Gajah hutan afrika

Gajah hutan afrika (Loxodonta cyclotis) adalah spesies gajah yang tinggal di hutan di Cekungan Kongo. Gajah ini merupakan spesies gajah terkecil, tetapi merupakan hewan darat terbesar ketiga. Gajah hutan afrika dan gajah semak afrika dianggap sebagai satu spesies hingga penelitian genetik menunjukkan bahwa perbedaan genetik mereka cukup besar.[2]

Gajah hutan afrika memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan warna yang lebih gelap bila dibandingkan dengan gajah semak afrika, dan mereka juga memiliki telinga yang lebih kecil dan bundar.[3]

Gajah hutan afrika[1]
Loxodontacyclotis
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Genus: Loxodonta
Spesies: cyclotis
Loxodonta cyclotis map
Persebaran gajah hutan afrika

Catatan kaki

  1. ^ Shoshani, J. (2005). "Order Proboscidea". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M. Mammal Species of the World (edisi ke-3rd). Johns Hopkins University Press. hlm. 91. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  2. ^ Steenhuysen, Julie (December 22, 2010). "Africa has two species of elephants, not one". Reuters.
  3. ^ Spinage, C (1994). Elephants. London: T. & A. D. Poyser Ltd.

Pranala luar

Daftar spesies gajah

Berikut adalah daftar spesies gajah yang meliputi semua spesies dari famili Elephantidae baik yang masih hidup atau yang sudah punah.

Subfamilia Elephantinae

Tribus Elephantini (gajah)

Genus †Primelephas

Spesies †Primelephas gomphotheroides

Spesies †Primelephas korotorensis

Subtribus Loxodontina

Genus Loxodonta

Spesies Loxodonta africana

Spesies Loxodonta africana africana (gajah semak afrika)

Subspesies †Loxodonta africana pharaonensis (gajah afrika utara)

Spesies Loxodonta cyclotis (gajah hutan afrika)

Subtribus Elephantina atau Supergenus Elephadon

Genus Elephas (Eurasian elephants)

Spesies Elephas maximus (gajah asia)

Subspesies Elephas maximus indicus (gajah india)

Subspesies Elephas maximus maximus (gajah srilanka)

Subspesies Elephas maximus sumatranus (gajah sumatra)

Subspesies Elephas maximus borneensis (gajah kalimantan)

Subspesies ? gajah vietnam dan laos (masih diteliti apakah populasi di Vietnam dan Laos merupakan subspesies kelima)

Subspesies ? †Elephas maximus rubridens (gajah tiongkok)

Subspesies †Elephas maximus asurus (gajah suriah)

Spesies †Elephas beyeri

Spesies †Elephas celebensis

Spesies †Elephas hysudricus

Spesies †Elephas iolensis

Spesies †Elephas planifrons

Spesies †Elephas platycephalus

Spesies †Elephas recki

Subgenus †Palaeoloxodon

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) antiquus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) creticus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) creutzburgi

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) chaniensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) cypriotes

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) ekorensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) falconeri

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) mnaidriensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) melitensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) namadicus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) naumanni

Genus †Mammuthus (mamut)

Spesies †Mammuthus africanavus (mamut afrika) †

Spesies †Mammuthus columbi (mamut kolumbia) (jr synonym = Mammuthus jeffersonii)

Spesies †Mammuthus exilis (mamut pigmi)

Spesies †Mammuthus imperator (mamut amerika)

Spesies †Mammuthus lamarmorae (gajah kerdil sardinia)

Spesies †Mammuthus meridionalis (mamut selatan)

Spesies †Mammuthus primigenius (mamut berbulu)

Spesies †Mammuthus subplanifrons

Spesies †Mammuthus armeniacus (jr sinonim= Mammuthus trogontherii, Mammuthus sungari))

Tribus Belodontini †

Subtribus Belodontina †

Genus Tetrabelodon †

Genus Stegotetrabelodon †

Genus Stegodibelodon †

Subfamilia Stegodontinae †

Genus Stegodon †

Spesies Stegodon aurorae †

Spesies Stegodon elephantoides †

Spesies Stegodon florensis †

Spesies Stegodon ganesha †

Spesies Stegodon insignis †

Spesies Stegodon orientalis †

Spesies Stegodon shinshuensis †

Spesies Stegodon sompoensis †

Spesies Stegodon sondaarii †

Spesies Stegodon trigonocephalus †

Spesies Stegodon zdanski †

Subfamilia Lophodontinae atau Rhynchotheriinae†

Genus Anancus †

Spesies Anancus alexeevae †

Spesies Anancus arvernensis †

Spesies Anancus kenyensis †

Genus Morrillia †

Tribus Lophodontini (Lophodonty) †

Subtribus Lophodontina †

Genus Tetralophodon †

Genus Paratetralophodon †

Genus Zygolophodon †

Tribus Cuvieroniini †

Genus Stegomastodon †

Spesies Stegomastodon arizonae †

Spesies Stegomastodon mirificus †

Spesies Stegomastodon platensis †

Spesies Stegomastodon primitivus †

Spesies Stegomastodon waringi †

Genus Cuvieronius †

Spesies Cuvieronius hyodon †

Spesies Cuvieronius priestleyi †

Spesies Cuvieronius tropicus †

Elephantidae

Elephantidae adalah keluarga dari gajah dan mamut, yang merupakan mamalia darat yang besar dengan belalai dan gading. Kebanyakan genus dan spesies dari keluarga ini sudah punah. Hanya dua genus yang masih hidup yaitu Loxodonta (Gajah Afrika) Dan Elephas (Gajah Asia).

Keluarga ini dideskripsikan pertama kali oleh John Edward Gray tahun 1821 yang kemudian dimasukkan dalam urutan taksonomi dalam ordo Proboscidea. Elephantidae juga telah beberapa kali direvisi oleh beberapa autor untuk memasukkan atau mengeluarkan genus yang sudah punah.

Gajah

Gajah adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Secara tradisional, terdapat dua spesies yang diakui, yaitu gajah afrika (Loxodonta africana) dan gajah asia (Elephas maximus), walaupun beberapa bukti menunjukkan bahwa gajah semak afrika dan gajah hutan afrika merupakan spesies yang berbeda (L. africana dan L. cyclotis). Gajah tersebar di seluruh Afrika sub-Sahara, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Elephantidae adalah satu-satunya famili dari ordo Proboscidea yang masih ada; famili lain yang kini sudah punah termasuk mamut dan mastodon. Gajah afrika jantan merupakan hewan darat terbesar dengan tinggi hingga 4 m dan massa yang juga dapat mencapai 7.000 kg. Gajah memiliki ciri-ciri khusus, dan yang paling mencolok adalah belalai atau proboscis yang digunakan untuk banyak hal, terutama untuk bernapas, menghisap air, dan mengambil benda. Gigi serinya tumbuh menjadi taring yang dapat digunakan sebagai senjata dan alat untuk memindahkan benda atau menggali. Daun telinganya yang besar membantu mengatur suhu tubuh mereka. Gajah afrika memiliki telinga yang lebih besar dan punggung yang cekung, sementara telinga gajah asia lebih kecil dan punggungnya cembung.

Gajah merupakan hewan herbivora yang dapat ditemui di berbagai habitat, seperti sabana, hutan, gurun, dan rawa-rawa. Mereka cenderung berada di dekat air. Gajah dianggap sebagai spesies kunci karena dampaknya terhadap lingkungan. Hewan-hewan lain cenderung menjaga jarak dari gajah, dan predator-predator seperti singa, harimau. hyena, dan anjing liar biasanya hanya menyerang gajah muda. Gajah betina cenderung hidup dalam kelompok keluarga, yang terdiri dari satu betina dengan anak-anaknya atau beberapa betina yang berkerabat beserta anak-anak mereka. Kelompok ini dipimpin oleh individu gajah yang disebut matriark, yang biasanya merupakan betina tertua. Gajah memiliki struktur kelompok fisi-fusi, yaitu ketika kelompok-kelompok keluarga bertemu untuk bersosialisasi. Gajah jantan meninggalkan kelompok keluarganya ketika telah mencapai masa pubertas, dan akan tinggal sendiri atau bersama jantan lainnya. Jantan dewasa biasanya berinteraksi dengan kelompok keluarga ketika sedang mencari pasangan dan memasuki tahap peningkatan testosteron dan agresi yang disebut musth, yang membantu mereka mencapai dominasi dan keberhasilan reproduktif. Anak gajah merupakan pusat perhatian kelompok keluarga dan bergantung pada induknya selama kurang lebih tiga tahun. Gajah dapat hidup selama 70 tahun di alam bebas. Mereka berkomunikasi melalui sentuhan, penglihatan, penciuman, dan suara; gajah juga menggunakan infrasonik dan komunikasi seismik untuk jarak jauh. Kecerdasan gajah telah dibandingkan dengan kecerdasan primata dan cetacea. Mereka tampaknya memiliki kesadaran diri dan menunjukkan empati kepada gajah lain yang hampir atau sudah mati.

Gajah afrika digolongkan sebagai spesies yang rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), sementara gajah asia diklasifikasikan sebagai spesies terancam. Salah satu ancaman terbesar bagi gajah adalah perdagangan gading yang memicu perburuan liar. Ancaman lain adalah kehancuran habitat dan konflik dengan penduduk setempat. Di sisi lain, gajah digunakan sebagai hewan pekerja di Asia. Dulu mereka pernah digunakan untuk perang; kini, gajah seringkali dipertontonkan di kebun binatang dan sirkus. Gajah dapat dengan mudah dikenali dan telah digambarkan dalam seni, cerita rakyat, agama, sastra, dan budaya populer.

Gajah afrika utara

Gajah afrika utara (Loxodonta africana pharaoensis) kemungkianan adalah subspesies dari gajah semak afrika (Loxodonta africana), atau mungkin merupakan spesies gajah yang berbeda, yang hidup di Afrika Utara sebelum akhirnya punah pada masa Romawi kuno. Gajah ini digunakan sebagai gajah perang oleh Kartago dalam Perang Punisia melawan Republik Romawi. Meskipun subspesies ini telah banyak digambarkan, namun belum diterima secara luas oleh para taksonom. Nama lainnya dari hewan ini antara lain Gajah hutan Afrika Utara, Gajah Kartago, dan Gajah Atlas. Habitat alaminya meliputi Afrika Utara sampai ke pesisir Sudan dan Eritrea modern.

Gajah perang

Gajah perang adalah gajah yang dilatih dan digunakan untuk berperang dalam sejarah militer di banyak negara di dunia pada zaman dahulu. Kegunaan gajah perang adalah untuk kendaraan dalam perang serta untuk mematahkan barisan dan menginjak-injak musuh. Penggunaan gajah dalam perang pertama kali dilakukan di India, ketika gajah disediakan sebagai salah satu sayap dari empat sayap dalam militer India. Divisi gajah perang disebut "elefantri."

Penggunaan gajah perang kemudian menyebar ke Asia Tenggara dan ke barat di daerah Mediterania. Pada masa Peradaban Hellenis, gajah digunakan oleh Diadokhoi untuk menangkis serangan kavaleri. Di barat, penggunaan gajah untuk perang yang paling terkenal adalah oleh Jenderal Pirros. Gajah perang dalam jumlah besar juga digunakan oleh pasukan Kartago, terutama di bawah kepemimpinan Hannibal.

Seiring perkembangan zaman, taktik perang yang semakin modern ikut menurunkan nilai ofensif gajah. Selain itu, gajah pun semakin sulit didapat. Penggunaan gajah dalam perang di India juga berakhir ketika meriam dipergunakan, gajah pun hanya digunakan sebagai tenaga pembantu.

Dalam semua perang yang memakai gajah, umumnya gajah jantan selalu digunakan karena sifatnya yang agresif.

Gajah semak afrika

Gajah semak afrika atau gajah sabana afrika (Loxodonta africana) adalah yang terbesar dari dua spesies gajah afrika. Gajah ini dan gajah hutan afrika telah diklasifikasikan sebagai spesies tunggal, dikenal sebagai gajah afrika. Beberapa otoritas masih menganggap bukti-bukti yang kini tersedia tidak cukup untuk memecah gajah afrika menajdi dua spesies yang berbeda. Hewan ini juga dikenal sebagai gajah semak.

Spesies terancam

Spesies terancam adalah populasi makhluk hidup (spesies atau subspesies terpisahkan evolusi) yang berada dalam risiko kepunahan karena jumlahnya sedikit, maupun terancam punah akibat perubahan kondisi alam atau hewan pemangsa.

Berbagai negara di dunia memiliki undang-undang perlindungan istimewa bagi habitat atau spesies terancam, yang berisi pelarangan perburuan, pembatasan pengembangan lahan, atau penetapan daerah cagar alam dan suaka margasatwa. Jumlah spesies yang terancam sebenarnya lebih banyak dari jumlah spesies yang didaftar dan mendapat perlindungan hukum. Di alam bebas terdapat lebih banyak lagi spesies yang lebih dulu punah sebelum sempat dicatat, atau berpotensi menjadi musnah tanpa pernah berhasil mendapatkan perhatian manusia.

Laju kepunahan spesies sepanjang 150 tahun belakangan ini sangat memprihatinkan. Spesies mengalami evolusi dan punah secara alami sejak ratusan juta tahun yang lalu, tetapi laju kepunahan belakangan ini jauh lebih tinggi dari laju kepunahan rata-rata pada skala evolusi planet Bumi. Laju kepunahan saat ini adalah 10 hingga 100 kali lipat laju kepunahan alami. Bila tingkat laju kepunahan berlanjut atau terus meningkat, jumlah spesies yang menjadi punah dalam dekade berikut bisa berjumlah jutaan.. Sebagian besar orang hanya berpikir hanya spesies mamalia berukuran besar dan burung yang terancam kepunahan, tetapi sebenarnya kestabilan seluruh ekosistem menjadi terganggu dengan punahnya spesies kunci pada salah satu rantai makanan.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.