kuala Lumpur.

Pariwisata

Kabupaten Kerinci dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama Jambi. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata menarik di Kabupaten Kerinci.

Berkas:Gunung Kerinci.jpg
Gunung Kerinci

Wisata Gunung

Wisata Danau

Berkas:Air trjun pncro ry.JPG
Air Terjun Pancaro Rayo

Wisata Air Terjun

Wisata Sejarah

Wisata Agro

Wisata Religi

Kuliner Khas

Kabupaten Kerinci mempunyai beberapa masakan khas, di antaranya:

  • Beras Padi Payo
  • Gulai Ikan Semah
  • Dendeng Batokok Kincai
  • Dadeah

Makanan ringan

Kabupaten Kerinci mempunyai beberapa makanan ringan yang khas, di antaranya:

  • Dodol Kentang

Minuman

Berkas:Sirup kulit manis.JPG
175x175px

Kabupaten Kerinci mempunyai beberapa minuman khas, di antaranya:

  • Sirup Kayu Manis

Pendidikan

Sekolah Menengah Atas

Saat Ini Kabupaten Kerinci memiliki 13 SMA Negeri yang tersebar di tiap daerah Kabupaten Kerinci.

  • SMA Negeri 1 Kerinci
  • SMA Negeri 2 Kerinci
  • SMA Negeri 3 Kerinci
  • SMA Negeri 4 Kerinci
  • SMA Negeri 5 Kerinci
  • SMA Negeri 6 Kerinci
  • SMA Negeri 7 Kerinci
  • SMA Negeri 8 Kerinci
  • SMA Negeri 9 Kerinci
  • SMA Negeri 10 Kerinci
  • SMA Negeri 11 Kerinci
  • SMA Negeri 12 Kerinci
  • SMA Negeri 13 Kerinci

Perguruan Tinggi

Kerinci memiliki bebrepa perguruan tinggi diantaranya sebagai berikut.

Referensi

  1. ^ (PDF) http://www.djpk.depkeu.go.id/wp-content/uploads/2016/11/RINCIAN-ALOKASI-DAU-MURNI-TA-2017-UPLOAD.pdf. Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  2. ^ http://www.jambiprov.go.id/index.php?letluaswil
  3. ^ Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2011 Tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Kerinci Dari Wilayah Kota Sungaipenuh ke Wilayah Kecamatan Siulak
  4. ^ Idris jakfar, Sejarah Kerinci Purba,Tahun 1994, Kerinci: Balai Pustaka
  5. ^ Uli Kozok, Kitab Undang-undang Tnjung Tanah Naskah Melayu yang tertua tahun 2006, Yayasan obor Indonesia
  6. ^ H. Rasyid Yakin, Menggali Adat Lama Pusaka Usang di Sakti Alam Kerinci tahun 1984,Kerinci: CV. Utama
  7. ^ Gusti Asnan, Memikir ulang regionalisme: Sumatra Barat tahun 1950-an, Yayasan Obor Indonesia
  8. ^ Narendra S. Bisht, T. S. Bankoti, Encyclopaedia of the South East Asian Ethnography, Global Vision Publishing House, 2004

Pranala luar

Air Hangat, Kerinci

Air Hangat adalah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia. Sebagaimana daerah lainnya di Kerinci, masyarakatnya mengenal sistem pembagian wilayah tradisional menjadi luhah-luhah (setingkat kelurahan), selain pembagian menjadi desa-desa yang digunakan secara resmi.

Air Hangat Timur, Kerinci

Air Hangat Timur adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia.

Kecamatan Air Hangat Timur adalah pemekaran kecamatan Air Hangat.Pusat pemerintahan berada di desa Taman Jernih Sungai Tutung.

Kecamatan ini terbagi atas 25 desa:

Sungai Tutung

Baru Sungai Tutung

Simpang Empat Sungai Tutung

Taman Jernih Sungai Tutung

Kemantan Hilir

Kemantan Tinggi

Kematan Kebalai

Kemantan Darat

Kemantan Agung

Koto Tebat

Pondok Sungai Abu

Sungai Abu

Sungai Deras

Pungut Mudik

Pungut Tengah

Pungut Hilir

Sungai Medang

Air Hangat

Kemantan Mudik

Baru Sungai Deras

Baru Sungai Medang

Kemantan Raya

Baru Air Hangat

Air Panas Sungai Abu

Baru Sungai Abu

Bukit Kerman, Kerinci

Bukit Kerman adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Kecamatan ini dibentuk pada tahun 2012 dari penggabungan sebagian wilayah Kec. Batang Merangin dan Gunung Raya.

Daftar Bupati Kerinci

Semenjak pertama kali dimekarkan pada tanggal 10 November 1958, Kabupaten Kerinci, hingga saat ini telah dipimpin oleh 19 orang bupati, baik secara definitif maupun pelaksana tugas. Berikut adalah nama-nama Bupati Kerinci pertama hingga saat ini.

Danau Kerinci, Kerinci

Danau Kerinci adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia.

Depati Tujuh, Kerinci

Depati Tujuh adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia.

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gedang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang Provinsi Sumatra Barat. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.

Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatra. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh.

Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovulcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.

Gunung Kerinci, Kerinci

Gunung Kerinci adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia.

Gunung Kunyit

Gunung Kunyit (Bukit Belerang) adalah gunung berapi stratovolcano fumarol yang terdapat di Desa Talang Kemuning, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi, Sumatra, Indonesia. Puncak gunung memiliki dua kawah; dengan kawah teratas merupakan Danau kawah.Perbukitan itu oleh masyarakat setempat dikenal dengan Gunung Kunyit karena warna belerang yang kuning seperti kunyit ditambah aroma bau belerangnya yang menyengat juga seperti kunyit.

Gunung Raya, Kerinci

Gunung Raya adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia.

Gunung Tujuh, Kerinci

Gunung Tujuh adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia.

Kayu Aro, Kerinci

Kayu Aro adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia.

Berdiri pada tanggal 12 Juni 1996 berdasarkan PP N0. 47/1996. Pusat pemerintahan di Batang Sangir.

Kayu Aro terkenal sebagai daerah penghasil teh. Perkebunan teh Kayu Aro milik PTPN 6 adalah kebun teh terluas di dunia dalam satu hamparan. Teh produksi Kayu Aro diekspor keberbagai negara di dunia dan dalam negeri.

Kayu Aro Barat, Kerinci

Kayu Aro Barat adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Kecamatan ini dibentuk pada tahun 2012 dari pemekaran Kec. Kayu Aro.

Kerinci

Kerinci dapat mengacu pada beberapa hal berikut:

Suku Kerinci

Bahasa Kerinci

Kabupaten Kerinci, Jambi.

Gunung Kerinci, Jambi.

Taman Nasional Kerinci Seblat

Kota Sungai Penuh

Kota Sungai Penuh adalah kota terbesar kedua di Provinsi Jambi, Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kerinci dan pengesahannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 8 Oktober 2009.

Sitinjau Laut, Kerinci

Sitinjau Laut adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia.

Siulak, Kerinci

Siulak adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia. Siulak Adalah Pusat Pemerintahan Kabupaten Kerinci.

Siulak Mukai, Kerinci

Siulak Mukai adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia.

Kecamatan Siulak Mukai adalah pemekaran dari Kecamatan Siulak.

kantor camat siulak mukai terletak di desa mukai pintu

Suku Kerinci

Suku Kerinci adalah suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi. Kabupaten ini terletak dekat perbatasan Provinsi Sumatra Barat. Secara Topografi Kabupaten Kerinci memiliki tanah berbukit dan berlembah dalam deretan Pegunungan Bukit Barisan dengan puncak tertinggi Gunung Kerinci. Suku Kerinci diperkirakan merupakan salah satu suku tertua yang mendiami Pulau Sumatra lebih tua dari Suku Inka di Amerika.

Kabupaten Kerinci, Jambi
Kecamatan
Kabupaten
Kota

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.