Asyur

Asyur atau Asiria (bahasa Inggris: Assyria) adalah suatu kerajaan atau kekaisaran yang berpusat di hulu sungai Tigris, Mesopotamia, Irak. Nama kerajaan ini berasal dari ibu kotanya, kota Assur (Akkadia: 𒀸𒋗𒁺 𐎹 Aššūrāyu; Arab: أشور Aššûr; Ibrani: אַשּׁוּר Aššûr, Aram: ܐܫܘܪ Ašur; bahasa Inggris: Assyria). Istilah Asyur juga dapat merujuk pada region di mana kerajaan ini berpusat.

Pada masa Asyur Tua (abad ke-20 hingga ke-15 SM), Asyur menguasai sebagian besar Mesopotamia Hulu dan sebagian dari Asia Kecil. Pada periode Asyur Pertengahan (abad ke-15 hingga ke-10 SM), pengaruhnya memudar dan digapai kembali melalui berbagai penaklukan. Asyur pada zaman besi awal (911 – 612 SM) meluas lebih jauh, dan di bawah kepemimpinan Asyurbanipal (668 – 627 SM) selama beberapa dekade menguasai seluruh wilayah Bulan Sabit Subur hingga akhirnya kalah dengan perluasan kekuasaan Neo-Babilonia dan Media.

Lihat pula

Pranala luar

Adad-nirari III

Adad-nirari III (juga disebut Adad-narari) adalah raja Asyur dari tahun 811 sampai 783 SM.

Adasi

Adasi merupakan seorang raja Asyur, ia tercantum di bagian yang terakhir dari barisan tujuh raja yang ditunjuk oleh Daftar Raja Asyur sebagai penyerap takhta Asyur. Ia memerintah dari tahun 1720 - 1701 SM setelah dikeluarkannya Amori-pemerintahan Babilonia dari Asyur. Di dalam Daftar Raja Asyur tercatat bahwa ia berjasa dengan menstabilkan Asyur dan membebaskannya dari perang sipil dan pengaruh Amori. Dinasti Adaside dari Asyur dinamakan sepertinya. Ia digantikan oleh Bel-bani.

Ashur-uballit II

Ashur-uballit II (Aššur-uballiṭ II) adalah raja Kekaisaran Asyur (Asiria) Baru, menggantikan Sin-shar-ishkun (623-612 SM). Ia mengambil nama dari Ashur-uballit I, raja Asyur yang menggulingkan Kekaisaran Mitanni dan mengalahkan Kekaisaran Het, dan memulai Kekaisaran Asiria Pertengahan (1365 SM – 1020 SM). Nyata bahwa ia adalah anggota keluarga kerajaan Asyur, dan bahwa ia merupakan seorang tartan (jenderal) tentara Asyur sebelum menyatakan diri sebagai raja. Masih diperdebatkan apakah ia adalah saudara laki-laki dari Sin-shar-ishkun.

Asyurbanipal

Asyurbanipal (bahasa Akadia: Aššur-bāni-apli; bahasa Aram: ܐܵܫܘܿܪ ܒܵܢܝܼ ܐܵܦܠܝܼ; "Dewa Asyur adalah pencipta ahli waris"; 685 – 627 SM), juga dieja Asurbanipal, Ashurbanipal, Assurbanipal atau Ashshurbanipal, adalah seorang raja Kerajaan Asyur, putra raja Esarhadon dan raja besar terakhir dari Kekaisaran Asyur Baru (668 SM – c. 627 SM). Ia terkenal karena banyaknya koleksi dokumen bertulisan paku kuneiform di istananya di Niniwe. Koleksi ini, dikenal sebagai Perpustakaan Asyurbanipal, sekarang disimpan di British Museum, London.

Di Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen ia disebut Asnapar yang agung (Kitab Ezrapasal 4 ayat 10). Sejarawan Romawi, Justinus mengidentifikasikannya sebagai Sardanapalus.

Bahasa Akkadia

Bahasa Akkadia (lišānum akkadītum) adalah sebuah bahasa Semitik (bagian dari keluarga bahasa Afro-Asia yang lebih besar) yang digunakan di Mesopotamia kuno, khususnya oleh bangsa Asyur dan Babilonia. Bahasa Akkadia adalah bahasa Semit tertua yang dikenal, menggunakan huruf paku dalam system tulisannya, yang pada dasarnya diambil dari bahasa Sumeria kuno, sebuah bahasa yang tidak terkait dan terisolasi. Nama bahasa ini berasal dari kota Akkad, salah satu pusat kebudayaan Mesopotamia kuno.

Esarhadon

Esarhadon (bahasa Akkadia: Aššur-ahhe-iddina "Asyur telah memberiku saudara laki-laki"; bahasa Aram: ܐܵܫܘܿܪ ܐܵܗܐܹ ܐܝܼܕܝܼܢܵܐ; bahasa Ibrani: אֵסַר חַדֹּן, esar hadon; bahasa Yunani: 'Ασαραδδων'; bahasa Latin: Asor Haddan), adalah raja Asyur dan Babilonia yang memerintah tahun 681 – 669 SM. Ia adalah putra bungsu raja Sanherib dan ratu Naqi'a (Zakitu) yang berasal dari Aram, istri kedua Sanherib.

Hizkia

Hizkia (bahasa Ibrani: חִזְקִיָּ֫הוּ atau יְחִזְקִיָּ֫הוּ, bahasa Yunani: Ἐζεκίας, Ezekias, dalam Septuaginta; bahasa Latin: Ezechias; 739-687 SM) yang artinya "Yahwe adalah kekuatanku" adalah raja kerajaan Yehuda (memerintah 729 SM sampai 687 SM) yang ke-14 dan anak dari Raja Ahas (2 Raja-raja 18:1) Ia berumur 25 tahun pada waktu ia menjadi raja dan 29 tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi anak Zakharia atau Abia. Ia mulai memerintah pada tahun ke-3 zaman Hosea bin Ela, raja Israel.

Hizkia menyaksikan pengasingan paksa Kerajaan Israel Utara oleh Kerajaan Asyur pada tahun 721 SM (menurut sejarah di bawah pimpinan Sargon II). Dia menjadi raja Yehuda selama invasi dan pengepungan Yerusalem oleh Sanherib pada 700 SM. Ia diharuskan membayar upeti. Alkitab mencatat bahwa pengepungan dihentikan oleh Tuhan dengan membunuh tentara-tentara Sanherib sebanyak 185.000 orang. (2 Raja-raja 19:35)

Hizkia adalah seorang raja yang kuat dan secara internasional diakui bijaksana. Di dalam soal politik luar negerinya ia berhadapan dengan persoalan, apakah ia harus menggabungkan diri pada Asyur ataukah pada Mesir. Setelah ia bersikap netral selama 10 tahun, kemudian ia menggabungkan dirinya pada suatu persekutuan yang memusuhi Asyur pada tahun 712 di bawah pimpinan Asydod. Tepat pada waktunya ia dapat mengundurkan diri. Pada tahun 702 ia menggabungkan diri pada Mesir untuk melawan Asyur dan dikalahkan oleh Sanherib di dekat Elteko. Ia diharuskan membayar upeti. Hizkia lalu memperkuat Yerusalem (Yesaya 22:10) memperkuat persediaan air kota dengan membangun terowongan untuk mengalirkan air ke kolam Siloam. Politik dalam negerinya ditandai suatu pembaharuan religius dengan menghancurkan kebaktian di bukit, tugu peringatan Asyera, bahkan kebaktian ular tembaga Arad (Nehustan). Nabi Yesaya bernubuat pada zamannya.

Kerajaan Asiria Baru

Kerajaan Asiria Baru atau Kerajaan Asyur adalah sebuah entitas politik bangsa Asiria di Mesopotamia pada 934 SM sampai 608 SM. Pada masa kejayaan kerajaan ini, bangsa Asiria menjadi bangsa terkuat di dunia, bersaing dengan Babilonia, Mesir, Urartu/Armenia dan Elam dalam memperebutkan kekuasaan di Timur Dekat dan Mediterania timur, Kerajaan ini menjadi kuat melalui reformasi oleh Tiglath-Pileser III pada abad ke-8 SM.Asiria pada awalnya merupakan kerajaan Akkadia kecil yang berkembang pada abad ke 23 sampai 21 SM. Raja-raja Asiria hanyalah pemimpin regional dan merupakan bawahan Sargon dari Akkad, yang menyatukan semua bangsa berbahasa Akkadia di Mesopotamia di bawah Kekaisaran Akkadia, yang bertahan dari 2270 SM sampai 2080 SM. Setelah Kekaisaran Akkadia runtuh, bangsa Asiria dan Babilonia dapat berkembang. Pada periode Asiria Lama pada Zaman Perunggu Awal, Asiria menjadi kerajaan di Mesopotamia utara (Irak utara modern), memperebutkan dominasi dan melawan saingannya di Mesopotamia selatan yang juga berbahasa Akkadia, yaitu Babilonia, yang seringkali berada di bawah kekuasaan bangsa Kassit. Pada periode ini, Asiria juga membuat koloni-koloni di Asia Kecil.

Asira mengalami pasang surut kekuasaan pada periode Asiria Pertegahan. Asiria mengalami periode kekasiaran di bawah kekuasaan Shamshi-Adad I pada abad ke-18 dan 17 SM, Setelah itu Asiria berada di bawah dominasi Babilonia, lalu Mittani-Hurria pada abad ke-17 - 15 SM. Asiria kemudian menjadi kerajaan yang kuat pada 1365 SM sampai 1076 SM, yang meliputi pemeritahan raja-raja besar, misalnya Ashur-uballit I, Tukulti-Ninurta I dan Tiglath-Pileser I. Dimulai dengan kampanye Adad-nirari II, Asiria lagi-lagi menjadi kerajaan yang kuat. Kerajaan Asiria menjatuhkan Dinasti Kedua puluh lima Mesir dan menaklukan Mesir, Babilonia, Elam, Urartu, Media, Persia, Mannea, Gutium, Punisia/Kanaan, Aramea (Suriah), Arab, Israel, Yehuda, Palestina, Edom, Moab, Samarra, Kilikia, Siprus, Khaldea, Nabatea, Kommagene, Dilmun; menaklukan bangsa Hurria, bangsa Shutu dan bangsa Hittit; mengsuir bangsa Nubia, bangsa Kushit dan bangsa Ethiopia dari Mesir; mengalahkan bangsa Kimmeria dan bangsa Skithia; dan memperoleh upeti dari Frigia, Magan, dan Punt.

Periode Asiria Pertengahan digantikan oleh Kerajaan Asiria Baru (abad ke-14 sampai 10 SM). Beberapa sejarawan, contohnya Richard Nelson Frye, berpendapat bahwa Kerajaan Asiria Baru adalah imperium sesungguhnya yang pertama dalam sejarah manusia. Pada periode ini, bahasa Aram menjadi bahasa resmi kerajaan, bersama dengan dengan bahasa Akkadia. Asiria juga mengembangkan sistem komunikasi cepat untuk surat-surat pemerintahan dan kebijakan perpindahan penduduk untuk memperkuat politik, ekonomi dan budaya kerajaan.

Kerajaan Asiria Baru ditaklukan oleh persekutuan bangsa Babilonia, bangsa Medes, bangsa Skithia, dan bangsa-bangsa lainnya dalam persitiwa Kejatuhan Nineveh pada 612 SM, serta penghancuran ibu kotanya, Harran, pada 608 SM. Lebih dari setengah abad kemudian, Babilonia dan Asiria menjadi provinsi di Kekaisaran Akhemenia. Setelah runtuh, budaya Asiria tetap berpengaruh terhadap kekaisaran Media dan Persia.

Libaya

Libaya merupakan seorang raja Asyur dari tahun 1690 - 1674 SM. Ia menggantikan Bel-bani di Dinasti Adaside yang muncul setelah pengusiran orang Babilonia dan orang Amori dari Asyur.Sedikit yang diketahui tentang pemerintahannya, tetapi Asyur tampaknya telah menjadi negara yang relatif damai, aman dan stabil selama periode ini.

Naram-Sin dari Asyur

Naram-Sin, atau Narām-Sîn atau –Suen, ditulis di dalam aksara paku pada segel kontemporer sebagai dna-ra-am-dEN.ZU, tercatat sebagai en5.si ("Ensi") atau "waklum" (da-šùr) atau "Išši’ak Aššur" (Pelayan Assur) negara kota Assur, tercatat sebagai raja ketiga puluh tujuh Asyur pada Daftar Raja Asyur kemudian, di mana ia menuliskan mna-ram-dEN.ZU, atau daftar fragmen di mana ia muncul sebagai -d30. Ia dinamakan sama seperti Naram-Sin dari Akkadia yang termasyur dan mengambil determinatif dewa di dalam namanya (seperti kakek Naram-Sin: Sargon I, yang dinamakan seperti Sargon dari Akkadia.) Naram-Sin tidak boleh disalahartikan dengan Naram-Sin yang memerintah Eshnunna selama sekitar dua belas tahun (penerus dan putra, seperti yang dikenali pada sebuah prasasti, tentang masa pemerintahan Ebiq-Adad II yang lama.) Namun kemungkinan besar Naram-Sin dari Assur sezaman dengan bagian awal pemerintahan Ebiq-Adad II (yang pengesahan terakhirnya ada di Kronik Eponim Mari B baris 25 sekitar 56 tahun setelah inaugurasi Naram-Sin.) Naram-Sin dari Asyur adalah putra Puzur-Ashur II yang memerintah sebentar, cetakan segelnya yang diawetkan di atas amplop surat-surat waklum untuk pedagang expat Anatolianya di karum Kültepe dan di dalam Daftar Raja Asyur kemudian.

Puzur-Ashur III

Puzur-Ashur III merupakan seorang Raja Asyur dari tahun 1503 SM sampai 1479 SM. Menurut Daftar Raja Asyur, ia adalah putra dan pewaris Ashur-nirari I dan memerintah selama 24 tahun. Ia juga merupakan raja pertama Asyur yang muncul di dalam sejarah sinkronistis, di mana ia dijabarkan sebagai Burnaburiash dari Babilonia yang kontemporer. Beberapa prasasti bangunannya ditemukan di Assur. Ia membangun kembali bagian kuil Ishtar di dalam ibu kotanya, Ashur, dan bagian selatan benteng kota.

Rimus

Rimush atau Rīmu[š], tertulis mri-mu-u[š] pada satu-satunya varian Daftar Raja Asyur di mana ia muncul, merupakan penguasa Asyur atau mungkin hanya bagian yang berpusat pada Ekallatum, penerus dan mungkin keturunan Shamshi-Adad I, meskipun hubungan yang tepat tidak pasti. Ia memerintah kira-kira selama pertengahan abad ke-18 SM.

Salmaneser III

Salmaneser III (Šulmānu-ašarēdu, "dewa Shulmanu adalah yang terutama"; bahasa Inggris: Shalmaneser III) adalah raja kerajaan Asyur (859 – 824 SM), dan putra dari raja sebelumnya, Ashurnasirpal II. Pemerintahannya yang lama ditandai dengan peperangan terus menerus dengan suku-suku di sebelah timur, yaitu Babilon, bangsa-bangsa di Mesopotamia dan Suriah, juga dengan Kizzuwadna dan Urartu. Tentaranya menembus sampai ke Danau Van dan pegunungan Taurus; orang Het atau Hitit di Karkhemish dipaksa membayar upeti, dan kerajaan Hamat serta Aram Damaskus ditaklukkan.

Salmaneser V

Salmaneser V (Akkadian: Šulmanu-ašarid; bahasa Ibrani: שַׁלְמַנְאֶסֶר, Modern Shalman'eser Tiberias Šalmanʼéser; bahasa Yunani: Σαλαμανασσαρ Salamanassar; bahasa Latin: Salmanasar; bahasa Inggris: Shalmaneser V) adalah raja Asyur (Asiria) dari tahun 727 sampai 722 SM. Pertama kali ia disebut namanya sebagai gubernur Zimirra di Fenisia dalam masa pemerintahan ayahnya, raja Tiglat-Pileser III. Samaria (Kerajaan Israel Utara) memberontak pada zamannya. Ketika ia mengepung kota itu, ia meninggal pada hari ke-12 bulan Tebet 722 SM dan tahtanya diambil alih oleh saudaranya Sargon II.

Sanherib

Sanherib (dalam bahasa Akkadia Śïn-ahhe-eriba "(Dewa Bulan) Śïn telah menggantikan saudara-saudara (yang hilang) untukku") adalah anak laki-laki Sargon II, yang digantikannya di takhta Asyur (705 SM–681 SM).

Sargon II

Sargon II (bahasa Akadia Šarru-kên "raja yang benar", bahasa Ibrani: סרגון, sar·ḡō·wn; berkuasa 722 – 705 SM) adalah raja Asyur. Sargon II menjadi penguasa bersama dengan Salmaneser V pada tahun 722 SM dan menjadi penguasa satu-satunya atas kerajaan Asyur pada tahun 722 SM setelah wafatnya Salmaneser. Tidak jelas apakah ia merupakan putra dari Tiglath-Pileser III atau perebut kuasa yang bukan dari keluarga kerajaan. Dalam inskripsinya, dia menyebut dirinya sebagai manusia baru dan jarang menyebut pada pendahulunya; walau begitu, ia menggunakan nama Sharru-kinu ("raja sejati"), setelah Sargon dari Akkadia — yang mendirikan Kekaisaran Semitik pertama di wilayah tersebut sekitar 16 abad silam. Sargon merupakan bentuk dalam Alkitab untuk menyebutnya.

Shu-Ninua

Shu-Ninua atau ŠÚ- atau Kidin-Ninua, menuliskan mŠÚ-URU.AB x ḪA, adalah raja ke-54 yang muncul di daftar raja Asyur, ia merupakan penguasa Asyur, skt. 1615-1602 SM (kronologi pendek) atau 1567-1554 SM (sangat pendek), dan merupakan putra pendahulunya, tetapi seseorang bernama Bazaya, berhasil merebut kekuasaan, Lullaya, “putra bukan siapa-siapa.”

Tiglat-Pileser III

Tiglat-Pileser III (Tiglat Pileser atau Tiglatpeleser (תגלת פלאסר, tiḡ·laṯ pil·’e·ser;2 Raja-raja 15:29) dan Tilgat Pilnesar (תלגת פלנאסר, ti·lə·ḡaṯ pil·nə·’e·ser; 2 Tawarikh 28:20); ejaan Ibrani dari penamaan Akkadia: Tukultī-apil-Ešarra, "kepercayaanku dalam putra Esharra"; Kuneiform: 𒆪𒋾𒀀𒂍𒊹𒊏 TUKUL.TI.A.É.ŠÁR.RA; bahasa Inggris: Tiglath-Pileser III) adalah raja agung Asyur (Asiria) pada abad ke-8 SM (berkuasa 745–727 SM) dan secara luas dihormati sebagai pendiri Kekaisaran Asyur Baru. Dia dianggap sebagai salah satu pemimpin militer paling berhasil dalam sejarah, yang menaklukkan banyak wilayah yang kemudian dikenal dengan Asyur kuno sebelum kematiannya. Dari prasasti-prasasti yang ditinggalkannya dan dari catatan Alkitab dapat dipastikan bahwa raja ini hidup sezaman dengan raja-raja Israel, Menahem, Pekah dan Hosea, raja Yehuda, Uzia dan Ahas, dan raja Damaskus, Rezin.

Yesaya

Yesaya (Ibrani: Ysya'yahu; Arab: أشعياء Asya'yaa; "Yah adalah keselamatan") adalah figur utama dalam Kitab Yesaya, ia adalah nabi Yudea abad ke-8 SM. Ia dipanggil sebagai nabi pada tahun matinya raja Uzia, sekitar tahun 740 SM. Yesaya bernubuat sekurang-kurangnya 40 tahun pada zaman raja Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia dari Kerajaan Yehuda.

Geografi
Sejarah
Bahasa
Budaya
Mitologi
Arkeologi

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.