Benjamin Mazar

Benjamin Mazar (bahasa Ibrani: בנימין מזר; nama lahir Binyamin Zeev Maisler, lahir 28 Juni 1906 – meninggal 9 September 1995 pada umur 89 tahun) adalah seorang pionir sejarawan Israel, yang diakui sebagai "dekan" para arkeolog biblikal. Ia membagi semangat nasional untuk arkeologi Israel yang juga menarik perhatian mancanegara karena hubungan biblikal dari kawasan tersebut.

Mazar 1936
Benjamin Mazar pada 1936, di Bet Shearim

Bacaan tambahan

  • Views of the Biblical World. Jerusalem: International Publishing Company J-m Ltd, 1959.
Akra (benteng)

Akra (bahasa Ibrani: חקרא atau חקרה, bahasa Yunani Kuno: Ἄκρα; bahasa Inggris: Acra) adalah kompleks benteng di Yerusalem yang dibangun oleh Antiokhos IV Epifanes, penguasa Kekaisaran Seleukia, setelah ia merebut kota itu pada tahun 168 SM. Benteng ini memainkan peran penting dalam peristiwa-peristiwa terkait Pemberontakan Makabe dan pembentukan Kerajaan Hashmonayim. Bangunan itu dihancurkan oleh Simon Makabe dalam salah satu pertempurannya.

Lokasi tepat Akra telah menjadi diskusi panjang karena bernilai penting untuk memahami Yerusalem zaman Helenistik. Para sejarawan dan arkeolog mengusulkan berbagai kemungkinan situs benteng tersebut di sekitar Yerusalem, terutama mengandalkan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari bukti tulisan-tulisan kuno. Pendekatan ini mulai berubah setelah dilakukan penggalian yang dimulai pada akhir tahun 1960-an. Penemuan-penemuan baru dari penggalian-penggalian tersebut telah mendorong pengkajian ulang dari sumber-sumber sastra kuno, geografi Yerusalem dan artefak yang sebelumnya pernah ditemukan. Yoram Tsafrir menafsirkan sambungan tembok bangunan di sudut tenggara platform Bukit Bait Suci sebagai petunjuk lokasi Akra. Selama penggalian oleh Benjamin Mazar tahun 1968 dan tahun 1978 yang berdekatan dengan dinding selatan Bukit Bait Suci itu, ditemukan ciri-ciri khas yang mungkin terhubung dengan Akra, termasuk ruangan-ruangan seperti barak dan cistern (reservoir air bawah tanah) besar. Pada bulan November 2015, Israel Antiquities Authority mengumumkan kemungkinan penemuan Akra di lokasi yang berbeda, di barat daya Bukit Bait Suci dan barat laut Kota Daud.

Istilah Yunani Kuno akra digunakan untuk menggambarkan sejumlah struktur benteng pada periode Helenistik. Akra di Yerusalem ini sering disebut Akra Seleukia (Seleucid Acra) untuk membedakannya dari "Ptolemaic Baris" yang juga dianggap berupa suatu akra dan dari kwartir lain di Yerusalem yang di kemudian hari juga mewarisi nama "Akra" ("Acra").

Amihai Mazar

Amihai "Ami" Mazar (bahasa Ibrani: עמיחי מזר; kelahiran 1942) adalah seorang arkeolog asal Israel. Lahir di Haifa, Israel (saat itu Palestina Mandat Inggris), ia menjadi profesor di Jurusan Arkeologi Universitas Ibrani Yerusalem sejak 1994, memegang jabatan Ketua Eleazer Sukenik dalam bidang Arkeologi Israel.

Mazar telah menikah, memiliki tiga anak dan tinggal di Yerusalem. Ia adalah keponakan dari Benjamin Mazar, salah satu generasi pertama dari para arkeolog pionir Israel setelah kemerdekaan, dan sepupu dari rekan arkeolog Eilat Mazar.

Arkeologi Israel

Arkeologi Israel adalah kajian arkeologi di wilayah Israel masa kini, yang terentang dari zaman prasejarah melalui tiga ribu tahun sejarah yang didokumentasikan. Tanah Israel Kuno merupakan jembatan geografis antara pusat-pusat politik dan budaya: Mesopotamia dan Mesir. Meskipun nilai penting negara ini untuk tiga agama besar, penelitian arkeologi serius baru dimulai pada abad ke-15. Pekerjaan besar utama pada benda-benda antik Israel dilakukan oleh Adriaan Reland yang menulis Palestina ex monumentis veteribus, diterbitkan pada tahun 1709. Edward Robinson, seorang teolog Amerika mengunjungi negara itu pada tahun 1838, menerbitkan studi topografi pertama. Lady Hester Stanhope melakukan modern pertama penggalian di Askelon pada tahun 1815. Ilmuwan Prancis, Louis Felicien de Saucy, memulai awal penggalian "modern" pada tahun 1850.

Ketika membahas keadaan arkeologi di Israel dalam zamannya, David Ussishkin berkomentar pada tahun 1980-an bahwa sebutan "arkeologi Israel" tidak lagi mewakili satu pendekatan metodologis seragam; sebaliknya, ruang lingkupnya meliputi berbagai bidang arkeologi, disiplin ilmu, konsep, dan metode yang saat ini ada di Israel.

Bait Allah (Yerusalem)

Bait Allah (juga disebut Bait Suci atau Kenisah) adalah sebutan untuk pusat peribadahan bangsa Israel dan orang Yahudi di Yerusalem pada zaman kuno, yang terletak di Bukit Bait Suci. Dalam bahasa Ibrani, tempat ini disebut Bait Suci (Beit HaMikdash בית המקדש). Bangunan ini digunakan untuk beribadah dan mempunyai fungsi utama untuk mempersembahkan kurban korbanot. Selama beberapa abad tempat ini menjadi pusat ibadah agama Yahudi.

Menurut Kitab Suci Ibrani dan Perjanjian Lama, Bait Allah ini dibangun oleh Salomo untuk menggantikan Kemah Suci yang dibangun Musa.

Bait Kedua

Bait Suci Kedua (Ibrani: בית המקדש berarti 'Rumah Suci') adalah rekonstruksi bait di Yerusalem yang berdiri antara tahun 516 SM sampai 70 M. Selama itu, bait ini merupakan pusat pemujaan Yahudi, yang fokus pada pengorbanan yang disebut korbanot. Bait Salomo, juga diketahui sebagai Bait Pertama, dihancurkan tahun 586 SM ketika Yahudi dibuang ke Babylonia. Konstruksi bait baru dimulai tahun 535 SM. Pembangunannya selesai pada 12 Maret 515 SM Seperti yang dijelaskan dalam Kitab Ezra, pembangunan kembali bait disusun oleh Koresy yang Agung dan disahkan oleh Darius yang Agung. Romawi menghancurkan Yerusalem dan Bait Kedua pada 4 Agustus 70.

Bait Salomo

Bait Salomo (bahasa Ibrani: בית המקדש, Beit HaMikdash), juga disebut sebagai Bait Pertama ataupun Haikal Sulaiman, menurut Kitab Suci adalah bait suci pertama agama Yahudi kuno di Yerusalem.

Bait ini digunakan untuk pemujaan dan pengorbanan yang disebut korbanot dalam Yahudi kuno. Kuil ini diselesaikan pada abad ke-10 SM dan dihancurkan oleh bangsa Babilonia pada tahun 586 SM. Rekonstruksi kuil di Yerusalem, yang terlaksana selama tahun 516 SM sampai 70 M, adalah Bait Kedua.

Daftar penerima Penghargaan Israel

Berikut ini adalah daftar penerima Penghargaan Israel dari pendirian Penghargaan tersebut pada 1953.

Eilat Mazar

Eilat Mazar (bahasa Ibrani: אילת מזר; lahir di Israel, 10 September 1956; umur 63 tahun) adalah seorang arkeolog generasi ketiga asal Israel yang mempunyai spesialisasi arkeologi Yerusalem dan Fenisia. Sebagai senior fellow pada Shalem Center, ia bekerja pada ekskavasi Al-Haram asy-Syarif, dan ekskavasi di Achzib. Selain memimpin Institute of Archeology pada Shalem Center, ia juga berafiliasi dengan Hebrew University of Jerusalem (Universitas Ibrani Yerusalem).Mazar meraih gelar Ph.D. dari Universitas Ibrani pada tahun 1997. Kakeknya adalah pelopor arkeologi Israel, Benjamin Mazar. Ia mempunyai empat anak dan tinggal di Yerusalem.

Ir Ovot

Ir Ovot (Ibrani: עִיר אֹבֹת ,עיר אובותעִיר אֹבֹת,עיר אובות, Ir Obot; lit. Kota Oboth), adalah koperasi pertanian (kibbutz) di Israel tahun 1967-1980-an, yang terletak di timur laut wilayah Negev, Arava, dan masih mengacu pada kelompok rumah kecil dekat New Ein Hatzeva (En Haseva).

Merupakan situs kompleks arkeologi luas yang dikenal sebagai Benteng Tamar ("Tamar Fortress") atau Benteng Hatzevah (Hatzevah Fortress; bahasa Ibrani: מצודת חצבה) yang bertarikh abad ke-10 SM (periode Kerajaan Israel bersatu/Bait Suci Pertama).

Naskah Laut Mati

Naskah Laut Mati, dalam arti sempit dari Naskah Gua-gua Qumran, adalah suatu kumpulan sekitar 981 naskah berbeda yang ditemukan antara tahun 1946 dan 1956 dalam 11 gua di sekitar pemukiman kuno di Khirbet Qumran di Tepi Barat. Gua-gua tersebut terletak sekitar 2 kilometer ke pedalaman dari sebelah barat laut pantai Laut Mati, tempat asal naskah-naskah tersebut memperoleh namanya.Konsensusnya adalah Naskah Gua-gua Qumran bertarikh tiga abad terakhir SM dan abad pertama Masehi (lihat paragraf "Umur" dalam artikel ini dan situs yang didedikasikan dari Museum Israel). Koin-koin perunggu yang ditemukan di situs yang sama membentuk suatu rangkaian yang diawali dengan Yohanes Hyrkanos (135–104 SM) dan berlanjut hingga Perang Yahudi-Romawi Pertama (66–73 M), mendukung penanggalan menurut analisis teks dan radiokarbon atas gulungan-gulungan tersebut. Naskah-naskah dari situs lainnya di Gurun Yudea bertarikh abad ke-8 SM hingga akhir abad ke-11 M.Teks-teks tersebut memiliki makna linguistik, religius, dan historis, yang sangat penting karena mencakup naskah-naskah ketiga tertua yang diketahui dan masih terlestarikan yang mana kemudian dimasukkan dalam kanon Alkitab Ibrani, bersama dengan deuterokanonika dan naskah-naskah biblika tambahan yang menyimpan bukti keanekaragaman pemikiran religius pada akhir masa Yudaisme Bait Kedua. Teks biblika yang lebih tua dari Naskah Laut Mati ditemukan dalam dua jimat berbentuk gulungan perak berisikan bagian-bagian Berkat Imamat dari Kitab Bilangan; gulungan-gulungan perak tersebut berhasil digali di Yerusalem, di Ketef Hinnom, dan berasal dari sekitar tahun 600 SM. Sebuah potongan yang sudah terbakar dari Kitab Imamat, berasal dari sekitar abad ke-6 M, belum lama ini telah dianalisis dan merupakan potongan tertua keempat dari Taurat yang diketahui masih ada.Sebagian besar teks-teks tersebut ditulis dalam bahasa Ibrani, dengan beberapa dalam bahasa Aram (dalam dialek-dialek daerah yang berbeda, termasuk Nabatea), dan ada sedikit yang ditulis dalam bahasa Yunani Koine. Apabila temuan dari Gurun Yudea disertakan, maka bahasa Latin (dari Masada) dan bahasa Arab (dari Khirbet al-Mird) dapat ditambahkan. Kebanyakan teks ditulis di perkamen, beberapa di papirus, dan satu di tembaga.Menurut tradisi, gulungan-gulungan tersebut diidentifikasi dengan sekte Yahudi kuno yang disebut Eseni, meskipun beberapa penafsiran baru-baru ini menentang keterkaitannya dan beralasan bahwa gulungan-gulungan tersebut ditulis oleh para imam di Yerusalem, Saduki, atau kelompok-kelompok Yahudi tak dikenal lainnya.Karena kondisi yang buruk dari beberapa gulungan naskah tersebut, belum semuanya berhasil diidentifikasi. Naskah yang telah diidentifikasi dapat dibagi menjadi tiga kelompok umum:

Sekitar 40% merupakan salinan-salinan teks dari Alkitab Ibrani.

Sekitar 30% merupakan teks-teks dari Periode Bait Kedua yang pada akhirnya tidak dikanonisasi dalam Alkitab Ibrani, seperti Kitab Henokh, Yobel, Kitab Tobit, Kebijaksanaan Sirakh, Mazmur 152–155, dan lain-lain.

Sisanya sekitar 30% merupakan naskah-naskah sektarian dari dokumen-dokumen yang tidak diketahui sebelumnya, yang mana menjelaskan beragam aturan dan keyakinan dari suatu kelompok tertentu atau kelompok-kelompok dalam Yudaisme yang lebih besar, seperti Aturan Komunitas, Aturan Peperangan, Pesyer Habakuk, dan Aturan Pemberkatan.

Penghargaan Harvey (sains)

Penghargaan Harvey (bahasa Inggris: Harvey Prize) merupakan sebuah penghargaan yang diberikan oleh Institut Teknologi Israel untuk mengakui kontribusi khususnya dalam bidang

Ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan dan kontribusi terhadap perdamaian di Timur Tengah.

Periode Bait Suci Kedua

Periode Bait Suci Kedua (Second Temple period) dalam sejarah Yahudi berlangsung antara tahun 530 SM sampai 70 M, ketika Bait Suci Kedua berdiri di Yerusalem. Sekte Farisi, Saduki, Eseni, dan Zelot terbentuk selama periode ini. Periode Bait Suci Kedua berakhir pada waktu Perang Yahudi-Romawi Pertama dan penghancuran Yerusalem serta Bait Suci oleh orang Romawi.

Setelah kematian nevi'im (nabi-nabi Yahudi) kuno terakhir dan ketika bangsa itu masih di bawah pemerintahan Persia, kepemimpinan orang-orang Yahudi berada berturut-turut di tangan lima generasi zugot ("pasangan") pemimpin. Mereka berkembang pertama kali pada di bawah pemerintahan Persia (~ 539 – ~ 332 SM), kemudian pada di bawah pemerintahan Yunani (~ 332-167 SM), selanjutnya di bawah Hasmonea Raya yang independen (140-37 SM), dan akhirnya di bawah pemerintahan Romawi (63 SM – 132 M).

Selama periode ini, Yudaisme Bait Kedua dapat dilihat sebagai hasil dari tiga krisis besar dan akibat-akibatnya, karena berbagai kelompok orang-orang Yahudi bereaksi secara berbeda. Pertama, kehancuran Kerajaan Yehuda pada tahun 587/6 SM, ketika orang Yahudi kehilangan kemerdekaan, kerajaan, kota suci dan Bait Suci Pertama, malahan sebagian besar dibuang ke Babel. Akibatnya mereka menghadapi krisis teologis yang melibatkan hakikat, kekuasaan, dan kebaikan Allah serta juga menghadapi ancaman secara budaya, ras, dan seremonial karena mereka dilemparkan ke dalam kedekatan dengan bangsa-bangsa dan kelompok agama lain. Tidak adanya para nabi yang diakui pada periode kemudian meninggalkan mereka tanpa versi bimbingan ilahi pada saat mereka merasa paling membutuhkan dukungan dan arahan. Krisis kedua adalah kuatnya pengaruh Hellenisme dalam Yudaisme, yang memuncak pada Pemberontakan Makabe 167 SM. Krisis ketiga adalah pendudukan Romawi atas daerah itu, dimulai dari kedatangan Jenderal Pompeius dan direbutnya Yerusalem pada tahun 63 SM. Ini termasuk penunjukan Herodes Agung sebagai "Raja orang Yahudi" oleh Senat Romawi, dan pembentukan Kerajaan Herodes di Yudea yang terdiri dari bagian-bagian apa yang saat ini adalah Israel, Otoritas Palestina, Gaza, Yordania, Lebanon dan Suriah.

Prasasti Tempat Sangkakala

Prasasti Tempat Sangkakala (bahasa Inggris: Trumpeting Place inscription) adalah sebuah batu bertulis dari abad ke-1 Masehi yang ditemukan pada tahun 1968 oleh Benjamin Mazar di awal penggalian dinding selatan dari Temple Mount. Batu yang menunjukkan hanya dua kata lengkap (לבית התקיעה, "lebeit hatekiya") tertulis di abjad ibrani bujursangkar, diukir di atas suatu depresi lebar yang dipahat ke bagian dalam batu i tu. Kata pertama diterjemahkan sebagai "tempat" dan kata kedua "untuk (meniup) sangkakala" atau "untuk peniupan", yang memberikan frase "ke tempat peniupan sangkakala" (to the trumpleting place). Kata-kata selanjutnya dari tulisan itu telah terpotong. Kata ketiga (...לה), yang tidak lengkap, telah ditafsirkan sebagai "menyatakan" atau "membedakan", memberikan baik: "untuk menyatakan [hari Sabat]" atau "untuk membedakan [antara sakral dan profan]", di mana kata-kata dalam kurung mewakili spekulasi ilmiah.

Batu ini diyakini menjadi tanda arah bagi imam-imam yang meniup sangkakala untuk mengumumkan awal dan akhir hari Sabat pada periode Bait Suci Kedua. Diduga telah jatuh dari sudut barat daya Temple Mount ke jalan di bawah nya sebelum ditemukan. Telah dihubungkan dengan suatu bagian dalam tulisan Yosefus, Perang Yahudi (IV, ix, 12) di mana ia menggambarkan suatu bagian dari Bait Suci: "titik di mana menjadi kebiasaan bagi salah seorang imam untuk berdiri dan memberikan pemberitahuan, dengan suara sangkakala, menjelang sore hari, dan pada malam berikutnya untuk penutupan, setiap hari ketujuh".

Taman Arkeologi Ramat Rachel

Taman Arkeologi Ramat Rachel adalah sebuah situs arkeologi yang berada di kibbutz Ramat Rachel. Ramat Rachel terletak di puncak gunung (818 m dari permukaan laut) antara Yerusalem dan Betlehem. Di kota ini terdapat sebuah situs penting yang terletak di bagian barat Kibbutz (Pemukiman) Ramat-Rachel.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.