August Parengkuan

August Parengkuan (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1 Agustus 1943 – meninggal di Jakarta, 17 Oktober 2019 pada umur 76 tahun)[1] adalah wartawan Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Italia.[2]

August Parengkuan
August Parengkuan.jpg&filetimestamp=20190811144449&
Duta Besar Indonesia untuk Italia
Masa jabatan
3 September 2012 – 13 Maret 2017
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluMohamad Oemar
PenggantiEsti Andayani
Informasi pribadi
Lahir1 Agustus 1943
Bendera Jepang Surabaya, Jawa Timur
Meninggal dunia17 Oktober 2019 (umur 76)
Jakarta

Riwayat Jabatan

  • Wartawan Harian Kompas (1965-1981)
  • Redaktur Bidang Politik (1981-1987)
  • Wakil Redaktur Pelaksana (1989-1990)
  • Redaktur Pelaksana (1990-1992)
  • Wakil Pemimpin Redaksi Kompas (1992-1993)
  • Redaktur Eksekutif merangkap Wakil Pemimpin Redaksi Kompas (1993-2000)
  • Direktur Komunikasi KKG (Kelompok Kompas Gramedia) (2000)
  • Presiden Direktur TV7 (2001)
  • Wakil Presiden Senior KKG (2002)

Referensi

  1. ^ https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/17/093652465/mantan-dubes-ri-untuk-italia-dan-wartawan-senior-kompas-august-parengkuan
  2. ^ http://nasional.kompas.com/read/2012/09/03/16172627/August.Parengkuan.Jadi.Dubes.Italia
Daftar stasiun televisi nasional tertua di Indonesia

Berikut adalah daftar stasiun televisi nasional tertua di Indonesia.

Daftar berikut diurutkan berdasarkan peluncuran pertama menggunakan nama televisi saat ini.

Stasiun televisi yang ada di daftar ini adalah televisi siaran gratis (free to air) di Indonesia yang salurannya dapat ditangkap melalui antena UHF/VHF (terestrial).

Daftar tokoh Minahasa

Daftar tokoh Minahasa ini memuat nama tokoh-tokoh dari suku Minahasa dan yang secara genetis berdarah Minahasa/Manado, baik yang lahir di Sulawesi Utara maupun di tempat lainnya.

Perangkat pemantau ini bisa digunakan untuk melihat perubahan terbaru dari artikel-artikel yang terkait dengan halaman ini. Jika pembaca melihat artikel tokoh di Wikipedia bahasa Indonesia yang semestinya masuk ke dalam daftar ini, silakan sunting halaman ini dan masukkan nama tokoh tersebut berikut keterangan dan pranalanya.

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia – PERHUMAS adalah organisasi profesi bagi para praktisi Humas dan Komunikasi Indonesia, yang berdiri sejak 15 Desember 1972. Organisasi ini secara resmi telah tercatat di Kementerian Dalam Negeri sebagai organisasi nasional kehumasan di Indonesia. Selain itu ia juga tercatat pada International Public Relation Association (IPRA) yang berkedudukan di London, UK .

Organisasi ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan profesional, memperluas dan memperdalam pengetahuan bagi para anggotanya. Selain itu juga bertujuan untuk kontak, pertukaran pengalaman antar sesama anggota serta berhubungan dengan organisasi serumpun, baik di dalam maupun di luar negeri.

Organisasi ini memilik kantor pusat di Jakarta dan beberapa kantor cabang di daerah, di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Soenarto

Soenarto Pr (lahir di Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, 20 November 1931 – meninggal di Yogyakarta, 24 Juli 2018 pada umur 86 tahun) adalah seorang pelukis yang setia dengan idealismenya dalam dunia seni seperti yang pernah diucapkannya

Seni adalah universal dan untuk kemanusiaan. Karena itu seni bisa dan mampu menggugah semangat dan gairah hidup seluruh manusia, di mana pun dia berada

Setelah menyelesaikan pendidikannya di ASRI Yogyakarta tahun 1954, ia dan beberapa teman-temannya seperti Mulyadi W, Wardoyo, Soemadji dan Soeharto Pr mendirikan Sanggarbambu yang bersifat non politik pada 1 April 1959. Kelebihan sanggar itu dipuji oleh maestro seni rupa Indonesia Affandi "Sanggarbambu adalah sanggar yang benar-benar sanggar di Indonesia" di ucapkan pada tahun 1967.

Pada pertengahan tahun 50'an perantauannya yang tidak lama di Pulau Dewata menghasilkan beberapa lukisan pastel yang dikoleksi antara lain oleh Istana Negara Republik Indonesia karena menggunakan pastel sebagai spesialisasinya, maka Soenarto Pr disebut sebagai "Raja Pastel Indonesia"

Idealisme pula yang membuatnya pernah mengajar melukis bagi para pasien Rumah Sakit Jiwa Grogol pada awal tahun 80'an, sebagai suatu terapi alternatif penyembuhan penderita gangguan jiwa. Salah satu motto hidupnya yang mengutip perkataan Suryometaram dalam enam SA "Sabutuhe, Saperlune, Sacukupe, Sabenere, Samestine, Sakepenake" (se butuhnya, seperlunya, secukupnya, sebenarnya, semestinya, senyamannya) dan tidak komersil membuatnya seperti "salah tempat tinggal" di Jakarta, sehingga Putu Wijaya pun menjulukinya sebagai "Pertapa di tengah kota".

Selain melukis, Soenarto Pr juga dikenal sebagai seorang pematung yang sebagian besar karyanya berupa patung dada pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, seperti patung Ki Hajar Dewantara, Bung Tomo, atau patung utuh Jenderal Gatot Subroto yang terpasang di Purwokerto, Latuharhary di Pulau Haruku, serta monumen dan relief Jend. A. Yani di museum Sasmitaloka, dan bahkan patung-patung hikayat Keong Emas yang terpasang di Taman Bunga Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah.

Selama 50 tahun kontribusinya dalam dunia seni rupa Indonesia, Soenarto Pr selalu mengadakan pameran bersama.

beberapa judul karya yang dikoleksi para kolektor

"Gadis kecil" (1956) - Museum Ubud, Bali

"Pemuda Duduk" (1956) - Robert Armstrong, Amerika

"Bawuk" (1957) - Perwakilan RI di Malaysia

" Persawahan di Desa" (1957) - Perwakilan RI di India

"Potret diri bertopi" (1957) - Dinas Kesenian P dan K

"Gadis Bali" (1958) - Presiden RI I Bung Karno, Istana Negara

"Potret Diri" 9 (sembilan) lukisan selama 1957-1967; "Wanita Tidur", "Turun ke Kota" dan beberapa lagi yang lain - Drg. Kusmargono, Yogyakarta

"Kuda-kuda Beriringan Berlarian" (1964) - Ibu Ahmad Tahir

"Potret Diri" dan ada lagi yang dikoleksi Galeri Nasional

"Potret Diri", "Dien Menyisir Mia", "Dien '94-'95" - Bentara Budaya Jakarta

"Potret Diri dan Kwitansi Kosong"; "Ibu Guru" - Taman Ismail Marzuki Jakarta

"Potret Diri" dan beberapa lukisan lain - Balai Senirupa DKI Jakarta

"Studi Fatahillah" (beberapa lukisan) (1992 - 1994) - Budi Prayitno, MA

"Seratus Tahun Parade Lintas Serayu I" (1994) - August Parengkuan

"Seratus Tahun Parade Lintas Serayu II" (1995) - Tumbu Astriani

"Seratus Tahun Parade Lintas Serayu III" (1995) - Yogi Sintara

"Potret Diri '97" - Betty Sastra Lino

"Potret Diri dan Globalisasi" (1999) dan 2 lukisan lain - Raimin, MBA

"Studi Sayu Wiwit" (2000) - Djoko Pekik

"Bagaikan Mawar…" (2000) - Waluyo

"Potret Diri 2000", "Senja Merah Jambu-100 Tahun Bung Karno" - Nina Saputra

"Penyergapan yang berhasil 2004", "Gemah Ripah 2008" - Aditya Rochim

Trans7

Trans7 (sebelumnya bernama TV7) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Trans7 yang pada awalnya menggunakan nama TV7, melakukan siaran perdananya secara terestrial di Jakarta pada 23 November 2001 dan pada saat itulah mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kompas Gramedia. Pada tanggal 4 Agustus 2006, Trans Corp mengakuisisi mayoritas saham TV7. Meski sejak itulah TV7 dan Trans TV resmi bergabung, tetapi ternyata TV7 masih dimiliki oleh Kompas Gramedia, sampai TV7 akhirnya melakukan re-launch (peluncuran ulang) pada 15 Desember 2006 dan menggunakan nama baru, yaitu Trans7.

Pada tahun 2017, Trans7 memegang hak siar berlisensi dalam ajang Piala Dunia FIFA 2018 bersama Trans TV dan Transvision.

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.