Gajah semak afrika

Gajah semak afrika atau gajah sabana afrika (Loxodonta africana) adalah yang terbesar dari dua spesies gajah afrika. Gajah ini dan gajah hutan afrika telah diklasifikasikan sebagai spesies tunggal, dikenal sebagai gajah afrika. Beberapa otoritas masih menganggap bukti-bukti yang kini tersedia tidak cukup untuk memecah gajah afrika menajdi dua spesies yang berbeda.[3] Hewan ini juga dikenal sebagai gajah semak.

Gajah semak afrika [1]
Elephant near ndutu
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Elephantidae
Genus: Loxodonta
Nama binomial
Loxodonta africana
(Blumenbach, 1797)
Sinonim

Loxodonta africana africana

Pranala luar

Catatan kaki

  1. ^ Shoshani, J. (2005). "Order Proboscidea". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M. Mammal Species of the World (edisi ke-3rd). Johns Hopkins University Press. hlm. 91. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  2. ^ Blanc, J. (2008). "Loxodonta africana". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2010.1. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 04 April 2010.
  3. ^ IUCN African Elephant Specialist Group (AfESG): Statement on the Taxonomy of extant Loxodonta (Februari, 2006)
Daftar spesies gajah

Berikut adalah daftar spesies gajah yang meliputi semua spesies dari famili Elephantidae baik yang masih hidup atau yang sudah punah.

Subfamilia Elephantinae

Tribus Elephantini (gajah)

Genus †Primelephas

Spesies †Primelephas gomphotheroides

Spesies †Primelephas korotorensis

Subtribus Loxodontina

Genus Loxodonta

Spesies Loxodonta africana

Spesies Loxodonta africana africana (gajah semak afrika)

Subspesies †Loxodonta africana pharaonensis (gajah afrika utara)

Spesies Loxodonta cyclotis (gajah hutan afrika)

Subtribus Elephantina atau Supergenus Elephadon

Genus Elephas (Eurasian elephants)

Spesies Elephas maximus (gajah asia)

Subspesies Elephas maximus indicus (gajah india)

Subspesies Elephas maximus maximus (gajah srilanka)

Subspesies Elephas maximus sumatranus (gajah sumatra)

Subspesies Elephas maximus borneensis (gajah kalimantan)

Subspesies ? gajah vietnam dan laos (masih diteliti apakah populasi di Vietnam dan Laos merupakan subspesies kelima)

Subspesies ? †Elephas maximus rubridens (gajah tiongkok)

Subspesies †Elephas maximus asurus (gajah suriah)

Spesies †Elephas beyeri

Spesies †Elephas celebensis

Spesies †Elephas hysudricus

Spesies †Elephas iolensis

Spesies †Elephas planifrons

Spesies †Elephas platycephalus

Spesies †Elephas recki

Subgenus †Palaeoloxodon

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) antiquus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) creticus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) creutzburgi

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) chaniensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) cypriotes

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) ekorensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) falconeri

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) mnaidriensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) melitensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) namadicus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) naumanni

Genus †Mammuthus (mamut)

Spesies †Mammuthus africanavus (mamut afrika) †

Spesies †Mammuthus columbi (mamut kolumbia) (jr synonym = Mammuthus jeffersonii)

Spesies †Mammuthus exilis (mamut pigmi)

Spesies †Mammuthus imperator (mamut amerika)

Spesies †Mammuthus lamarmorae (gajah kerdil sardinia)

Spesies †Mammuthus meridionalis (mamut selatan)

Spesies †Mammuthus primigenius (mamut berbulu)

Spesies †Mammuthus subplanifrons

Spesies †Mammuthus armeniacus (jr sinonim= Mammuthus trogontherii, Mammuthus sungari))

Tribus Belodontini †

Subtribus Belodontina †

Genus Tetrabelodon †

Genus Stegotetrabelodon †

Genus Stegodibelodon †

Subfamilia Stegodontinae †

Genus Stegodon †

Spesies Stegodon aurorae †

Spesies Stegodon elephantoides †

Spesies Stegodon florensis †

Spesies Stegodon ganesha †

Spesies Stegodon insignis †

Spesies Stegodon orientalis †

Spesies Stegodon shinshuensis †

Spesies Stegodon sompoensis †

Spesies Stegodon sondaarii †

Spesies Stegodon trigonocephalus †

Spesies Stegodon zdanski †

Subfamilia Lophodontinae atau Rhynchotheriinae†

Genus Anancus †

Spesies Anancus alexeevae †

Spesies Anancus arvernensis †

Spesies Anancus kenyensis †

Genus Morrillia †

Tribus Lophodontini (Lophodonty) †

Subtribus Lophodontina †

Genus Tetralophodon †

Genus Paratetralophodon †

Genus Zygolophodon †

Tribus Cuvieroniini †

Genus Stegomastodon †

Spesies Stegomastodon arizonae †

Spesies Stegomastodon mirificus †

Spesies Stegomastodon platensis †

Spesies Stegomastodon primitivus †

Spesies Stegomastodon waringi †

Genus Cuvieronius †

Spesies Cuvieronius hyodon †

Spesies Cuvieronius priestleyi †

Spesies Cuvieronius tropicus †

Gajah

Gajah adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Secara tradisional, terdapat dua spesies yang diakui, yaitu gajah afrika (Loxodonta africana) dan gajah asia (Elephas maximus), walaupun beberapa bukti menunjukkan bahwa gajah semak afrika dan gajah hutan afrika merupakan spesies yang berbeda (L. africana dan L. cyclotis). Gajah tersebar di seluruh Afrika sub-Sahara, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Elephantidae adalah satu-satunya famili dari ordo Proboscidea yang masih ada; famili lain yang kini sudah punah termasuk mamut dan mastodon. Gajah afrika jantan merupakan hewan darat terbesar dengan tinggi hingga 4 m dan massa yang juga dapat mencapai 7.000 kg. Gajah memiliki ciri-ciri khusus, dan yang paling mencolok adalah belalai atau proboscis yang digunakan untuk banyak hal, terutama untuk bernapas, menghisap air, dan mengambil benda. Gigi serinya tumbuh menjadi taring yang dapat digunakan sebagai senjata dan alat untuk memindahkan benda atau menggali. Daun telinganya yang besar membantu mengatur suhu tubuh mereka. Gajah afrika memiliki telinga yang lebih besar dan punggung yang cekung, sementara telinga gajah asia lebih kecil dan punggungnya cembung.

Gajah merupakan hewan herbivora yang dapat ditemui di berbagai habitat, seperti sabana, hutan, gurun, dan rawa-rawa. Mereka cenderung berada di dekat air. Gajah dianggap sebagai spesies kunci karena dampaknya terhadap lingkungan. Hewan-hewan lain cenderung menjaga jarak dari gajah, dan predator-predator seperti singa, harimau. hyena, dan anjing liar biasanya hanya menyerang gajah muda. Gajah betina cenderung hidup dalam kelompok keluarga, yang terdiri dari satu betina dengan anak-anaknya atau beberapa betina yang berkerabat beserta anak-anak mereka. Kelompok ini dipimpin oleh individu gajah yang disebut matriark, yang biasanya merupakan betina tertua. Gajah memiliki struktur kelompok fisi-fusi, yaitu ketika kelompok-kelompok keluarga bertemu untuk bersosialisasi. Gajah jantan meninggalkan kelompok keluarganya ketika telah mencapai masa pubertas, dan akan tinggal sendiri atau bersama jantan lainnya. Jantan dewasa biasanya berinteraksi dengan kelompok keluarga ketika sedang mencari pasangan dan memasuki tahap peningkatan testosteron dan agresi yang disebut musth, yang membantu mereka mencapai dominasi dan keberhasilan reproduktif. Anak gajah merupakan pusat perhatian kelompok keluarga dan bergantung pada induknya selama kurang lebih tiga tahun. Gajah dapat hidup selama 70 tahun di alam bebas. Mereka berkomunikasi melalui sentuhan, penglihatan, penciuman, dan suara; gajah juga menggunakan infrasonik dan komunikasi seismik untuk jarak jauh. Kecerdasan gajah telah dibandingkan dengan kecerdasan primata dan cetacea. Mereka tampaknya memiliki kesadaran diri dan menunjukkan empati kepada gajah lain yang hampir atau sudah mati.

Gajah afrika digolongkan sebagai spesies yang rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), sementara gajah asia diklasifikasikan sebagai spesies terancam. Salah satu ancaman terbesar bagi gajah adalah perdagangan gading yang memicu perburuan liar. Ancaman lain adalah kehancuran habitat dan konflik dengan penduduk setempat. Di sisi lain, gajah digunakan sebagai hewan pekerja di Asia. Dulu mereka pernah digunakan untuk perang; kini, gajah seringkali dipertontonkan di kebun binatang dan sirkus. Gajah dapat dengan mudah dikenali dan telah digambarkan dalam seni, cerita rakyat, agama, sastra, dan budaya populer.

Gajah afrika

Gajah afrika adalah spesies hewan dari genus Loxodonta, 1 dari 2 genus yang masih hidup dalam Elephantidae. Meskipun umum dipercaya bahwa genus dinamai oleh Georges Cuvier pada tahun 1825, Cuvier mengejanya Loxodonte. Seorang penulis tak dikenal meromanisasikan ejaan itu menjadi Loxodonta dan diakui oleh ICZN.

Fosil Loxodonta hanya ditemukan di Afrika, tempat mereka berkembang biak dari pertengahan Pliosen.

Gajah afrika berukuran lebih besar dari gajah asia termasuk yang terbesar di dunia, dengan berat badan mencapai 6.000 kg

Gajah afrika utara

Gajah afrika utara (Loxodonta africana pharaoensis) kemungkianan adalah subspesies dari gajah semak afrika (Loxodonta africana), atau mungkin merupakan spesies gajah yang berbeda, yang hidup di Afrika Utara sebelum akhirnya punah pada masa Romawi kuno. Gajah ini digunakan sebagai gajah perang oleh Kartago dalam Perang Punisia melawan Republik Romawi. Meskipun subspesies ini telah banyak digambarkan, namun belum diterima secara luas oleh para taksonom. Nama lainnya dari hewan ini antara lain Gajah hutan Afrika Utara, Gajah Kartago, dan Gajah Atlas. Habitat alaminya meliputi Afrika Utara sampai ke pesisir Sudan dan Eritrea modern.

Gajah gurun

Gajah gurun bukanlah spesies gajah tertentu namun adalah gajah semak Afrika (Loxodonta africana) yang membuat rumah mereka di gurun. Saat ini, mereka hanya dapat ditemukan di Namibia dan Mali.

Gajah gurun atau Gajah padang pasir yang berada di wilayah Kunene, Namibia

adalah suatu populasi khusus yang beradaptasi hidup pada sebuah lingkungan yang sangat kering. Mereka adalah salah satu dari hanya dua populasi gajah gurun yang ada di dunia (yang lain berada di Mali, Afrika Utara) dan memiliki sejumlah fisik khusus dan tingkah laku yang berbeda. Ada beberapa spekulasi bahwa gajah gurun merupakan suatu subspesies yang terpisah. Tetapi pergerakan gajah jantan antara wilayah savana seperti Etosha dan gurun menunjukkan bahwa ada pertukaran genetik yang cukup bahwa mereka bukan suatu subspesies yang unik. Namun, gajah gurun Namibia luar biasa pada beberapa perilaku belajar mereka. Seperti migrasi jarak jauh, yang memungkinkan mereka bertahan hidup di lingkungan yang sulit ini.

Gajah hutan afrika

Gajah hutan afrika (Loxodonta cyclotis) adalah spesies gajah yang tinggal di hutan di Cekungan Kongo. Gajah ini merupakan spesies gajah terkecil, tetapi merupakan hewan darat terbesar ketiga. Gajah hutan afrika dan gajah semak afrika dianggap sebagai satu spesies hingga penelitian genetik menunjukkan bahwa perbedaan genetik mereka cukup besar.Gajah hutan afrika memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan warna yang lebih gelap bila dibandingkan dengan gajah semak afrika, dan mereka juga memiliki telinga yang lebih kecil dan bundar.

Hewan

Hewan, binatang, fauna, margasatwa, atau satwa adalah organisme eukariotik multiseluler yang membentuk kerajaan biologi Animalia. Dengan sedikit pengecualian, hewan mengkonsumsi bahan organik, menghirup oksigen, dapat bergerak, bereproduksi secara seksual, dan tumbuh dari bola sel yang berongga, blastula, selama perkembangan embrio. Lebih dari 1,5 juta spesies hewan yang masih hidup telah dideskripsikan—sekitar 1 juta adalah serangga—tetapi diperkirakan ada lebih dari 7 juta spesies hewan secara total. Hewan memiliki panjang dari 8,5 mikrometer sampai 33,6 meter dan memiliki interaksi yang rumit dengan satu sama lain dan lingkungannya, membentuk jaring-jaring makanan yang rumit. Studi tentang hewan disebut zoologi.

Sebagian besar spesies hewan yang hidup diklasifikasikan dalam Bilateria, klad yang anggotanya memiliki bangun tubuh simetris bilateral. Bilateria mencakup protostoma—di dalamnya terdapat banyak kelompok invertebrata, seperti nematoda, artropoda, dan moluska—dan deuterostoma, yang mencakup echinodermata dan chordata (termasuk vertebrata). Bentuk kehidupan yang ditafsirkan sebagai binatang purba ada dalam biota Ediakara dari Prakambrium akhir. Filum hewan modern menjadi jelas dalam catatan fosil sebagai spesies laut selama ledakan Kambrium sekitar 542 juta tahun yang lalu. 6,331 kelompok gen yang dimiliki semua hewan hidup telah diidentifikasi; ini mungkin muncul dari satu nenek moyang yang sama yang hidup 650 juta tahun yang lalu.

Aristoteles membagi hewan menjadi hewan yang memiliki darah dan hewan yang tidak. Carolus Linnaeus menciptakan klasifikasi biologi hierarkis pertama untuk hewan pada tahun 1758 dengan Systema Naturae-nya, yang dikembangkan oleh Jean-Baptiste Lamarck menjadi 14 filum pada tahun 1809. Pada akhir 1800-an, Ernst Haeckel membagi kerajaan hewan menjadi Metazoa multiseluler (sekarang merupakan sinonim dari Animalia) dan Protozoa, organisme bersel tunggal yang tidak lagi dianggap sebagai hewan. Pada zaman modern, klasifikasi hewan mengandalkan teknik-teknik canggih, seperti filogenetik molekuler, yang efektif dalam menunjukkan hubungan evolusi antara taksa binatang.

Manusia memanfaatkan banyak spesies hewan lain untuk makanan, termasuk daging, susu, dan telur; untuk material, seperti kulit dan wol; sebagai peliharaan; dan sebagai hewan pekerja untuk tenaga dan transportasi. Anjing digunakan dalam berburu, sementara banyak hewan darat dan air diburu untuk olahraga. Hewan telah muncul dalam seni sejak zaman paling awal dan menjadi bagian dari mitologi dan agama.

Sindrom belalai terkulai

Sindrom belalai terkulai (terjemahan harfiah dari bahasa Inggris, floppy trunk syndrome, disingkat FTS) adalah penyakit yang mengakibatkan kelumpuhan pada belalai gajah semak afrika. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1989 di Pulau Fothergill di Taman Nasional Matusadona, Zimbabwe, di dekat Danau Kariba. Lima kasus lainnya ditemukan di tempat yang sama sekitar satu tahun kemudian. Penyakit ini khususnya menyerang gajah jantan dewasa di beberapa kawasan di Zimbabwe. Akibat kelumpuhan belalai, gajah yang terserang penyakit ini dapat mengalami kekurangan nutrisi atau bahkan kematian jika mereka gagal beradaptasi dalam mencari makan.

Penyakit ini disebabkan oleh degenerasi saraf di belalai, dan mungkin disebabkan oleh logam berat atau racun. Keracunan timbal telah diusulkan sebagai pemicu penyakit ini. Setelah dilakukan perbandingan antara wilayah yang terserang penyakit ini dengan wilayah yang tidak, terdapat pula kemungkinan bahwa penyakit ini disebabkan oleh tiga jenis tumbuhan, yaitu Heliotropium ovalifolium, Indigofera, dan Boerhavia. Heliotropium ovalifolium merupakan tumbuhan yang beracun dan dapat mengakibatkan diare dan pendarahan pada manusia. Diduga gajah terpaksa memakan tumbuhan beracun ini akibat perubahan pola cuaca dan ekologi habitat mereka.Saat ini masih diperdebatkan apakah penyakit ini dapat disembuhkan atau tidak, dan sejauh ini masih belum ada obatnya.

Taman Nasional Aberdare

Taman Nasional Aberdare adalah taman nasional yang meliputi wilayah Pegunungan Aberdare di Kenya tengah. Taman ini terletak 100 km di sebelah utara ibu kota Kenya di Nairobi. Taman Nasional Aberdare mencakup berbagai jenis dataran dan topografi (dari gunung hingga lembah, sungai, dan air terjun) karena ketinggian di taman nasional ini bervariasi dari 2.100 m hingga 4.300 m. Di ketinggian yang lebih rendah juga terdapat moorland, hutan bambu, dan hutan hujan. Taman nasional ini didirikan pada Mei 1950 dan meliputi wilayah seluas 766 kilometer persegi.

Di taman nasional ini terdapat beragam jenis hewan, seperti macan tutul afrika, gajah semak afrika, anjing liar afrika timur, babi hutan raksasa, dan eland.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.