Gaza

Untuk kerajaan di Mozambik, lihat: Kerajaan Gaza.

Gaza (/ˈɡɑːzə/;[4] bahasa Arab: غزةĠazzah, IPA: [ˈɣazza]; bahasa Ibrani: עזה 'Azzah), yang juga disebut sebagai Kota Gaza, adalah sebuah kota Palestina di Jalur Gaza, dengan populasi 515,556, menjadikannya kota terbesar di Negara Palestina. Ditinggali sejak sekitar abad ke-15 SM,[5] Gaza didominasi oleh beberapa suku bangsa dan kekaisaran yang berbeda sepanjang sejarahnya. Filistin menjadikannya bagian dari pentapolis mereka setelah bangsa Mesir Kuno menguasainya selama sekitar 350 tahun.

Di bawah kekuasaan Romawi dan kemudian Bizantium, Gaza mengalami perdamaian dan pelabuhannya berkembang. Pada 635 Masehi, kota tersebut menjadi kota pertama di Palestina yang ditaklukan oleh tentara Rashidun dan dengan cepat menjadi pusat hukum Islam. Namun, pada saat tentara Salib menginvasi kota tersebut pada akhir abad ke-11, kota tersebut runtuh. Gaza mengalami beberapa masa sulit—dari serangan Mongol sampai banjir dan belalang, membuatnya turun menjadi desa pada abad ke-16, saat dimasukkan ke dalam Kesultanan Utsmaniyah. Pada paruh pertama masa pemerintahan Utsmaniyah, dinasti Ridwan mengendalikan Gaza dan di bawah kepemimpinannya, kota tersebut mengalami masa komersial dan perdamaian yang besar. Munisipalitas Gaza didirikan pada 1893.

Gaza jatuh ke tangan pasukan Inggris pada Perang Dunia I, menjadikannya sebuah bagian dari Mandat Palestina. Akibat Perang Arab–Israel 1948, Mesir memerintah teritorial Jalur Gaza yang baru dibentuk dan beberapa penanganan dilakukan di kota tersebut. Gaza ditaklukan oleh Israel saat Perang Enam Hari pada 1967, tetapi pada 1993, kota tersebut diserahkan kepada Otoritas Nasional Palestina. Pada bulan-bulan setelah pemilihan 2006, sebuah konflik bersenjata pecah antara faksi politik Palestina Fatah dan Hamas, yang mengakibatkan Hamas mengambil kekuasaan atas Gaza. Mesir dan Israel kemudian melakukan blokade di Jalur Gaza.[6] Israel eased the blockade allowing consumer goods in June 2010, and Egypt reopened the Rafah border crossing in 2011 to pedestrians.[6][7]

Aktivitas ekonomi utama Gaza adalah pertanian dan industri berskala kecil. Namun, blokade dan konflik terkini membaut konominya berada di bawah tekanan.[8] Mayortias penduduk Gaza adalah Muslim, meskipun terdapat juga minoritas Kristen. Gaza memiliki populasi penduduk yang sangat muda dengan sekitar 75% berada di bawah usia 25 tahun. Kota tersebut sekarang diurus oleh dewan munisipal beranggotakan 14 orang.

Gaza
Transkripsi Lainnya
 • Arabغزة
 • Ejaan lainGhazzah (resmi)
Kota Gaza (tak resmi)
Pemandangan udara Gaza, 2007

Pemandangan udara Gaza, 2007
Logo resmi Gaza
Lambang Gaza
Gaza berlokasi di Teritori Palestina
Gaza
Gaza
Lokasi Gaza di Teritori Palestina
Koordinat: 31°31′N 34°27′E / 31.517°N 34.450°E
KegubernuranGaza
FoundedAbad ke-15 SM
Pemerintahan
 • JenisKota (from 1994[1])
 • Kepala MunisipalitasNizar Hijazi
Luas[2]
 • Yurisdiksi45,000 dunams (45 km2 or 17 sq mi)
Penduduk (2012)[3]
 • Yurisdiksi515.556
Situs webwww.gaza-city.org
Gaza-Turkey solidarity flag
Bendera Gaza
Gaza flag in
Bendera Gaza yang dilambai-lambaikan.

Etimologi

Menurut Zev Vilnay, nama "Gaza," berasal dari bahasa Arab, yakni Ġazza, yang mana diambil dari bahasa Kanaan/Ibrani dengan arti "kuat" (ʕZZ), dan kemudian diambil alih ke bahasa Arab dengan kata, ʕazzā, atau "yang kuat (f.)"; atau dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan benteng. Menurut Mariam Shahin, bangsa Kanaan memberi nama kota ini dengan kata Gaza, Masyarakat Mesir Kuno menamakan kota ini dengan nama Gazzat ("Kota Anugrah"), dan bangsa Arab memanggilnya dengan nama Gazzat Hashim, untuk menghormati Hashim, nenek moyang dari Nabi Muhammad, yang dimakamkan di Gaza City, menurut sejarah Islam.

Gaza disebut juga Gurdacil.

Lima kota utama ("Pentapolis") orang Filistin (butir merah) di tepi Laut Tengah: Asdod, Askelon, Gat, Gaza, dan Ekron.

Sejarah

Sejarah penghunian Gaza dimulai dari 5000 tahun silam, membuatnya sebagai salah satu kota tertua di dunia.[9] Letaknya pada jalur utama pantai Laut Tengah (Via Maris) antara Afrika Utara dan Mesopotamia, menjadikannya kota kunci dan tempat perhentian penting untuk perdagangan rempah-rempah ke Laut Merah.[9][10]

Zaman Perunggu

Tempat penghunian di daerah Gaza yang paling awal adalah di Tell es-Sakan, suatu benteng Mesir kuno di daerah Kanaan yang dibangun di sebelah selatan kota Gaza yang sekarang. Tempat ini menurun selama Zaman Perunggu Muda, karena perdagangannya dengan Mesir menurun drastis..[11]

Periode kuno

Gaza kemudian menjadi ibu kota administrasi Mesir di Kanaan.[12] Selama pemerintahan raja Thutmosis III, kota ini menjadi tempat perhentian jalur karavan Suriah-Mesir dan disebut-sebut dalam Surat Amarna sebagai "Azzati". Gaza tetap di bawah kekuasaan Mesir selama 350 tahun sampai dikuasai oleh orang Filistin pada abad ke-12 SM, dan menjadi salah satu dari lima kota utama mereka ("pentapolis").[13] Menurut Kitab Hakim-hakim, Gaza adalah tempat penjara Simson dan juga tempat meninggalnya.[14]

Setelah diperintah oleh orang Israel, Asyur, dan Mesir, Gaza mendapatkan kemerdekaan terbatas dan kemakmuran di bawah Kekaisaran Persia. Aleksander Agung mengepung Gaza, kota terakhir yang mengadakan perlawanan sebelum ia memasuki Mesir, selama 5 bulan sebelum merebutnya pada tahun 332 BCE;[13] penduduknya dibunuh atau ditawan. Aleksander membawa penduduk lokal Bedouins untuk menghuni Gaza dan mengatur kota itu menjadi suatu polis (atau "kota-negara"/city-state). Dalam zaman Seleukia, Seleukos I Nicator, atau salah satu penerusnya mengganti nama Gaza menjadi Seleucia untuk mengontrol daerah sekitarnya melawan pasukan Ptolemeus. Budaya Yunani kemudian berakar di sana dan Gaza terkenal sebagai pusat pelajaran dan filsafat Helenik.[15]

Zaman Islam

Pada tahun 635 M Gaza dikepung dan direbut oleh tentara Rashidun di bawah pimpinan jenderal 'Amr ibn al-'As setelah "Pertempuran Ajnadayn" antara Kekaisaran Bizantin dan Kalifat Rashidun di Palestina Tengah. Pada tahun 1348 Wabah Hitam (Bubonic Plague) melanda kota ini, membunuh sebagian besar penduduknya dan pada tahun 1352, Gaza tertimpa banjir besar yang merusakkannya, suatu hal yang jarang terjadi di bagian selatan yang biasanya kering ini.[16]

Pemerintahan Utsmaniyah (Ottoman)

Gaza (1881-1884) (A)
Muslim mempelajari Qur'an dengan Gaza di latar belakang, lukisan Harry Fenn
Gaza painting - David Roberts
Lukisan Gaza oleh David Roberts, 1839

Pada tahun 1516 Gaza — pada waktu itu, kota kecil dengan pelabuhan yang tidak aktif, bangunan-bangunan rusak dan perdagangan yang menurun — dimasukkan ke dalam kekuasaan Kekaisaran Utsmaniyah.[16]

Zaman Modern

Ketika memimpin tentara sekutu selama Perang Dunia I, Inggris menguasai kota ini setelah "Pertempuran Gaza ketiga" pada tahun 1917.[16] Setelah perang, Gaza dimasukkan ke dalam wilayah "British Mandate of Palestine".[17] Pada tahun 1930-an dan 1940-an, Gaza mengalami perkembangan besar dengan dibangunnya daerah-daerah pemukiman baru di sepanjang pantai dan dataran selatan maupun timurnya. Organisasi internasional dan kelompok misionaris membiayai sebagian besar pembangunan ini.[18] Gaza diduduki oleh Israel selama 'Perang Enam Hari" pada tahun 1967 setelah mengalahkan tentara Mesir. Terjadi konflik terus menerus antara orang Palestina dan Israel di kota ini sejak tahun 1970-an. Tekanan ini menyebabkan "Intifada pertama" pada tahun 1987. Gaza menjadi pusat konfrontasi selama pergolakan itu,[16] dan kondisi ekonomi di kota itu memburuk.[19]

Pemerintahan Palestina

Pada bulan September 1993, pemimpin-pemimpin Israel dan Palestine Liberation Organization (PLO) menandatangani perjanjian Oslo Accords. Perjanjian itu menghasilkan pemerintahan Palestina di "Jalur Gaza" (Gaza Strip) dan kota Yerikho di "Tepi Barat", yang diterapkan pada bulan Mei 1994. Tentara Israel mundur dari Gaza, meninggalkan Palestinian National Authority (PNA) untuk mengatur dan mengamankan kota itu.[15] PNA, di bawah pimpinan Yasser Arafat, memilih Gaza sebagai markas provinsi pertama. Dewan "Palestinian National Council" mengadakan sidang perdananya di Gaza pada bulan Maret 1996.[18]

Day 18 of War on Gaza
Penduduk di perkampungan Gaza selama Perang Gaza pada tahun 2008-2009

Pada bulan November 2012, setelah seminggu pertempuran (Operation Pillar of Defense) antara Israel dan milisi Palestina, gencatan senjata yang diperantarai oleh Mesir diumumkan pada tanggal 21 November.[20]

31°31′0″N 34°27′0″E / 31.51667°N 34.45000°E

Referensi

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama PASSIA
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama GazaMunicipality
  3. ^ "Localities in Gaza Governorate by Type of Locality and Population Estimates, 2007-2016". Biro Statistik Pusat Palestina (PCBS). Diakses tanggal 2013-10-20.
  4. ^ The New Oxford Dictionary of English (1998), ISBN 0-19-861263-X, p. 761 "Gaza Strip /'gɑːzə/ a strip of territory in Palestine, on the SE Mediterranean coast including the town of Gaza...".
  5. ^ "Gaza (Gaza Strip)". International Dictionary of Historic Places. 4. Fitzroy Dearborn Publishers. 1996. hlm. 87–290.
  6. ^ a b Gaza Benefiting From Israel Easing Economic Blockade
  7. ^ Gaza Border Opening Brings Little Relief
  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Oxfam
  9. ^ a b Dumper et al., 2007, p. 155.
  10. ^ Alan Johnston (2005-10-22). "Gaza's ancient history uncovered". BBC news. Diakses tanggal 2009-02-16.
  11. ^ Filfil, Rania; Louton, Barbara (September 2008). "The Other Face of Gaza: The Gaza Continuum". This Week in Palestine. This Week in Palestine.
  12. ^ Michael G. Hasel (1998) Domination and Resistance: Egyptian Military Activity in the Southern Levant, Ca. 1300–1185 B.C. BRILL, ISBN 90-04-10984-6 p 258
  13. ^ a b "Gaza – (Gaza, al -'Azzah)". Studium Biblicum Franciscanum – Jerusalem. 2000-12-19. Diakses tanggal 2009-02-16.
  14. ^ Hakim-hakim 16:21
  15. ^ a b Ring and Salkin, 1994, p.287.
  16. ^ a b c d Ring and Salkin, 1994, p.290.
  17. ^ "Palestine, Israel and the Arab-Israeli Conflict A Primer". Middle East Research Information Project. Diakses tanggal 2009-01-19.
  18. ^ a b Dumper and Abu-Lughod, 2007, p.155.
  19. ^ Roy, Sara. "The Economy of Gaza". Counter Punch. Diakses tanggal 2009-01-19.
  20. ^ Najjar, Nasser and Lynch, Sarah. Cease-fire brings hope to weary residents of Gaza. USA Today. 2012-11-21.

Lihat pula

11 September

11 September adalah hari ke-254 (hari ke-255 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Ashdod

Ashdod atau Asdod (bahasa Ibrani: אַשְׁדּוֹד) ialah sebuah kota di Israel. Kota ini terletak di selatan Tel Aviv, pesisir Laut Tengah.

Ashdod mempunyai sekitar 192.000 penduduk, dan penduduknya berkembang pesat.

Ashkelon

Ashkelon atau Ashqelon (bahasa Ibrani אַשְׁקְלוֹן) ialah sebuah kota di Israel. Kota ini terletak di pesisir Laut Tengah selatan Ashdod dan di utara Jalur Gaza.

Ashkelon memiliki sekitar 105.000 penduduk.

Ashkelon modern didirikan sebagai komunitas pertanian setelah pendirian Israel pada bulan Mei 1948, dan merupakan permukiman kota yang didirikan pertama kali pada tahun 1950-an di atas kota al-Majdal.

Bangsa Filistin

Bangsa Filistin (Ibrani: פְּלִשְׁתִּים, Plištim) adalah sebuah bangsa yang disebutkan dalam Alkitab Yahudi dan Kristen. Sumber-sumber Rabinis menerangkan bahwa bangsa Filistin yang disebutkan dalam Kitab Kejadian tidak sama dengan bangsa Filistin yang disebutkan dalam kitab-kitab sejarah deuteronomistis (Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, Kitab Samuel, Kitab Raja-raja). Kitab-kitab sejarah deuteronomistis menggambarkan negeri bangsa Filistin sebagai sebuah pentapolis di barat daya Levant yang terdiri atas lima negara-kota yakni Gaza, Askelon, Asdod, Ekron, dan Gat, mulai dari Wadi Gaza di selatan sampai ke Sungai Yarkon di utara. Penggambaran ini menampilkan mereka pada suatu masa sebagai salah satu seteru paling berbahaya bagi Kerajaan Israel. Di lain pihak, kanon Alkitab Kristen Timur, LXX, menggunakan istilah "allophuloi" (bahasa Yunani: ἀλλόφυλοι) yang berarti "bangsa-bangsa lain" sebagai ganti istilah "filistin."

Sejumlah ayat Alkitab mempertalikan bangsa Filistin dengan kelompok-kelompok lain dalam Alkitab seperti orang Kaftorim serta orang Kreti dan orang Pleti, yang telah diidentifikasikan sebagai Kreta sehingga menimbulkan teori yang sudah lama diyakini bahwa mereka berasal dari kawasan Aegea, meskipun kini telah dipertanyakan kembali. Pada 2016, penemuan sebuah lokasi pemakaman bangsa Filistin yang sangat luas, mencakup 150 makam, tampaknya meneguhkan teori akan asal usul Aegea bangsa Filistin. Uji genetis pada tulang-belulang manusia yang didapati dalam penemuan itu tentunya akan menghasilkan informasi yang lebih mendalam lagi.

Bangsa Palestina

Bangsa Palestina atau orang Palestina adalah orang-orang Arab dari Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang juga disebut Wilayah Palestina atau Palestina.

Orang-orang yang disebut "Palestina" hari ini adalah orang Arab, tetapi pada masa lalu, "Palestina" juga dapat digunakan sebagai nama bagi orang-orang Yahudi yang tinggal di Palestina.

Bangsa Palestina (bahasa Arab:الشعب الفلسطيني, ash-sha'b al-filastīni) adalah bangsa yang menuturkan bahasa Arab. Populasi Bangsa Palestina, termasuk keturunan, jika dibulatkan adalah 10 juta jiwa, kira-kira setengah tinggal di wilayah Palestina, mencakup wilayah Israel, Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, Jalur Gaza dan Yordania. Di daerah ini jika digabungkan pada 2009, mereka merupakan mayoritas 51% dari seluruh penduduk. Beberapa di antaranya adalah pengungsi. Sisanya, lebih dari separuh dari seluruh Palestina terdiri dari yang dikenal sebagai diaspora Palestina, yang kebanyakan adalah pengungsi Palestina di negara manapun. Dari diaspora, lebih dari dua setengah juta hidup di negara tetangga Yordania, satu juta dibagi antara Suriah dan Lebanon, seperempat juta di Arab Saudi, dan Chile setengah juta adalah konsentrasi terbesar di luar dunia Arab.

Dengan afiliasi keagamaan, kebanyakan warga Palestina adalah Islam, khususnya cabang Sunni Islam, dan ada minoritas Kristen yang signifikan Palestina dari berbagai denominasi Kristen, serta komunitas-komunitas religius kecil. Sebagai istilah umum diterapkan "Palestina Arab" ethnonym menyiratkan, arus tradisional vernakular Palestina, terlepas dari agama, adalah dialek Arab Palestina.

Meluasnya penggunaan pertama dari "Palestina" sebagai endonym untuk mengacu pada konsep nasionalis orang Palestina oleh penduduk Arab berbahasa lokal Palestina mulai sebelum pecahnya Perang Dunia I, [6] dan permintaan pertama untuk kemerdekaan nasional dikeluarkan oleh Kongres Suriah-Palestina pada 21 September 1921 [7] Setelah penciptaan Israel, eksodus tahun 1948, dan lagi setelah eksodus tahun 1967, istilah itu datang bukan hanya untuk menandakan tempat asal, tetapi rasa masa lalu dan masa depan bersama dalam bentuk sebuah negara-bangsa Palestina [6] Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). mewakili rakyat Palestina sebelum masyarakat internasional. [8] Otoritas Nasional Palestina, secara resmi didirikan sebagai hasil dari Persetujuan Oslo, adalah badan administratif sementara nominal yang bertanggung jawab untuk pemerintahan di pusat-pusat populasi Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Hamas

Hamas (bahasa Arab: حماس‎ Ḥamās, akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah حركة المقاومة الاسلامية Ḥarakat al-Muqāwamah al-ʾIslāmiyyah, secara harfiah "Gerakan Pertahanan Islam" dan kata Arab untuk 'ketekunan'), adalah organisasi Islam Palestina Radikal Teroris, dengan sayap militer terkait, Izz ad-Din al-Qassam, di wilayah Palestina.

Sejak tahun 2007, Hamas telah memerintah Jalur Gaza, setelah memenangkan mayoritas kursi di parlemen Palestina pada pemilihan parlemen Palestina tahun 2006 dan mengalahkan organisasi politik Fatah dalam serangkaian bentrokan. Israel, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Yordania, Mesir dan Jepang mengklasifikasikan Hamas sebagai organisasi teroris, sementara Iran, Rusia, Turki, Cina dan banyak negara di seluruh dunia Arab tidak mengambil sikap atas Hamas.

Berdasarkan prinsip-prinsip fundamentalisme Islam yang memperoleh momentum di seluruh dunia Arab pada 1980-an, Hamas didirikan pada tahun 1987 selama Intifadhah Pertama) sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin Mesir. Sheik Ahmed Yassin sebagai pendiri menyatakan pada tahun 1987, dan Piagam Hamas menegaskan pada tahun 1988, bahwa Hamas didirikan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel dan mendirikan negara Islam di wilayah yang sekarang menjadi Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Namun, pada bulan Juli 2009, Khaled Meshal, kepala biro politik Hamas, mengatakan organisasi itu bersedia bekerja sama dengan "resolusi konflik Arab-Israel yang termasuk negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967", asalkan pengungsi Palestina memegang hak untuk kembali ke Israel dan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara baru. Namun, Mousa Abu Marzook Mohammed, wakil ketua biro politik Hamas, mengatakan pada tahun 2014 bahwa "Hamas tidak akan mengakui Israel", dan menambahkan "ini adalah garis merah yang tidak bisa dilewati".Izzuddin al-Qassam, sayap militer yang berafiliasi dengan Hamas, telah meluncurkan serangan terhadap Israel, terhadap penduduk sipil dan sasaran target militer. Serangan terhadap sasaran sipil telah menyertakan serangan roket dan dari tahun 1993 hingga 2006, bom bunuh diri. Serangan terhadap sasaran militer menyertakan tembakan senjata ringan, roket dan serangan mortir.Pada bulan Juni 2008, sebagai bagian dari gencatan senjata yang ditengahi Mesir, Hamas menghentikan serangan roket ke Israel dan melakukan beberapa upaya untuk mencegah serangan oleh organisasi lain. Setelah masa tenang selama empat bulan, konflik meningkat ketika Israel melakukan aksi militer dengan tujuan untuk mencegah penculikan yang direncanakan oleh Hamas, menggunakan terowongan yang digali di bawah pagar keamanan perbatasan, dan menewaskan tujuh operator Hamas. Sebagai pembalasan, Hamas menyerang Israel dengan rentetan roket.] Pada akhir Desember 2008, saat Israel menyerang Gaza dan menarik pasukannya dari wilayah pada pertengahan Januari 2009. Setelah Perang Gaza, Hamas terus memerintah Jalur Gaza dan Israel mempertahankan blokade ekonomi. Pada tanggal 4 Mei 2011, Hamas dan Fatah mengumumkan perjanjian rekonsiliasi yang menyediakan untuk "pembentukan pemerintah Palestina sementara secara bersama" sebelum pemilihan nasional yang dijadwalkan pada 2012. Menurut laporan berita Israel yang mengutip pemimpin Fatah Mahmud Abbas, sebagai syarat bergabung dengan PLO, Khalid Mishaal setuju untuk menghentikan "perjuangan bersenjata" melawan Israel dan menerima Negara Palestina dalam perbatasan tahun 1967, di samping Israel.

Hubungan Indonesia dengan Palestina

Hubungan antara Indonesia dan Palestina adalah hubungan yang sudah sangat erat dan akrab. Indonesia menolak untuk mengakui negara Israel hingga kesepakatan damai tercapai antara Israel dan Palestina. Indonesia sangat membela hak-hak dan kebebasan rakyat Palestina dan mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Ismail Haniyah

Ismail Abdul Salam Ahmad Haniyyah (bahasa Arab: إسماعيل عبد السلام أحمد هنية‎, Ismaʻīl Haniyyah; terkadang diterjemahkan sebagai Ismail Haniya, Ismail Haniyah, Ismail Hanieh; lahir di Al-Shati, Jalur Gaza, 29 Januari 1963; umur 56 tahun) adalah seorang politikus Palestina. Ia adalah Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina dari 19 Februari 2006 hingga sekarang. Haniya dikenal sebagai pemimpin Hamas yang lebih moderat dan dekat dengan pemimpin spiritual Hamas, Sheikh Ahmad Yassin, yang dibunuh Israel.

Lahir di perkampungan pengungsi al-Shari pada tahun 1962, tahun 1987 ia lulus dari Universitas Islam Gaza dengan gelar dalam bidang sastra Arab. Haniya lalu dipenjara tanpa tuduhan oleh pemerintah Israel selama tiga tahun dari tahun 1989 hingga 1992. Setahun kemudian ia menjadi kepala fakultas di Universitas Islam Gaza. Kemudian pada pemilu 2006, ia dipilih Hamas sebagai calon legislatif urutan pertama Hamas.

Israel

Israel (bahasa Ibrani: מדינת ישראל; bahasa Arab: الدولة إسرائيل, translit. al-Dawlat Isrā'īl‎) adalah sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Selain itu dikelilingi pula dua daerah Otoritas Nasional Palestina: Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dengan populasi sebesar 7,5 juta jiwa, Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia. Selain itu, terdapat pula beberapa kelompok etnis minoritas lainnya, meliputi etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel, beserta kelompok-kelompok keagamaan lainnya seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaria, dan lain-lain.

Pendirian negara modern Israel berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui dijadikannya Mandat Britania atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi". Pada tahun 1947, PBB menyetujui Pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab. Pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini. Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya. Akibat perang ini pula, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian Palestina. Sejak saat itu, Israel terus menerus berseteru dengan negara-negara Arab tetangga, menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini. Sejak awal pembentukan Negara Israel, batas negara Israel beserta hak Israel untuk berdiri telah dipertentangkan oleh banyak pihak, terutama oleh negara Arab dan para pengungsi Palestina. Israel telah menandatangani perjanjian damai dengan Mesir dan Yordania, namun usaha perdamaian antara Palestina dan Israel sampai sekarang belum berhasil.

Israel merupakan negara demokrasi dengan sistem pemerintahan parlementer dan hak pilih universal. Perdana Menteri Israel menjabat sebagai kepala pemerintahan dan Knesset bertugas sebagai badan legislatif Israel. Dalam hal produk domestik bruto, ekonomi negara ini menduduki peringkat ke-44 di dunia. Israel memiliki peringkat Indeks Pembangunan Manusia, kebebasan pers, dan daya saing ekonomi yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara Arab di sekitarnya.

Jalur Gaza

Jalur Gaza (bahasa Arab: قطاع غزة‎ Qiṭāʿ Ġazzah, IPA: [qɪˈtˤɑːʕ ˈɣazza]) adalah sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah,bagian dari wilayah Negara Palestina,berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya (11 km), dan Israel di sebelah timur dan utara (51 km (32 mi)). Jalur Gaza memiliki panjang sekitar 41 kilometer (25 mi) dan lebar antara 6 hingga 12 kilometer (3,7 hingga 7,5 mi), dengan luas total 365 kilometer persegi (141 sq mi). Populasi di Jalur Gaza berjumlah sekitar 1,7 juta jiwa. Mayoritas penduduknya besar dan lahir di Jalur Gaza, selebihnya merupakan pengungsi Palestina yang melarikan diri ke Gaza setelah meletusnya Perang Arab-Israel 1948. Populasi di Jalur Gaza didominasi oleh Muslim Sunni. Tingkat pertumbuhan penduduknya pertahun mencapai angka 3,2%, menjadikannya sebagai wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi ke-7 di dunia.Jalur Gaza memperoleh batas-batasnya saat ini pada akhir perang tahun 1948, yang ditetapkan melalui Perjanjian Gencatan Senjata Israel-Mesir pada tanggal 24 Februari 1949. Pasal V dari perjanjian ini menyatakan bahwa garis demarkasi di Jalur Gaza bukanlah merupakan perbatasan internasional. Jalur Gaza selanjutnya diduduki oleh Mesir. Pada awalnya, Jalur Gaza secara resmi dikelola oleh Pemerintahan Seluruh Palestina, yang didirikan oleh Liga Arab pada bulan September 1948. Sejak pembubaran Pemerintahan Seluruh Palestina pada tahun 1959 hingga 1967, Jalur Gaza secara langsung dikelola oleh seorang gubernur militer Mesir.

Israel merebut dan menduduki Jalur Gaza dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967. Berdasarkan Persetujuan Damai Oslo yang disahkan pada tahun 1993, Otoritas Palestina ditetapkan sebagai badan administratif yang mengelola pusat kependudukan Palestina. Israel mempertahankan kontrolnya terhadap Jalur Gaza di wilayah udara, wilayah perairan, dan lintas perbatasan darat dengan Mesir. Israel secara sepihak menarik diri dari Jalur Gaza pada tahun 2005.

Jalur Gaza merupakan bagian dari teritori Palestina. Sejak bulan Juli 2007, setelah pemilihan umum legislatif Palestina 2006 dan setelah Pertempuran Gaza, Hamas menjadi penguasa de facto di Jalur Gaza, yang kemudian membentuk Pemerintahan Hamas di Gaza.

Kegubernuran di Otoritas Nasional Palestina

Setelah penandatanganan Persetujuan Damai Oslo, teritori Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dibagi menjadi tiga area (Area A, Area B, dan Area C) dan 16 kegubernuran di bawah yurisdiksi Otoritas Nasional Palestina.

Konflik Israel–Palestina

Konflik Israel-Palestina, bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas, adalah konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina.

Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekuler yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Kristen Palestina

Kristen Palestina adalah sebutan untuk penganut agama Kristen di antara warga Negara Palestina. Seringkali istilah ini juga mengacu kepada orang-orang Kristen keturunan Palestina yang tinggal di dalam lingkup Diaspora Palestina yang lebih besar (tinggal di luar wilayah Palestina). Kristen Palestina hampir secara eksklusif sebagai Kristen Arab dan mencakup berbagai denominasi Kristen, sebagian besar Ortodoks Oriental, Ortodoks Timur, Katolik (baik ritus Timur maupun ritus Barat), juga dari Protestan, Anglikan, dan lain-lain. Dalam kedua dialek lokal Arab Palestina dan standar Arab klasik atau modern, orang Kristen dipanggil Nasrani (turunan dari kata Arab untuk Nazareth, al-Nasira) atau Masihi (turunan dari kata Arab Masih, yang berarti "Mesias"). Dalam bahasa Ibrani, mereka disebut Notzri (juga dieja Notsri), yang berarti "Nazaret".

Menurut perkiraan resmi Mandat Inggris, orang Kristen Palestina pada tahun 1922 meliputi 9,5 % dari total populasi dan 7,9 % pada tahun 1946. Banyak orang Kristen mengungsi selama Perang Arab-Israel 1948, beberapa melarikan diri atau diusir negara. Sejumlah besar meninggalkan Tepi Barat selama pendudukan Yordania karena alasan ekonomi. Sejak tahun 1967, penduduk Kristen Palestina telah meningkat meskipun terus beremigrasi. Pada tahun 2013, Kristen Palestina berjumlah kurang dari 4% seluruh orang-orang Arab yang hidup dalam batas-batas Mandat Lama Palestina. Kristen Palestina di Tepi Barat sekitar 2% dari total populasi penduduk dan kurang dari 1% di wilayah Jalur Gaza.Ada sekitar satu juta orang Kristen di dunia dengan kewarganegaraan Palestina atau keturunan Palestina, termasuk diaspora Palestina, membuat lebih dari 10 % dari total penduduk Palestina di dunia. Keturunan Kristen Palestina hidup terutama di negara-negara Arab sekitar Palestina yang bersejarah dan di daerah tempat mereka berdiaspora, terutama di Amerika Selatan, Eropa dan Amerika Utara. Alasan mereka untuk beremigrasi pada masa terakhir ini masih diperdebatkan.

Negara Palestina

Negara Palestina (bahasa Arab: دولة فلسطين‎, Dawlat Filastin, atau hanya Palestina (bahasa Arab: فلسطين‎, Filastin) adalah sebuah negara di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Status politiknya masih dalam perdebatan. Sebagian besar negara di dunia termasuk negara-negara anggota OKI, Liga Arab, Gerakan Non-Blok, dan ASEAN telah mengakui keberadaan Negara Palestina.

Wilayah Palestina saat ini terbagi menjadi dua entitas politik, yaitu Wilayah Pendudukan Israel dan Otoritas Nasional Palestina. Deklarasi Kemerdekaan Palestina dinyatakan pada 15 November 1988 di Aljir oleh Dewan Nasional (PNC) Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)..

KTT Liga Arab 1974 menunjuk PLO sebagai "wakil sah tunggal rakyat Palestina dan menegaskan kembali hak mereka untuk mendirikan negara merdeka yang mendesak." PLO telah memiliki status pengamat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai "entitas non-negara" sejak 22 November 1974, yang memberikan hak untuk berbicara di Majelis Umum PBB tetapi tidak memiliki hak suara. Setelah Deklarasi Kemerdekaan, Majelis Umum PBB secara resmi "mengakui" proklamasi dan memilih untuk menggunakan sebutan "Palestina" bukan "Organisasi Pembebasan Palestina" ketika mengacu pada pengamat permanen Palestina. Dalam keputusan ini, PLO tidak berpartisipasi di PBB dalam kapasitasnya sebagai pemerintah Negara Palestina. Sejak tahun 1998, PLO diatur untuk duduk di Majelis Umum PBB segera setelah negara non-anggota dan sebelum semua pengamat lain.

Pada tahun 1993, dalam Persetujuan Oslo, Israel mengakui tim negosiasi PLO sebagai "mewakili rakyat Palestina", dengan imbalan PLO mengakui hak Israel untuk eksis dalam damai, penerimaan resolusi Dewan Keamanan PBB 242 dan 338, dan penolakannya terhadap "kekerasan dan terorisme". Sementara Israel menduduki wilayah Palestina, sebagai hasil dari Persetujuan Oslo, PLO mendirikan sebuah badan administratif sementara: Otoritas Nasional Palestina (PNA atau PA), yang memiliki beberapa fungsi pemerintahan di bagian Tepi Barat dan Jalur Gaza. Pengambilalihan Jalur Gaza oleh Hamas membagi wilayah Palestina secara politik, dengan Fatah yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas menguasai Tepi Barat dan diakui secara internasional sebagai Otoritas Palestina resmi, sementara Hamas telah mengamankan kekuasaannya atas Jalur Gaza. Pada bulan April 2011, kedua pihak telah menandatangani perjanjian rekonsiliasi, tetapi pelaksanaannya masih terbengkalai.

Hingga 18 Januari 2012, 129 (66,8%) dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Negara Palestina. Banyak negara yang tidak mengakui Negara Palestina tetap mengakui PLO sebagai "wakil rakyat Palestina". Selain itu, komite eksekutif PLO diberdayakan oleh PNC untuk melakukan fungsi pemerintah Negara Palestina

Negara berdaulat

Negara berdaulat dalam hukum internasional adalah kesatuan yuridis nonfisik yang diwakili oleh satu pemerintah terpusat yang memiliki kedaulatan atas wilayah geografis. Hukum internasional mendefinisikan negara-negara berdaulat sebagai kesatuan yang memiliki penduduk permanen, wilayah tetap, pemerintah, dan kapasitas untuk masuk ke dalam hubungan dengan negara-negara berdaulat. Hal ini juga dipahami bahwa negara berdaulat tidak bergantung pada atau menmiliki kekuatan atau negara lain.Keberadaan atau hilangnya suatu negara adalah persoalan kenyataan. Sedangkan menurut teori deklaratif kenegaraan, sebuah negara berdaulat dapat ada tanpa harus diakui oleh negara-negara berdaulat, meskipun jika suatu negara berdiri tanpa pengakuan negara lain akan sering menemukan kesulitan untuk bertindak penuh dalam masalah kekuatan membuat perjanjian dan terlibat dalam hubungan diplomatik dengan negara-negara berdaulat.

Otoritas Nasional Palestina

Palestina (bahasa Arab: السلطة الوطنية الفلسطينية as-Sulṭah al-Waṭanīyah al-Filasṭīnīyah; bahasa Ibrani: הרשות הפלסטינית Harashut Hafalastinit) adalah sebuah organisasi pemerintahan yang memerintah sebagian dari Tepi Barat dan seluruh Jalur Gaza. Organisasi ini dibentuk pada 1994 setelah penandatangan Persetujuan Oslo antara PLO dengan Israel.

Palestina saat ini dipimpin Presiden Mahmoud Abbas dari faksi Fatah dan Perdana Menteri Salam Fayyad dari faksi Fatah. Belum ada stabilitas politik karena Hamas menolak menerima keberadaan Israel sementara Fatah siap mendiskusikan solusi dua bangsa untuk Konflik Israel dan Palestina.

Rafah

Rafah (bahasa Arab: رفح‎) adalah kota di Palestina yang terletak di Jalur Gaza, di perbatasan dengan Mesir. Kota ini disebut "Robihwa" oleh orang Mesir kuno, "Rafihu" oleh orang Assyria, "Raphia" oleh orang Yunani dan Romawi, "Raphiaḥ" oleh orang Israel dan kini "Rafah". Pada tahun 2006, kota ini memiliki populasi sebesar 155.000, dengan wali kotanya Sa’ad Zoarub.

Tepi Barat

Tepi Barat (bahasa Arab: الضفة الغربية‎, aḍ-Ḍiffä l-Ġarbīyä, bahasa Ibrani: יהודה ושומרון, Hagadah Hama'aravit), juga dikenal dengan nama "Yudea dan Samaria" adalah bagian dari wilayah Negara Palestina, di barat sungai Yordan. Tepi Barat dan Jalur Gaza merupakan wilayah Palestina yang dideklarasikan pada 1988.

Wilayah "Tepi Barat", termasuk Yerusalem Timur, mempunyai luas tanah 5.640 km2 dan luas perairan 220 km2, yaitu bagian barat laut dari Laut Mati. Dihuni sekitar 2.622.544 penduduk (Juni 2012). Lebih dari 80 persen, sekitar 2.100.000 orang, adalah keturunan Arab Palestina, dan kira-kira 500.000 orang adalah keturunan Yahudi Israel yang tinggal di Tepi Barat, termasuk 192.000 yang tinggal di Yerusalem Timur, di pemukiman-pemukiman Israel. Komunitas internasional menganggap pemukiman Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, ilegal menurut hukum internasional, meskipun Israel membantahnya.

Timur Dekat

Timur Dekat adalah istilah yang sering digunakan oleh arkeolog dan sejarawan untuk merujuk kepada kawasan Levant atau Syam (sekarang Palestina, Jalur Gaza, Lebanon, Suriah, Tepi Barat dan Yordania), Anatolia (sekarang Turki), Mesopotamia (Irak dan Suriah timur), dan Plato Iran (Iran). Istilah alternatif yang jarang dipakai adalah 'Asia Barat Daya'.

Walaupun merupakan bagian dari benua Afrika, Mesir termasuk dalam kawasan Timur Dekat karena ia telah menjalin hubungan kuat dengan negeri Timur Dekat sejak masa lampau.

Istilah alternatif lainnya Timur Tengah tidak dipakai oleh arkeolog dan sejarawan Timur Dekat karena maknanya tidak jelas.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.