Fiksi

Fiksi adalah cerita atau latar yang berasal dari imajinasi—dengan kata lain, tidak secara ketat berdasarkan sejarah atau fakta.[1][2][3] Fiksi bisa diekspresikan dalam beragam format, termasuk tulisan, pertunjukan langsung, film, acara televisi, animasi, permainan video, dan permainan peran. Walaupun istilah fiksi ini awalnya lebih sering digunakan untuk bentuk sastra naratif,[4] termasuk novel, novella, cerita pendek, dan sandiwara. Fiksi biasanya digunakan dalam arti paling sempit untuk segala "narasi sastra".[5]

Karya fiksi merupakan hasil dari imajinasi kreatif, jadi kecocokannya dengan dunia nyata biasanya diasumsikan oleh audiensnya.[6] Kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sejalan dengan kebenaran yang berlaku di dunia nyata, misalnya kebenaran dari segi hukum, moral, agama, logika, dan sebagainya.[7] Sesuatu yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata bisa saja terjadi di dunia fiksi.[7] Dengan demikian, fiksi umumnya tidak diharapkan untuk hanya menampilkan tokoh yang merupakan orang nyata atau deskripsi yang akurat secara faktual. Alih-alih, konteks fiksi, yang tidak persis berpatokan pada dunia nyata, secara umum dipahami sebagai sesuatu yang lebih terbuka terhadap interpretasi.[8] Tokoh dan peristiwa di dalam dunia fiksi mungkin berlatar di dalam konteks mereka sendiri yang sepenuhnya terpisah dari dunia nyata: suatu semesta fiksi yang mandiri. Fiksi merupakan lawan kata untuk nonfiksi, yang tokoh-tokohnya memegang tanggung jawab untuk hanya menampilkan fakta sejarah dan faktual; akan tetapi, perbedaan antara fiksi dan nonfiksi bisa menjadi tidak jelas, misalnya dalam sastra pascamodern.[9]

Berkas:Gundala2.jpg
Gundala yang dilukis oleh Iskandar Salim pada tahun 2005. Gundala merupakan tokoh pahlawan super fiksi buatan Hasmi.

Format

Alice par John Tenniel 30
Ilustrasi dari Alice's Adventures in Wonderland karya Lewis Carroll, yang menggambarkan protagonis fiksi, Alice, yang sedang memainkan permainan kroket fantasi.

Secara tradisional, fiksi termasuk novel, cerita pendek, fabel, legenda, mitos, dongeng, epik dan puisi naratif, sandiwara (termasuk opera, teater musikal, drama, permainan boneka, dan berbagai jenis tarian teatrikal). Namun, fiksi juga dapat mencakup buku komik, dan berbagai kartun animasi, stop motion, anime, manga, film, permainan video, program radio, program televisi (komedi dan drama), dan lain sebagainya.

Jenis fiksi sastra dalam prosa termasuk:[10]

  • Cerita pendek: Karya dengan setidaknya 2,000 kata namun di atas 7,500 kata. Batasan antara cerita pendek yang panjang dengan novella tidak begitu jelas.[11]
  • Novella: Karya dengan setidaknya 17,500 kata namun di bawah 50,000 kata. Karya Joseph Conrad bertajuk Heart of Darkness (1899) merupakan contoh dari novella.[12]
  • Novel: Karya dengan 50,000 kata atau lebih.

Cerita pendek

Cerita pendek atau cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya. Cerpen sangatlah mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema bahasa, dan sudut pandang secara luas dibandingkan dengan karya fiksi yang lebih panjang.[13]

Ciri sebuah cerpen dapat dibaca sekali duduk, plot diarahkan hanya pada sebuah insiden atau peristiwa tunggal, watak tokoh tidak dikembangkan secara penuh apabila tokoh itu baik maka hanya kebaikan saja yang diceritakan sedangkan sifat lainya tidak, dimensi ruang dan waktu terbatas, cerita lebih padat, memusat, dan mendalam, mencapai keutuhan secara eksklusi (terpisah atau khusus).[14]

Novel

Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang yang tertulis dan naratif. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.[13] Kata novel berasal dari Bahasa Italia, novella yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita” dan novel memiliki cerita yang lebih kompleks dari cerpen.[7]

Ciri sebuah novel adalah tidak dibaca sekali duduk, plot diarahkan pada insiden atau peristiwa jamak, watak tokoh dikembangkan secara penuh, dimensi ruang dan waktu yang lebih meluas, cerita lebih luas dan mencapai keutuhan secara inklusi.[14]

Internet

Internet memberikan pengaruh besar terhadap pembuatan dan penyebaran fiksi, menyebabkan munculnya keraguan pada kemampuan hak cipta sebagai cara untuk memastikan bahwa royalti dibayarkan kepada pemegang hak cipta.[15] Selain itu, perpustakaan digital seperti Project Gutenberg membuat naskah-naskah domain umum menjadi lebih tersedia. Gabungan dari komputer rumahan yang tidak mahal, Internet dan kreativitas para penggunanya juga menghasilkan bentuk fiksi baru, misalnya permainan komputer interaktif atau komik yang dibuat melalui komputer. Banyak sekali forum untuk fiksi penggemar yang bisa dicari secara daring, di mana para pengikut setia dunia fiksi tertentu membuat dan menyebarkan cerita turunan. Internet juga digunakan untuk mengembangkan fiksi blog, di mana cerita ditampilkan melalui blog entah sebagai fiksi kilat atau blog serial, dan fiksi kolaboratif, di mana cerita ditulis dalam banyak bagian oleh para penulis berbeda, atau seluruh teksnya bisa direvisi oleh siapapun menggunakan suatu wiki.

Genre

Fiksi pada umumnya terbagi menjadi sejumlah genre: bagian-bagian dari fiksi, masing-masingnya dibedakan oleh gaya, teknik naratif, isi media, atau kriteria yang didefinisikan secara populer. Meskipun sebuah karya tergolong imajiner tetapi ia memiliki golongan yang disebut Fiksi Non-fiksi (Nonfiction Fiction), yakni sebuah bentuk karya fiksi yang dasar ceritanya merupakan sebuah fakta.[7] Yang termasuk kedalam Fiksi Non-fiksi adalah:

  • Fiksi sejarah (Historical fiction), adalah fiksi yang dasar penulisannya merupakan sejarah. Novel ini terikat oleh fakta-fakta sejarah, tetapi fiksi ini memberikan ruang gerak untuk fiksionalitas, misalnya dengan memberitakan pikiran dan perasaan tokoh lewat percakapan. Sebagai contoh adalah Bendera Hitam dari Kurasan dan Tentara Islam di Tanah Galia karya Darji Zaidan.
  • Fiksi ilmiah (Science fiction), adalah fiksi yang dasar penulisannya adalah fakta ilmu pengetahuan.[7] Sebagai contoh novel ini adalah 1984, karya George Orwell. Genre ini misalnya, memprediksi atau mengandaikan teknologi yang bukan realita pada saat penciptaan karya tersebut: novel Jules Verne From the Earth to the Moon diterbitkan pada tahun 1865 dan pada tahun 1969, astronot Neil Armstrong pertama kali mendarat di bulan.
  • Fiksi biografis (Biographical fiction), adalah fiksi yang dasar penulisannya adalah fiksi biografis. Karya biografis juga memberikan ruang bagi fiksionalitas, misalnya yang berupa sikap yang diberikan oleh penulis, di samping juga munculnya bentuk-bentuk dialog.[7] Sebagai contoh karya biografis adalah Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adams, Kuantar Kau ke Gerbang dan Tahta untuk Rakyat.

Beberapa karya fiksi sedikit atau sangat digambarkan ulang berdasarkan pada beberapa kisah asli yang sebenarnya, atau sebuah biografi yang direkonstruksi.[16] Seringkali, bahkan ketika cerita fiksi didasarkan pada fakta, mungkin terdapat penambahan dan pengurangan dari kisah nyata untuk membuatnya lebih menarik. Contohnya adalah The Things They Carried karya Tim O'Brien, serial cerita pendek mengenai Perang Vietnam.

Karya fiksi yang secara eksplisit melibatkan unsur-unsur supernatural, magis, atau secara ilmiah tidak mungkin sering diklasifikasikan dalam genre fantasi, termasuk novel karya Lewis Carroll Alice In Wonderland, seri Harry Potter karya J. K. Rowling, dan The Lord of the Rings karya J. R. R. Tolkien. Pencipta fantasi terkadang memperkenalkan makhluk imajiner dan tokoh-tokoh seperti naga dan peri.[3]

Realisme

Fiksi realistis biasanya melibatkan cerita yang latar dasarnya (waktu dan lokasi di dunia) adalah nyata dan kejadian-kejadiannya dapat terjadi secara layak dalam pengaturan dunia nyata; fiksi non-realistik melibatkan cerita yangterjadi pada latar sebaliknya, sering kali berlatar pada alam semesta yang sepenuhnya imajiner, sejarah alternatif dunia selain yang saat ini dipahami sebagai benar, atau lokasi atau waktu lain yang tidak nyata. Terkadang bahkan menghadirkan teknologi yang tidak mungkin atau pembangkangan terhadap hukum alam yang dipahami saat ini. Namun, semua jenis fiksi boleh jadi mengundang audiens mereka untuk mengeksplorasi ide-ide, masalah, atau kemungkinan yang nyata dalam latar imajiner.[note 1][note 2]

Kritikus sastra James Wood, berpendapat bahwa "fiksi adalah baik kecerdasan dan hal yang terlihat seakan-akan benar", yang berarti bahwa fiksi membutuhkan baik penemuan kreatif maupun tingkat kepercayaan yang dapat dipercaya,[17] sebuah gagasan yang sering dikemas dalam istilah penyair Samuel Taylor Coleridge: penangguhan ketidakpercayaan. Juga, kemungkinan-kemungkinan fiktif yang tak terbatas itu sendiri menandakan ketidakmungkinan mengetahui realitas secara penuh, secara provokatif menunjukkan bahwa tidak ada kriteria untuk mengukur konstruksi realitas.[18]

Fiksi sastra

Fiksi sastra diartikan sebagai karya fiksi yang dianggap memiliki nilai sastra, berbeda dari fiksi "genre" yang lebih komersial. Perbedaan ini bisa menjadi kontroversial di antara para kritikus dan cendekiawan.

Neal Stephenson berpendapat bahwa walaupun definisi apapun adalah sederhana, tapi pada masa kini ada perbedaan budaya umum antara fiksi sastra dan genre. Di satu pihak, para penulis sastra saat ini sering disokong oleh patron, dengan dipekerjakan di universitas atau lembaga serupa, dan dengan keberlanjutan posisinya ditentukan tidak hanya oleh penjualan buku tetapi juga oleh kritik dari penulis sastra ternama lain serta kritikus. Di pihak lain, menurutnya, penulis fiksi genre cenderung menyokong diri mereka sendiri melalui penjualan buku.[19] Akan tetapi, dalam suatu wawancara, John Updike mengeluhkan bahwa "kategori 'fiksi sastra' baru-baru ini muncul untuk menyiksa orang sepertiku yang hanya ingin menulis buku, dan jika ada yang mau membacanya, itu bagus, semakin banyak semakin meriah. ... Aku semacam penulis genre. Aku menulis fiksi sastra, yang mana seperti fiksi mata-mata atau chick lit".[20]

Perkembangan karya fiksi di Indonesia

Pertama kali sebuah karya fiksi yang masuk ke Indonesia merupakan karya novel terjemahan,masa ini dinamakan Sastra Melayu Lama sekitar tahun 1870-an.[13] Pada tahun 1920 terbitlah karya sastra berupa prosa seperti novel, cerpen, drama dan lain sebagainya. Angkatan ini dikenal dengan Angkatan Balai Pustaka, karya karya novelis Indonesia yang terkenal pada masa ini adalah Siti Nurbaya, Salah Asuhan, dan Si Cebol Merindukan Bulan.[21]

Pada masa berikutnya muncullah angkatan Pujangga Baru sebagai reaksi keras atas banyak sensor oleh Penerbit Balai Pustaka. Karya-karya yang terkenal pada masa ini adalah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Belenggu dan Di Bawah Lindungan Ka'bah.[22]

Lalu muncullah Angkatan '45, angkatan ini lebih realistik dibanding angkatan sebelumnya. Sastrawan yang terkenal pada masa ini adalah: Chairil Anwar, Idrus, dan Trisno Sumardjo.[13] Angkatan berikutnya adalah Angkatan 1950-1960.[13] Ciri karya sastra dari angkatan ini di dominasi oleh cerpen dan puisi. Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan, yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. Karya yang terkenal pada masa ini adalah Mochtar Loebis, Ramadhan K.H, dan W.S. Rendra.[13]

Dan berikutnya datanglah Angkatan 1966-1970 yang karya sastranya menganut aliran surealis, arketipe dan absurd.[23] Sastrawan terkenal pada masa ini adalah: Taufik Ismail, Umar Kayam, dan Titis Basino. Kemudian pada dekade berikutnya karya sastra lebih di dominasi oleh roman, angkatan ini dinamakan angkatan 1980-1990. Sastrawan terkenal pada zaman ini adalah Nh. Dini. dan berikutnya adalah Angkatan Reformasi. Pada masa ini banyaknya karya sastra berupa novel, cerpen dan puisi yang bertemakan sosial dan politik.[24]

Dan terakhir adalah Angkatan 2000-an. Novelis terkenal pada masa ini adalah Andrea Hirata[13]

Lihat pula

Catatan

  1. ^ Sebagaimana yang dijelaskan filsuf Stacie Friend, "dalam membaca kita mengambil karya fiksi, seperti karya non-fiksi, untuk menjadikannya seperti dunia nyata—bahkan jika mereka mengundang kita untuk membayangkan dunia menjadi berbeda dari bagaimana yang sebenarnya. [Jadi], membayangkan sebuah dunia cerita tidak berarti mengarahkan imajinasi seseorang terhadap sesuatu yang lain dari dunia nyata, melainkan merupakan aktivitas mental kita yang melibatkan pengembangan representasi kompleks dari apa yang digambarkan sebuah cerita" (Friend, S., "The Real Foundation of Fictional Worlds", Australasian Journal of Philosophy: [1]).
  2. ^ Penelitian Weisberg dan Goodstein (2009) mengungkapkan bahwa, meskipun tidak secara khusus diberitahu bahwa, katakanlah, karakter fiktif Sherlock Holmes, memiliki dua kaki, subjek mereka "secara konsisten berasumsi bahwa beberapa fakta dunia nyata diperoleh dalam fiksi, meskipun mereka sensitif terhadap jenis fakta dan realisme cerita." (Weisberg, D.S. & Goodstein, J., "What Belongs in a Fictional World?", Journal of Cognition and Culture, Vol. 9, No. 1, (Maret 2009), hlm. 69-78.)

Referensi

  1. ^ "fiction." Merriam-Webster.com. Merriam-Webster, Incorporated. 2015.
  2. ^ Sageng, Fossheim, & Larsen (eds.) (2012). The Philosophy of Computer Games. Springer Science & Business Media. hlm. 186-187.
  3. ^ a b William Harmon dan C. Hugh Holman A Handbook to Literature (7th edition). New York: Prentice Hall, 1990, hlm. 212.
  4. ^ "Definition of 'fiction'." Oxford English Dictionaries (online). Oxford University Press. 2015.
  5. ^ M. H. Abrams, A Glossary of Literary Terms (7th edition). Fort Worth, TX: Harcourt Brace, 1999, hlm. 94.
  6. ^ Farner, Geir (2014). "Chapter 2: What is Literary Fiction?". Literary Fiction: The Ways We Read Narrative Literature. Bloomsbury Publishing USA.
  7. ^ a b c d e f Nurgiyantoro, Burhan (1995). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  8. ^ Culler, Jonathan (2000). Literary Theory: A Very Short Introduction. Oxford University Press. hlm. 31. Non-fictional discourse is usually embedded in a context that tells you how to take it: an instruction manual, a newspaper report, a letter from a charity. The context of fiction, though, explicitly leaves open the question of what the fiction is really about. Reference to the world is not so much a property of literary [i.e. fictional] works as a function they are given by interpretation.
  9. ^ Iftekharuddin, Frahat (ed.). (2003). The Postmodern Short Story: Forms and Issues. Greenwood Publishing Group. p. 23.
  10. ^ Milhorn, H. Thomas. (2006). Writing Genre Fiction: A Guide to the Craft. Universal Publishers: Boca Raton. hlm. 3-4.
  11. ^ J. A. Cuddon, The Penguin Dictionary of Literary Terms (1992). London: Penguin Books, 1999, hlm. 600.
  12. ^ Heart of Darkness Novella by Conrad - Encyclopædia Britannica,
  13. ^ a b c d e f g Mihardja, Ratih (2012). Sastra Indonesia. Jakarta: Laskar Aksara. ISBN 978-602-9041-82-8.
  14. ^ a b (Inggris) Kusmarwanti, M.Pd. "Kajian Fiksi" (PDF).
  15. ^ Jones, Oliver. (2015). "Why Fan Fiction is the Future of Publishing." The Daily Beast. The Daily Beast Company LLC.
  16. ^ Whiteman, G.; Phillips, N. (13 Desember 2006). "The Role of Narrative Fiction and Semi-Fiction in Organizational Studies". ERIM Report Series Research in Management. ISSN 1566-5283. SSRN 981296alt=Dapat diakses gratis.
  17. ^ Wood, James. 2008. How Fiction Works. New York. Farrar, Straus & Giroux. hlm. xiii.
  18. ^ George W. Young: Subversive Symmetry. Exploring the Fantastic in Mark 6:45-56. Brill, Leiden 1999, hlm. 98, 106-109. ISBN 90-04-11428-9
  19. ^ Slashdot Interview from 20 October 2004 with Neal Stephenson
  20. ^ Grossman 2006.
  21. ^ Siregar, Bakri (1964). Sedjarah Sastera Indonesia. 1. Jakarta: Akademi Sastera dan Bahasa "Multatuli". OCLC 63841626.
  22. ^ "Hamka Menggebrak Tradisi". Tempo. Jakarta. 19 Mei 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Juni 2012. Diakses tanggal 4 Juni 2012.
  23. ^ Mahayana, Maman S. (2007). Ekstrinsikalitas Sastra Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada. ISBN 978-979-769-115-8.
  24. ^ Mahayana, Maman S.; Sofyan, Oyon; Dian, Achmad (1995). Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern. Jakarta: Grasindo. ISBN 978-979-553-123-4.

Bibliografi

Pranala luar

31 Februari

31 Februari yang berhubungan dengan kalender Barat modern (revisi Gregorian), adalah tanggal yang tidak nyata. Tanggal ini kadang digunakan untuk contoh tujuan, untuk membuatnya jelas tanpa melihat konteks bahwa informasi tersebut yang sedang ditunjukkan adalah tanggal tiruan dan tidak nyata. 30 Februari kadang digunakan dalam makna yang sama.

Dalam pembahasan ini, "tanggal" tersebut serupa dengan tanggal fiksi lain uang digunakan untuk tujuan serupa, seperti "John Q. Public".

Blog

Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Cerita detektif

Cerita detektif ialah cabang fiksi kriminal yang berpusat atas penyelidikan sebuah kejahatan, biasanya pembunuhan, oleh seorang detektif, baik profesional ataupun amatir. Fiksi detektif adalah bentuk terkenal dari fiksi misteri dan fiksi kriminal hardboiled.

Cerita pendek

Cerpen atau cerita pendek adalah bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa, dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.

Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, contohnya dalam cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.

Densen Uta

Densen Uta (伝染歌, Lagu Bunuh Diri) adalah sebuah film horor Jepang satir Jepang 2007 yang diproduksi oleh Perusahaan Shochiku dan disutradarai oleh Masato Harada. Beberapa pemeran pada film tersebut adalah para anggota grup vokal wanita Jepang AKB48.

Fantasi

Fantasi adalah hal yang berhubungan dengan khayalan atau dengan sesuatu yang tidak benar-benar ada dan hanya ada dalam benak atau pikiran saja. Kata lain untuk fantasi adalah imajinasi.

Fantasi bisa juga merupakan sebuah genre fiksi, yang menggunakan bentuk sihir dan supranatural sebagai salah satu elemen plot, tema dan seting dalam sebuah film. Genre fantasi secara umum dibedakan dengan genre sains fiksi yang lebih bertemakan ilmiah dan horor tentang hal yang mengerikan.

Fiksi ilmiah

Fiksi ilmiah adalah suatu bentuk fiksi spekulatif yang terutama membahas tentang pengaruh sains dan teknologi yang diimajinasikan terhadap masyarakat dan para individual. Batasan dari genre ini tidak pernah diterangkan dengan jelas, dan garis pembatas antara sub-genre-nya tidaklah tetap.

Banyak yang menyingkatkan kata fiksi ilmiah "sci-fi" (bahasa Inggris: science fiction) atau "SF".

Contoh-contoh fiksi ilmiah yang terkenal:

Frankenstein

Karya-karya penulis Prancis Jules Verne

Star Trek

Star Wars

Kiteretsu Daihyakka

Avengers: Endgame (Menjadi satu satunya film Marvel yang hingga saat ini bergenre Fiksi Ilmiah).

back to Future

Fiksi sejarah

Fiksi sejarah adalah sebuah genre kesusastraan di mana alurnya terjadi dalam sebuah setting yang berada pada masa lampau. Fiksi sejarah dapat menjadi sebuah istilah payung: meskipun umumnya digunakan sebagai sebuah sinonim untuk menyebut novel sejarah; istilah tersebut dapat ditujukan kepada karya-karya yang diaplikasikan pada karya-karya dalam format naratif lainnya, seperti karya-karya dalam seni rupa dan seni pertunjukan seperti teater, opera, perfilman dan televisi, serta permainan video danm novel grafis.

Sebuah unsur esensial dari fiksi sejarah adalah bahwa karya tersebut berlatar belakang masa lampau dan berisi adat istiadat, keadaan sosial dan penjelasan lainnya dari periode yang disebutkan. Para pengarang juga dapat memilih untuk mengeksplor figur-figur sejarah terkenal dalam setting tersebut, membolehkan para pembaca lebih memahami tentang bagaimana orang-orang tersebut hidup pada lingkungan mereka. Beberapa subgenre seperti sejarah alternatif dan fantasi sejarah memasukkan unsur-unsur spekulatif atau ahistorikal ke dalam sebuah novel.

Karya-karya fiksi sejarah terkadang dikritik karena kurangnya keotentikan karena anggapan pembaca atau genre terhadap detail periode yang akurat. Ketegangan antara keotentikan sejarah, atau historisitas, dan fiksi kemudian menjadi titik komentar dari para pembaca dan kritikus populer, sementara kritikan cendekiawan datang dari komentarnya, yang menyelidikan genre tersebut untuk pemahaman kritis dan tematik lainnya.

Fiksi sejarah, seperti halnya genre kesusastraan barat kontemporer, telah ada dalam karya-karya awal abad ke-19 buatan Sir Walter Scott dan tokoh-tokoh sezamannya dalam kesusastraan nasional lainnya seperti Honoré de Balzac dari Prancis, James Fenimore Cooper dari Amerika, dan kemudian Leo Tolstoy dari Rusia. Namun, perpaduan "sejarah" dan "fiksi" dalam karya-karya kesusastraan individual telah memiliki tradisi panjang dalam kebanyakan budaya; tradisi barat (yang paling awal adalah kesusastraan Yunani dan Romawi Kuno) maupun timur, dalam bentuk tradisi lisan dan tertulis (seperti mitologi dan cerita rakyat), menghasilkan epik, novel, drama dan karya fiksi lainnya yang mengisahkan sejarah untuk audien kontemporer.

Film fantasi

Film fantasi adalah film-film yang masuk dalam genre fantasi dengan tema-tema fantastik, yang biasanya melibatkan sihir, peristiwa-peristiwa supranatural, mitologi, cerita rakyat, atau dunia-dunia fantasi yang eksotis. Genre tersebut dianggap merupakan bentuk dari fiksi spekulatif bersama dengan film fiksi ilmiah dan film horor. Film-film fantasi sering memiliki sebuah unsur dari sihir, mitos, keajaiban, eskapisme, dan ke-luar biasa-an.

Film fiksi ilmiah

Sebuah film fiksi ilmiah atau film fiksi sains adalah ragam film yang menggunakan tema fiksi sains: spekulatif, penggambaran fenomena berbasis ilmu pengetahuan yang belum tentu diterima oleh ilmu pengetahuan saat itu, seperti bentuk kehidupan di luar bumi, dunia asing, persepsi ekstra-indrawi, dan perjalanan waktu, sering bersama dengan unsur futuristik seperti wahana, robot, cyborg, perjalanan ruang angkasa antarbintang atau teknologi lainnya. Ilmu film fiksi sering digunakan untuk fokus pada politik atau masalah sosial, dan untuk mengeksplorasi isu-isu filosofis seperti kondisi manusia. Dalam banyak kasus, kiasan yang berasal dari fiksi ilmiah tertulis dapat digunakan oleh sineas yang mengabaikan atau tidak peduli dengan standar ilmiah yang masuk akal dan logika alur cerita yang ada dalam versi tertulisnya.

Ragam ini sudah ada sejak tahun-tahun awal film bisu, ketika film A Trip to the Moon (1902) karya Georges Méliès, memukau penonton dengan efek trik fotografi. Contoh utama berikutnya dalam ragam adalah film Metropolis (1927). Dari 1930-an hingga 1950-an, ragam ini terutama terdiri dari film-B beranggaran rendah. Setelah film terkenal Stanley Kubrick 2001: A Space Odyssey (1968), ragam film fiksi sains dianggap lebih serius oleh penggemar film. Pada akhir tahun 1970, anggaran besar film fiksi sains yang penuh dengan efek khusus menjadi populer dengan khalayak setelah keberhasilan Star Wars dan membuka jalan untuk film-film blockbuster pada dekade berikutnya.

Gramedia Pustaka Utama

Gramedia Pustaka Utama adalah anak perusahaan dari Kelompok Kompas Gramedia yang bergerak di bidang penerbitan buku yang didirikan sejak 25 Maret 1974. Pada tahun 2010 Gramedia telah menggunakan komputasi awan (cloud) sejak tahun 2010 yang berakibat pemangkasan pada biaya operasional sebesar 30 persen.Buku fiksi pertama yang diterbitkan penerbit ini adalah novel Karmila, karya Marga T, yang disusul dengan buku seri anak-anak seperti Cerita dari Lima Benua, Album Cerita Ternama, dll. Terbitan buku non-fiksi pertama Gramedia adalah Hanya Satu Bumi karya Barbara Ward dan René Dubois dengan bekerja sama dengan Yayasan Obor.

Gramedia Pustaka Utama selalu menerbitkan buku-buku bermutu baik terjemahan maupun karya asli dalam negeri, diantaranya untuk jenis fiksi adalah Harry Potter karya JK Rowling, novel-novel karya Sidney Sheldon, Agatha Christie, Mary Higgins Clark, Sandra Brown, Mira W, Maria A. Sardjono, Hilman, dan masih banyak lagi. Untuk nonfiksi ada karya-karya Robert Kiyosaki, Stephen Covey, Freddy Rangkuti, Vincent Gasperz, Tung Desem Waringin, Rhenald Kasali, Adi Gunawan, dan lain-lain.

James Cameron

James Francis Cameron (lahir 16 Agustus 1954; umur 65 tahun) merupakan seorang sutradara berkebangsaan Kanada yang memenangkan nominasi Academy Award. Dia dilahirkan di Kapuskasing, Ontario. Dia mulai berkarier di dunia film sejak tahun 1978.

Karakter (seni)

Tokoh fiksi, tokoh fiktif atau karakter fiktif adalah orang, persona, identitas, atau tokoh yang berasal dari sebuah karya fiksi. Proses membuat atau mengembangkan karakter fiktif disebut penokohan.

Tokoh dianggap sebagai elemen penting dalam karya fiksi. Sebuah tokoh fiktif umumnya dibuat berdasarkan tipe karakteristik utama tertentu. Misalnya tokoh Puck dari Impian di Tengah Musim William Shakespeare dan Bugs Bunny dari Looney Tunes merupakan tokoh tipe penipu karena bertolak belakang dengan standar-standar kelakuan yang baik.

Novel

Novel adalah karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang yang berada di sekelilingnya dan menonjolkan watak (karakter) dan sifat setiap pelaku. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Penulis novel disebut novelis.

Genre novel digambarkan memiliki "sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun". Pandangan ini melihat novel berawal dari Yunani dan Romawi Klasik, abad pertengahan, awal roman modern, dan tradisi novella. Novella adalah suatu istilah dalam bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat, yang dijadikan istilah dalam bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18. Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18.

Miguel de Cervantes, penulis Don Quixote, sering disebut sebagai novelis Eropa terkemuka pertama di era modern. Bagian pertama dari Don Quixote diterbitkan tahun 1605.Roman adalah narasi prosa panjang yang terkait erat dengan novel. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roman adalah karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Walter Scott mendefinisikannya sebagai "narasi fiktif dalam bentuk prosa atau sajak. Tujuannya adalah menjadikan peristiwa di dalamnya sebagai peristiwa yang luar biasa dan jarang terjadi", sementara dalam novel "peristiwa-peristiwanya adalah rentetan peristiwa nyata yang biasa terjadi dalam kehidupan manusia dan keadaan masyarakat saat itu". Tetapi, banyak roman, termasuk roman-roman historis karya Scott, Wuthering Heights karya Emily Brontë, dan Moby-Dick karya Herman Melville, sering juga disebut novel. Roman yang disebutkan di sini berbeda dengan roman percintaan fiksi populer atau novel roman. Bahasa-bahasa Eropa lainnya tidak membedakan antara roman dan novel: "a novel is le roman, der Roman, il romanzo."

Pengarang

Pengarang adalah sebutan bagi orang yang membuat atau menciptakan karangan.. Padan kata pengarang adalah penulis, prosais, pujangga, sastrawan, kreator, pencipta, penggubah, penyusun.Mengarang berpadan kata dengan bercerita, berkisah, berkreasi, mendongeng, menggubah, mereka (membuat rekaan), menulis. Juga berpadan kata dengan menata, mencocok, menganggit, mengatur (Minangkabau), menyusun, merangkai, meronce (Jakarta).Hasil kegiatan mengarang, atau karangan, bisa berupa artikel, esai, referat, risalah (Arab), tulisan. Karangan berpadan kata dengan anggitan, buah pena, buatan, ciptaan, fiksi, gubahan karya, komposisi, kreasi, rekaan; rencana (klasik), rangkaian, susunan., Juga berpadan kata dengan cerita mengada-ada, isapan jempol, gosip, rumor.

Penghargaan Hugo

Penghargaan Hugo (bahasa Inggris: Hugo Awards) adalah sebuah set penghargaan sastra yang diberikan setiap tahun untuk karya-karya dan pengabdian-pengabdian fiksi ilmiah atau fantasi terbaik pada tahun sebelumnya. Penghargaan tersebut mengambil nama dari Hugo Gernsback, pendiri majalah fiksi ilmiah pionir Amazing Stories, dan resmi dinamai Science Fiction Achievement Awards sampai 1992.

Penulis

Penulis adalah sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaan menulis, atau menciptakan suatu karya tulis.

Menulis adalah kegiatan membuat huruf (angka) menggunakan alat tulis di suatu sarana atau media penulisan, mengungkapkan ide, pikiran, perasaan melalui kegiatan menulis, atau menciptakan suatu karangan dalam bentuk tulisan.Karya tulis bisa berupa karya tulis ilmiah: penelitian, makalah, jurnal; tulisan jurnalistik:artikel, opini, feature; sastra atau fiksi (termasuk prosa, novel, cerpen, puisi). Format tulisan penerbit berupa media cetak:buku, majalah, tabloid, koran; media on-line/internet: website, blog; media jejaring sosial: facebook, twitter, google plus dan sebagainya.

Padanan istilah penulis adalah pengarang, penggubah, prosais, pujangga, sastrawan. Berpadan kata pula dengan pencatat, carik (Jawa), dabir (arkais), juru tulis, katib (Arab), kerani, klerek (arkais), panitera, sekretaris, setia usaha. Pelukis dan penggambar kadangkala juga dimasukkan sebagai padan kata penulis.

Star Wars

Star Wars (bahasa Indonesia: Perang Bintang) adalah seri film epik, fiksi ilmiah, opera antariksa Amerika Serikat yang disutradarai oleh George Lucas. Semenjak dirilisnya serial ini, film ini telah menjadi sebuah fenomena budaya dan menghasilkan banyak produksi film, buku, permainan video, serial televisi, dan banyak produk lainnya yang dipasarkan. Pelengkap-pelengkap dua trilogi film ini menciptakan perkembangan yang berarti terhadap dunia fiksi seri ini. Waralaba ini menggambarkan sebuah galaksi yang sangat, sangat jauh pada masa yang sangat lampau, dan juga pada umumnya menggambarkan Jedi sebagai gambaran kebajikan, yang bertentangan dengan Sith, yang merupakan gambaran kejahatan. Senjata mereka, lightsaber, terkenal di budaya populer. Dunia fiksi tersebut juga memiliki beragam tema, termasuk tema-tema yang dipengaruhi oleh bidang filsafat dan agama.

Film ini terdiri dari enam film yang dibagi menjadi dua trilogi: trilogi sekuel (trilogi asli) dan trilogi prekuel (trilogi baru). Film pertama dari seri ini dirilis pada 25 Mei 1977, dengan judul Star Wars Episode IV: A New Hope, oleh 20th Century Fox, dan menjadi peristiwa penting dalam budaya popular di seluruh dunia, diikuti oleh dua sekuel, yang dirilis masing-masing dalam selang waktu tiga tahun. Enam belas tahun setelah film terakhir dari trilogi asli dirilis, film pertama dari trilogi prekuel dirilis. Tiga film prekuel juga dirilis dengan selang waktu tiga tahun, yang mana film terkahir dari trilogi prekuel dirilis pada 19 Mei 2005. Pada Oktober 2012, The Walt Disney Company membeli Lucasfilm sebesar US$4.05 miliar dan mengumumkan bahwa perusahaan ini akan memproduksi tiga film baru, yang mana film pertama, Star Wars Episode VII, direncanakan untuk dirilis pada 2015. 20th Century Fox masih memegang hak distribusi dua trologi pertama Star Wars, memegang hak permanen akan film Episode IV: A New Hope, sementara memegang hak akan Episode I-III, V dan VI sampai Mei 2020.Tanggapan akan trilogi asli seri ini pada umumnya baik, dengan tanggapan positif film terakhir trilogi ini adalah yang paling rendah, sedangkan trilogi prekuel menerima reaksi yang beragam, dengan sebagian besar tanggapan positif ditujukan untuk film terakhir trilogi prekuel ini, berdasarkan pada sejumlah situs 'review aggregator'. Keenam film di seri ini dinominasikan atau memenangkan Academy Awards. Semua film juga meraih sukses di 'box office', dengan total pendapatan 'box office' film-film Star Wars (termasuk teatrikal ''Star Wars: The Clone Wars'' mencapai US$4.48 miliar, yang menjadikannya film seri dengan pendapatan kotor terbesar keempat, di bawah seri Harry Potter, James Bond, dan The Avengers. Kesuksesan ini juga yang membuat seri-seri ini dirilis kembali di bioskop-bioskop.

Cerita tentang Star Wars ini berlokasi di luar angkasa dan menggunakan motif-motif cerita arketip yang biasa dijumpai baik dalam cerita fiksi ilmiah (science fiction) maupun mitologi klasik. Star Wars adalah sebuah contoh bagus "opera antariksa" dan merupakan sebuah sub-genre fiksi ilmiah.

Teen Choice Awards

Teen Choice Awards adalah sebuah ajang penghargaan tahunan yang mengudara di saluran Fox Network. Ajang ini diselenggarakan untuk memberikan penghargaan kepada prestasi-prestasi terbesar dalam bidang film, olahraga, pertelevisian, mode, dan lain sebagainya. Sistem pemilihannya adalah dengan cara dipilih oleh pemirsa remaja yang berusia antara 13 sampai 19 tahun. Pemenangnya menerima sebuah piala berbentuk papan selancar yang dirancang sesuai dengan tema acara pada tahun penyelenggaraan.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.