Jacques Chirac

Jacques René Chirac (bahasa Prancis: [ʒak ʁəne ʃiʁak] ( simak); lahir 29 November 1932 – meninggal 26 September 2019 pada umur 86 tahun) adalah politikus dan mantan Presiden Republik Prancis. Ia menjabat pada periode 17 Mei 1995-16 Mei 2007. Ia kembali pada tahun 2002 lewat pemilu presiden dua putaran. Masa jabatan kepresidenannya berakhir pada tahun 2007. Selain sebagai presiden, ia juga menjabat ex officio Ko-Pangeran Andorra dan Grand Master Légion d'honneur. Ia digantikan oleh Nicolas Sarkozy pada tanggal 6 Mei 2007.

Chirac lahir di Paris pada tahun 1932. Setelah belajar di Institut d'Etudes Politiques de Paris dan École Nationale d'Administration, Jacques Chirac memulai kariernya sebagai pegawai negeri yang berjabatan tinggi, dan tak lama kemudian terjun ke dunia politik. Sejak itu ia telah menduduki berbagai jabatan senior, seperti Menteri Pertanian, Perdana Menteri, Wali kota Paris, dan akhirnya Presiden Prancis.

Pada 1956, ia menikah dengan Bernadette Chodron de Courcel, dan memperoleh dua orang anak perempuan, Laurence dan Claude. Claude telah lama menjadi asisten pribadinya dan pembantunya dalam urusan hubungan masyarakat. Chirac adalah seorang Katolik Roma.

Chirac dan istrinya Bernadette secara tak resmi mengangkat anak seorang manusia perahu, Anh Dao Traxel, yang mereka ajak tinggal di rumah mereka pada 1979, ketika Anh Dao berusia 21 tahun.

Pada tanggal 16 Desember 2011, Jacques Chirac dinyatakan bersalah pada kasus penyelewengan kekuasaan dan penggelapan dana saat menjabat Wali Kota Paris tahun 1997-1995. Hakim memvonis Chirac 2 tahun penjara [1][2].

Jacques Chirac
ChiracUSA
Jacques Chirac pada Juni 1999
Presiden Prancis
Masa jabatan
17 Mei 1995 – 16 Mei 2007
Perdana MenteriAlain Juppé
Lionel Jospin
Jean-Pierre Raffarin
Dominique de Villepin
PendahuluFrançois Mitterrand
PenggantiNicolas Sarkozy
Perdana Menteri Prancis
Masa jabatan
20 Maret 1986 – 10 Mei 1988
PresidenFrançois Mitterrand
PendahuluLaurent Fabius
PenggantiMichel Rocard
Masa jabatan
27 Mei 1974 – 26 Agustus 1976
PresidenValéry Giscard d'Estaing
PendahuluPierre Messmer
PenggantiRaymond Barre
Wali Kota Paris
Masa jabatan
20 Maret 1977 – 16 Mei 1995
PendahuluJabatan dibentuk lagi
PenggantiJean Tiberi
Presiden Persatuan untuk Republik
Masa jabatan
5 Desember 1976 – 4 November 1994
PendahuluJabatan dibentuk
PenggantiAlain Juppé
Menteri Dalam Negeri
Masa jabatan
27 Februari 1974 – 28 Mei 1974
Perdana MenteriPierre Messmer
PendahuluRaymond Marcellin
PenggantiMichel Poniatowski
Menteri Pertanian dan Pembangunan Desa
Masa jabatan
7 Juli 1972 – 27 Februari 1974
Perdana MenteriPierre Messmer
PendahuluMichel Cointat
PenggantiRaymond Marcellin
Menteri Hubungan Parlemen
Masa jabatan
7 Januari 1971 – 5 Juli 1972
Perdana MenteriJacques Chaban-Delmas
PendahuluRoger Frey
PenggantiRobert Boulin
Presiden Dewan Umum Corrèze
Masa jabatan
15 Maret 1970 – 25 Maret 1979
PendahuluElie Rouby
PenggantiGeorges Debat
Informasi pribadi
LahirJacques René Chirac
29 November 1932
Paris, Republik Ketiga Prancis
Meninggal dunia26 September 2019 (umur 86)
Paris, Prancis
KebangsaanPrancis
Partai politikPartai Komunis (sblm 1962)
Persatuan untuk Republik Baru (1962–1968)
Persatuan Demokrat untuk Republik (1968–1971)
Persatuan untuk Republik (1971–2002)
Persatuan Gerakan Rakyat (2002–2007)
PasanganBernadette de Courcel (k. 1956)
AnakLaurence
Claude
Alma materSciences Po
École nationale d'administration
Tanda tangan
Tanda tangan Jacques Chirac
Dinas militer
Pihak Prancis
Dinas/cabangAngkatan Darat Prancis
Masa dinas1954–1957

Sebagai pemuda dan karier

Jacques Chirac young.jpg&filetimestamp=20060812051316&
Jacques Chirac ketika muda.

Ia dikenal memiliki pribadi yang hangat, pandai bicara, dan senang bergaul. Ia adalah anak tunggal dari keluarga menengah atas. Sejak kecil, ia memang berotak cemerlang dan terbiasa menimba ilmu di sekolah yang bergengsi.

Jacques Chirac belajar di:

  • Lycée Louis-le-Grand (Paris) (lulus 1950)
  • Institut d'études politiques de Paris (lebih dikenal sebagai Sciences Po) 1951-1954 (Pelayanan Masyarakat dan Politik). (Pada 1954, ia menulis sebuah tesis kecil yang berjudul Perkembangan pelabuhan New Orleans, termasuk satu bagian yang membahas risiko banjir.)
  • Harvard sekolah musim panas pada 1953
  • Akademi perwira kavaleri lapis baja di Saumur (peringkat pertama)
  • École Nationale d'Administration (ENA) pada 1959 (Sekolah Nasional untuk Pelayanan Pemerintahan; peringkat ke-10)

Pada awal kariernya Chirac tertarik akan politik sayap kiri. Ia menjual surat kabar komunis l'Humanité dan menandatangani Seruan Stockholm yang diilhami komunis dalam menentang senjata nuklir pada 1950. Ikatan-ikatan sayap kiri ini ternyata di kemudian hari menjadi penghalang baginya, misalnya dalam kunjungan pertamanya ke Amerika Serikat dan dalam karier militernya. Meskipun ia lulus sebagai peringkat pertama kelasnya pada Akademi perwira kavaleri lapis baja di Saumur, militer ingin menurunkan pangkatnya karena mereka tidak ingin seorang "komunis" menjadi perwira.

Setelah menyelesaikan pendidikan perwiranya, Chirac menjadi relawan untuk dikirim ke Aljazair sementara Perang Kemerdekaan Aljazair berkecamuk. Ia mengalami cedera dalam tugasnya itu. Setidaknya, ia telah menghabiskan 40 tahun dalam kehidupannya untuk berpolitik. Sejak awal kariernya, telah tampak bahwa ia akan menjadi politikus ulung.

Karier awal dalam politik

Prancis

Artikel ini adalah bagian dari seri:
Politik dan pemerintahanPrancis


Diilhami oleh Jenderal Charles de Gaulle untuk terjun ke dunia politik, Chirac melanjutkan kariernya sebagai pegawai negeri pada 1950-an. Ia mengikuti sekolah musim panas di Universitas Harvard sebelum masuk ke École Nationale d'Administration (ENA), sekolah elit dan sangat kompetitif yang mendidik para pegawai negeri terbaik Prancis, pada 1957.

Setelah memperoleh gelar pasca-sarjana dari ENA pada 1959, ia menjadi pegawai negeri dan dengan cepat mencapai kedudukan yang tinggi. Pada April 1962, Chirac sudah ditunjuk sebagai kepala dari staf pribadi Georges Pompidou, yang saat itu menjabat perdana menteri di bawah de Gaulle. Penunjukan ini membuat karier politik Chirac melesat.

Pompidou menganggap Chirac sebagai anak emasnya dan menyebutnya sebagai "buldoser" saya karena kemampuannya dalam menyelesaikan tugas. Julukan "Le Bulldozer" dengan segera populer di kalangan politik Prancis. Chirac masih mempertahankan reputasi ini "Chirac memotong segala tetek-bengek dan langsung ke tujuan... Sungguh menyegarkan, meskipun kita harus mengenakan sabuk pengaman bila bekerja bersamanya," kata seorang diplomat Inggris yang anonim pada 1995.

Atas saran Pompidou, Chirac mencalonkan diri sebagai seorang Gaullis untuk kursi di Dewan Nasional pada 1967. Chirac menang dalam pemilu itu dan mendapatkan jabatan dalma kementerian sosial. (Kaum Gaullis secara historis telah mendukung pemerintahan sentral yang kuat dan kemandirian dalam kebijakan luar negeri.) Meskipun ia lebih merupakan seorang "Pompidolis" daripada seorang "Gaullis", Chirac mempunyai posisi yang baik di lingkaran de Gaulle, karena ia terkait lewat perkawinan dengan pendamping tunggal sang jenderal pada saat Appeal 18 Juni 1940.

Ia memiliki kemampuan tinggi dalam menyelesaikan masalah. Salah satu keberhasilannya adalah bernegosiasi dengan pelajar, mahasiswa, dan buruh yang melakukan mogok makan tahun 1968. Di bawah pimpinan Presiden Valery Giscard d’Estaing (1974-1981), ia menjabat perdana menteri untuk pertama kali (1974). Periode pertama (27 Mei 1974-26 Agustus 1976) terhenti karena ia kalah. Kejatuhannya dari kursi kekuasaan pada tahun 1976 seperti mendapat energi kembali untuk mendirikan partai sayap kanan yang Gaullis bernama Rassemblement pour la République (RPR) pada tahun 1976.

Pada tahun 1977, ia terpilih menjadi Wali kota Paris dan jabatan ini bertahan selama 18 tahun atau baru berakhir tahun 1995. Pada saat inilah ia berkenalan dengan dunia gemerlap politik yang penuh godaan. Jabatan perdana menteri pada pariode kedua (20 Maret 1986-10 Mei 1988) seperti menjadi sebuah masa yang gemilang. Ketika hampir semua partai politik mengalami kesulitan dana, RPR justru bergelimang uang.

Dari periode ini pula kemudian muncul tuduhan yang terus menghantuinya. Ia dituduh memperkaya partai dan memperkaya diri dengan cara ilegal. Tuduhan ini berulang kali dibantahnya. Tetapi, ia juga terus menolak penyidikan hukum atas kasusnya. Sebagai presiden, ia memang memiliki kekebalan hukum. Namun, skandal korupsi membuat kredibilitasnya rusak.

Perdana Menteri, 1974-1976

Chirac ABr62200 cropped.jpeg
Jacques Chirac

Ketika Giscard terpilih sebagai presiden, ia diangkat menjadi Perdana Menteri pada 27 Mei 1974.

Kabinet Pertama Chirac 28 Mei 1974 - 27 Agustus 1976

  • Jacques Chirac - Perdana Menteri
  • Jean Sauvagnargues - Menteri Luar Negeri
  • Jacques Soufflet - Menteri Pertahanan
  • Michel Poniatowski - Menteri Perencanaan
  • Jean-Pierre Fourcade - Menteri Ekonomi dan Keuangan
  • Michel d'Ornano - Menteri Industri dan Riset
  • Michel Durafour - Menteri Perburuhan
  • Jean Lecanuet - Menteri Kehakiman
  • René Haby - Menteri Pendidikan
  • Christian Bonnet - Menteri Pertanian
  • Robert Galley - Menteri Perlengkapan
  • Simone Veil - Menteri Kesehatan
  • Pierre Abelin - Menteri Koperasi
  • Vincent Ansquer - Menteri Perdagangan dan Industri Kerajinan
  • Jean-Jacques Servan-Schreiber - Menteri Pembaruan
  • André Jarrot - Menteri Kualitas Kehidupan

Perubahan

  • 9 Juni 1974 - Jean-Jacques Servan-Schreiber meninggalkan kabinet dan tidak digantikan sebagai Menteri Pembaruan.
  • 1 Februari 1975 - Yvon Bourges digantikan Soufflet sebagai Menteri Pertahanan.
  • 12 Januari 1976 - Jean de Lipkowski digantikan Abelin sebagai Menteri Koperasi. Raymond Barre masuk ke departemen itu sebagai Menteri Perdagangan Luar Negeri. André Fosset digantikan Jarrot sebagai Menteri Kualitas Kehidupan.

Kabinet Kedua Chirac 20 Maret 1986 - 12 Mei 1988

  • Jacques Chirac - Perdana Menteri
  • Jean-Bernard Raimond - Menteri Luar Negeri
  • André Giraud - Menteri Pertahanan
  • Charles Pasqua - Menteri Dalam Negeri
  • Édouard Balladur - Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Privatisasi
  • Alain Madelin - Menteri Industri, Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi
  • Philippe Séguin - Menteri Tenaga kerja dan Masalah Sosial
  • Albin Chalandon - Menteri Kehakiman
  • René Monory - Menteri Pendidikan Nasional
  • François Léotard - Menteri Kebudayaan dan Komunikasi
  • François Guillaume - Menteri Pertanian
  • Bernard Pons - Menteri Departemen dan Wilayah Seberang Lautan
  • Pierre Méhaignerie - Menteri Perumahan, Perlengkapan, Perencanaan Daerah, dan Transportasi
  • André Rossinot - Menteri Hubungan dengan Parlemen
  • Michel Aurillac - Menteri Koperasi

Periode Kohabitasi

Terbentuknya koalisi pemerintahan partai berhaluan sayap kanan yang terdiri dari figur-figur kalangan Partai Republiken Independen, UDR, dan partai-partai kecil lainnya. Sedang, sayap kanan terdiri dari PS (Mitterrand dan kawan-kawan) dan Partai Komunis (PCF). UDR terbelah menjadi dua, yaitu antara yang meneruskan paham Gaullis dan yang non-Democratie Francaise yang lebih berhaluan liberal. Dukungan dari PS dan PCF pada Pemilu Presiden April-Mei 1981 menempatkan Francois Mitterrand sebagai presiden. Pierre Mauroy yang ditunjuk menjadi perdana menteri membentuk kabinet sayap kiri.

Dukungan semakin menguat diperoleh dari Gerakan Radikal Kiri (MRG) dalam pemilu legislatif pemerintahan sayap kiri memperkenalkan jaminan sosial, perbaikan kondisi kerja, serta sejumlah perusahaan dan industri besar, berbagai institusi keuangan vital, dinasionalisasi. Maret 1986, aliansi sayap kiri menderita kekalahan dengan sayap kanan dalam pemili legislatif untuk membentuk Majelis Nasional yang semula 491 kursi menjadi 577 kursi.

Hal tersebut memaksa Presiden Francois Mitterrand mencari perdana menteri dari sayap kanan. Terjadilan situasi kohabitasi, di mana presiden yang berdiri di pucuk pimpinan adalah dari golongan kiri (sosialis) sementara kabinetnya dan para menteri dari golongan kanan. Situasi kohabitasi pernah terjadi pada periode 1986-1988, 1993-1995, dan 1995-1997. Melalui situasi kohabitasi, Jacques Chirac memulai pemerintahannya semenjak 17 Mei 1995. Pada tahun itu, ia memerintah bersama Perdana Menteri Lionel Jospin.

Pemilu 2002

Pemilu Presiden putaran pertama (21 April 2002) yang diperkirakan berbagai kalangan memunculkan nama Presiden Jacques Chirac dan Perdana Menteri Lionel Jospin meleset dari kenyataan. Jacques Chirac memperoleh suara 19,88%, Lionel Jospin (16,18%), dan pemimpin Front Nasional Jean Marie Le Pen (16,86%). Prancis terkejut. Kelompok kiri atau simpatisan kiri tak punya kandidat pada babak kedua. Mereka diperhadapkan pada pilihan yang sulit.

Lionel Jospin kalah karena terbelahnya suara yang mendukung kiri oleh banyaknya kandidat kiri dalam pemilu yang terdiri tidak kurang 16 kandidat. Arlette Laguiler dari Partai Perjuangan Buruh yang ekstrem kiri mendapatkan 5,72% suara. Gaya kampanye Jospin yang membosankan dianggap juga punya peran.

Sikap dan program kerja Le Pen dan Front Nasional (FN) cukup menakutkan bagi para pemilih. Le Pen menyatakan dengan jelas bahwa ia anti-imigran. Ia mengatakan untuk segera menyuruh keluar imigran gelap, membatasi hak mencari suaka, dan mendahulukan orang Prancis di semua bidang. Le Pen juga menyatakan ingin keluar dari Uni Eropa (UE), memberlakukan kembali mata uang franc yang tergeser oleh euro, dan berniat mengembalikan apa yang disebutnya sebagai prestige Prancis di mata dunia dengan menolak dominasi Amerika Serikat dan PBB.

Le Pen mampu memperoleh suara lebih banyak karena memanfaatkan kata kunci L’insecurite. Ketidaknyamanan yang dirasakan rakyat karena meningkatnya kriminalitas mencapai 8% pada masa Perdana Menteri Lionel Jospin serta isu terorisme internasional adalah hal yang dipakainya. Selain, ia menganjurkan toleransi nol terhadap kriminalitas dan terorisme juga menginginkan diberlakukannya kembali hukuman mati dan pembangunan lebih banyak penjara untuk menampung 200.000 lebih banyak narapidana.

Chirac Bush 20020526-2 paris1-515h
Chirac dan George W. Bush pada tahun 2002.

Dengan memanfaatkan faktor rasa tidak aman itu, Le Pen berhasil menimbulkan rasa nasionalisme sempit pada sebagian pemilih. Tetapi, mungkin saja, seseorang memilih Le Pen untuk memberi peringatan pada Jacques Chirac agar ia menjalankan pemerintahan yang baik ketika terpilih kembali. Isu korupsi juga dimanfaatkan Le Pen dalam kampanye, bahkan dinyatakan bahwa pemerintahannya akan menjalankan pemerintahan yang bersih.

Persatuan pun digalang. Tokoh-tokoh kelompok kiri mendorong pada pengikutnya untuk bergabung dengan golongan kanan-tengah untuk memberikan suara bagi Jacques Chirac agar Le Pen tak bisa menang. Ribuan bahkan ratusan ribu atau sampai satu juta orang turun ke jalan di berbagai kota di seluruh negeri. Kaum Sosialis, Komunis, dan Hijau bersama dengan kelompok-kelompok lain turun ke jalan untuk menyatakan dukungan pada Presiden Jacques Chirac terutama untuk mencegah kemenangan Le Pen.

Mahasiswa-mahasiswa kiri, bahkan anak-anak muda yang baru pertama kalinya memilih dan tidak punya afiliasi yang jelas juga ikut turun. Di Paris, unjuk rasa damai yang diikuti ratusan ribu orang katanya lebih besar dibanding Revolusi Prancis. Ancaman ekstrem kanan membangunkan rasa solidaritas para warga negara. Media menyebutkan unjuk rasa luar biasa pada 1 Mei 2002 merupakan saat agung harapan bersama dari semua kelas sosial, semua asal, dan semua generasi.

Karya

  • Discours pour la France à l'heure du choix, Paris, ed. Stock, 1978
  • La Lueur de l'espérance. Réflexion du soir pour le matin, Paris, ed. La Table ronde, 1978
  • Oui à l'Europe (With Alain Berger), Paris, ed. Albatros, 1984
  • Une ambition pour la France, Paris, ed. Albin Michel, 1988
  • Une nouvelle France. Réflexions 1, Paris, ed. NiL, 1994
  • La France pour tous, Paris, ed. NiL Éditions, 1995
  • Mon combat pour la France, tome I, Paris, ed. Odile Jacob, 2006
  • Le Développement du port de la Nouvelle-Orléans, Paris, ed. Presses universitaires du Nouveau Monde, 2007
  • Mon combat pour la paix, tome II, Paris, ed. Odile Jacob, 2007
  • Demain, il sera trop tard, Paris, ed. Desclée de Brouwer, 2008
  • Mémoires : Tome I, Chaque pas doit être un but, Paris, ed. NiL, 2009
  • Mémoires : Tome II, Le Temps présidentiel, Paris, ed. NiL Éditions, 2011

Lihat pula

  • Anh Dao Traxel
  • Le bruit et l'odeur
  • Daftar pemimpin nasional
  • Politik Prancis
  • Pemilihan umum presiden Prancis 1981
  • Pemilihan umum presiden Prancis 1988
  • Pemilihan umum presiden Prancis 1995
  • Pemilihan umum presiden Prancis 2002
  • Pemilihan umum presiden Prancis 2007

Referensi

  1. ^ Artikel:"Eks Presiden Prancis Jacques Chirac Divonis 2 tahun Penjara " di detik.com
  2. ^ Artikel:"Mantan Presiden Prancis Jacques Chirac Terbukti Bersalah Kasus Penggelapan" di Republika.co.id

Bacaan lanjutan

  • Allport, Alan. Jacques Chirac (Infobase Publishing, 2007), short biography excerpt
  • Bell, David. Presidential Power in Fifth Republic France (2000) pp 211–40.
  • Knapp, Andrew. "Jacques Chirac: Surviving without Leading?." in David Bell and John Gaffney, eds. The Presidents of the French Fifth Republic (Palgrave Macmillan UK, 2013). pp 159–180.
  • Nester, William R. "President Chirac." in Nester, De Gaulle’s Legacy (Palgrave Macmillan 2014) pp. 151–172.
  • Wilsford, David, ed. Political leaders of contemporary Western Europe: a biographical dictionary (Greenwood, 1995) pp 63–70.

Sumber primer

  • Chirac, Jacques. My Life in Politics (2012).

Bahasa Prancis

  • Emmanuel Hecht, Thierry Vey, Chirac de A à Z, dictionnaire critique et impertinent, Éditions Albin Michel, ISBN 2-226-07664-6
  • Valéry Giscard d'Estaing, Le pouvoir et la vie, tome 3
  • Frederic Lepage, A Table avec Chirac
  • Jacques Chirac, La Nouvelle-Orléans et son port en 1954, [Presses Universitaires du Nouveau Monde], ISBN 1-931948-68-2

Pranala luar

Didahului oleh:
Michel Cointat
Menteri Pertanian dan Pembangunan Pinggiran
1972–1974
Diteruskan oleh:
Raymond Marcellin
Didahului oleh:
Raymond Marcellin
Menteri Urusan Dalam Negeri
1974
Diteruskan oleh:
Michel Poniatowski
Didahului oleh:
Pierre-Auguste-Joseph Messmer
Perdana Menteri Prancis
1974–1976
Diteruskan oleh:
Raymond Barre
Didahului oleh:
Alexandre Sanguinetti
Sesretaris Jenderal Uni Republik Demokrat
1974–1975
Diteruskan oleh:
André Bord
Didahului oleh:
Tidak ada. Partai terbentuk
President of Rally for the Republic
1976–1994
Diteruskan oleh:
Alain Juppé
Didahului oleh:
-
Wali kota Paris
1977–1995
Diteruskan oleh:
Jean Tiberi
Didahului oleh:
Laurent Fabius
Perdana Menteri Prancis
1986–1988
Diteruskan oleh:
Michel Rocard
Didahului oleh:
François Mitterrand
Presiden Republik Prancis
17 Mei 1995-16 Mei 2007
Diteruskan oleh:
Nicolas Sarkozy
Didahului oleh:
François Mitterrand
Ko-Pangeran Andorra
1995-2007
dengan Joan Martí Alanis (1995–2003)
dan Joan Enric Vives Sicília (2003–2007)
Diteruskan oleh:
Nicolas Sarkozy
Didahului oleh:
Raymond Marcellin
Menteri Perencanaan
1974
Diteruskan oleh:
Michel Poniatowski
Didahului oleh:
Wali kota Paris
19771995
Diteruskan oleh:
Jean Tiberi
Didahului oleh:
Jean Chretien
Ketua Kelompok Delapan Negara
1996
Diteruskan oleh:
Bill Clinton
Didahului oleh:
Jean Chretien
Ketua Kelompok Delapan Negara
2003
Diteruskan oleh:
George W. Bush
29 Januari

29 Januari adalah hari ke-29 dalam kalender Gregorian dengan 336 hari (atau 337 hari dalam tahun kabisat) menjelang akhir tahun.

29 November

29 November adalah hari ke-333 (hari ke-334 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Christine Albanel

Christine Albanel (lahir di Toulouse, Prancis, 24 Juni 1955; umur 64 tahun) adalah seorang pelayan sipil Prancis. Ia merupakan Menteri Budaya Prancis sejak Mei 2007 dalam pemerintahan François Fillon.

Albanel adalah agrégé dalam huruf klasik. Tahun 1982, ia bergabung dengan administrasi kota Paris, dan mengikuti Jacques Chirac - bekerja dalam kabinetnya - ketika menjadi Perdana Menteri tahun 1986 dan Presiden Prancis tahun 1995.

Tahun 2000, ia menjadi Conseiller d'État.

Ia menjadi presiden museum dan administrasi domain Istana Versailles tahun 2003.

Tahun 2007, ia ditunjuk sebagai Menteri Budaya dalam pemerintahan François Fillon.

Daftar Presiden Prancis

Halaman ini memuat daftar Presiden Prancis. Saat ini yang menjabat adalah Emmanuel Macron

François Maurice Adrien Marie Mitterrand

François Maurice Adrien Marie Mitterrand IPA: [fʀɑ̃ˈswa mɔˈʀis mitɛˈʀɑ̃] (26 Oktober 1916 – 8 Januari 1996) menjabat Presiden Prancis pada periode 1981-1995 dan terpilih mewakili Partai Sosialis (PS). Ketika terpilih pertama kali dalam pemilu presiden Mei 1981, ia menjabat presiden sosialis pertama di Republik Kelima dan kepala negara pertama wing kanan sejak 1957. Ia terpilih kembali pada 1988 dan menjabat hingga 1995,

Hingga kini ia memegang rekor sebagai presiden terlama dalam sejarah Prancis (14 tahun). Mitterand merupakan presiden satu-satunya (hingga sekarang) yang berasal dari Partai Sosialis Prancis. Ia menghapuskan hukuman mati di Prancis pada 1981.

Masa jabatan Mitterrand berakhir pada Mei 1995. Digantikan oleh Jacques Chirac, Mitterrand meninggal setahun kemudian akibat kanker prostat. Michel Rocard berkata tentangnya: Mitterrand n'était pas un honnête homme (Mitterrand bukan pria jujur).

Jean-Marie Le Pen

Jean-Marie Le Pen adalah pimpinan partai Front Nasional (FN) dan calon Presiden Prancis pada tahun 2002. Ia lahir tahun 1928 di Kota La Trinite-sur-Mer (Brittany) dan telah empat kali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden dan baru pada pemilu presiden tahun 2002 ia lolos ke babak penentuan. Karier politiknya dimulai tahun 1956, ketika ia menjadi wakil ketua partai pada pedagang kecil.

Tahun 1965, ia membantu kampanye dari kandidat ekstrem kanan bernama Jean-Louis Tixier-Vignancour. Tahun 1972, ia membentuk Front Nasional (FN). Kampanyenya yang terus-menerus tentang bahaya serbuan kaum imigran Afrika Utara ke Prancis telah menaikkan dukungan baginya, dari 0,74% pada tahun 1974 menjadi 14% pada tahun 1988 dan 15% pada tahun 1995. Berbagai pernyataannya yang kontroversial telah membuatnya dicap sebagai tokoh yang rasis, anti-imigran, dan xenophobic (memiliki rasa benci terhadap orang asing).

Dalam kampanye pemilu presiden tahun 2002, ia masih terus melontarkan gagasan lamanya tentang penghapusan pajak warisan sehingga perusahaan bisa berpindah tangan dari ayah ke anak, dan perlunya negosiasi ulang terhadap sejumlah kesepakatan antar-negara Eropa. Khusus tentang masalah imigran, pendapatnya tak pernah berubah. Lolosnya Le Pen juga menjadi kekhawatiran sejumlah negara tetangga Prancis. Menteri Luar Negeri Belgia Louis Michel mengaku kecewa. Juru bicara Pemerintah Yunani Christos Protopappas mengatakan, bahaya bagi demokrasi dengan naiknya ekstrem kanan dan xenophobia.

Pejabat Komisi Uni Eropa Neil Kinnock menilai kemenangan Le Pen bagaikan “lemparan batu kotor yang besar ke kolam politik Eropa”. Tak ayak lagi, Le Pen kalah telak pada pemilu babak penentuan pada 5 Mei 2002. Dengan meraih sekitar 82% suara, kemenangan Jacques Chirac adalah yang terbesar sepanjang sejarah Prancis. Kemenangan kubu konservatif tersebut mengakhiri lima tahun penguasaan Assemblee Nationale oleh pihak kiri, sekaligus memberi kekuasaan kanan-tengah dan Jacques Chirac untuk mengontrol penuh atas kinerja parlemen.

Jean-Pierre Raffarin

Jean-Pierre Raffarin dengarkan (lahir 3 Agustus 1948; umur 71 tahun) adalah seorang politikus konservatif Prancis.

Dia adalah Perdana Menteri Prancis dari 6 Mei 2005 hingga 31 Mei 2005, saat pengunduran dirinya diterima Presiden Jacques Chirac. Dia mengundurkan diri setelah penolakan rakyat Prancis terhadap pemberlakuan Konstitusi Uni Eropa dalam sebuah referendum.

Jajak pendapat yang dilakukan setelah pengunduran dirinya memberikan hasil yang menyatakan bahwa Raffarin adalah salah satu perdana menteri Prancis yang paling tidak populer sejak dibentuknya Republik Kelima pada tahun 1958.

Raffarin lahir di Poitiers. Dia belajar hukum di Universitas Paris II Panthéon-Assas dan kemudian lulus dari sekolah bisnis École Supérieure de Commerce de Paris. Dia dilantik sebagai perdana menteri setelah pelantikan kembali Jacques Chirac sebagai Presiden.

Kebijakan politiknya menggabungkan komunikasi, otorita dan neoliberalisme yang moderat.

Kerusuhan sipil Prancis 2005

Kerusuhan sipil Prancis 2005 adalah kerusuhan yang awalnya terjadi di daerah-daerah dekat kota Paris yang dimulai pada 27 Oktober 2005 dengan bentrokan kekerasan terjadi antara ratusan imigran muda dan Polisi Prancis. Mereka dipicu oleh kematian dua remaja asal Afrika Utara di Clichy-sous-Bois, sebuah commune di Prancis yang miskin di timur banlieue (suburb) Paris, dan kemudian menyebar ke bagian lain dari Seine-Saint-Denis. Kerusuhan sipil ini kemudian dengan cepat menyebar ke daerah-daerah lain di Prancis.

Kekerasan tambahan sekarang menyebar ke daerah Prancis lainnya (Seine-et-Marne, Val-d'Oise, Lille, Rouen, Dijon, dan Marseille).

Pada 3 November, 500 mobil dibakar dan serangan pembakaran terjadi di Aulnay-sous-Bois, Neuilly-sur-Marne, Le Blanc Mesnil, and Yvelines. Kemudian pada 8 November, Presiden Prancis, Jacques Chirac mengumumkan berlakunya keadaan darurat di lebih dari 30 kota di Prancis setelah kerusuhan sipil terus berlanjut di berbagai kota dan memasuki hari ke-12.

Les Républicains

Les Républicains (juga disingkat LR) adalah partai politik berhaluan tengah-kanan di Prancis. Partai ini dibentuk pada 30 Mei 2015 dengan mengganti nama partai Persatuan Gerakan Masyarakat, yang sebelumnya didirikan pada tahun 2002 di bawah kepemimpinan mantan Presiden Prancis Jacques Chirac. Partai ini merupakan salah satu dari dua partai politik utama di Prancis saat ini selain Partai Sosialis yang berhaluan tengah-kiri.

Pemimpin Les Républicains, Nicolas Sarkozy, pernah menjabat sebagai Presiden Prancis dari tahun 2007 hingga 2012, sebelum akhirnya dikalahkan oleh kandidat dari Partai Sosialis François Hollande dalam pemilihan umum presiden Prancis 2012. Les Républicains merupakan anggota Partai Rakyat Eropa, Demokrat Sentris Internasional, dan Persatuan Demokrat Internasional.

Michèle Alliot-Marie

Michèle Alliot-Marie (lahir 10 September 1946) adalah Menteri Dalam Negeri Prancis. Ia lahir di Villeneuve-le-Roi, Val-de-Marne; ayahnya adalah Bernard Marie, Wali kota Biarritz. Sebelum terjun ke dunia politik, pemegang gelar doktor dalam hukum dan dalam ilmu politik serta master dalam etnologi ini adalah dosen senior di Universitas Paris I. Namanya sering disingkat menjadi MAM. Pasangan hidupnya adalah Patrick Ollier anggota parlemen dari UMP.

Awalnya, ia adalah konsel di Ciboure pada 1983-1988 dan di kota Biarritz pada 1989-1992. Kemudian ia dipilih menjadi anggota Assemblée nationale untuk mewakili Pyrénées-Atlantiques pada 1986 sebagai anggota RPR. Ia juga menjadi anggota Parlemen Eropa pada 1989-1992. Dari tahun 1992 sampai 2002, ia juga menjabat sebagai Wali kota Saint-Jean-de-Luz.

Jacques Chirac menunjuknya sebagai Sekretaris Negara, menteri muda yang bekerja di bawah Menteri Pendidikan Nasional Prancis, tahun 1986-1988. Kemudian, ia menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga tahun 1993-1995 di bawah Édouard Balladur. Ia juga menjabat sebagai ketua RPR dari tahun 1999 samapi 2002. Sejak 2002, dalam kabinet Villepin ia menjadi Menteri Pertahanan, wanita pertama di jabatan itu. Pada Mei-Juni 2002, ia juga menjadi Menteri Veteran.Pada tahun 2002-2007 ia menjadi Menteri Pertahanan Prancis.

Musée d'Art et d'Histoire du Judaïsme

Musée d'Art et d'Histoire du Judaïsme merupakan sebuah museum seni dan sejarang Yahudi yang terletak di Hôtel de Saint-Aignan, 71, rue du Temple di Marais, Paris, Prancis. Dibuka setiap hari kecuali Sabtu; harga masuk ditetapkan.

Museum ini didirikan tahun 1986 ketika Wali kota Paris Jacques Chirac, menjadikan Hôtel de Saint-Aignan (1650) sebagai museum peradaban Yahudi. Interiornya diubah pada 1993, dengan koleksi awal ditata tahun 1998 dengan menggabungkan hadiah Strauss-Rotschild yang dibuat oleh Isaac Strauss dan diberikan oleh Baroness Nathaniel de Rotschild tahun 1890 kepada Musée de Cluny, dengan koleksi diatur kembali sejak 1948 oleh Musée d'Art Juif. Koleksi ini telah diperbarui dengan akuisisi dan sumbangan benda seni, sejarah dan etnologi.

Museum ini menceritakan sejarah masyarakat Yahudi di Prancis, Eropa, dan Afrika Utara, mulai Abad Pertengahan hingga sekarang. Memiliki arsip Dreyfus affair, seni abad ke-20 (Chagall, Modigliani, Soutine, Michel Kikoine), juga objets d'art, tekstil dan manuskrip, dan aula berkursi 182. Museum Carnavalet telah menyumbangkan koleksi nisan makam abad pertengahannya.

Nicolas Sarkozy

Nicolas Sarkozy (IPA: [nikɔˈla saʁkɔˈzi] — pelafalan ), (lahir di Paris, Prancis, 28 Januari 1955; umur 64 tahun terlahir dengan nama Nicolas Paul Stéphane Sárközy de Nagy-Bocsa) adalah Presiden Republik Prancis ke-23, yang terpilih pada 6 Mei 2007 setelah keunggulan Partai Sosialis atas Ségolène Royal dalam babak kedua pemilu 2007. Sebelum menjadi presiden, ia adalah ketua partai Uni Pergerakan Populer (UMP) wing kanan. Di bawah pemerintahan Jacques Chirac, ia menjabat Menteri Urusan Dalam Negeri dalam kabinet Jean-Pierre Raffarin (UMP) yang kedua kali masa pemerintahan (Mei 2002-Maret 2004). Ia juga menjabat Menteri Keuangan dalam pemerintahan Raffarin (Maret 2004-Mei 2005) dan kembali menjabat Menteri Urusan Dalam Negeri dalam pemerintahan Dominique de Villepin(2005-2007). Sarkozy juga presiden Dewan Jenderal departemen Hauts-de-Seine pada periode 2004-2007 dan Wali kota Neuilly-sur-Seine,

Ia adalah anak kedua dari Paul Sarközy de Nagy-Bocsa, seorang Hongaria, dan Andrée Mallah, seorang perempuan Prancis. Nicolas seringkali dijuluki Sarko. Sejak 2007, ia menjadi pemimpin partai sayap kanan UGR. Pada 14 Januari 2007, ia terpilih sebagai kandidat presiden dalam pemilu presiden 2007 dari partai Uni Pergerakan Popular (UMP) yang konservatif. Mayoritas responden mengatakan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk menjadi presiden meskipun 51% menyatakan kekhawatiran. Ia terpilih menjadi Presiden Prancis pada tanggal 6 Mei 2007.

Pemilihan umum Presiden Prancis 2002

Pemilihan umum Presiden Prancis 2002 adalah pemilihan yang diadakan untuk memilih Presiden Prancis untuk masa jabatan 2002-2007. Ronde pertama diadakan pada 21 April 2002, sementara ronde kedua antara dua kandidat yang memperoleh suara paling banyak (Jacques Chirac dan Jean-Marie Le Pen) digelar pada 5 Mei 2002. Pemilihan ini menarik perhatian dunia internasional karena kandidat dari partai kanan ekstrem Le Pen berhasil lolos ke ronde kedua.

Dalam pemilihan ini, Chirac maju untuk yang kedua kalinya. Ia menekankan ekonomi Prancis yang tetap kuat pada masa kepresidenannya (dan tidak terpengaruh oleh pelemahan di Jerman dan Amerika Serikat). Pada saat itu, Chirac dan Lionel Jospin (calon dari Partai Sosialis yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri) diyakini akan berhadapan pada ronde kedua, tetapi Jospin ternyata dikalahkan oleh Le Pen. Meskipun partai pengusung Le Pen Front National menyatakan diri sebagai partai konservatif, para pengamat sepakat bahwa partai ini adalah partai kanan ekstrem atau ultranasionalis. Akibatnya, hampir semua partai di Prancis mendorong pendukungnya untuk memilih lawan Le Pen, termasuk Partai Sosialis dan orang-orang yang sebelumnya menentang Chirac. Dengan memperoleh 82,2% suara, Chirac berhasil memperoleh kemenangan terbesar dalam sejarah Prancis (bahkan lebih besar dari kemenangan Louis-Napoleon Bonaparte pada tahun 1848).

Pemilihan umum Presiden Prancis 2007

Pemilihan umum Presiden Prancis 2007 adalah pemilihan umum presiden kesembilan di Republik Prancis Kelima. Pemilu ini diadakan untuk memilih pengganti Jacques Chirac yang telah menyelesaikan masa jabatannya selama llima tahun.

Ronde pertama pemilihan diadakan pada hari Sabtu tanggal 21 April 2007 (di wilayah Prancis di Amerika dan Pasifik Timur) dan Minggu, 22 April 2007 (di wilayah Prancis di Pasifik Barat, Samudra Hindia, dan Prancis Metropolitan). Karena tidak ada yang berhasil memperoleh lebih dari 50% suara, ronde kedua diadakan antara Nicolas Sarkozy dan Ségolène Royal pada hari Sabtu tanggal 5 Mei dan Minggu 6 Mei 2007.

Sarkozy dan Royal sama-sama mewakili generasi baru. Kedua kandidat bila menang akan menjadi presiden Prancis pertama yang lahir setelah Perang Dunia II. Pemilihan ini pada akhirnya dimenangkan oleh Sarkozy.

Persatuan Gerakan Masyarakat

Persatuan Gerakan Masyarakat (bahasa Prancis: Union pour un Mouvement Populaire, UMP) adalah sebuah partai politik tengah-kanan di Prancis yang menjadi satu dari dua parpol terbesar di negara ini bersama Partai Sosialis (PS) yang berpaham tengah-kiri. UMP dibentuk tahun 2002 dalam bentuk penggabungan sejumlah partai tengah-kanan di bawah pemerintahan Presiden Jacques Chirac.

Ketuanya saat ini, Nicolas Sarkozy, terpilih menjadi Presiden Prancis pada tahun 2007, dan partai ini menjadi mayoritas mutlak di Majelis Nasional, sementara pluralitas di Senat Prancis dipegang oleh Partai Sosialis dan koalisinya. Jean-François Copé adalah sekretaris jenderal partai. UMP adalah anggota Partai Rakyat Eropa (EPP), Centrist Democrat International (CDI) dan Persatuan Demokrat Internasional (IDU).

Presiden Dewan Eropa

Presiden Dewan Eropa adalah jabatan di Uni Eropa (UE) untuk memimpin Dewan Eropa. Sebelumnya jabatan ini tidak terlalu penting (disebut sebagai Penjabat Presiden, President-in-Office) dan dirotasi di antara negara-negara anggota untuk setiap enam bulan. Pemegangnya adalah kepala pemerintahan negara yang mendapat giliran. Di bawah Perjanjian Lisbon, sistem rotasi ini diganti menjadi sebuah posisi permanen. Setelah ratifikasi perjanjian oleh Republik Ceko pada tanggal 3 November 2009, yang terakhir dari 27 negara anggota yang melakukannya, Perdana Menteri Herman van Rompuy dari Belgia ditunjuk menjadi Presiden Dewan Eropa pertama yang permanen pada tanggal 19 November 2009. Presiden-terpilih ini mengambil sumpah jabatan pada 1 Desember 2009 , pada saat Perjanjian mulai berlaku dan jabatan itu resmi berdiri.Sebagian media menyebut pos ini sebagai "Presiden Uni Eropa". Pada kenyataannya, Presiden tidak memiliki kekuasaan formal, tetapi ia akan "mengetuai dan memajukan kerja Dewan Uni Eropa" dan mengambil posisi sebagai representasi kebijakan umum luar negeri Uni Eropa di panggung dunia. Tidak jelas bagaimana hubungan kerja posisi ini dengan posisi penting di Uni Eropa lainnya, tetapi pengaruh dan perannya yang baru baru dapat dilihat dari penghormatan yang ditunjukkan dalam upacara pelantikan Presiden.

Republik Kelima Prancis

Republik Kelima adalah konstitusi republik Prancis kelima dan terbaru, yang diperkenalkan pada 5 Oktober 1958. Republik Kelima bangkit dari keruntuhan Republik Keempat Prancis, menggantikan pemerintah parlementer dengan sistem semi-presidensial.

Édouard Balladur

Édouard Balladur (lahir 2 Mei 1929 di Izmir, Turki) adalah politikus Prancis dari RPR (UMP). Ia adalah Perdana Menteri Prancis dari 1993 hingga 1995 dan sebelumnya menjadi MenKeu pada masa PM Jacques Chirac dari 1986 hingga 1988. Pada 1995 ia mengumumkan diri sebagai CaPres menghadapi Chirac.

Balladur memainkan peran penting membawa partai Neo-Gaulle RPR menjadi partai liberal dan berorientasi Eropa.

Dari 1968 hingga 1980, ia adalah pimpinan perusahaan Mont Blanc Tunnel, sambil menduduki jabatan lain di kementerian juga.

Balladur sering dikarikaturkan sebagai orang yang menjauhkan diri, aristokratis, dan arogan.

Pada 2006 ia mengumumkan bahwa ia takkan berpacu untuk pemilu parlemen 2007 untuk arrondissement ke-15 Paris, basis massa konservatif.

Kepala negara Prancis
Meroving (486–751)
Wangsa Karoling
Kekaisaran Karoling (751–987)
Wangsa Kapetia (987–1328)
Wangsa Valois (1328–1589)
Wangsa Lancaster (1422–1453)
Wangsa Bourbon (1589–1792)
Republik Pertama (1792–1804)
Kekaisaran Pertama (1804–1815)
Restorasi Bourbon (1815–1830)
Monarki Juli (1830–1848)
Republik Kedua (1848–1852)
Kekaisaran Kedua (1852–1870)
Pemerintahan Pertahanan Nasional (1870–1871)
Republik Ketiga (1871–1940)
Prancis Vichy (1940–1944)
Pemerintahan Sementara (1944–1947)
Republik Keempat (1947–1958)
Republik Kelima (1958–sekarang)
Restorasi
Monarki Juli
Republik Kedua
Kekaisaran Kedua
Interregnum
Republik Ketiga
Vichy France
Pemerintahan
Sementara
Republik Keempat
Republik Kelima
President-in-Office (1975–2009)
Presiden Permanen (sejak 2009)

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.