Gigi seri

Gigi seri (dari bahasa latin incidere, "untuk memotong") adalah tipe pertama gigi mada mamalia heterodon. Gigi ini terletak di premaksila. Gigi ini berfungsi untuk memotong makanan yang ada. Manusia dewasa normalnya memiliki 8 gigi seri.

Gigi seri
Gray997
Permanent teeth of right half of lower dental arch, seen from above.
Rincian
Pengenal
Bahasa Latindentes incisivi
MeSHD007180
TAA05.1.03.004
FMA12823
Daftar istilah anatomi
Agama (reptil)

Agama adalah genus kadal pemakan serangga berekor panjang yang terdiri dari 47 spesies yang tersebar di seluruh Afrika. Salah satu spesiesnya adalah kadal Agama kepala merah (Agama agama), yang habitatnya tersebar di wilayah Afrika Sub-Sahara.

Anodontia

Anodontia adalah suatu kelainan yang ditandai dengan tidak tumbuhnya sebagian atau seluruh gigi sejak lahir. Anodontia terdiri atas anodontia total dan anodontia parsial. Lebih lanjut, anodontia terbagi menjadi anodontia asli, pseudoanodontia, dan anodontia palsu.

Asam asetat

Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3–COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat pekat (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16,7°C. Asam asetat adalah komponen utama cuka (3–9%) selain air. Asam asetat berasa asam dan berbau menyengat. Selain diproduksi untuk cuka konsumsi rumah tangga, asam asetat juga diproduksi sebagai prekursor untuk senyawa lain seperti polivinil asetat dan selulosa asetat. Meskipun digolongkan sebagai asam lemah, asam asetat pekat bersifat korosif dan dapat menyerang kulit.

Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO–. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat, dengan kode aditif makanan E260, digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Sebagai aditif makanan, asam asetat disetujui penggunaannya di banyak negara, termasuk Kanada, Uni Eropa, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru.

Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1,5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia, terutama dengan bahan metanol. Cuka adalah asam asetat encer, seringkali diproduksi melalui fermentasi dan oksidasi lanjutan etanol.

Australopithecine

Istilah australopithecine secara umum merujuk kepada semua spesies yang berkerabat dengan genera Australopithecus dan Paranthropus.

Mereka juga mengikutkan anggota dari Kenyanthropus , Ardipithecus , dan Praeanthropus .

Istilah ini diambil dari klasifikasi sebelumnya sebagai anggota dari subkeluarga berbeda, yaitu Australopithecinae.

Mereka sekarang diklasifikasikan oleh beberapa ahli dalam subsuku Australopithecina dari suku Hominini.

Anggota dari Australopithecus terkadang disebut dengan "gracile australopithecines", sementara Paranthropus disebut dengan "robust australopithecines".

Mai, Owl & Kersting 2005

Australopithecines berkembang pada era Plio-Pleistocene, dan mereka bipedal dan bentuk giginya mirip dengan manusia, tetapi dengan ukuran otak yang tidak lebih besar dari kera modern, dengan sedikit encephalization daripada genus Homo.

Manusia (genus Homo) mungkin turunan dari leluhur australopithecine, sementara genus Ardipithecus kemungkinanan leluhur dari australopithecines.

Camelidae

Camelidae binatang berjari kuku genap, mereka diklasifikasikan dalam ordo Artiodactyla. Unta adalah spesies terkenal yang tergolong familia ini. Anggota famili Camelidae lainnya adalah llama, alpaca, vicuna, dan guanaco. Anggota Artiodactyla lainnya adalah babi, kuda nil, dan ruminansia.

Gajah

Gajah adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Secara tradisional, terdapat dua spesies yang diakui, yaitu gajah afrika (Loxodonta africana) dan gajah asia (Elephas maximus), walaupun beberapa bukti menunjukkan bahwa gajah semak afrika dan gajah hutan afrika merupakan spesies yang berbeda (L. africana dan L. cyclotis). Gajah tersebar di seluruh Afrika sub-Sahara, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Elephantidae adalah satu-satunya famili dari ordo Proboscidea yang masih ada; famili lain yang kini sudah punah termasuk mamut dan mastodon. Gajah afrika jantan merupakan hewan darat terbesar dengan tinggi hingga 4 m dan massa yang juga dapat mencapai 7.000 kg. Gajah memiliki ciri-ciri khusus, dan yang paling mencolok adalah belalai atau proboscis yang digunakan untuk banyak hal, terutama untuk bernapas, menghisap air, dan mengambil benda. Gigi serinya tumbuh menjadi taring yang dapat digunakan sebagai senjata dan alat untuk memindahkan benda atau menggali. Daun telinganya yang besar membantu mengatur suhu tubuh mereka. Gajah afrika memiliki telinga yang lebih besar dan punggung yang cekung, sementara telinga gajah asia lebih kecil dan punggungnya cembung.

Gajah merupakan hewan herbivora yang dapat ditemui di berbagai habitat, seperti sabana, hutan, gurun, dan rawa-rawa. Mereka cenderung berada di dekat air. Gajah dianggap sebagai spesies kunci karena dampaknya terhadap lingkungan. Hewan-hewan lain cenderung menjaga jarak dari gajah, dan predator-predator seperti singa, harimau. hyena, dan anjing liar biasanya hanya menyerang gajah muda. Gajah betina cenderung hidup dalam kelompok keluarga, yang terdiri dari satu betina dengan anak-anaknya atau beberapa betina yang berkerabat beserta anak-anak mereka. Kelompok ini dipimpin oleh individu gajah yang disebut matriark, yang biasanya merupakan betina tertua. Gajah memiliki struktur kelompok fisi-fusi, yaitu ketika kelompok-kelompok keluarga bertemu untuk bersosialisasi. Gajah jantan meninggalkan kelompok keluarganya ketika telah mencapai masa pubertas, dan akan tinggal sendiri atau bersama jantan lainnya. Jantan dewasa biasanya berinteraksi dengan kelompok keluarga ketika sedang mencari pasangan dan memasuki tahap peningkatan testosteron dan agresi yang disebut musth, yang membantu mereka mencapai dominasi dan keberhasilan reproduktif. Anak gajah merupakan pusat perhatian kelompok keluarga dan bergantung pada induknya selama kurang lebih tiga tahun. Gajah dapat hidup selama 70 tahun di alam bebas. Mereka berkomunikasi melalui sentuhan, penglihatan, penciuman, dan suara; gajah juga menggunakan infrasonik dan komunikasi seismik untuk jarak jauh. Kecerdasan gajah telah dibandingkan dengan kecerdasan primata dan cetacea. Mereka tampaknya memiliki kesadaran diri dan menunjukkan empati kepada gajah lain yang hampir atau sudah mati.

Gajah afrika digolongkan sebagai spesies yang rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), sementara gajah asia diklasifikasikan sebagai spesies terancam. Salah satu ancaman terbesar bagi gajah adalah perdagangan gading yang memicu perburuan liar. Ancaman lain adalah kehancuran habitat dan konflik dengan penduduk setempat. Di sisi lain, gajah digunakan sebagai hewan pekerja di Asia. Dulu mereka pernah digunakan untuk perang; kini, gajah seringkali dipertontonkan di kebun binatang dan sirkus. Gajah dapat dengan mudah dikenali dan telah digambarkan dalam seni, cerita rakyat, agama, sastra, dan budaya populer.

Gajah kerdil sulawesi

Gajah kerdil sulawesi (Elephas celebensis, atau Stegoloxodon celebensis) adalah suatu spesies gajah yang telah punah yang berasal dari Sulawesi, Indonesia.

Gigi susu

Gigi susu adalah gigi-gigi pertama pada manusia dan mamalia difiodon lainnya. Gigi ini berkembang pada tahap embrio dan lalu muncul (dalam kata lain, mulai terlihat di mulut) saat masih bayi. Gigi ini biasanya akan copot dan digantikan oleh gigi permanen.

Gigi susu terdiri dari 4 gigi seri depan, 4 gigi seri samping, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. Jumlahnya mencapai 20 gigi. Sementara itu, pada orang dewasa, jumlah gigi mencapai 32.

Pada umumnya, gigi permanen lebih besar daripada gigi susu. Gigi permanen yang baru muncul juga umumnya memiliki mamelon (tonjolan kecil yang akan hilang dengan sendirinya). Selain itu, akar pada gigi susu lebih pendek dan tipis daripada gigi permanen, sehinga gigi susu lebih mudah copot. Enamel gigi susu pun lebih tipis, sehingga warna gigi susu lebih putih. Namun, akibat sedikitnya enamel dan dentin, gigi susu menjadi lebih mudah berlubang.

Konsonan sengau bibir-gigi

Konsonan sengau bibir-gigi adalah jenis dari suara konsonan bibir-gigi yang digunakan dalam berbagai bahasa. Simbol IPA-nya adalah ⟨ɱ⟩, dan simbol X-SAMPA-nya adalah 〈F〉. Simbol IPA-nya adalah huruf m dengan kait yang mengarah ke kiri dari bagian kanan bawah huruf. Terkadang pula ia ditranskripsi sebagai em dengan diakritik gigi: 〈m̪〉. Dalam bahasa Indonesia huruf [ɱ] terdapat sebagai alofon dalam kata seperti simfoni dan amfibi.

Ia diartikulasi seperti konsonan sengau dwibibir [m], tetapi dengan bibir bagian bawah bersentuhan dengan gigi bagian atas, bukan dengan kedua belah bibir. Penempatan bibir dan gigi adalah sama dengan penempatan untuk konsonan bibir gigi lainnya, seperti [f] (konsonan desis bibir-gigi nirsuara) and [v] (konsonan desis bibir-gigi bersuara).

Walaupun muncul dengan sering dalam berbagai bahasa, ia muncul secara nonfonemis, secara besar hanya muncul secara terbatas sebelum konsonan bibir gigi lainnya seperti [f] dan [v]. Sebuah /ɱ/ yang terpisah telah dilaporkan dalam dialek Kukuya (Kukwa) dari bahasa Teke, di mana ia kontras fonemis dengan /m, mpf, mbv/ dan "diiringi dengan memajukan kedua belah bibir secara kuat-kuat". Ia berbunyi [ɱʷ] sebelum /a/ dan [ɱ] sebelum /i/ dan /e/, kemungkinan karena labialisasi yang dihasilkan oleh vokal hampar; ia tidak terjadi sebelum vokal belakang (bundar). Namun, ada keraguan apakah sebuah plosif murni dapat dihasilkan dengan pergerakan ini dikarenakan adanya celah antara gigi seri, yang mana kebanyakan penutur akan mengalirkan udara pada saat oklusi; ini penting terutama salah satu kata dengan yang memiliki konsonan ini, /ɱáá/, yang berarti 'celah antara gigi yang diruncingkan', sebuah tradisi masyarakat Teke. Sehingga, /ɱ/ dalam bahasa Teke sebaiknya digolongkan sebagai konsonan aproksiman sengau bibir-gigi daripada konsonan nasal.

Bagaimanapun, ia terjadi cukup sering secara fonetis, yaitu sebagai sebuah alofon dari /m/ dan /n/ sebelum konsonan desis bibir-gigi seperti [f] dan [v], contohnya dalam kata bahasa Inggris comfort, circumvent, infinitive, atau invent. Dalam bahasa Angami, ia terjadi sebagai alofon dari /m/ sebelum vokal /ə/.

Mencit

Mencit (Mus musculus) adalah anggota Muridae (tikus-tikusan) yang berukuran kecil. Mencit mudah dijumpai di rumah-rumah dan dikenal sebagai hewan pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang kecil lainnya, serta bersarang di sudut-sudut lemari.

Hewan ini diduga sebagai mamalia terbanyak kedua di dunia, setelah manusia. Mencit sangat mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibuat manusia, bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit daripada yang tinggal di perkotaan.

Mencit percobaan (laboratorium) dikembangkan dari mencit, melalui proses seleksi. Sekarang mencit juga dikembangkan sebagai hewan peliharaan.

Mulut

Mulut adalah suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air pada hewan. Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus. Mulut terdiri dari gigi dan lidah.

Bagian-bagian yang terdapat dalam mulut:

Gigi (dens),Gigi fungsinya untuk menggigit, mengunyah, mencabik. Gigi terdiri dari gigi seri, taring, susu dan geraham, sehingga makanan menjadi mudah ditelan

Lidah (lingua) adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Berfungsi untuk:sebagai indera pengecap/perasa (papila)

mengaduk makanan di dalam rongga mulut

membantu proses penelanan

membantu membersihkan mulut

membantu bersuara/berbicaraLudah (saliva) dihasilkan oleh kelenjar ludahDi dalam lidah terdapat enzim amilase yaitu enzim yang mengubah zat tepung menjadi zat gula

Palatum

Palatum adalah sebutan pada bagian langit-langit mulut. Palatum juga merupakan nama tulang dari bagian langit-langit mulut.

Palatum dibagi menjadi 3 yaitu Palatum molle, Palatum durum, Raphe palati.

Qisas

Qisas atau kisas (Arab: قصاص, qishâsh) adalah istilah dalam hukum Islam yang berarti pembalasan (memberi hukuman yang setimpal), mirip dengan pepatah "hutang nyawa dibayar nyawa". Dalam kasus pembunuhan, hukum qisas memberikan hak kepada keluarga korban untuk meminta hukuman mati kepada pembunuh.Qisas berasal dari bahasa Arab dari kata قِصَا صُ yang berarti mencari jejak seperti al-Qashâsh. Sedangkan dalam istilah hukum Islam berarti pelaku kejahatan dibalas seperti perbuatannya, apabila membunuh maka dibalas dengan dibunuh dan bila memotong anggota tubuh maka dipotong juga anggota tubuhnya.Sedangkan Syaikh Prof.DR. Shâlih bin Fauzân mendefiniskannya dengan: ‘al-Qishâsh adalah perbuatan (pembalasan) korban atau walinya terhadap pelaku kejahatan sama atau seperti perbuatan pelaku tadi.

Replantasi gigi

Replantasi gigi adalah proses mengembalikan gigi avulsi kembali ke soketnya dengan harapan gigi akan mampu menyatu kembali dengan jaringan yang tertinggal di soket dan gigi kembali vital (hidup). Selain faktor larutan penyimpan gigi avulsi, yang dapat menentukan keberhasilan replantasi gigi juga adalah waktu. Waktu yang terbaik untuk replantasi, dalam hal ini disebut golden periode, adalah kurang dari 2 jam setelah gigi avulsi. Oleh karena itu setelah terjadi trauma, segera ke dokter gigi terdekat untuk dilakukan replantasi. Walaupun sudah ada waktu yang ideal, banyak kasus dimana anak yang mengalami gigi avulsi baru ditangani setelah melewati golden periode. Dalam kasus ini, replantasi akan tetap dilakukan bila memungkinkan, tetapi tingkat keberhasilan menurun seiring dengan makin jauhnya waktu dari golden periode.

Proses replantasi merupakan proses yang membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian, karena banyak hal yang harus dilakukan oleh dokter gigi. Hal pertama yang akan dilakukan adalah pemeriksaan secara menyeluruh pada gigi avulsi dan soketnya. Pembersihan merupakan langkah selanjutnya, kedua proses awal ini mungkin akan memerlukan tindakan anestesi lokal, yaitu menyuntikkan sedikit larutan anestesi agar proses replantasi tidak menyakitkan bagi anak. Lalu gigi avulsi dikembalikan ke soket, dilakukan penjahitan dan dilanjutkan dengan pengikatan (splinting) beberapa gigi sebelahnya agar gigi avulsi tersebut dapat stabil berada di dalam soket sampai terjadi penyembuhan, beberapa minggu kemudian. Setelah beberapa minggu, dan replantasi dinilai berhasil, splinting akan dilepas dan akan ada jadwal kontrol berikutnya untuk memantau apakah gigi tersebut kembali vitalitasnya (hidup) atau tidak. Bila vitalitas tidak kembali, akan ada perawatan lanjutan yaitu perawatan saluran akar (endodontik), dengan tujuan agar gigi tetap dapat bertahan di soketnya kembali dan dapat berfungsi dengan baik secara fungsional dan estetik.

Perihal keberhasilan replantasi gigi dan indikatornya, banyak faktor yang menentukan, selain bagaimana dan di mana menyimpan gigi avulsi selama menuju ke dokter gigi, golden periode, juga faktor usia penderita yang mengalami gigi avulsi. Walaupun banyak kejadian terjadi pada anak berusia 8 – 12 tahun seperti yang sudah dijelaskan, tetapi kadang juga terjadi pada orang dewasa. Hal ini berpengaruh kepada kesempurnaan terbentuknya akar gigi avulsi tersebut. Pada anak berusia 8 – 12 tahun, akar gigi seri sedang dalam tahap penyempurnaan sehingga ujung akar (periapikal) tempat saraf dan pembuluh darah masuk ke dalam gigi masih lebar, disebut immature tooth. Hal ini menjadikan proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat dibanding pada gigi seri orang dewasa yang pembentukan akarnya sudah sempurna, sehingga periapikal sudah sempit, disebut mature tooth. Pada kondisi immature tooth ini, vitalitas gigi lebih besar kesempatannya untuk pulih, sehingga tindakan lanjutan berupa endodontik mungkin dapat dihindari. Pada akhirnya vitalitas gigi kembali normal sehingga gigi tidak akan kehilangan fungsi dan estetiknya.

Dari banyak penelitian, dapat diambil kesimpulan, keberhasilan replantasi dapat terlihat paling sedikit dalam 2 – 3 minggu setelah replantasi. Indikator dapat dilihat dari tingkat kegoyangan yang minimal setelah splinting dilepas, dan vitalitas gigi yang positif (baik dari pemeriksaan vitalitas maupun dari warna gigi yang tidak berubah menjadi ke abu abuan).

Rusa

Rusa, sambar, atau menjangan (bahasa Inggris: deer) adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk famili Cervidae. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.

Salanoia durrelli

Salanoia durrelli (bahasa Inggris: Durrell's vontsira) adalah binatang mamalia asal Madagaskar dari famili Eupleridae dan ordo Carnivora. Binatang yang menyerupai luwak ini memiliki hubungan dekat dengan garangan berekor coklat (Salanoia concolor), dan keduanya membentuk genus Salanoia. Keduanya memiliki kesamaan secara genetis, tetapi berbeda secara morfologis sehingga para ilmuwan memandang keduanya sebagai dua spesies yang berbeda. Setelah penelitian atas seekor spesimen pada tahun 2004, binatang ini menjadi dikenal bagi ilmu pengetahuan dan S. durrelli dideskripsikan sebagai spesies baru pada tahun 2010. Binatang ini endemik di daerah Lac Alaotra.

Salanoia durrelli merupakan karnivora kecil berwarna coklat kemerahan, ditandai dengan kaki yang lebar dengan bantalan yang menonjol, warna kemerahan pada kulit bagian dalam, juga gigi yang kokoh dan lebar, di samping perbedaan-perbedaan lainnya dari Salanoia concolor. Dua spesimen yang ditimbang menunjukkan massa tubuh 600 g dan 675 g. Salanoia durrelli adalah hewan yang tinggal di rawa yang mungkin memakan krustasea dan moluska. Daerah Lac Alaotra merupakan ekosistem yang terancam, dan S. durrelli mungkin juga terancam punah karena persaingan dengan spesies pendatang.

Sloth

Beruang Sloth (Melursus ursinus) adalah salah satu spesies beruang arboreal, nokturnal dan insektivora yang berasal dari subbenua India.

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan taman nasional ini pada mulanya meliputi wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang dan Pulau Panaitan. Kawasan taman nasional ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha; (443 km² di antaranya adalah laut), yang dimulai dari Semenanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.

Ujung Kulon merupakan taman nasional tertua di Indonesia yang sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.

Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

Tiket masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di kantor Balai Taman Nasional di Labuan atau di pos Tamanjaya. Fasilitas penginapan terdapat di desa Tamanjaya, Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang.

Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.

Taring

Taring adalah gigi yang terus bertumbuh dan memanjang hingga ke luar mulut. Taring biasanya (tapi tidak selalu) tumbuh berpasangan. Gigi yang umumnya menjadi taring adalah gigi taring, seperti yang dapat diamati pada babi dan walrus, tetapi gigi yang menjadi taring pada gajah adalah gigi seri. Baik jantan maupun betina mempunyai taring, tetapi taring jantan lebih besar. Taring pada umumnya membengkok, walaupun taring narwhal berbentuk lurus dan memiliki struktur seperti heliks.

Taring memiliki berbagai macam fungsi, tergantung pada hewannya. Taring dapat digunakan untuk menunjukkan dominasi (khususnya di kalangan jantan) dan juga untuk mempertahankan diri atau menyerang. Gajah menggunakan taringnya untuk menggali.

Manusia memakai taring untuk memproduksi gading, sehingga banyak hewan bertaring yang diburu dan terancam punah. Perdagangan gading telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.