Elephantidae

Elephantidae adalah keluarga dari gajah dan mamut, yang merupakan mamalia darat yang besar dengan belalai dan gading. Kebanyakan genus dan spesies dari keluarga ini sudah punah. Hanya dua genus yang masih hidup yaitu Loxodonta (Gajah Afrika) Dan Elephas (Gajah Asia).

Keluarga ini dideskripsikan pertama kali oleh John Edward Gray tahun 1821 yang kemudian dimasukkan dalam urutan taksonomi dalam ordo Proboscidea. Elephantidae juga telah beberapa kali direvisi oleh beberapa autor untuk memasukkan atau mengeluarkan genus yang sudah punah.

Elephantidae
African Bush Elephant
Data
Taksonomi
InfrafilumGnathostomata ·
SuperkelasTetrapoda ·
KelasMammalia ·
UpakelasTheria ·
InfrakelasPlacentalia ·
OrdoProboscidea ·
FamiliaElephantidae
Gray, 1821
Tipe taksonomi Elephas
Subgrup[1]

Klasifikasi

Comparative view of the human and elephant frame, Benjamin Waterhouse Hawkins, 1860
Kerangka "Manusia dan Gajah" dari Hawkins Perbandingan rangka manisia dan binatang, 1860

Keluarga ini menyimpang dari leluhurnya Mammutidae, yang memasukkan spesies yang disebut mastodon. Para autor Mammutidae juga mempublikasikan Gomphotheriidae, lebih dekat kekerabatannya dengan Elephantidae, yang juga memasukkan spesies yang tadinya disebut sebagai Mastodon. Klasifikasi proboscideans tidak tetap dan sering kali diubah, beberapa hubungan di dalam ordo ini tetap tidak jelas, dan belum di ringkas dengan lengkap:[2]

Phylogenetic Tree of Elephants and Mammoths 2010
Pohon filogenetika yang paling akurat untuk fajah dan mamut per 2010
Elephantimorpha (Proboscidea)
Elephantida
Elephantidae (gajah dan mamut)
Primelephas
Loxodonta
Elephas
Mammuthus
Palaeoloxodon
Stegodon
Stegolophodon
Stegotetrabelodon
Stegodibelodon
Gomphotheriidae (Gomphothere)
†Mammutida
Mammutidae (mastodons)
Mammut
Zygolophodon
incertae sedis
Eritreum

Genus †Anancus, †Tetralophodon, †Stegomastodon, †Paratetralophodon dan †Cuvieronius oleh beberapa autor dimasukkan ke dalam Elephantidae, sementara oleh autor yang lain dimasukkan ke dalam Gomphotheriidae. Begitu juga Stegodon dan Stegolophodon kadang-kadang dimasukkan ke dalam Stegodontidae.

Sistematik supspesies dan spesies yang masih hidup, gajah modern telah mengalami beberapa revisi. Daftar Elephantidae yang masih ada tidak termasuk spesies yang sudah punah dari dua genus, termasuk:[3]

Elephantidae
Elephas (Asiatic)
E. maximus (Gajah Asia)
E. m. maximus (Gajah Srilangka)
E. m. borneensis (Gajah Kalimantan)
E. m. indicus (Gajah India)
E. m. sumatranus (Gajah Sumatra)
Loxodonta (African)
L. africana (Gajah padang rumput Afrika)
L. cyclotis (Gajah hutan Afrika)
Mammuthus meridionalis
Tengkorak Mammuthus meridionalis di MNHN

Klasifikasi ilmiah taksa Elephantidae mencakup catatan ekstensif spesimen fosil, selama jutaan tahun, beberapa di antaranya ada sampai akhir zaman es terakhir. Beberapa spesies musnah terbantai baru-baru ini. Penemuan spesimen baru dan Cladistics yang diusulkan telah mengakibatkan revisi sistematis keluarga Proboscideans serta semua yang terkait.

Elephantidae secara tidak formal dimasukkan dalam keluarga gajah atau paleobiological dalam konteks sebagai gajah atau mamut. nama umum gajah lebih sering mengacu pada spesies yang masih ada, gajah modern, tetapi bisa juga mengacu pada spesies yang sudah punah.

Sejarah evolusi

ElephEvol
Evolusi gajah dari Eocene kuno (bawah) sampai zaman modern (atas)

Meskipun bukti fosil masih tidak pasti, dengan membandingkan gen, para ilmuwan menemukan bukti bahwa Elephantidae dan proboscideans memiliki nenek moyang yang sama dengan Sirenia dan Hyracoidea.[4]

Dimasa lalu, keluarga Hyrax tumbuh dengan ukuran yang besar. Salah satu hipotesis mengatakan nenek moyang ketiga keluarga ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam air menggunakan belalai mereka untuk bernafas.[5][6] Gajah modern memiliki kemampuan ini dan mereka dapat berenang selama enam jam dan 50 km (31 mi).

Dimasa lalu, variasi genus dan spesies lebih luas lagi, termasuk mammoth dan stegodon.[7][8]

Referensi

  1. ^ Shoshani, J.; Ferretti, M. P.; Lister, A. M.; Agenbroad, L. D.; Saegusa, H.; Mol, D.; Takahashi, K. (2007). "Relationships within the Elephantinae using hyoid characters". Quaternary International. 169-170: 174. Bibcode:2007QuInt.169..174S. doi:10.1016/j.quaint.2007.02.003.
  2. ^ Classification of the Elephantidae Paleobiology Database Accessed: August 2009
  3. ^ Shoshani, J. (2005). "Order Proboscidea". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M. Mammal Species of the World (edisi ke-3rd). Johns Hopkins University Press. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
  4. ^ Ozawa, Tomowo (1997-04-24), "Phylogenetic Position of Mammoth and Steller's Sea Cow Within Tethytheria Demonstrated by Mitochondrial DNA Sequences", Journal of Molecular Evolution, 44 (4): 406–413, doi:10.1007/PL00006160, PMID 9089080
  5. ^ West, John B. (2001), "Snorkel breathing in the elephant explains the unique anatomy of its pleura", Respiratory Physiology, 126 (1): 1–8, doi:10.1016/S0034-5687(01)00203-1, PMID 11311306
  6. ^ West, John B.; Fu, Zhenxing; Gaeth, Ann P.; Short, Roger V. (2003-11-14), "Fetal lung development in the elephant reflects the adaptations required for snorkeling in adult life" (PDF), Respiratory Physiology & Neurobiology, 138 (2-3): 325–333, doi:10.1016/S1569-9048(03)00199-X
  7. ^ Todd, N. E. (2001). African Elephas recki: time, space and taxonomy (pdf). In: Cavarretta, G., P. Gioia, M. Mussi, and M. R. Palombo. The World of Elephants, Proceedings of the 1st International Congress. Consiglio Nazionale delle Ricerche. Rome, Italy.
  8. ^ Todd, N. E. (2005). Reanalysis of African Elephas recki: implications for time, space and taxonomy. Quaternary International 126-128:65-72.

Pranala luar

Daftar spesies gajah

Berikut adalah daftar spesies gajah yang meliputi semua spesies dari famili Elephantidae baik yang masih hidup atau yang sudah punah.

Subfamilia Elephantinae

Tribus Elephantini (gajah)

Genus †Primelephas

Spesies †Primelephas gomphotheroides

Spesies †Primelephas korotorensis

Subtribus Loxodontina

Genus Loxodonta

Spesies Loxodonta africana

Spesies Loxodonta africana africana (gajah semak afrika)

Subspesies †Loxodonta africana pharaonensis (gajah afrika utara)

Spesies Loxodonta cyclotis (gajah hutan afrika)

Subtribus Elephantina atau Supergenus Elephadon

Genus Elephas (Eurasian elephants)

Spesies Elephas maximus (gajah asia)

Subspesies Elephas maximus indicus (gajah india)

Subspesies Elephas maximus maximus (gajah srilanka)

Subspesies Elephas maximus sumatranus (gajah sumatra)

Subspesies Elephas maximus borneensis (gajah kalimantan)

Subspesies ? gajah vietnam dan laos (masih diteliti apakah populasi di Vietnam dan Laos merupakan subspesies kelima)

Subspesies ? †Elephas maximus rubridens (gajah tiongkok)

Subspesies †Elephas maximus asurus (gajah suriah)

Spesies †Elephas beyeri

Spesies †Elephas celebensis

Spesies †Elephas hysudricus

Spesies †Elephas iolensis

Spesies †Elephas planifrons

Spesies †Elephas platycephalus

Spesies †Elephas recki

Subgenus †Palaeoloxodon

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) antiquus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) creticus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) creutzburgi

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) chaniensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) cypriotes

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) ekorensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) falconeri

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) mnaidriensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) melitensis

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) namadicus

Spesies †Elephas (Palaeoloxodon) naumanni

Genus †Mammuthus (mamut)

Spesies †Mammuthus africanavus (mamut afrika) †

Spesies †Mammuthus columbi (mamut kolumbia) (jr synonym = Mammuthus jeffersonii)

Spesies †Mammuthus exilis (mamut pigmi)

Spesies †Mammuthus imperator (mamut amerika)

Spesies †Mammuthus lamarmorae (gajah kerdil sardinia)

Spesies †Mammuthus meridionalis (mamut selatan)

Spesies †Mammuthus primigenius (mamut berbulu)

Spesies †Mammuthus subplanifrons

Spesies †Mammuthus armeniacus (jr sinonim= Mammuthus trogontherii, Mammuthus sungari))

Tribus Belodontini †

Subtribus Belodontina †

Genus Tetrabelodon †

Genus Stegotetrabelodon †

Genus Stegodibelodon †

Subfamilia Stegodontinae †

Genus Stegodon †

Spesies Stegodon aurorae †

Spesies Stegodon elephantoides †

Spesies Stegodon florensis †

Spesies Stegodon ganesha †

Spesies Stegodon insignis †

Spesies Stegodon orientalis †

Spesies Stegodon shinshuensis †

Spesies Stegodon sompoensis †

Spesies Stegodon sondaarii †

Spesies Stegodon trigonocephalus †

Spesies Stegodon zdanski †

Subfamilia Lophodontinae atau Rhynchotheriinae†

Genus Anancus †

Spesies Anancus alexeevae †

Spesies Anancus arvernensis †

Spesies Anancus kenyensis †

Genus Morrillia †

Tribus Lophodontini (Lophodonty) †

Subtribus Lophodontina †

Genus Tetralophodon †

Genus Paratetralophodon †

Genus Zygolophodon †

Tribus Cuvieroniini †

Genus Stegomastodon †

Spesies Stegomastodon arizonae †

Spesies Stegomastodon mirificus †

Spesies Stegomastodon platensis †

Spesies Stegomastodon primitivus †

Spesies Stegomastodon waringi †

Genus Cuvieronius †

Spesies Cuvieronius hyodon †

Spesies Cuvieronius priestleyi †

Spesies Cuvieronius tropicus †

Elephas

Elephas adalah salah satu dari dua genera dalam famili gajah, Proboscidea. Di dalam genus ini hanya terdapat satu spesies yang belum punah, yaitu gajah asia Elephas maximus.Beberapa spesies yang telah punah telah dikategorikan ke dalam genus ini, seperti Elephas recki, Elephas antiquus, serta gajah kerdil E. falconeri dan E. cypriotes. Genus ini berhubungan erat dengan genus Mammuthus.

Gajah

Gajah adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Secara tradisional, terdapat dua spesies yang diakui, yaitu gajah afrika (Loxodonta africana) dan gajah asia (Elephas maximus), walaupun beberapa bukti menunjukkan bahwa gajah semak afrika dan gajah hutan afrika merupakan spesies yang berbeda (L. africana dan L. cyclotis). Gajah tersebar di seluruh Afrika sub-Sahara, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Elephantidae adalah satu-satunya famili dari ordo Proboscidea yang masih ada; famili lain yang kini sudah punah termasuk mamut dan mastodon. Gajah afrika jantan merupakan hewan darat terbesar dengan tinggi hingga 4 m dan massa yang juga dapat mencapai 7.000 kg. Gajah memiliki ciri-ciri khusus, dan yang paling mencolok adalah belalai atau proboscis yang digunakan untuk banyak hal, terutama untuk bernapas, menghisap air, dan mengambil benda. Gigi serinya tumbuh menjadi taring yang dapat digunakan sebagai senjata dan alat untuk memindahkan benda atau menggali. Daun telinganya yang besar membantu mengatur suhu tubuh mereka. Gajah afrika memiliki telinga yang lebih besar dan punggung yang cekung, sementara telinga gajah asia lebih kecil dan punggungnya cembung.

Gajah merupakan hewan herbivora yang dapat ditemui di berbagai habitat, seperti sabana, hutan, gurun, dan rawa-rawa. Mereka cenderung berada di dekat air. Gajah dianggap sebagai spesies kunci karena dampaknya terhadap lingkungan. Hewan-hewan lain cenderung menjaga jarak dari gajah, dan predator-predator seperti singa, harimau. hyena, dan anjing liar biasanya hanya menyerang gajah muda. Gajah betina cenderung hidup dalam kelompok keluarga, yang terdiri dari satu betina dengan anak-anaknya atau beberapa betina yang berkerabat beserta anak-anak mereka. Kelompok ini dipimpin oleh individu gajah yang disebut matriark, yang biasanya merupakan betina tertua. Gajah memiliki struktur kelompok fisi-fusi, yaitu ketika kelompok-kelompok keluarga bertemu untuk bersosialisasi. Gajah jantan meninggalkan kelompok keluarganya ketika telah mencapai masa pubertas, dan akan tinggal sendiri atau bersama jantan lainnya. Jantan dewasa biasanya berinteraksi dengan kelompok keluarga ketika sedang mencari pasangan dan memasuki tahap peningkatan testosteron dan agresi yang disebut musth, yang membantu mereka mencapai dominasi dan keberhasilan reproduktif. Anak gajah merupakan pusat perhatian kelompok keluarga dan bergantung pada induknya selama kurang lebih tiga tahun. Gajah dapat hidup selama 70 tahun di alam bebas. Mereka berkomunikasi melalui sentuhan, penglihatan, penciuman, dan suara; gajah juga menggunakan infrasonik dan komunikasi seismik untuk jarak jauh. Kecerdasan gajah telah dibandingkan dengan kecerdasan primata dan cetacea. Mereka tampaknya memiliki kesadaran diri dan menunjukkan empati kepada gajah lain yang hampir atau sudah mati.

Gajah afrika digolongkan sebagai spesies yang rentan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), sementara gajah asia diklasifikasikan sebagai spesies terancam. Salah satu ancaman terbesar bagi gajah adalah perdagangan gading yang memicu perburuan liar. Ancaman lain adalah kehancuran habitat dan konflik dengan penduduk setempat. Di sisi lain, gajah digunakan sebagai hewan pekerja di Asia. Dulu mereka pernah digunakan untuk perang; kini, gajah seringkali dipertontonkan di kebun binatang dan sirkus. Gajah dapat dengan mudah dikenali dan telah digambarkan dalam seni, cerita rakyat, agama, sastra, dan budaya populer.

Gajah afrika

Gajah afrika adalah spesies hewan dari genus Loxodonta, 1 dari 2 genus yang masih hidup dalam Elephantidae. Meskipun umum dipercaya bahwa genus dinamai oleh Georges Cuvier pada tahun 1825, Cuvier mengejanya Loxodonte. Seorang penulis tak dikenal meromanisasikan ejaan itu menjadi Loxodonta dan diakui oleh ICZN.

Fosil Loxodonta hanya ditemukan di Afrika, tempat mereka berkembang biak dari pertengahan Pliosen.

Gajah afrika berukuran lebih besar dari gajah asia termasuk yang terbesar di dunia, dengan berat badan mencapai 6.000 kg

Gajah afrika utara

Gajah afrika utara (Loxodonta africana pharaoensis) kemungkianan adalah subspesies dari gajah semak afrika (Loxodonta africana), atau mungkin merupakan spesies gajah yang berbeda, yang hidup di Afrika Utara sebelum akhirnya punah pada masa Romawi kuno. Gajah ini digunakan sebagai gajah perang oleh Kartago dalam Perang Punisia melawan Republik Romawi. Meskipun subspesies ini telah banyak digambarkan, namun belum diterima secara luas oleh para taksonom. Nama lainnya dari hewan ini antara lain Gajah hutan Afrika Utara, Gajah Kartago, dan Gajah Atlas. Habitat alaminya meliputi Afrika Utara sampai ke pesisir Sudan dan Eritrea modern.

Gajah asia

Gajah asia (Elephas maximus), kadang dikenal dengan nama salah satu subspesiesnya, gajah india, adalah satu dari tiga spesies gajah yang masih hidup, dan merupakan satu-satunya spesies gajah dari genus Elephas yang masih hidup. Hewan ini adalah hewan darat terbesat di Asia. Gajah Asia adalah spesies terancam karena habitat yang terus berkurang dan perburuan liar, populasi gajah di alam liar tersisa antara 41,410 sampai 52,345. Gajah asia cenderung berumur panjang, dengan usia tertua yang diketahui mencapai 86 tahun.

Hewan ini banyak didomestikasi. dan telah digunakan dalam kehutanan di Asia Selatan dan Tenggara selama berabad-abad dan digunakan juga untuk tujuan seremonial. Sumber-sumber sejarah mengindikasikan bahwa hewan ini kadang digunakan selama musim panen dalam kegiatan penggilingan. Gajah liar dapat dimanfaakatn untuk menarik wisatawan, namun hewan ini juga merusak panen, dan dapat memasuki perkampungan untuk merusak perkebunan.

Gajah india

Gajah india adalah salah satu subspesies gajah asia. Gajah ini dapat ditemui di India, Nepal, Bangladesh, Bhutan, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, Laos, Tiongkok, Kamboja dan Vietnam.

Bukti arkeologi menunjukkan bahawa gajah India telah dijinakkan di lembah sungai Indus sekitar 4.000 tahun dahulu. Menjinakkan tidak serupa dengan domestikasi. Gajah sulit didomestikasi akibat perangai bengisnya, makanannya yang mahal dan pertumbuhan yang terlalu lama (15 tahun untuk menjadi dewasa). Gajah india dijinakkan untuk pertanian. Pengunaan gajah perang dalam militer bermula sekitar 1100 SM dan disebut dalam beberapa kitab suci berbahasa Sansekerta.

Semenjak tahun 1986, Elephas maximus tergolong sebagai spesies yang terancam punah dan populasinya telah berkurang sebanyak 50% dalam tiga generasi. Gajah asia terancam oleh kehancuran, degradasi dan fragmentasi habitat.

Gajah kalimantan

Gajah kalimantan (Elephas maximus borneensis) adalah subspesies dari gajah asia dan dapat ditemukan di Kalimantan Utara dan Sabah. Asal usul gajah kalimantan masih merupakan kontroversi. Terdapat hipotesis bahwa mereka dibawa ke pulau Kalimantan. Pada tahun 2003, penelitian DNA mitokondria menemukan bahwa leluhurnya terpisah dari populasi daratan selama pleistosen, ketika jembatan darat yang menghubungkan Kalimantan dengan kepulauan Sunda menghilang 18.000 tahun yang lalu. Spesies ini kini berstatus kritis akibat hilangnya sumber makanan, perusakan rute migrasi dan hilangnya habitat mereka. Dilaporkan pada tahun 2007 hanya terdapat sekitar 1.000 gajah.

Gajah kerdil sulawesi

Gajah kerdil sulawesi (Elephas celebensis, atau Stegoloxodon celebensis) adalah suatu spesies gajah yang telah punah yang berasal dari Sulawesi, Indonesia.

Gajah semak afrika

Gajah semak afrika atau gajah sabana afrika (Loxodonta africana) adalah yang terbesar dari dua spesies gajah afrika. Gajah ini dan gajah hutan afrika telah diklasifikasikan sebagai spesies tunggal, dikenal sebagai gajah afrika. Beberapa otoritas masih menganggap bukti-bukti yang kini tersedia tidak cukup untuk memecah gajah afrika menajdi dua spesies yang berbeda. Hewan ini juga dikenal sebagai gajah semak.

Gajah sumatra

Gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) adalah subspesies dari gajah asia yang hanya berhabitat di Pulau Sumatra. Gajah sumatra berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah india. Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Sekitar 2000 sampai 2700 ekor gajah sumatra yang tersisa di alam liar berdasarkan survei pada tahun 2000. Sebanyak 65% populasi gajah sumatra lenyap akibat dibunuh manusia, dan 30% kemungkinan dibunuh dengan cara diracuni oleh manusia. Sekitar 83% habitat gajah sumatra telah menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif.

Gajah sumatra merupakan mamalia terbesar di Indonesia, beratnya mencapai 6 ton dan tumbuh setinggi 3,5 meter pada bahu. Periode kehamilan untuk bayi gajah sumatra adalah 22 bulan dengan umur rata-rata sampai 70 tahun. Herbivora raksasa ini sangat cerdas dan memiliki otak yang lebih besar dibandingkan dengan mamalia darat lain. Telinga yang cukup besar membantu gajah mendengar dengan baik dan membantu mengurangi panas tubuh. Belalainya digunakan untuk mendapatkan makanan dan air dengan cara memegang atau menggenggam bagian ujungnya yang digunakan seperti jari untuk meraup.

Gajah suriah

Gajah suriah (Elephas maximus asurus) adalah nama yang diusulkan bagi populasi Gajah Asia (Elephas maximus) di bagian paling barat, yang punah pada masa kuno. Kerangka dari Elephas maximus asurus ditemukan di Timur Tengah (Turki), (Irak) dan (Suriah) dari periode antara 3 juta SM sampai 100 SM. Perajn Suriah kuno mempergunakan gading gajah suriah untuk membuat ukiran gading. Di Suriah, pembuatan produk dari gading mencapai puncaknya pada milenium pertama SM, ketika Orang Aram membuat tatahan gading yang sangat indah untuk meubel. Akibatnya gajah Suriah pun banyak diburu untuk diambil gadingnya sampai akhirnya spesies ini punah pada 100 SM.

Mamut

Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang ada di dunia saat ini. Gadingnya melingkar membentuk kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam masa Pleistosen sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal dari bahasa Rusia (мамонт).

Ada kesalahpahaman bahwa mamut lebih besar dari gajah. Spesies terbesar mamut yang diketahui, Mammoth Sungai Songhua, memiliki tinggi sekurangnya 5 meter pada pundaknya. Mamut umumnya memiliki berat 6-8 ton, tetapi mamut jantan yang besar beratnya dapat mencapai 12 ton. Gading mamut sepanjang 3,3 meter ditemukan di utara Lincoln, Illinois tahun 2005. Sebagian besar spesies mamut memiliki ukuran sebesar Gajah Asia modern.

Mastodon

Mastadon atau mastodont (bahasa Yunani: μαστός, "puting" dan οδούς, "gigi") adalah spesies mamalia bergading besar dari genus Mammut yang ditemukan di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Tengah. Mastodon Amerika adalah spesies yang terkini dan paling terkenal dari kelompok ini. Yang membingungkan, beberapa genera proboscid yang tergolong familia gomphothere memiliki nama yang agak mirip (contohnya Stegomastodon) namun mereka sebenarnya lebih berkerabat dekat dengan gajah dibanding para mastodon.

Genus ini diangkat sebagai nama yang tergolong familia Mammutidae, termasuk dalam ordo Proboscidea. Fisik mereka tidak jauh berbeda dengan famili Elephantidae, termasuk mamut; tetapi, mastodon memakan dedaunan dan dahan pohon sedangkan mamut adalah pemakan rumput.

Primelephas

Primelephas adalah genus dari familia Elephantidae yang hidup dari masa Miosen hingga Pliosen. Genus ini diduga merupakan nenek moyang bersama mammoth dengan genera Loxodonta (gajah afrika) dan Elephas (gajah asia) yang berhubungan erat,mereka diperkirakan terpisah sekitar empat hingga enam juta tahun yang lalu. Tidak seperti gajah, spesies dalam genus ini memiliki empat taring. Spesies tipe Primelephas, yaitu Primelephas gomphotheroides, dideskripsikan oleh Vincent Maglio pada tahun 1970. Primelephas korotorensis adalah satu-satunya spesies lain yang telah dimasukkan ke dalam genus ini.

Proboscidea

Proboscidea (dari bahasa Latin proboscis) merupakan ordo taksonomi yang terdiri dari satu famili yang masih hidup Elephantidae dan beberapa famili yang sudah punah. Ordo ini pertama kali di deskripsikan oleh J. Illiger tahun 1811, meliputi mamalia bergading.Proboscidean pertama yang diketahun adalah Eritherium, selanjutnya Phosphatherium, binatang yang kecil seukuran rubah.

Proboscideans terdiversifikasi selama Oligosen dan awal Eosen. Beberapa keluarga primitif dari zaman tersebut telah dijelaskan, termasuk Numidotheriidae, Moeritheriidae, dan Barytheriidae di Afrika, dan Anthracobunidae dari anak benua India.

Stegodon sompoensis

Stegodon sompoensis atau gajah kerdil adalah spesies hewan yang tergolong dalam genus Stegodon dan ordo Proboscidea. Spesies ini hidup pada masa Pleistosen di pulau Sulawesi, Indonesia. Tinggi mereka kurang lebih satu setengah meter, jauh lebih kecil daripada gajah biasa. Akibat ketiadaan predator alami di Sulawesi, stegodon ini mengecil seiring berjalannya waktu. Stegodon sompoensis bukan satu-satunya hewan yang berevolusi menjadi lebih kecil: hal tersebut juga terjadi pada Homo floresiensis yang jauh lebih kecil daripada manusia.

Stegodontidae

Stegodontidae adalah famili proboscidea yang sudah punah dan hidup dari masa Miosen hingga Pleistosen dan endemik di Afrika dan Asia. Hewan ini kemungkinan hidup antara 20,43 hingga 3,6 tahun yang lalu. Walaupun umumnya dianggap sebagai famili, stegodontidae seringkali dianggap sebagai subfamili dari Elephantidae.

Tethytheria

Tethytheria adalah klad mamalia yang meliputi ordo Sirenia, Proboscidea dan ordo Desmostylia dan Embrithopoda yang sudah punah (namun, Desmostylia dimasukkan ke dalam ordo Perissodactyla berdasarkan analisis kladistik pada tahun 2014.).

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.