Edom

Edom merupakan nama tempat yang sebelumnya dikenal dengan nama Seir.[1] Tanah dan penghuni dari Edom ini ditemukan di dataran bagian selatan dan tenggara dari Laut Mati.[2] Edom juga bertetangga dengan Israel di timur dan selatan.[3] Di dalam Alkitab nama 'Edom' memiliki tiga makna.[1] Makna yang pertama (Kejadian 25:30; 36:1, 8, dan 19) yaitu nama lain dari Esau sebagai peringatan bahwa ia menukar hak kesulungannya dengan sup merah.[1] Makna yang kedua (kitab Bilangan 20:18, 20, 21; kitab Amos 1:6, 11; 9:12; kitab Maleakhi 1:4) yaitu Edom sebagai suatu kelompok bangsa.[1] Makna yang ketiga (kitab Kejadian 32:3; 36:20, 21, 30; kitab Bilangan 24:18) yaitu tanah yang diduduki oleh keturunan Esau, yang sebelumnya dikenal dengan nama Seir.[1] Kata Edom sendiri berarti 'merah'.[4] Kata ini menunjuk pada sup yang diberikan sebagai ganti hak kesulungannya.[2] Selain itu, kata ini juga berkaitan dengan kelahiran Esau yang terdapat dalam kitab Kejadian 25:25.[4] Selain itu, kata "merah" ini juga muncul karena warna kemerah-merahan yang ada pada tanah Edom yang di dalam Akitab disebutkan terdiri dari batu yang berwarna merah.[5] Dalam zaman Romawi atau Perjanjian Baru, wilayah Edom dikenal dengan nama Idumea.

Edom
Peta kerajaan Edom (warna merah) pada puncak kejayaannya, ~600 SM. Wilayah yang berwarna merah tua adalah perkiraan batas wilayah Idumaea (zaman Romawi).

Letak Geografis

Kingdoms of Israel and Judah map 830-id.svg&filetimestamp=20180926221650&
Wilayah kerajaan-kerajaan sekitar tahun 830 SM. Wilayah Edom terletak di sebelah selatan Kerajaan Yehuda

Wilayah Edom mempunyai panjang kurang lebih 160 Km.[1] Daerah ini terbentang mulai dari Wadi Zered sampai ke Teluk Aqaba.[1] Edom mempunyai empat batas wilayah.[2][4] Batas utara adalah Wadi Zered dan teluk Akaba, batas timur adalah Wadi Araba, batas selatan adalah Wadi el-Hesea(yang juga batas dari Moab), dan batas barat adalah padang gurun Araba.[2][4] Ia meluas sampai ke sisi Araba, suatu daerah seperti lembah yang menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mati.[1] Daerah Edom merupakan daerah yang berbukit-bukit dengan tinggi 1607 m.[1] Dataran tinggi pada Edom mencapai 5000 m, bahkan bisa mencapai 5600 m.[2] Tanah yang terdapat di daerah Edom bukanlah tanah yang subur.[1] Namun, ada beberapa tanah di daerah timurlaut yang baik untuk ditanami. Salah satu hasil pertaniannya adalah anggur (kitab Bilangan 20:17, 19).[1] Di tanah ini juga hewan ternak dapat merumput.[2]. Tanah Edom sendiri terbagi atas tiga bagian.[3]

Hutan Edom

Jarak hutan Edom ada 70 mil dari utara ke selatan serta kurang lebih 50 mil dari timur ke barat.[3] Batas utara dari hutan ini adalah Wadi el-Hesea yang memisahkan Edom dari Moab.[3] Batas timur dari hutan ini adalah padang gurun yang berada beberapa mil dari barat.[3] Batas selatan dari hutan ini adalah sebuah lereng yang terjal yang bernama Neqb esh-Shtar.[3] Batas barat dari hutan ini adalah beberapa bukit.[3] Hutan ini disebut sebagai daerah merah karena terdiri dari tanah merah dan juga batu yang berwarna merah.[3] Daerah ini juga masih merupakan bagian dari Edom.[3] Hutan Edom ini juga ditandai dengan beberapa deretan hutan, terutama hutan yang ada pada perbatasan utara.[3] Daerah ini juga menjadi batas bagi dataran tinggi dan cukup dekat untuk memberi sinyal apabila ada serangan ke Edom.[3]

Daerah-daerah kecil Edom

Daerah kecil ini terletak dari Arabah sampai daerah selatan Neqb esh-Shtar sejauh teluk Akaba.[3] Daerah ini berada dekat dengan hutan Edom dan berada di bawah kekuasaan Edom.[3] Daerah ini biasa digunakan sebagai jalur perdagangan untuk pertukarang barang seperti besi dan sebagainya.[3] Hal inilah yang menyebabkan daerah ini menjadi penting.[3] Bangsa Edom juga menggunakan daerah ini untuk berdagang besi dan tembaga untuk menambah kekayaan mereka.[3]

Pedalaman Edom

Daerah ini berada dalam wilayah Edom tetapi tidak dikuasai oleh Edom seluruhnya.[3] Daerah ini biasa ditempati oleh suku-suku yang hidup berpindah-pindah.[3] suku-suku ini adalah suku Amalek dan suku Kenas.[3] Dalam kitab Bilangan 20:16 diceritakan bahwa Musa sebagai pemimpin Israel meminta izin untuk dapat melewati daerah ini.[3] Israel tidak menemukan kesulitan ketika melewati pedalaman Edom dan daerah-daerah kecil di Edom.[3]

Data Arkeologis

Data arkeologis mengenai Edom sangat sedikit atau bisa dikatakan jarang.[2] Data-data arkeologis mengenai Edom menunjukkan bahwa penduduk Edom baru muncul di akhir zaman perunggu yaitu sekitar 1300 SM.[2] Ketika awal zaman besi baru ditemukan adanya sebuah kota.[2] Sebuah materai dari Tell el-Kheleifeh memperlihatkan bahwa naskah yang digunakan oleh orang Edom tidak sama dengan naskah yang dipakai orang Ibrani maupun orang Moab.[2] Beberapa artefak yang ditemukan dari hasil penelitian arkeologis adalah puisi, alat-alat, dan beberapa ornamen yang mungkin dipakai untuk peribadahan.[2]

Masyarakat Edom

Di dalam Kitab Nabi-nabi diceritakan mengenai hubungan yang erat antara penduduk Edom dengan Israel, hal ini dikarenakan leluhur Edom merupakan Esau (Saudara kembar Yakub yang disebut Israel). Sejak kecil Esau sudah sering disakiti oleh Yakub seperti dicuri hak kesulungan kemudian dicuri pula hak berkatnya dari Ishak, tetapi demikian Esau pun akhirnya tetap mengampuni Yakub (Kejadian 33), bahkan diayat 4 tertulis bahwa Esau berlari menghampiri, memeluk, mencium dan mereka bertangis-tangisan. Dalam dunia Psikologi ini merupakan sebuah rekonsiliasi keluarga yang baik. Semenjak pulihnya hubungan antara kedua saudara kembar ini, hubungan keduanya pun menjadi baik. bahkan Esau tidak segan memberi bantuan kepada Yakub (Kejadian 3:15), hal ini yang kemudian secara turun temurun menjadi budaya saling tolong menolong antara keturunan kedua saudara ini.[3] Kemungkinan besar masyarakat Edom berasal dari Aram.[3] Mereka melakukan perkawinan campur dengan orang Kanaan (Kejadian 26:34), Orang-orang Ismael (Kejadian 28:9), dan suku-suku asli Hori dari Seir (Kejadian 36:20).[3] Masyarakat Edom merupakan masyarakat yang bergerak dalam bidang pertanian.[3] Mereka memperkaya diri dengan perdagangan besi dan tembaga.[3] Hal ini dikarenakan pada masa itu besi dan tembaga sangat diperlukan.[3] Perdagangan tersebut biasa mereka lakukan dengan bangsa Babilonia, Siria, Arab, dan Mesir.[3] Masyarakat Edom memakai bahasa Ibrani sebagai bahasa sehari-sehari.[3] mereka juga menganut paham politeis dan dewa-dewa mereka terdapat dalam nama raja-raja mereka.[3] Sistem pemerintahan mereka adalah monarki.[3] Sistem ini juga telah dipraktikkan jauh sebelum Israel melakukannya.[3] Pengangkatan raja dilakukan dengan cara pemilihan oleh orang-orang tertentu seperti imam.[3]

Sejarah

Menurut data arkeologis, Edom telah berpenghuni jauh sebelum zaman Esau.[1] Kemudian, Esau bermigrasi ke Edom dan menjadi kelompok yang dominan dengan cara bergabung dengan beberapa kelompok, salah satunya adalah suku Hori.[1] Pada tahun 1850 SM, Edom mengalami kemunduruan budaya karena pada saat itu tanah Edom diduduki oleh bangsa-bangsa pengembara seperti bangsa Filistin.[1] Berdasarkan keterangan Alkitab, bangsa Edom merupakan bangsa yang sangat sering berperang dengan Israel.[1] Dalam masa pemerintahan raja Saul, ia juga berperang melawan bangsa Edom walaupun di antara hamba-hambanya terdapat orang Edom (kitab 1 Samuel 14:47; 21:7; 22:19, 18).[1] Pada masa pemerintahan raja Daud, hal yang sama pun terjadi.[1] Ia menaklukkan Edom dan menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di seluruh negeri itu (kitab 2 Samuel 8:13-14).[1] Pada masa pemerintahan ini juga banyak orang Edom yang meninggal.[1] Yoab yang merupakan panglima Daud turut membantai orang-orang Edom ketika ia tinggal di Edom selama beberapa bulan (kitab 1 Raja-raja 11:15-16).[1] Namun, tidak semua orang Edom pada saat itu meninggal karena ada yang melarikan diri yaitu Hadad yang kemudian menyebabkan kesulitan-kesulitan pada masa pemerintahan Salomo (kitab 1 Raja-raja 11:14-22).[1] Pada masa kerajaan Yosafat, orang Edom bersekutu dengan kerajaan Moab dan Amon untuk berperang melawan Yehuda (kitab 2 Tawarikh 20:1).[1] Namun, pasukan sekutu ternyata justru saling membunuh.[1] Pada waktu itu, seorang raja Edom (ia mengakui keunggulan Yehuda) memutuskan untuk bergabung dengan Yehuda untuk berperang melawan Mesa, raja Moab (kitab 2 Raja-raja 3:4-27).[1] Pada masa pemerintahan raja Yoram, Edom kembali memberontak tetapi bisa ditaklukkan (kitab 2 Raja-raja 8:20-22;kitab 2 Tawarikh 21:8-10).[1] Setelah masa itu, Amazia menyerbu Edom dan membunuh 10.000 orang Edom (kitab 2 Raja-raja 14:7). Setelah itu, dalam pemerintahan Ahas ketika Yehuda diserang oleh Pekah dan Rezin, orang Edom masuk ke Yehuda dan membawa para tawanan (2 Tawarikh 28:17.[1] Setelah itu, Edom tidak pernah lagi ditaklukkan oleh Yehuda.[1] Ketika Yehuda jatuh, para nabi mulai menubuatkan kejatuhan Edom sebab Edom bersukacita atas kejatuhan Yehuda.[1] Edom sendiri jatuh dalam kekuasaan Arab selama abad ke-5 SM dan pada abad ke-3 SM diserbu oleh orang Nabatea.[1]

Pada masa Asyur

Pemberontakan Siria dan sekutu melawan Asyur berakhir pada saat Tiglath-Pileser III menaklukkan mereka pada tahun 732 SM.[5] Setelah pemberontakan itu Edom jatuh ke dalam perbudakan di bawah Asyur.[5] Namun tidak berarti bahwa perbudakan di Asyur membawa dampak yang buruk bagi perkembangan Edom.[5] Bukti arkeologis menunjukkan bahwa beberapa kota yang menjadi sumber kemakmuran bagi Edom dibangun pada zaman bangsa Asyur berkuasa.[5] Kota-kota tersebut adalah Tawilan, Bozrah, dan Umm el-Biyarah.[5] Pada masa bangsa Asyur berkuasa, Edom juga menguasai daerah selatan Yehuda.[5] Pada tahun 735 Sebelum Masehi, Edom menjarah daerah yang bernama Elat.[5] Dalam Perjanjian Lama, daerah Edom disebutkan mulai dari selatan Yehuda sampai daerah barat Wadi Arabah.[5]

Pada masa Babilonia

Setelah bangsa Asyur mulai berkurang kekuasaannya, Edom mendapat keringanan untuk bebas dari pajak serta pemerintahan Asyur.[5] Pada masa itu yang berkuasa adalah Nebukadnezar.[5] Ia memegang kuasa atas wilayah barat setelah tahun 605 SM.[5] Pada masa itu juga terjadi perbudakan dan salah satu bangsa yang termasuk dalam perbudakan adalah Yehuda.[5] Dalam masa kejayaan Babilonia, beberapa kali terjadi pemberontakan yang diakukan oleh bangsa Yehuda, Moab, Amon, Tirus, dan Sidon.[5] Di bawah pemerintahan Babilonia, Edom juga beberapa kali dituduh mengambil kesempatan untuk merampas dan merampok Yehuda.[5] Hal inilah yang menjadi pembahasan dari beberapa kitab nabi-nabi kecil, salah satunya adalah Kitab Obaja.[5] Dua hal yang menjadi keluhan dalam kitab-kitab tersebut adalah Edom telah menyerobot tanah Israel dan juga melakukan kesalahan yaitu kekerasan terhadap umat Israel.[5] Pada sisi lain, Edom juga memberikan tempat perlindungan kepada orang Yahudi untuk melarikan diri dari kekuatan Babilonia.[5] Namun, tidak ada bukti kuat bahwa Edom membantu bangsa Babilonia secara militer pada tahun 587 SM.[5] Edom tidak menyerang Babilonia.[5] Sejarawan Yahudi-Romawi yang bernama Yosefus menyebutkan bahwa Nebukadnezar menaklukkan Moab dan Amon, lima tahun setelah kejatuhan Yerusalem.[5] Namun, Yosefus tidak menyebutkan bahwa Edom juga diserang dalam peristiwa tersebut.[5] Akhir dari kerajaan Edom adalah hasil dari suatu operasi militer yang dilakukan oleh Nabonidus pada tahun 552 SM.[5]

Pada masa Persia

Sejarah mengenai Edom dan penduduk Edom pada masa Persia kurang diketahui dengan pasti.[5] Kebanyakan dari penduduk Edom pada saat itu melanjutkan tradisi yang berkaitan dengan cara hidup mereka.[5] Beberapa dari mereka hidup di gua dan di kemah.[5] Mereka juga memanfaatkan tanah mereka dengan memelihara ternak.[5]

Pada masa Romawi

Penduduk Edom dikenal dengan nama Idume selama masa Hellenistik atau periode Romawi.[4] Salah satu keturunan Edom yang terkenal pada masa itu adalah Herodes Agung.[4] Cukup sulit untuk menelusuri mengenai Edom atau keturunan Edom setelah masa Roma.[4] Hal ini dikarenakan kehancuran Yerusalem pada tahun 70 Sesudah Masehi.[4] Dalam masa Romawi, kata Edom menjadi suatu bentuk kata yang dipakai untuk musuh.[4] Kata ini dipakai Romawi selama aksi penekanan yang dilakukan pihak Romawi terhadap Yahudi dan Kristen.[4] Penggunaan kata ini disebabkan oleh rasa benci terhadap bangsa Edom.[4] Setelah masa pemerintahan Romawi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang Idumea masih ada.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab J. D. Douglas. 1973. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid 1: A-L. Jakarta:Yayasan Komunikasi Bina Kasih. Hlm 266-267
  2. ^ a b c d e f g h i j k (Inggris)Walter A. Elwell. 1988. Baker Encyclopedia of the Bible:Volume A-I. Grand Rapids, Michigan: Baker Book House. Hlm 655-657.
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag (Inggris) George Arthur Buttrick. 1962. The Interprete's Dictionary Of The bible. Nashville: Abingdon. Hlm 24-26.
  4. ^ a b c d e f g h i j k l (Inggris)David Noel Freedman. 2000. Eerdmans Dictionary of the Bible. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans. Hlm 372-373.
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa (Inggirs)David Noel Freedman. 1992. The Anchor Bible Dictionary: Volume 2. New York: Doubleday. Hlm 292-293.
Amazia

Amazia (bahasa Ibrani: אֲמַצְיָה, ʼĂmaṣyāhû; artinya "Yahweh Mahakuasa" atau "dikuatkan oleh Yahweh""; bahasa Inggris: Amaziah, Amasias, Amatzyah; bahasa Yunani: αμασιας; bahasa Latin: Amasias) adalah raja ke-9 kerajaan Yehuda. Ia menggantikan ayahnya, Yoas, yang mati terbunuh. Amazia berumur 25 tahun pada waktu ia menjadi raja dan 29 tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ibunya bernama Yoadan (bahasa Ibrani: יהועדין atau bahasa Ibrani: יְהוֹעַדָּן; bahasa Latin: Joadan; bahasa Inggris: Jehoaddan) dari Yerusalem.

Arabah

Arabah (Ibrani: הָעֲרָבָה, HaArava; bahasa Arab: وادي عربة‎, Wādī ʻAraba), juga dikenal sebagai Aravah, adalah bagian dari Great Rift Valley yang terletak di antara Laut Mati di utara dan Teluk Aqaba di selatan. Dinamakan juga Araba-Yordan. Pada zaman kuno merupakan nama daerah di lembah sungai Yordan yang membujur searah utara-selatan dari ujung selatan Danau Galilea (bermuara ke sungai Yordan) terus ke selatan sampai ke Laut Mati dan berlanjut hingga Teluk Aqaba. Pada zaman modern ini merupakan daerah perbatasan antara Israel di sebelah baratnya dan Yordania di sebelah timurnya. Banyak ahli geografi modern tidak lagi mengakui bagian utara (yaitu antara Laut Mati dan Danau Galilea) sebagai bagian dari Arabah, tetapi dalam catatan-catatan kuno bahkan sampai awal abad ke-20, seluruh wilayah ini disebut sebagai bagian Arabah.

Arabah merupakan wilayah yang sangat panas dan kering. Wilayah paling panas, yaitu bagian selatan, adalah sepanjang 166 km (103 mi) dari Teluk Aqaba sampai ke pantai selatan Laut Mati. Secara topografik, wilayah ini dapat dibagi menjadi 3 bagian. Dari Teluk Aqaba ke utara, tanahnya semakin tinggi sepanjang 77 km (48 mi), dan mencapai ketinggian 230 m (750 ft) di atas permukaan laut, yang menjadi tanah pemisah antara Laut Mati dan Laut Merah. Dari dataran ini, tanahnya kemudian semakin turun ke utara sepanjang 74 km (46 mi) mencapai sebuah titik 15 km (9,3 mi) di selatan Laut Mati. Di bagian terakhir, Arabah menurun curam ke Laut Mati, mencapai ketinggian 417 m (1368 ft) di bawah permukaan laut, yang merupakan titik terendah di bumi dan masih terus turun.

Bagian selatan Arabah sangat panas dn kering dengan hampir tanpa hujan; sehingga hanya sedikit dihuni. Daerah administratif Yordania "Wadi Araba" dilaporkan berpenduduk 6775 orang, dengan tambahan 96.000 di kota Aqaba sendiri. Lima suku bangsa utama membentuk 8 tempat pemukiman di wilayah Yordania. Suku-suku tersebut adalah:

Al-S'eediyeen (bahasa Arab: السعيديين‎)

Al-Ihewat (الإحيوات)

Al-Ammareen (العمارين)

Al-Rashaideh (الرشايدة), dan

Al-Azazmeh (العزازمة)Masih ada juga suku-suku yang lebih kecil, antara lain:

Al-Oseifat (العصيفات)

Al-Rawajfeh (الرواجفة)

Al-Manaja'h (المناجعة), dan

Al-Marzaqa (المرزقة)Aktivitas ekonomi penduduk Arabah ini meliputi penggembalaan kambing, pertanian, pekerjaan ketrampilan tangan, dan masuk menjadi tentara Yordania.

Di wilayah Israel terdapat sejumlah kibbutz dan moshav. Kibbutz tertua di Arava adalah Yotvata, didirikan pada tahun 1957, dan dinamai menurut nama kota kuno di daerah itu yang pernah disebutkan dalam Alkitab. Kibbutz Lotan, yang merupakan salah satu kibbutz terbaru, mempunyai sebuah pusat pengamatan burung ("bird-watching center"). Moshav tertua di wilayah Arava tengah adalah Ein Yahav.

Dalam zaman purba, daerah ini menjadi pusat produksi tembaga; raja Salomo mempunyai banyak tambang di sini. Arabah menjadi tempat tinggal suku Edom. Daerah Edom ini dinamai "Idumea" pada zaman Romawi. Sebelah timur Arabah merupakan domain suku Nabatea, yang mendirikan kota Petra.

Perjanjian Damai Israel dan Yordania ditandatangani di Arabah pada tanggal 26 Oktober 1994. Pemerintah Yordania dan Israel sekarang meningkatkan pengembangan daerah ini. Ada rencana untuk mengalirkan air laut dari Laut Merah ke Laut Mati melalui sebuah terusan ("Two Seas Canal" atau "Red–Dead Seas Canal"), yang membujur sepanjang Arabah. Proyek ini pernah menjadi topik sengketa antara kedua negara, tetapi akhirnya disetujui bahwa proyek ini dibangun di wilayah dan oleh pemerintah Yordania.

Daftar nama dalam Alkitab diawali huruf O

Berikut ini adalah daftar nama tokoh dan tempat di dalam Alkitab berawalan huruf O.

Di-Zahab

Di-Zahab (artinya "daerah emas" atau "berlimpah dengan emas") adalah nama tempat yang disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dikatakan berbatasan dengan Araba-Yordan (Arabah). Tercatat dalam ayat pertama Kitab Ulangan pasal 1:

Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab.Pada peta yang dibuat oleh Burton (Burtons map) ditempatkan di sebelah selatan Gunung Horab dan Elat di pantai barat laut Teluk Aqaba sedikit di timur laut padang gurun Paran yang merupakan sebuah wadi yang mengalir melintasi bagian selatan Sinai dari Teluk Suez ke Teluk Aqaba. Tofel berada di barat daya sungai Yordan sedikit di utara Elat di perbatasan Edom dan Midian di jalur jalan ke Petra dan Moab.

Laut Suf (= Yam Suf) atau Laut Merah disebutkan di 1 Raja-raja 9:26 sebagai lokasi pangkalan angkatan laut raja Salomo di Ezion-Geber, yaitu di dekat Eloth, di ujung Laut Suf, di tanah Edom. Laban diperkirakan adalah tanah Laban atau Aram di ujung utara Seir, sedangkan Hazerot adalah salah satu tempat persinggahan dalam perjalanan orang Israel dari Mesir ke tanah Kanaan, yang terletak antara Elat dan Kadesh.

Elifas

Elifas (bahasa Ibrani: אליפז; "Allah itu kekuataannya"; bahasa Inggris: Eliphaz), orang Téman, adalah seorang dari tiga sahabat Ayub yang bercakap-cakap mengenai penderitaan yang dialami Ayub, sebagaimana dicatat dalam Kitab Ayub di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Téman adalah salah satu kota penting di wilayah Edom (Amos 1:12; Obaja 9; Yeremia 49:20). Jadi Elifas tampaknya mewakili hikmat orang Edom yang dianggap terkenal pada zaman dahulu, menurut Obaja 8; Yeremia 49:7 dan Barukh 3:22.

Di bagian Alkitab yang lain, "Elifas" juga adalah nama anak sulung Esau (juga disebut Edom) bin Ishak bin Abraham, dan Elifas bin Esau ini mempunyai putra bernama "Téman".

Herodian

Herodian adalah nama bagi kelompok yang menjadi pengikut setia dinasti Herodes, yakni Herodes Agung dan keluarganya, yang pada waktu itu menjadi penguasa Palestina di bawah pemerintahan Romawi. Seperti kaum Saduki, golongan Herodian adalah sebuah partai politik dan berorientasi pada kepentingan politik. Perbedaan antara keduanya, kaum Saduki masih memiliki landasan religius sedangkan golongan Herodian hanya tertarik pada motif politik.Selain bersifat politis, golongan Herodian juga terbuka terhadap helenisasi. Sikap konformitas itu juga terlihat dari sikap politik mereka yang mendukung Herodes Agung yang berasal dari suku Idumea/Edom. Karena itu, di mata masyarakat Yahudi pada umumnya yang tidak menyukai dipimpin oleh orang-orang asing, kaum Herodian dipandang rendah sebagai kolaborator penguasa asing. Meskipun demikian, kaum Herodian ini adalah orang-orang Yahudi. Di dalam Alkitab Perjanjian Baru, nama Herodian pernah disebut di dalam Matius 22:16, Markus 3:6, dan Markus 12:13.

Kejadian 36

Kejadian 36 (disingkat Kej 36) adalah bagian dari Kitab Kejadian dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.

Kitab Obaja

Kitab Obaja (Ibrani: עבַדְיָה) adalah kitab yang menceritakan mengenai relasi Israel dengan Edom dan mengenai Hari Tuhan. Secara garis besar, kitab Obaja menyampaikan pesan mengenai pembalasan Allah kepada bangsa Edom atas apa yang telah mereka lakukan terhadap orang Yehuda. Dalam kitab Obaja terdapat tema-tema yang juga ada dalam kitab nabi-nabi lainnya seperti penghukuman Allah bagi musuh-musuh Israel, hari Tuhan, kerajaan Allah, teologi Sion, kepemilikan tanah Israel, dan hukum pembalasan Allah. Dengan demikian, tema utama dari kitab ini adalah pembalasan kepada bangsa Edom. Tema seperti ini juga terdapat dalam kitab Amos, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel.Kitab ini merupakan kitab terpendek dari seluruh kitab di dalam Alkitab Perjanjian Lama. Kitab ini juga merupakan kitab keempat dari kitab nabi-nabi kecil di dalam Perjanjian Lama.

Mazmur 108

Mazmur 108 (disingkat Maz 108 atau Mz 108; penomoran Septuaginta: Mazmur 107) adalah sebuah mazmur dalam bagian ke-5 Kitab Mazmur di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Digubah oleh Daud.

Mazmur 52

Mazmur 52 (Penomoran Septuaginta: Mazmur 51) adalah sebuah mazmur dalam bagian ke-2 Kitab Mazmur di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Digubah oleh Daud.

Moab

Moab (bahasa Ibrani: מוֹאָב, Modern Mo'av Tiberias Môʼāḇ ; "benih dari Bapa"; bahasa Yunani: Μωάβ, Mōav; bahasa Arab: مؤاب‎, bahasa Akkadia/Assyiria: Mu'aba, Ma'ba, Ma'ab ; bahasa Mesir: Mu'ab) adalah nama kuno dari daerah pegunungan di timur dan tenggara Laut Mati, yang sekarang berada di dalam wilayah negara Yordania. Keberadaan Kerajaan Moab dibuktikan dengan penemuan arkeologis, terutama prasasti Mesha Stele, yang mencatat kemenangan orang-orang Moab atas Kerajaan Israel (Samaria) yang disebut sebagai "rumah Omri". Ibu kota Kerajaan Moab zaman dahulu adalah Dibon. Kerajaan Moab dicatat sering berperang dengan Kerajaan Israel yang berbatasan dengannya.

Huruf-huruf hieroglif Mib / Mab / Mjb yang diterjemahkan sebagai "Moab"

Nob, Israel

Nob adalah nama tempat di Israel dekat kota Yerusalem, yang tercatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama dalam Alkitab Kristen. Tampaknya terletak lebih dekat ke Bahurim, dekat Bukit Zaitun atau kemungkinan lebih jauh di utara pada Tell Shuafat. Kemungkinan merupakan milik pusaka suku Benyamin, mengingat Yerusalem berada pada perbatasan antara tanah pusaka suku Benyamin dan Suku Yehuda.

Dalam Alkitab, Nob adalah tempat pelarian Daud menemui Imam Besar Ahimelekh dan di mana ia menerima pedang Goliat yang disimpan di sana. Kemudian raja Saul datang ke Nob bersama Doeg orang Edom. Saul marah kepada Ahimelekh karena membantu Daud, dan Doeg membantai Ahimelekh beserta para imam, sebelum membunuh semua laki-laki, peremuan dan anak-anak di kota itu.Nob kemudian disebut lagi dalam Alkitab berkaitan dengan penyerangan Asyur atas Israel (Yesaya 10:24,32), dan setelah Pembuangan ke Babel (Nehemia 11:31,32).

Obaja

Artikel ini terutama membahas Nabi Obaja. Untuk sebuah kitab dalam Perjanjian Lama, lihat Kitab ObajaNabi Obaja diakui sebagai penulis kitab yang paling singkat dalam Perjanjian Lama, yaitu Kitab Obaja, yang terdiri dari hanya 11 ayat dalam satu pasal saja.

Ada dua teori tentang waktu pelayanannya, yang disebabkan oleh beberapa hal yang tidak jelas secara historis dalam kitab yang mengandung namanya. Andaikata, seperti yang diyakini oleh sekumpulan pakar, Kitab Obaja ditulis pada masa penghancuran Yerusalem oleh bangsa Filistin dan Arab, maka waktu penulisannya adalah antara tahun 848 dan 840 SM. Andaikata teori utama kedua yang benar, bahwa kejadian-kejadian yang direkam dalam tulisan-tulisannya merujuk kepada penyerbuan atas Yerusalem oleh Nebukadnezar dari Babilonia, maka tanggal penulisannya mestinya lebih dekat ke 586 SM. Tekanan utama pelayanan nabi ini, yang dicerminkan dalam tema-tema kitabnya, adalah kemenangan akhir umat Allah bila mereka mempertahankan iman mereka. Edom digunakan sebagai contoh kegagalan untuk mewujudkan cinta kasih kepada sesama pada masa-masa kesusahan, (Kitab Obaja 1:1-17) dan kemenangan akhir Israel dinyatakan dalam suatu penglihatan tentang masa depan. (Obaja 1:18-21)

Lihat entri utama dalam Kitab Obaja.

Rehobot

'Rehobot adalah nama tempat dalam bahasa Ibrani.

Tofel

Tofel (bahasa Ibrani: תפל; bahasa Inggris: Tophel) adalah nama tempat di wilayah Edom yang disebut di Alkitab Ibrani:

Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan, di padang gurun, di Araba-Yordan, di tentangan Suf, antara Paran dengan Tofel, Laban, Hazerot dan Di-Zahab.Diidentikasi dengan kota Tafilah di Yordania sebelah utara Petra.

Yehezkiel 25

Yehezkiel 25 (disingkat Yeh 25) adalah bagian dari Kitab Yehezkiel dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi (dan juga imam) Yehezkiel bin Busi, yang turut dibawa ke dalam pembuangan oleh Kerajaan Babilonia pada zaman raja Yoyakhin dari Kerajaan Yehuda dan raja Nebukadnezar dari Babel sekitar abad ke-6 SM.

Yoas (raja Israel)

Yoas bin Yoahas adalah raja ke-13 Kerajaan Israel (Samaria) yang mengalahkan Benhadad, raja Aram. Ayahnya adalah raja Yoahas, yang menjadi raja atas Israel dari tahun 821 sampai 804 SM. Yoas berkuasa menjadi raja Israel menggantikan ayahnya dan memerintah selama 16 tahun sejak tahun 804 sampai 788 SM. Ia membangun kembali beberapa kota seperti yang telah diramalkan oleh nabi Elisa bin Safat. Hal ini dapat kita lihat di dalam kitab 2 Raja-raja. Yoas memang memiliki hubungan yang baik dengan Elisa. Hal ini dapat terlihat ketika Yoas mendengar kabar bahwa Elisa sedang sakit, ia langsung datang mengunjunginya. Suatu ketika Raja Amazia dari Kerajaan Yehuda menyerang Yoas tetapi dipukul kalah dekat Bet-Semes. Yoas memasuki Yerusalem dan menjarah kota itu. Namun, ada pula sumber yang mengatakan bahwa Yoas juga mengalahkan Amazia, raja Yehuda yang kisahnya dicatat dalam Kitab 2 Tawarikh pasal 25. Cerita tersebut adalah tentang Amazia yang dengan jahat telah main-main dengan ilah-ilah Edom.Yoas wafat dan diteruskan tahtanya oleh putranya, Yerobeam.

Yohanes Hirkanus

Yohanes Hirkanus (Yohanes Hyrkanos; Yohanan Hirqanos; Yohanan Hyrcanus – יוחנן הורקנוס, Ιωάννης Υρκανός) (berkuasa 134 SM - 104 SM, meninggal 104 SM) adalah seorang pemimpin Hashmonayim (Makabi) pada abad ke-2 SM.

Yoram (raja Yehuda)

Yoram, raja Yehuda (bahasa Ibrani: יהורם; bahasa Yunani: Ιωραμ; bahasa Latin: Joram; bahasa Inggris: Jehoram) adalah raja ke-5 dari Kerajaan Yehuda atau Kerajaan Israel Selatan. Anak sulung dari raja Yosafat. Ia menjadi raja pada tahun ke-5 pemerintahan Yoram, raja Israel dengan nama yang sama. Waktu itu raja Yosafat masih hidup, dan menjadi raja bersama selama 2 tahun sampai meninggalnya raja Yosafat. Yoram menjadi raja waktu berusia 32 tahun dan ia memerintah selama 8 tahun. Istrinya adalah Atalya, putri Ahab bin Omri, raja Israel. Setelah Yoram mati, penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab.

Negara dan wilayah kuno di Syam
Zaman Perunggu
Zaman Besi
Zaman Kuno

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.