Abad ke-11 SM

Abad ke-11 SM adalah abad pada milenium ke-2 SM dalam kalender Gregorian.

Berikut adalah daftar tahun pada Abad ke-11 SM :

Dasawarsa ke 10: 1000-an SM 1009 SM • 1008 SM • 1007 SM • 1006 SM • 1005 SM • 1004 SM • 1003 SM • 1002 SM • 1001 SM1000 SM
Dasawarsa ke 9: 1010-an SM 1019 SM • 1018 SM • 1017 SM • 1016 SM • 1015 SM • 1014 SM • 1013 SM • 1012 SM • 1011 SM1010 SM
Dasawarsa ke 8: 1020-an SM 1029 SM • 1028 SM • 1027 SM • 1026 SM • 1025 SM • 1024 SM • 1023 SM • 1022 SM • 1021 SM1020 SM
Dasawarsa ke 7: 1030-an SM → 1039 SM • 1038 SM • 1037 SM • 1036 SM • 1035 SM • 1034 SM • 1033 SM • 1032 SM • 1031 SM • 1030 SM
Dasawarsa ke-6: 1040-an SM 1049 SM • 1048 SM • 1047 SM • 1046 SM • 1045 SM • 1044 SM • 1043 SM1042 SM • 1041 SM • 1040 SM
Dasawarsa ke-5: 1050-an SM → 1059 SM • 1058 SM • 1057 SM • 1056 SM • 1055 SM • 1054 SM • 1053 SM • 1052 SM • 1051 SM • 1050 SM
Dasawarsa ke-4: 1060-an SM → 1069 SM • 1068 SM • 1067 SM • 1066 SM • 1065 SM • 1064 SM • 1063 SM • 1062 SM • 1061 SM • 1060 SM
Dasawarsa ke-3: 1070-an SM → 1079 SM • 1078 SM • 1077 SM • 1076 SM • 1075 SM • 1074 SM • 1073 SM • 1072 SM • 1071 SM • 1070 SM
Dasawarsa ke-2: 1080-an SM → 1089 SM • 1088 SM • 1087 SM • 1086 SM • 1085 SM • 1084 SM • 1083 SM • 1082 SM • 1081 SM • 1080 SM
Dasawarsa ke-1: 1090-an SM → 1099 SM • 1098 SM • 1097 SM • 1096 SM • 1095 SM • 1094 SM • 1093 SM • 1092 SM • 1091 SM • 1090 SM

Daftar Peristiwa abad ke-11 Sebelum Masehi:

Julius Kronberg David och Saul 1885
Daud dan Saul (1885) oleh Julius Kronberg. Keduanya dianggap sebagai Raja-raja pertama Israel
Milenium: Milenium ke-2 SM - Milenium ke-1 SM - Milenium ke-1
Abad: Abad ke-12 SMAbad ke-11 SMAbad ke-10 SM
Dasawarsa: 1120-an SM • 1110-an SM • 1100-an SM  – 1090-an SM –  1080-an SM  • 1070-an SM  • 1060-an SM

Kematian

Lihat pula

Amenemope

Usermaatre Amenemope merupakan firaun Dinasti kedua puluh satu Mesir di Mesir Kuno. Ia diduga adalah putra Psusennes I dan ratunya, Mutnedjmet, Amenemope menggantikan ayahandanya setelah masa pemerintahannya yang lama setelah sebuah periode rekan kepangeranan. Keterbatasan ini disimpulkan berkat perban linen yang menyebutkan "... raja Amenemope, Tahun 49..." yang direkonstruksi sebagai "[Tahun X di bawah] raja Amenemope, Tahun 49 [di bawah raja Psusennes I]". Namun disebutkan bahwa Tahun 49 mungkin termasuk Imam Agung Amun Menkheperre bukan Psusennes I, sehingga mengesampingkan ketatanegaraannya; hipotesis ini ditolak oleh Kenneth Kitchen, yang masih mendukung rekan-kepangeranan. Kitchen mengacu pada keberadaan Papirus Brooklyn 16.205, sebuah dokumen yang menyebutkan Tahun 49 diikuti oleh Tahun 4, pernah berpikir untuk menunjuk pada Shoshenq III dan Pami, tetapi baru-baru ini ke Psusennes I dan Amenemope, dan kemudian dikeluarkan pada pemerintahan Tahun 4 yang terakhir.Amenemope dimakamkan jauh lebih sederhana daripada tetangganya Psusennes I: perbandingannya, yang terakhir dilengkapi dengan peti mati perak murni dan masker emas murni, sementara peti mati dan masker pendahulunya hanya sepuhan.

Ashur-rabi II

Aššur-rabi II, ditulis maš-šur-GAL-bi, "(dewa) Aššur yang hebat," merupakan seorang raja Asyur yang bertakhta dari tahun 1012–972 SM. Meskipun pemerintahannya yang panjang (41 tahun), salah satu raja Asyur yang terlama, masa jabatannya tampaknya tidak baik karena dilihat dari referensi yang sedikit dan singkat mengenai kemundurannya dari sumber-sumber selanjutnya.

Chu (negara)

Chu (Hanzi: 楚 Bahasa Cina kuno: *s-r̥aʔ) adalah sebuah hegemon, negara di era Dinasti Zhou. Mengikuti perkembangan zaman itu, para penguasa Chu mendeklarasikan dirinya raja yang setara kedudukanya dengan para penguasa Zhou semenjak zaman Raja Wu di awal abad ke 8 SM. meskipun awalnya tidak begitu berpengaruh, jauh di selatan Zhou dan melaksanakan adat istiadat yang berbeda dari Zhou di Utara, Chu mulai melaksanakan berbagai reformasi administrasi, menjadikan negara ini sebagai negara ekspansionis yang cukup sukses selama periode Musim Semi dan Musim Gugur. Pada akhirnya kerjaaan ini dimasukkan kedalam istana Zhou yang prestisius pada saat itu dan juga dikenal dalam relasi antar-negara Cina kuno sebagai Bangsawan ke empat, sebuah gelar yang diberikan oleh Kaisar Zhou untuk mencegah pembangkangan dari Chu. Dengan ekspansinya yang terus menerus, Chu menjadi sebuah kekuatan yang besar dan mungkin korup di Periode Negara Perang, dan budayanya menjadi sebuah pengaruh yang besar pada zaman Dinasti Han.

Dikenal juga sebagai Jing (荆) dan Jingchu (荆楚), Chu mencakup provinsi-provinsi di Cina saat ini yaitu Hubei dan Hunan, termasuk juga sebagian dari Chongqing, Guizhou, Henan, Anhui, Jiangxi, Jiangsu, Zhejiang, dan Shanghai. Selama lebih dari 400 tahun, ibu kota Chu, Danyang bertempat di persimpangan antara Sungai Dan dan Sungai Xi didekat daerah Xichuan masa kini, Provinsi Henan, tetapi akhirnya dipindah ke Ying. Bangsawan penguasa Chu awalnya memiliki nama marga Nai (嬭) dan nama klan Yan (酓), tetapi nantinya ditulis sebagai Mi (芈) dan Xiong (熊).

Karia

Karia (/[unsupported input]ˈkɛriə/; dari bahasa Luwia: Karuwa, "negeri curam"; bahasa Yunani kuno: Καρία, Karia) adalah daerah di Anatolia barat yang terbentang mulai dari Ionia tengah (Mykale) hingga ke selatan sejauh Lykia dan ke timur sejauh Phrygia. Suku Ionia dan Doria Yunani menempati bagian baratnya dan bercampur dengan orang asli Karia untuk kemudian membentuk negara-negara kota Yunani di sana. Penduduk asli Karia disebut orang Karia yang sudah tiba di tempat itu sebelum kedatangan bangsa Yunani. Herodotos menyebut penduduk pribumi Karena sebagai keturunan bangsa Minoa. Penduduk asli Karia merupakan orang bahari dan menganggap diri mereka berkerabat dengan orang Mysia dan orang Lykia. Orang Karia menuturkan bahasa Anatolia.

Kerajaan Baru Mesir

Kerajaan Baru Mesir adalah periode dalam sejarah Mesir Kuno antara abad ke-16 SM hingga abad ke-11 SM, meliputi masa dinasti ke-18, ke-19, dan ke-20. Kerajaan Baru merupakan periode sesudah Periode Menengah Kedua. Setelah Kerajaan Baru berakhir, Mesir Kuno memasuki Periode Menengah Ketiga.

Periode Kerajaan Baru merupakan periode ketika Mesir Kuno mencapai puncak kejayaannya.

Maakha

Maakha (Maacah; Codex Alexandrinus: Maacha, KJV: Maachah, bahasa Ibrani: מעכה ma'akhah "dihancurkan") adalah nama pribadi non-spesifik untuk gender tertentu yang digunakan dalam Alkitab untuk merujuk kepada sejumlah orang.

Nabu-shum-libur

Nabû-šumu-libūr, tertulis dAG.MU-li-bur atau dna-bi-um-MU-li-bur, berarti "O Nabû, harap keturunan (saya) / putra dengan kesehatan yang baik," (1033 – 1026 SM) merupakan raja kesebelas dan yang terakhir Dinasti ke-2 Isin, Dinasti ke-4 Babilon. Ia bertakhta selama periode ketidakstabilan karena penyerangan anggota nomaden Aramean di barat laut Babilonia.

Psusennes I

Psusennes I (dalam bahasa Yunani Ψουσέννης) merupakan Firaun ketiga dari Dinasti ke-21 yang memerintah dari Tanis antara tahun 1047–1001 SM. Ia adalah putra Pinedjem I dan Henuttawy, putri Ramses XI dan Tentamun. Ia menikahi saudara perempuannya Mutnedjmet.

Raja Cheng dari Zhou

Cheng dari Zhou (ch 周成王 zhōu chéng wáng) atau Ch'eng dari Chou merupakan raja kedua Dinasti Zhou, Tiongkok. Masa pemerintahannya berlangsung pada tahun 1042-1021 SM atau 1042/35-1006 SM Raja Cheng masih muda ketika ia naik takhta. Pamandanya, Adipati Zhougong (aka Zhou Gong), khawatir pasukan Shang akan memberontak di bawah pemerintahan yang lemah seorang raja muda, ia menjadi pemangku takhta dan mengawasi urusan-urusan pemerintahan selama beberapa tahun lamanya. Zhou Gong mendirikan ibu kotanya timur di Luoyang, dan kemudian mengalahkan pemberontakan yang dilakukan oleh pamanda Raja Cheng Shu Du dari Cai, Guan Shu dan Huo Shu. Raja Cheng kemudian menstabilisasikan perbatasan Dinasti Zhou dengan mengalahkan beberapa suku barbar bersama dengan Adipati Zhou Gong.

Raja Kang dari Zhou

Kang dari Zhou (ch 周康王 zhōu kāng wáng) atau K'ang dari Chou merupakan raja ketiga Dinasti Zhou, Tiongkok. Masa pemerintahannya adalah 1020-996 SM atau 1005-978 SM (Sejarah Tiongkok Kuno Cambridge).

Raja Kang mengikuti kebijakan ayahandanya Raja Cheng dan memperluas wilayah Zhou ke Utara dan Barat. Ia juga menekan pemberontakan yang terjadi di bagian timur. Kehidupan menjadi makmur di dalam Dinasti Zhou di bawah pemerintahan Raja Kang.

Raja Wu dari Zhou

Wǔ dari Zhōu (Hanzi=周武王|p=zhōu wǔ wáng) atau Wu dari Chou merupakan raja pertama, atau pemimpin Dinasti Zhōu, Tiongkok. Tanggal pemerintahannya adalah 1046-1043 SM atau 1049/45-1043 (Sejarah Tiongkok Kuno Cambridge). Berbagai sumber mencatat bahwa ia meninggal pada usia 93, 54 atau 43. Ia dianggap sebagai seorang pemimpin yang pantas dan cakap. Zhou Gong Dan adalah salah seorang saudaranya.

Raja Wǔ merupakan putra kedua Raja Wen dari Zhou. Setelah naik takhta, Raja Wǔ mencoba untuk mewujudkan wasiat ayahandanya: mengalahkan Dinasti Shang. Raja Wu menggunakan banyak pejabat pemerintahan yang bijak dan yang paling penting adalah Perdana Menteri Jiang Ziya, seorang pria yang terbukti sebagai "master strategi"—yang membuat pemerintahan di Zhou berkembang jauh lebih kuat setiap tahunnya.

Pada tahun 1048 SM, Raja Wǔ turun ke Sungai Kuning ke arungan Mengjin dan bertemu dengan lebih dari 800 orang adipati. Pada tahun 1046 SM, melihat pemerintahan Shang goyah, Raja Wǔ melancarkan sebuah serangan bersama dengan banyak adipati tetangga. Di medan Perang Muye, pasukan Shang dihancurkan, dan Raja Zhou dari Shang membakar istananya dan membakar dirinya sendiri sampai mati.

Setelah memenangkan perang itu, Raja Wǔ mendirikan banyak negara kecil di bawah pemerintahan saudara-saudara dan para jenderalnya. Ia mangkat tiga tahun kemudian pada tahun 1043 SM.

Ramataim-Zofim

Ramataim-Zofim (bahasa Ibrani: רמתיים־צופים), atau disebut Rama (bahasa Ibrani: רָמָה) (juga Ramatha di Alkitab Douay-Rheims; bahasa Inggris: Ramathaim-Zophim atau Ramah) adalah kota kuno di Israel yang disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, terutama dalam Kitab 1 Samuel, yang sekarang menjadi kota modern Neby Samwil ("nabi Samuel"), sekitar 5 mil (8,0 km) di utara Yerusalem. Lokasi tepatnya masih belum dapat dipastikan. Kota ini pada abad ke-11 SM menjadi kota kelahiran dan tempat tinggal nabi Samuel maupun orang tuanya, Elkana dan Hana beserta keluarga. Samuel memerintah sebagai Hakim atas bangsa Israel dari rumahnya di kota ini. Kota Rama juga disebutkan beberapa kali dalam riwayat Daud yang bertemu Samuel di sini maupun di Nayot dekat Rama, di mana mereka sementara tinggal. Samuel mati dan dikuburkan di rumahnya di Rama.

Salmaneser II

Salmānu-ašarēd II, tertulis mdSILIM-ma-nu-MAŠ/SAG, berarti "(dewa) Salmānu yang terpenting," merupakan raja Asyur dari tahun 1030–1019 SM, ia merupakan yang ke-93 di dalam salinan Khorsabad Daftar Raja Asyur, meskipun ia tampaknya dengan sembarang dihilangkan sama sekali pada salinan Nassouhi.Ia digantikan oleh putranya, Aššur-Nērārī IV yang memerintah hanya sebentar, dan kemudian saudaranya, Aššur-rabi II.

Tiglath-Pileser I

Tiglath-Pileser I (/ˈtɪɡləθ paɪˈliːzər, -ˌlæθ, pᵻ-/; bentuk Bahasa Ibrani dari bahasa Akkadia: 𒆪𒋾𒀀𒂍𒊹𒊏, "kepercayaan saya pada putra Ešarra") merupakan seorang Raja Asyur pada masa Kerajaan Asyur Tengah (1114–1076 SM). Menurut Georges Roux, Tiglath-Pileser adalah "salah satu dari dua atau tiga raja hebat Asiria sejak zaman Shamshi-Adad I". Ia dikenal karena "kampanye militernya yang luas, antusiasmenya untuk membangun proyek, dan ketertarikannya pada koleksi prasasti aksara paku". Di bawah pimpinannya, Asyur menjadi kekuasaan utama Timur Dekat Kuno, posisi yang sebagian besar dipertahankan kerajaan untuk lima ratus tahun mendatang. Ia memperluas kekuasaan Asyur ke Anatolia dan Suriah, serta ke pesisir Laut Tengah. Dari prasasti yang masih ada, ia tampaknya disegani oleh rakyatnya dan musuh-musuhnya.

Xiong Kuang

Xiong Kuang (Hanzi: 熊狂, bertakhta abad ke-11 SM) merupakan seorang penguasa awal negara Chu selama Dinasti Zhou awal (1046-256 SM) di Tiongkok kuno. Ia menggantikan ayahandanya Xiong Li, dan digantikan oleh putranya Xiong Yi, yang kemudian akan diserahkan oleh Raja Cheng dari Zhou dan diberikan pangkat bangsawan vicomte.

Xiong Li

Xiong Li (Hanzi: 熊麗, bertakhta abad ke-11 SM) merupakan seorang penguasa awal negara Chu pada masa Dinasti Zhou awal Tiongkok kuno. Ia menggantikan ayahandanya Yuxiong, yang merupakan guru Raja Wen dari Zhou, raja pertama Zhou. Nama leluhur Xiong Li adalah Mi (芈), tetapi ia mengambil karakter kedua dari nama ayahandanya – Xiong, secara harfiah berarti "beruang" – sebagai nama marga bangsawan Chu, yang sekarang menjadi nama marga ke-72 yang paling umum di Tiongkok.

Xiong Li digantikan oleh putranya, Xiong Kuang, dan cucunya Xiong Yi kemudian akan diangerahi oleh Raja Cheng dari Zhou dan diberikan gelar bangsawan vicomte turun temurun.

Xiong Yi

Xiong Yi (Hanzi: 熊繹; Pinyin: Xióng Yì, bertakhta abad ke-11 SM) adalah vicomte pertama dan penguasa awal negara Chu selama awal Dinasti Zhou Tiongkok kuno. Putra Xiong Kuang, ia adalah keturunan Kaisar Kuning dan Zhuanxu melalui kakek buyutnya Yuxiong.

Yuxiong

Yuxiong (Hanzi: 鬻熊; Pinyin: Yùxióng, bertakhta abad ke-11 SM), juga dikenal sebagai Yuzi atau Master Yu (Hanzi: 鬻子; Pinyin: Yùzǐ), merupakan penguasa dini negara Tiongkok kuno yang kemudian dikenal sebagai Chu. Dia adalah sekutu dan guru Raja Wen dari Zhou (bertakhta 1099–1050 SM), raja pertama Dinasti Zhou. Di dalam Tsinghua Bambu Slip namanya ditulis sebagai Xuexiong (Hanzi: 穴熊; Pinyin: Xuéxióng).Nama klan Yuxiong Mi (芈). Putra dan penerusnya Xiong Li mengambil karakter kedua dari namanya – Xiong – sebagai nama garis keturunan kerajaan Chu, yang sekarang menjadi nama marga ke-72 paling umum di Tiongkok.

Zaman Besi

Dalam arkeologi, Zaman Besi adalah suatu tahap perkembangan budaya manusia di mana penggunaan besi untuk pembuatan alat dan senjata sangat dominan. Penggunaan bahan baru ini, di dalam suatu masyarakat sering kali mencakup perubahan praktik pertanian, kepercayaan agama, dan gaya seni, walaupun hal ini tidak selalu terjadi.

Zaman Besi adalah periode utama terakhir dalam sistem tiga zaman untuk mengklasifikasi masyarakat prasejarah, yang didahului oleh Zaman Perunggu. Waktu berlangsung dan konteks zaman ini berbeda, tergantung pada negara atau wilayah geografis. Secara klasik, Zaman Besi dianggap dimulai pada Zaman Kegelapan Yunani pada abad ke-12 SM dan Timur Tengah Kuno, abad ke-11 SM di India, dan antara abad ke-8 SM (Eropa Tengah) dan abad ke-6 SM (Eropa Utara) di Eropa. Zaman Besi dianggap berakhir dengan kebangkitan kebudayaan Hellenisme dan Kekaisaran Romawi, atau Zaman Pertengahan Awal untuk kasus Eropa Utara.

Zaman Besi berhubungan dengan suatu tahap di mana produksi besi adalah salah satu bentuk paling rumit dari kerajinan logam. Kekerasan besi, titik lebur yang tinggi, dan sumber bijih besi yang melimpah, membuat besi lebih dipilih dan murah daripada perunggu, yang memengaruhi dipilihnya besi sebagai logam yang paling umum digunakan. Karena kerajinan besi diperkenalkan secara langsung ke Amerika dan Australasia oleh kolonisasi Eropa, daerah-daerah tersebut tidak pernah mengalami Zaman Besi.

Bahasa lain

This page is based on a Wikipedia article written by authors (here).
Text is available under the CC BY-SA 3.0 license; additional terms may apply.
Images, videos and audio are available under their respective licenses.